" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Tak sengaja Bertemu di Mall"


__ADS_3

♡☆Penyesalan selalu datang dari belakang,biasanya yang terbaik dilepaskan dan takkan pernah kembali lagi karena tak mungkin baginya untuk kembali menatap masa lalu yang penuh rasa sakit di hati,cukup sudah rasa ini hambar,semoga suatu saat kamu akan menyesali setiap perbuatanmu...01032022 bye Author♡☆


Setelah party peresmian di real estate selesai Ray sudah mulai kembali bekerja tetapi kali ini ia tak lagi menjadi pengawal anak Tuan Broto.


Ia sudah dipercayakan oleh sang ayah untuk mengelola perusahaan milik sang ayah,dan juga menjadi pengelola Rumah sakit Dirgantara.


☆☆


Pagi itu dari kejauhan terlihat seorang gadis turun dari Taksi dengan menenteng sebuah tas berisi peralatan medisnya menuju ke ruangan tempatnya bekerja.


"Hai Dokter Esy,makin glow up aja sih?"Ucap Dokter Shangrilla sambil mendekati Esy.


"Pagi juga Dokter cantik,mana Dokter Amira?Tumben kalian gak barengan?"Tanya Esy sambil menengok ke kanan dan kiri.


"Dokter Amira ada acara hari ini makanya ia udah ijin dari kemarin."Jawab Shangrilla sambil tersenyum.


"Kamu sendiri aja ya Sy?"Tanya Shangrilla basa basi,padahal dia berniat bertanya soal si CEO Dirgantara tetapi di tahannya agar tak terlihat kepo amat dengan urusan hubungan orang lain.


"Iya aku sendiri aja tadi naik Taksi,kedua kakakku pagi pagi buta udah berangkat ke Bandung jadi gak ada yang mengantarku,motorku juga masih di bengkel."Jawab Esy polos.


"Oo gitu ya?Aku pikir kamu diantar oleh kakakmu yang tampan itu."Timpal Shangrilla yang tanpa sengaja telah menunjukkan kalau ia menaruh hati pada Kak Marco.


"Kak Marco maksud kamu?"Tanya Esy heran sambil mengangkat alisnya.


"Oo nama kakakmu marco ya?"Shangrìlla balik bertanya lagi.


"Iya Kak Marco kakak keduaku."Jawab Esy lagi.


"Terus kakak pertama kamu di mana?"Tanya Shangrilla lagi dengan nada penasaran namun di hiasi dengan wajah cueknya.


"Kak Gian lagi sama Kak Marco ke Bandung ikut peresmian perusahaan baru milik Kak Gian,aku sendiri di rumah karena mama aku juga ikut ke sana."Jawab Esy lagi yang tak mengetahui kalau Ray sudah berada di balik bunga flamboyan itu dan mendengarkan semua percakapan mereka tetapi ia memilih diam disana dari pada menunjukkan wajahnya ia takut kalau kalau Esy kabur dan tak mau bertemu dengannya lagi.


"Eh ngomong ngomong ayo kita masuk ntar lagi udah apel pagi loh..."Ajak Esy pada Shangrilla.


"Ayo say..."Jawab Shangrilla sambil menarik tangan Esy.


"Tumben dia baik banget sama aku,kesambet apa sih?"Gumam Esy dalam hati.


Sedangkan Ray masih saja berdiri di sana dan tak tahu kalau Esy dan Shangrilla sudah pergi dari tempat parkir itu.


Ia pun menengok ke arah dimana tadi kedua gadis itu berbincang tetapi apa yang ia lihat benar benar kosong hanya ada beberapa buah mobil terparkir dengan indah di sana.


"Terlambat aku rupanya."Gumam Ray pada dirinya sendiri.


**


Esy memasuki ruangannya dan mempersiapkan alat alat dan beberapa dokumen yang sudah ia isi semalam di rumah dan memanggil Parawat chelsea untuk pergi ke ruang ruang untuk memberikan health education pada para pasien.


"Pagi Dok,maaf aku terlambat."Ucap Perawat Chelsea sambil menundukkan kepalanya.


"Iya gak apa apa tapi lain kali jangan terlambat lagi ya?"Jawab Esy sambil tersenyum.


"Ayo kita lakukan visite dulu."Ucap Esy sambil mengangkat stetoskopnya yang disimpan di atas meja dan mereka berdua pun keluar menuju bangsal dewasa dan ruang ICU.


Mereka berdua pun langsung menuju bangsal dewasa dan mulai memeriksa keadaan pasien pasien asuhan Dokter Esy.


"Dok,hari ini banyak yang pulang ya Dok?"Ucap Perawat Chelsea pada Dokter Esy.


"Iya tolong di cek obat pasien X ya karena ia diminta keluarganya untuk pulang."Ucap Dokter Esy pada Perawat Chelsea.


"Dok,kenapa pasien X minta pulang paksa bukannya ia belum sembuh benar?"Tanya Perawat Chelsea kepo.

__ADS_1


"Mungkinada beberapa alasan yang tidak bisa kita memaksa mereka untuk tetap tinggal di sini Dek."Jawab Dokter Esy pada perawat Chelsea.


"Baiklah Dok,akan saya bicarakan dengan kepala perawat bangsal dewasa agar segera membuat laporannya pada kita."Ucap Chelsea sambil berlalu pergi...


**


Selesai melakukan Visite pada pasien pasien di bangsal dewasa mereka masih saja melakukan Visite di ruang ICU dan NICU.


"Dok,pasien Bayi L ada apa demgannya kenapa matanya berwarna kuning seperti itu?"Tanya Chelsea lagi pada Dokter Esy.


"Ada kelainan pada bilirubinnya makanya coba kamu cek lagi lessnya biar paham apa yang di derita bayi L."Pinta Dokter Esy pada Chelsea yang belum mengetahui penyakit yang di derita seorang bayi baru lahir dengan berat badan rendah di bawah 2500 gram.


Ketika mereka berdua sedang asyik berbincang dengan para orang tua pasien mereka tidak mengetahui kalau dari arah luar kaca jendela dua orang pria tampan sedang menatap penuh rasa bahagia pada Dokter Esy.


"Dia benar benar sempurna di mataku Daniel,aku tak bisa memejamkan mataku kalau gak berhalusinasi tentangnya."Ucap Rafael pada Daniel yang merupakan rekan sejawat dari dokter Esy.


"Raf,tapi kamu harus hati hati karena kita berdua walaupun sahabat aku adalah rivalmu juga loh Raf,jangan bangga dulu karena aku bisa memenangkan pertarungan ini."Ucap Daniel tanpa menoleh sedikitpun pada Rafael.


"Iya aku juga sangat suka dan berangan angan menjadi pemilik hati gadis itu sesungguhnya dan aku hanya ingin aku yang memenangkan pertandingan ini."Tandas Rafael lagi.


"Ooo kamu gak takut sakit hati ya?"Ucap Daniel sambil menyikut pinggang Rafael.


"Aku gak akan pernah sakit hati kalau aku selalu menjadi priorotas gadis itu."Ucap Rafael berbangga diri.


"Ya sudah kita tunggu dan lihat ntar bagaiman reaksi gadis itu setelah selesai memeriksa pasien pasien itu."Ucap Daniel lagi dengan nada bangga.


"Baiklah."Ucap Rafael singkat.


Akhirnya kedua pria tampan itu tetap berdiri disana sampai Esy dan Chelsea selesai melakukan tugas mereka.


Pintu terbuka dan kelurlah Esy dan Chelsea,mereka berdua langsung pergi ke arah wastafel di dekat pintu keluar dan mencuci tangan kemudian mengeringkannya dengan tissue yang sudah disediakan di tempat itu.


"Biarkan saja mereka kamu tetap sama aku ya gak boleh kemana mana."Pinta Dokter Esy pada Chelsea sang partner terbaiknya.


"Iya Dok tenang aja aku pastikan mereka gak akan mendekati kita Dok."Ucap Chelsea sambil mengeringkan tangannya dan memnarik tangan Dokter Esy lewat pintu jalan pintas yang hanya di lewati oleh Perawat perawat dari hawat darurat.


"Jalan ini aku pernah lewat tapi sudah sangat lama waktu itu aku dan Dokter Shangrilla bersembunyi disini dan juga Dokter Amira yang waktu itu juga ikut ikutan sembunyi karena di kejar oleh kepala ruangan bangsal dewasa sebelum yang sekarang ini,kepala ruangan itu jahol banget orangnya,beliau adalah sahabat masa kecilku juga sih hanya saja ia sangat menyukai Shangrilla karena katanya samgat membuat hatinya tak menentu."Cerita Dokter Esy panjang lebar.


"O gitu ya Dok,aku kira hanya aku saja yang tahu jalan ini hehehe..."Jawab perawat Chelsea sambil tertawa sedikit lepas.


"Sssttt awas mereka mengetahui kita. "Ucap Esy sambil tersenyum.


"Tenang aja Dok kita sudah melewati tahap kritis perjalanan kita."Jawab Chelsea sambil tersenyum.


Kedua gadis itu pun tiba di ruangan mereka dalam keadaan selamat.


"Lho kok udah jam dua siang kita gaj bjsa makan siang lagi dong Dok?"Ucap Chelsea sambil tersenyum.


"Langsung Pulang aja ya Dok.."Ucap Chelsea sambil membersihkan wajahnya menggunakan tissue basah.


"Iya nih aku juga kebetulan mau ke mall."Ucap Esy lagi.


**


Sementara kedua pria itu masih saja berdiri berjam jam disana sambil main hp mereka tak tahu kalau target sudah pulang ke rumah.


Ketika mereka lagi asyik main hp tiba tiba Dokter Farel datang dan berkata pada kedua pria itu.


"Asyik benar ya hari ini..?"Ucap Dokter Farel pada kedua pria itu dan mereka baru sadar kalau apa yang mereka tunggu sudah pergi.


"Maaf Dok,kami lagi ..."Daniel terbata dan tak mampu mengucapkan kalimat selanjutnya.

__ADS_1


Sedangkan Rafael sudah kabur ketika Dokter Farel mendekat ke arah mereka.


**


Esy menghidupkan motornya dan melajukan dengan kecepatan sedang,ia bernyanyi sepanjang jalan menuju ke rumahnya Kak Gian untuk ganti pakaian karena rumah Kak Gian benar benar dekat dengan pusat kota.


Setelah tiba di halaman ia pun memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumah itu.


Ia menyapa sang penjaga rumah dengan sangat ramah dan bersahabat kemudian masuk ke kamarnya dan langsung ke kamar mandi sekalian mandi.


Beberapa saat kemudian ia pun keluar lagi dari kamar sudah dalam keadaan rapi dan manis...


Ia pun pamit pada penjaga rumah dan pergi dari situ,tak lupa ia memasukkan pakaian dinasnya di dalam jok motor dan melajukan motor dengan kecepatan sedang.


**


Ia berjalan mengelilingi etalase etalase mall itu sambil sesekali melirik pakaian pakaian yang berjejer di depan matanya itu.


"Harganya sungguh sangat fantastis apa aku harus membeli pakaian seharga sebuah motor?Ah sungguh tak masuk akal."Gumamnya pada dirinya sendiri.


Ia pun pergi ke bagian sepatu dan sendal yang mungkin ada yang cocok sesuai isi kantongnya...


Ketika hendak melangkah tak sengaja kakinya menginjak sepatu seseorang yang membuatnya kaget dan meminta maaf sambil menunduk tanpa melihat siapa orang tersebut.


"Maaf saya tidak sengaja..!!"Ucapnya sambil menunduk tanpa mengangkat wajahnya.


Pria itu pun mengelus kepalanya dan mengangkat kepala gadis itu sambil berkata"Sudahlah tak apa apa...!!"Jawabnya sambil tersenyum.


Pria itu pun belum mengetahui siapa gadis itu.


Perlahan gadis itu mengangkat wajahnya dan melihat pria itu dengan mata terbelalak karena kaget ternyata pria itu adalah Ray Dirgantara CEO muda yang ia hindari selama ini.


"Esy...Ray...!!"Keduanya saling menyebut nama secara bersamaan.


"Akhirnya kita ketemu juga ya?Kan aku sudah bilang kalau jodoh oasti takkan kemana karena kita memang ditakdirkan untuk berjodoh."Ucap Ray sambil tersenyum lebar dan penuh rasa kebahagiaan.


Semua itu terpancar dari senyumannya yang sangat jarang ia berikan pada siapapun termasuk kepada orang orang terdekatnya.


Senyuman bahagia itu sesaat jadi muram karena sang pujaan hati sudah kabur entah kemana.


"Waduh kenapa aku harus kehilangannya lagi?"Ucap Ray sambil melangkah dengan lebar kesana kemari mencari gadisnya itu.


"Hahaha kena deh Lo,makanya jangan terperangah kalau berhadapan denganku akibatnya kamu kehilangan jejakku lagi kan?"Ucap Esy pada dirinya sendiri.


Esy pun meraih sebuah wig yang terpasang di manekin cewek yang sedang tersenyum itu dan memakainya.


"Tutup pintu mall ini karena aku kehilangan gadisku."Ucap Ray pada manager Mall itu.


"Bagaimana dengan orang orang Tuan muda?"Tanya manager Mall itu pada Ray.


"Mereka boleh keluar kecuali gadis itu..."Ucap Ray sambip menunjuk ke arah seorang gadis yang bukan gadis yang ia cari.


"Sial...gagal lagi...kemana aja gadis itu?"Ucap Ray sambil matanya melihat sekeliling mall itu...


Aku kehilangan jejaknya lagi...


**


To be Continued


bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys?...

__ADS_1


__ADS_2