" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Bertingkah Aneh"


__ADS_3

Setelah kejadian itu aku pun langsung saja pergi dari hadapan ayahku.


Aku benar benar terpukul dengan kejadian itu,ibuku susah payah di rumah sedangkan ayahku berselingkuh dengan wanita lain di hadapanku sendiri.


Sungguh sejuta yang sangat disayangkan,kenapa aku harus melihat kejadian menyebalkan itu dengan mataku?


Sungguh keterlaluan pria tua itu,tidak tahu diri kalau masanya telah lewat.


Mendadak aku jadi gak mood,segera aku hampir pedagang gulali dan membeli gulali empat kemudian kembali ke taman kota di mana Dian,Icha dan Mas Ray sedang duduk bercerita.


Aku pun menghampiri mereka dan tanpa mengucapkan kata kata aku langsung duduk diatas rerumputan hijau itu sambik terisak isak.


Hal itu membuat mereka semua kaget bukan main.


"Kamu kenapa sy?Siapa yang jahatin kamu?"Tanya Dian sambil duduk di sampingku.


Aku hanya diam tanpa kata dan hanya menangis saja.


"Bilang dong Sy,sebenarnya ada apa?Kenapa tiba tiba menangis seperti ini?" Dian mencoba membujuknya tetapi aku maunya Mas Ray yang peduli padaku (Hehehe mustahil khayalan orang sakit hati seperti aku ini)


"Gak apa apa kok Dian,aku hanya melihat hantu..."Jawabku sekenanya membuat mereka semua terlihat bingung dan heran menatap ke arahku.


"What?Ada hantu di siang hari?"Ucap Ray yang sedari tadi berdiri di dekat bangku tanpa menoleh ke arahku.


"Aneh banget nih anak siang ini,ada apa ya apa perlu kita selidiki?"Bisik Icha pada Dian.


"Sepertinya aku setuju dengan ucapanmu Cha.Nanti sore kita akrabkan dia dan Ray terus kita cari tahu penyebabnya ya?Aku yakin Esy menyembunyikan sesuatu dari kita."Ujarku curiga.


"Iya aku juga berpikir seperti itu dan aku yakin benar karena Esy adalah sahabat kita sudah sejak dulu kita sudah tahu sifat dan karakternya jadi i i benar benar aneh sekali karena jarang terjadi padanya selama ini ya gak?"Keduanya saling bisik sedangkan Esy sedang duduk di atas rumput sambil memainkan game di ponselnya.


"Mas Ray kami punya ide."Ucapku pada Ray ya g merupakan asisten pribadi papa.


Papaku selalu mempekerjakan pria pria tampan di sekitarku sekaligus menjagaku karena aku adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis properti dan minyak sawit di kota ini bahkan di negara ini.


Aku sangat merindukan kebebasan tetapi selalu saja diikuti oleh para bodyguard bayangan maupun para asisten pribadi papa yang sangat tampan tampan dan jago berkelahi tentunya.


Aku ingin bebas seperti kedua sahabatku ini mereka kemana mana tanpa ada yang menghalanginya.


"Ide apa Non?"Tanya Mas Ray membuyarkan lamunanku.


Aku pun membisikkan sesuatu ke telinga Mas Ray dan Mas Ray pun geleng geleng kepala.


"Kalau terjadi sesuatu sama Non bagaimana?"Tanya Mas Ray sambil geleng geleng kepala dan menelepon seseorang lagi untuk mengawasi aku dan Dian.


"Aku yakin aku takkan pergi tanpa seseorang menjagaku. "Gumamku sambil mencibir.


"Anda tidak bisa berbicara sesuka hati anda Nona Dian,karena ini adalah tugas dari kami dan kewajiban kami adalah menjaga dan melindungi Tuan kami kemana pun perginya."Ucap Ray lantang.


Akhirnya dengan berat hati kami pun pergi dengan seorang bodyguard yang sudah disiapkan oleh Mas Ray,sedangkan si bawel dan aneh sedang duduk sambil bermain ponselnya tanpa mengetahui rencana kami.


Ia larut dengan dunianya sendiri,aku perhatikan anak itu banyak masalah akhir akhir ini,mulai dari ia belum di terima kerja dan entah apa masalahnya lagi aku benar benar tidak paham.

__ADS_1


"Pergi aja aku akan menjaga sahabatmu,kalau perlu aku akan manjadi pendamping hidupnya selamanya."Jawab Mas Ray tanpa kontrol.


"What?Mas Ray menyukai sahabatku?Serius Mas?"Tanyaku bertubi tubi sambil tersenyum lebar.


"Aku dukung banget Mas,dia sahabatku pantas mendapatkan Mas kok benaran. "Ucapku lagi lagi membuat Mas Ray tersenyum malu malu.


"Ah Non Dian tadi itu aku keceplosan saja kok kita belum ada pendekatan sama sekali tetapi apa boleh buat kalau jodoh?"Ucap Mas Ray ambigu membuatku manggut manggut saja dan aku sangat senang akhirnya sahabatku itu ada yang menyukainya.


♡☆♡☆☆♡☆♡♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡☆♡♡☆♡*♡*♡


Beberapa menit aku pun kaget karena aku merasa tak ada seorangpun sahabatku yang duduk bersamaku di atas rerumputan hijau bak permadani itu lagi dan segera ku tolehkan kepalaku untuk ku lihat apa yang sedang mereka berdua lakukan.


Maafkan aku Dian aku mendiamkan kalian berdua dan masuk ke dalam duniaku sendiri karena aku benar benar sedih dan kecewa dengan kelakuan ABG tua itu,udah tua gak tahu diri malah selingkuh di belakang ibuku.


Aku tahu ibuku pasti sudah tahu hanya saja ia tak ingin anak anaknya sedih dengan kelakuan ayah mereka.


Aku pun hanya diam mematung sambil menahan gejolak dalam dada.


Sungguh aku tak suka dengan keadaan yang aku alami saat ini.


Benar benar ayahku melakukan hal sekeji ini aku tak sanggup melihat kesedihan di mata ibuku.


Aku hanya ingin ibuku bahagia selalu dan tidak memikirkan masalah yang ia alami selama ini tetapi aku harus bagaimana?


Semua pertanyaan itu muncul dalam benakku yang membuat aku tak fokus dengan keadaanku dan tanpa ku sadari ternyata Mas Ray sudah duduk tepat di sampingku sambil menatapku dengan intens.


Mata elangnya itu membuat aku kikuk karena kaget dengan tatapan mata yang sangat menusuk sampai jantungku pun berdebar tak karuan seperti baru selesai lari maraton saja.


"Dian,maafkan aku Dian bukannya aku cuek ma kamu dan Icha tetapi hatiku lagi sakit banget melihat kelakuan ayahku yang seperti ABG tua itu berjalan dan bergandengan tangan dengan gadis seukuran kita ternyata ayahku selingkuh di belakang ibuku."Ucapku sambil menangis dan tetap memeluk erat tubuh orang disampingku itu yang tak ku tahu ternyata ia adalah Mas Ray pria tampan yang baru saja ku lihat tadi tanpa berkenalan dengannya.


A few moment letter ...


Aku kaget dan membuka mataku sambil melepaskan pelukanku dan menunduk sambil mengucap kata maaf padanya.


"Maaf Mas...maafkan aku yang reflek tanpa mengetahui siapa yang aku peluk."Ucapku malu dan pipiku sudah bersemu merah menahan malu yang tiada duanya karena pria itu aku benar benar sangat malu kita belum saling kenal tetapi aku sudah dengan tidak punya rasa malunya memeluk pria itu.


"Nggak apa apa kok Dek,kedepannya kalau kamu butuh bahuku aku siap memberikan sandaran bahuku padamu agar kamu tidak sedih lagi,maafkan aku karena hanya diam membisu tanpa menolak pelukanmu tadi, tapi jujur aku merasa nyaman saat kamu memelukku tadi. Jantungku terus saja berpacu dengan cepat entah perasaan apa itu tetapi aku tak tahu apakah ini reflek cepat dari tubuhku atau hanya sesaat saja karena kaget dengan pelukanmu tadi Dek."Ucapku pada gadis di sampingku itu yang masih saja menunduk dan tak ingin melihat ke arahku.


"Lihatlah aku Dek,aku jujur ya sama kamu Sebenarnya aku sudah menyukai kamu sejak lama sejak pertama kali kamu datang bersama Non Dian beberapa waktu lalu tetapi baru saat ini aku bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam hati ini walau ini sangat cepat tetapi aku berpikir kalau lebih cepat lebih baik."Jawabku sambil tersenyum pada gadis di depanku itu.


"Tapi Mas...aku belum bisa menerima ungkapan hatimu Mas kasih aku waktu untuk berpikir dulu."Ucapku menolak secara halus.


"Kapanpun itu aku akan menunggunya,ini nomor ponselku ada apa apa hubungi aku,pasti aku akan membantu apapun itu selagi aku mampu."Ray menyodorkan nomor ponselnya padaku.


"Baik Mas ini nomorku juga..."Sahutku sambil memberikan nomorku padanya dan ia pun menerimanya dengan senang hati.


"Makasih ya Dek, btw siapa nama kamu Dek masa kita gak saling kenalan juga?"Ucapnya sambil tertawa renyah.


"O iya hampir lupa namaku Esy Herzegovina Danuwidjaya panggil aja Esy."Ucapku sambil menjabat tangannya.


Kami pun saling berkenalan bertukar nomor ponsel.

__ADS_1


Itulah awal aku berkenalan dan membuka diri untuk seorang pria,selama ini aku hanya bisa berkeliaran di bawah ketiaknya kedua kakak laki lakiku saja dan tak pernah memiliki teman pria apalagi mempunyai pacar.


Aku belum siap untuk sakit hati seperti sahabat sahabatku yang lain.


Tapi hari ini benar benar berbeda dari hari hari lainnya di mana aku benar benar merasa bahagia bersama Mas Ray yang merupakan asisten pribadi papanya Dian.


Aku sih berharap ini hanya perkenalan biasa saja karena aku tak ingin membuat masalahku menjadi beban bagi orang lain juga.


Tetapi apa yang aku pikirkan tak sejalan dengan hati pria itu.


Pria itu benar benar membuatku semakin merasa kalau ia memang pantas untuk berada di sampingku.


Ah apa benar aku lagi ....Ah Jangan sampai deh aku belum puas berada di bawah ketiaknya kedua kakakku yang sangat aku sayangi dan mereka pun demikian sangat sayang padaku yang merupakan perempuan satu satunya yang mereka miliki setelah ibuku.


Ah biarkan saja aku jalani seperti air yang mengalir kemana arahnya nanti akan terbukti dengan sendirinya.


Aku pun pasrah dan tetap menunjukkan senyum termanisku pada pria yang duduk di sampingku saat ini.


"Dek...apa Mas boleh tanya sesuatu?"Tanya Mas Ray setelah suaraku vakum beberapa saat yang lalu.


"Eh ... Iya Mas boleh Mas mau tanya apa?"Tanyaku tanpa menoleh ke arahnya.


"Kalau berbicara dengan orang itu harusnya saling tatap dong Dek biar gak seperti orang autis saja."Ucapnya membuatku malu.


"Maaf Mas aku malu,aku belum pernah punya teman pria dan aku selama ini hanya berkeliaran dibawah ketiaknya kedua kakak laki lakiku saja Mas..."Ucapku jujur padanya.


"Iya gak apa apa sekarang anggap saja aku adalah kakakmu biar kamu gak canggung berbicara denganku Dek."Ucap Mas Ray dengan suara baritonnya yang lembut dan membuat hatiku serasa terhipnotis dan mendengar suaranya dengan senyum.


"Baiklah Mas, terima kasih ya?"Ucapku sambil tersenyum dan saat itu gigi gingsulku yang tersembunyi selama ini mencuat keluar membuat Mas Ray melotot karena melihatku tersenyum.


"Senyuman itu sungguh sangat manis Dek,kamu punya gigi yang begitu indah kenapa disembunyikan Dek?" Tanya Mas Ray sambil tersenyum.


"Jangan menggodaku Mas,aku hanya ingin senyum Mas."ucapku sedikit gugup.


"Rileks Dek."Ucap Mas Ray sambil tersenyum serta memandangku dengan senyuman damai terukir dibibirnya.


Rahangnya yang tegas dan kuat menggambarkan bahwa makhluk Tuhan yang bernama Adam ini sungguh sangat memikatku...


Ya Tuhan apakah aku telah masuk ke tahap ini?


Ya Tuhan...maafkan aku.


**


Ya Tuhan terima kasih untuk hari ini Engkau pertemukan aku dengan gadis secantik dan semanis ini padaku.


Aku pun merasa bahwa itu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan padaku.


(MJA ☆♡Essy Kehi♡☆DPS◇☆03122021_12.04)


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2