
"Hai Dokter Esy,"Sapa Dokter Rafael sambil berlari lari perlahan mendekatiku.
"Iya ada apa?"Jawabnya Cuek.
"Nanti sore kamu ada waktu?"Tanya Dokter Rafael padaku.
"Iya aku ada janji dengan seseorang."Jawabku ketus.
"Bisa gak sih halus sedikit?"Ucap Dokter Rafael lagi.
"Halus gimananya?"Sahutku acuh.
"Pantas saja kamu gak ada pacar sama sekali karena kamu sangat arogan Esy."Ucap Dokter Rafael lagi.
"Biarin aja bodoh amat,siapa peduli?Kamu jangan sok tahu ya?"Ucapku sambil ku dorong tangannya agar menjauh dari ku dan aku pun langsung pergi meninggalkan Rafael.
"Gila nih cewek kasar amat?"Gumam Dokter Rafael sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
"Kamu suka sama dia?"Tanya seseorang yang baru muncul dari belakang Dokter Rafael.
"Iya awalnya sih tetapi sekarang aku bahkan tak ingin melihatnya sedikitpun,mendengar namanya saja aku muak."Jawab Dokter Rafael sambil mencoba melangkah menjauh dari pria itu yang tak lain adalah Dokter Daniel.
"Hendak kemana?"Tanya Dokter Daniel pada Rafael.
"Mau pergi ke ruanganku..."Jawab Rafael acuh.
"Kamu kenapa lemas seperti itu?"Tanya Daniel lagi.
"Kepo amat sih?"Jawab Rafael ketus.
"Iya namanya juga teman pasti aku ingin tahu apa permasalahanmu."Jawab Daniel pada Rafael.
"Aku Pengen sendiri Daniel aku lagi gak mood gara gara cewek arogan itu. "Jawab Rafael.
"Tapi kamu gak tahu kan kenapa sampai dia seperti itu mungkin dia punya masalah atau apa kita gak tahu kan?"Ucap Daniel lagi.
"Itu masalahnya dia kenapa aku harus tahu juga masalahnya?"Cibir Rafael lagi.
"Kamu lagi benci banget ama dia ya,awas aja karena benci itu bisa berubah 380°menjadi cinta."Daniel memeperingatkan Rafael.
"Bodoh amat...ogah aku suka sama dia cewek arogan yang moodnya selalu buruk akhirnya jadi burik."Ucap Rafael lagi.
"Hati hati aja dengan ucapanmu bisa bisa kamu jatuh cintrong sama tuh cewek."Ucap Daniel kembali memperingatkan.
"Tanda aja broo aku gak akan pernah menyukai gadis seperti itu bisa bisa kepalaku botak kalau memikirkan dirinya terus."Ucap Rafael lagi.
"Ya sudah terserah kamu saja kalau aku sih suka sama gadis yang seperti itu,karena menurut aku dia arogan seperti itu mungkin ada alasannya karena jarang loh ada gadis yang arogan yang ada tuh cowok arogan kebanyakan."Ucap Daniel sambil pergi dari hadapan Rafael.
Setelah kepergian Daniel,Rafael berbicara seorang diri,sebenarnya aku malu harus mengatakan pada Daniel kalau aku menyukai gadis itu hanya saja aku tak punya nyali untuk mengungkapkan pada gadis itu intinya aku menyukainya dan aku memang harus menyelidiki dulu latar belakangnya gadis itu serta kehidupan keluarganya seperti apa.
Ya mau gimana lagi perlahan lahan aku pasti bisa menakhlukan hatinya.
Gadis aroganku yang manis,aku tunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua isi hatiku.
**
Hari ini aku ada operasi,yang sebenarnya bukan tugasku tetapi aku dipaksa untuk menggantikannya siapa lagi kalau bukan si kepo Dokter Rafael.
"Dokter Esy,aku sakit perut boleh gak aku minta tolong sama kamu?"Ucap Rafael sambil pura pura memegang perutnya yang sebenarnya tidak sakit itu.
__ADS_1
"Bantu apa Dok?"Esy balik bertanya padaku artinya ia peka dengan keadaanku saat ini.
"Aku sakit perut sakitnya sangat melilit tetapi aku ada operasi apendiksitis(Usus buntu)mulai setengah jam lagi apa kamu bersedia membantuku?"Ucapku sambil memelas dan memegang perutku.
"Hmm bagaimana ya?Baiklah pasien dimana? Dan atas nama siapa?"Tanya Gadis itu termakan rayuanku.
"Di bangsal dewasa kamar nomor 10 tolong ya atas nama Tn.M,"ucapku memberitahu nama dan tempat pasien yang kumaksud.
"Baiklah aku cek less pasiennya dulu ya?"Ucap Dokter Esy sambil berlalu dari hadapanku.
"Makasih ya cantik."Pujiku padanya entah dia mendengar atau tidak yang penting aku sudah memujinya.
Setelah kepergiannya aku masih saja menatap punggung gadis itu,ya seperti ucapan Daniel mungkin dia sedang mengalami masalah makanya dia bersikap seperti itu padaku.
Tetapi kenapa dia tidak jujur saja padaku mungkin aku bisa bantu,ah tapi sudahlah namanya juga privacy orang belum tentu ia akan memberitahukan apa yang ia alami padaku kecuali apabila kami sudah akrab.
Aku pun pergi dari tempatku berdiri tadi hingga aku benar benar tak tahu apa yang akan dikerjakan oleh gadis itu setelah itu.
**
Dalam sebuah kamar besar,tampak jelas Rafael sedang duduk sambil bermain ponsel.
Apa yang akan terjadi apabila gadis itu tahu kalau aku berbohong padanya?
Tetapi apa yang harus aku lakukan agar ia bersimpati padaku?Aku benar benar tak tahu apa yang akan aku lakukan benar benar aku tak tahu,aku bingung karena ini pertama kalinya aku membuat sebuah alasan dengan obyeknya adalah diriku sendiri.
Ya mau bagaimana lagi nasi telah menjadi bubur,tak mungkin aku akan membocorkan rahasiaku ini pada siapapun tetapi aku tak tahu apa yang harus aku katakan pada Daniel super kepo itu.
Aku khawatir jika ia mengambil gadis itu menjadi kekasihnya aku tak sanggup sungguh tak sanggup.
Aku belum siap dengan keadaan itu karena aku yakin aku pasti bisa mendapatkan gadis itu.
**
Setelah beberapa saat ia beristirahat ia dipanggil oleh pasien pasien dari ruangan yang ia tangani untuk memeriksa mereka dan mengganti cairan infus yang sudah habis.
"Dok,kapan saya boleh pulang?"Tanya seorang pasien yang baru saja di cuci darahnya itu pada Dokter Esy.
"Nanti sore sudah bisa pulang kan ibu hanya cuci darah saja tidak perlu menginap."Ucap Esy pada ibu tersebut.
"Terima kasih ya Dok?"Ucap Ibu itu sambil tersenyum.
"Dok,kalau saya kapan pulang?"Tanya seorang ibi yang baru saja sadar dari pingsannya akibat terkena hipertensi.
"Kalau ibu belum bisa pulang karena harus di observasi dulu darah ibu kan masih tinggi kita masih pantau dulu perkembangannya ya Bu,rileks dan santai ya Bu biar cepat sembuh."Ucap Dokter Esy menjawab berbagai pertanyaan dari beberapa pasien di bangsal dewasa itu.
"Baiklah Bapak bapak dan ibu ibu sekalian saya permisi dulu ya nanti saya akan digantikan oleh Dokter Daniel yang masih istirahat karena beliau baru selesai operasi beberapa orang pasien,semoga cepat sembuh ya?"Ucap Dokter Esy sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
"Dok,Dokter Shangrilla meminta untuk ia juga membantu di ruangan bangsal dewasa Dok."Ucap Suster Chelsea padaku.
"Bilang padanya untuk memberitahukan pada bagian yang bertanggungjawab dulu biar tidak ada miss komunikasi dari mereka dan kita tidak disalahkan karena menerima Dokter Shangrilla lagian dia kan punya tugas dan tanggungjawab di ruangan ICU?"Ucap Dokter Esy lada Suster Chelsea.
"Iya Dok akan saya sampaikan pada Dokter Shangrilla ya?"Ucap Suster Chelsea dan ia pun berlalu menuju ke ruangan Dokter Shangrilla.
Sepeninggal Suster Chelsea,Dokter Esy bergegas ke ruangannya dan dengan secepatnya ia membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi pribadinya dan mulai melepaskan semua rasa penatnya dengan siraman siraman air di sekujur tubuhnya.
"Segarnya...!!"
Selesai mandi ia pun mengeringkan badan dan berganti pakaiannya dan memgambil sisir untuk merapikan rambutnya kemudian memakai sedikit serum di wajahnya sambil meneluk nepuk serum itu di wajahnya ia pun mengambil tasnya dan pergi keluar untuk pulang.
__ADS_1
**
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit akhirnya ia pun tiba dirumah.
Ternyata Kak Marco dan Kak Gianfranco sudah lama menunggunya.
"Sore kakak berdua...lagi nunggu siapa nih?Mana mama?"Tanya Esy sambil memarkir motornya.
"Sore juga adikku sayang,lagi nunggu seorang bidadari cantiklah,tuh mama di belakang lagi menyiapkan makanan."Jawab Kak Gianfranco yang jarang berbicara itu.
"Tumben cerewet..."Gumam Esy perlahan lahan tetapi didengar oleh Gianfranco.
"Emang kenapa Dek?Kakak nggak boleh ngomong sama adeknya kakak ya?"Ucap Kak Gian padaku.
"Ya enggak juga sih cuma aneh aja."Ucapnya sambil berlalu dari hadapan kedua kakaknya setelah mencium pipi kedua pria itu.
"Kak Gian,"panggil Marco lirih.
"Iya ada apa?"Tanya Kak Gian pada Kak Marco.
"Kakak harun mendekatkan diri padanya lagi kasihan loh adek selama ini jarang berbicara sama kakak."Ucap Marco sambil memejamkan matanya sejenak.
"Kakak tahu tetapi kakak harus sibuk bekerja memikirkan masa depannya juga kakak itu sebenarnya ingin banyak cerita dengannya tetapi keadaan memaksa kakak untuk tidak duduk berpangku tangan tetapi harus banyak aksi,agar kehidupan kita kedepannya tidak susah terus kasihan mama,mama sangat terpukul oleh ulah papa tetapi mama berusaha tegar menghadapi masalah demi masalah dengan tetap sabar.Kakak ingin agar mama hidup dengan layaj di masa tuanya."Ucap Gianfranco lagi pada Marco.
"Marco dukung apa yang kakak lakukan tetapi kakak harus sering luangkan waktu untuk mama dan juga adek kasihan adek bertumbuh dan berkembang tanpa kasih sayang seorang ayah,ia menjadi keras kepala karena ulah papa."Ucap Marco lagi.
Beberapa saat kemudian ponsel Gian berdering.
"Ntar kakak terima telepon dulu ya?"Ucap Kak Gianfranco sambil mengangkat ponselnya itu.
"Ya Boy ada apa Broo?"Tanya Gian pada pria yang bernama boy itu.
"Nanti hari Sabtu tolong datang ke acara pembukaan real estate milik sepupu aku nanti aku share undangannya,sepupuku juga mengenal adikmu Marco katanya ia ingin kalian ikut ke acaranya."Ucap Boy lagi.
"Baiklah kalau begitu kami akan ikut acaranya ya?"Ucap Kak Gianfranco lagi pada Boy.
"Oya jangan lupa ajak Marco adikmu itu karena sepupuku ingin bertemu dengannya."Ucap Boy lagi.
"Baiklah broo sampai jumpa hari sabtu ya?"Ucap Gianfranco pada Boy dan menutup panggilannya.
Ia pun berbicada lagi dengan Marco.
"Dek,nanti Sabtu kamu temani Kakak ke pestanya sepupu Boy ya?Sepupunya juga ingin berbicara banyak denganmu."Ucap Kak Gianfranco pada Marco.
"Siapa sepupunya itu?"Tanya Marco penasaran.
"Ada saja nanti datang ke sana baru kamu tahu sepupunya Boy."Ucap Kak Gian lagi.
"Kak aku boleh ajak adek Gak?"Tanya Marco pada Gian.
"Boleh boleh aja asalkan dia mau,kakak sih senang mengajaknya ke acara acara sahabat sahabat kakak."Ucap Kak gian lagi.
"Baiklah Kak ayo kita makan tuh mama sudah panggil."Ucap Marco sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti langkah Kak Gian menuju ke ruang makan.
**
To be continued
Bersambung ya guys...
__ADS_1