
Aku berharap semesta membantuku hingga aku berhasil menakhlukan gadis itu,karena aku yakin dia adalah jodohku yang sebenarnya.
Esy,apa kamu tahu apa rti dari perjuanganku selama ini?Kamu sungguh tak tahu apa yang aku rasakan saat ini.
Aku sangat ingin memiliki kamu seutuhnya baik itu jiwa dan juga ragamu dan semua yang ada pada dirimu aku menginginkannya.
Mungkin kamu menganggap aku ini pria tak waras tapi semuanya karena kamu,karena kamu lah aku jadi tak waras aku seperti orang gila yang sangat mengharapkan cinta darimu.
Aku tahu kalau aku memang butuh perjuangan dan tak tik yang bagus yang bisa membuatmu terdesaj dan menerima rasa ini.
Tapi apakah kamu benr benar tidak menyukaiku?Ataukah kamu gengsi untuk menyatakan perasaanmu padaku?
Esy kamu sungguh terlalu aku tak tahu hatimu terbuat dari apa?
Ray masih saja berbicara pada dirinya sendiri dan akhirnya ia menelepon seseorang.
"Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku dan aku tak mau gagal."Ucap Ray diakhir pembicaraan via ponsel mereka.
"Kita lihat sayang apa yang akan kamu lakukan ketika kamu di pecat dari Rumah sakit tempatmu bekerja?Aku tahu ini adalah sesuatu yang sangat kamu sukai dan aku yakin kamu pasti akan datang padaku menangisi nasibmu yang menyedihkan itu."Gumam Ray pada dirinya sendiri.
**
Sementara itu di sebuah ruangan serba putih seorang gadis sedang menulis resep untuk pasien yang hendak pulang rumah karena sudah dinyatakan sembuh.
"Suster tolong bantu lepas infusnya pasien X ya hari ini beliau sudah bisa pulang karena sudah pulih."Ucap Esy sambil tetap menulis.
"Baik Dok,segera saya lepas infus pasien."Jawab Suster Chelsea sambil berlalu.
Ketika sedang asyik menulis yiba tiab seseorang langsung berlari masuk nyelonong saja ke dalam ruangan dokter Esy dan mencoba untuk bersembunyi di balik pintu ruangan itu tetapi tiba tiba beberapa orang datang dan mendobrak pintu ruang itu dan mencari cari keberadaan pria tadi.
Ketika mereka telah menemukan pria itu mereka pun langsung meringkusnya. Sedangkan Esy kagetnya bukan main karena ia tak tahu apa yang tefjadi sebenarnya.
"Hei ada apa ini?"Hardik Esy sambil menunjuk ke arah orang orang itu.
"Jangan karena kamu dokter bisa seenaknya menyembunyikan penjahat ini di ruanganmu ya?"Tuduh seseorang berkumis tebal sambil menunjukkan tangannya pada Esy.
"Siapa dia aku tak mengenalnya."Ucap Esy lagi.
__ADS_1
"Jangan berlagak pilon ya?Kamu sengaja bilang seperti itu kamu pikir kami mempercayai omong kosongmu itu?"Ucap Pria bertato naga di lengan kirinya itu.
"Siapapun kalian jangan asal menuduh orang tanpa bukti dan sekarang tolong pergi dari ruangan aku dan jangan buat keributan di area rumah sakit ini karena banyak pasien yang terganggu akibat ulah kalian."Ujar Esy menegaskan.
"Anda mengancam kami?"Tanya Pria berjambang lebat itu lagi.
"Jangan karena badanmu besar terus kamu bisa seenaknya mengancam orang lain?"Ucap Esy sambil berdiri dari duduknya dan menatap tajam wajah 4 orang pria itu.
"Kalau kalian mau ribut silahkan bawa pria itu ke mana terserah dan tolong jangan coba coba mengancamku karena aku tak pernah takut kalau aku tak bersalah."Ucap Esy menegaskan lagi.
"Berani sekali anda mengusir kami dari sini apa kamu gak tahu siapa yang kamu hadapi?"Ucap Si brewok sambil berkacak pinggang di hadapan Esy.
"Aku gak mau tahu siapa kamu,gak penting banget,muka muka seperti kalian ini aku sudah banyak lihat di luar sana."Ucap Esy sambil melangkah maju dan mendekati si brewok dan gengnya.
"Kalian mau keluar dari ruanganku atau aku yang paksa kalian untuk pergi dari ruanganku?"Tanya Esy lagi.
"Kami tidak pernah takut pada wanita seperti anda,sedikitpun tidak."Ucap Si brewok yang sudah terlanjur emosi pada sikap Dokter muda itu.
Dan tanpa mereka sadari,sedari tadi mereka di pantau oleh Ray dari cctv dan Ray segera menginstruksikan untuk mereka segera keluar dari ruangan itu karena Ray tak ingin mereka terlalu berlaku kasar pada gadis yang sudah mendarah daging dalam hatinya itu.
**
Aku,Ray Dirgantara takkan pernah menyakiti gadis pujaanku sendiri dan aku tak ingin ada siapapun yang dekat denganmu karena aku akan menghajar siapapun yang telah membuat pujaan hatiku tersakiti.
Ray terus saja berbicara pada dirinya sendiri seakan akan ia mengutuk setiap perbuatannya yang tidak terpuji itu.
Esy adalah gadis mandiri ya g sangat membuat hati Ray Dirgantara berdetak kencang tatkala melihatnya.
"Bagaimanapun juga aku harus membujuk kakaknya untuk membantuku dalam mendapatkan cinta sang adik."Gumam Ray lagi.
"Kenapa aku seperti ini?Kenapa aku seperti orang gila?Kenapa aku terus saja membayangi wajah cantiknya itu?Ya Tuhan sungguh aku tak percaya kalau aku menjadi seperti ini aku sangat ingin memiliki ciptaanMu itu bantulah aku ya Tuhan!!"Ucap Ray lagi pada dirinya sendiri.
Semenjak Ray mengenal sosok gadis itu ia seperti sangat bersemangat dalam bekerja dan semua hal buruk ya g sering ia lakukan dulu ia tinggalkan semuanya.
"Aku yakin kalau aku akan mendapatkan hati gadis itu kalau ia jodohku aku akan berusaha semaksimal mungkin."Gumam Ray lagi.
Kenapa aku selalu bermonolog memikirkan gadis itu?Apa dia juga memikirkan aku?Semoga saja dia adalah jodohku dan aku adalah jodohnya.
__ADS_1
**
Huftt capeknya hari ini,aku tak tahu kenapa aku harus bertemu orang orang seperti tadi.
Siapa sebenarnya mereka?Mengapa mereka memasuki ruanganku?
Aku harus menyelidiki semuanya sendiri dan takkan kubiarkan orang lain mengetahui kejadian hari ini.
Tapi,apa mungkin ini semua adalah ulah dari pria itu?Semoga saja bukan.
Esy masih saja memikirkan hal itu dan tiba tiba ia merasakan getaran yang hebat dalam dadanya ia merasakan kalau jantungnya berdebar sangat kencang.
Sembari duduk ia memegang dadanya dan mengelus perlahan lahan sambil menarik nafas panjang dari hidung dan membuangnya perlahan lewat mulut, ini adalah caranya untuk merilekskan otot otot jantungnya karena ia benar benar merasa seperti berdebar debar.
Ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku merasa berdebar debar apa aku harus memeriksakan diriku di dokter jantung?
Esy pun menelepon seseorang dan menceritakan apa yang ia alami sekarang.
"Kak Marco tolong bilang ke mama kalau Esy pulangnya agak malam ya ada sebuah operasi yang sangat mendadak yang membuatku tak bisa kembali seperti biasanya Kak."Ungkap Esy pada Kak Marco.
"Adek kenapa gak telpon langsung mama saja?"Tanya Kak Marco lagi via ponselnya.
"Kakak aku boleh bilang sesuatu ke kakak?"Ucap Esy mengalihkan pembicaraan.
"Iya boleh dek mau bilang apa?"Tanya Kak Marco lagi.
Akhirnya Esy pun menceritakan apa ya g ia alami saat ini pada Kak Marco.
"Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kejadian pagi tadi di ruanganku Kak."Ucap Esy lagi.
"Baiklah nanti Kakak jemput kamu dek ya?Motor kamu di simpan aja di Rumah sakit."Ucap Kak Marco lagi.
"Baiklah Kak aku tunggu ya nanti jam 10 malam aku selesai operasi aku kabari kakak ya?"Ucap Esy sambil menutup ponselnya.
****
To be continued guys
__ADS_1
Jangan lupa like,komentar dan vote ya...