" MENDADAK JADI AROGAN "

" MENDADAK JADI AROGAN "
"Perasaan yang mendebarkan"


__ADS_3

"Sejak kapan sahabatku ini jadi peramal?"Tanyaku pada Dian sambil cekikikan.


"Lihat aja nanti aku pastikan kalau kamu berjodoh dengan Ray aku yakin kok kamu berdua pasti berjodoh dan sangat sempurna kalau kalian berdua berjodoh."Ucapnya lagi gak mau diam.


"Baiklah aku akan mengijinkan kamu menilaiku semoga tercapai ucapanmu itu ya sobatku?"Ucap Esy lagi sambil memakan popcorn yang masih lumayan banyak itu.


Di sisi lain,Ray sedang menatap tajam ke arah mereka bertiga sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.


"Bagaimana aku akan mengungkapkan perasaan ini,entah mengapa tatkala aku mendekatinya hatiku sangat berdebar kencang apakah ini jodohku?Ah semoga saja dia adalah jodohku."Ray bermonolog sambil menatap gadis yang lagi bersenda gurau dengan kedua temannya itu.


Kala itu rambut Esy yang panjang diikat kuncir kuda menampilkan lehernya yang jenjang dan mulus membuat Ray merasa kalau leher itu hanya untuk dirinya dan ia berniat untuk memberikan sebuah syal pada Esy.


Tiba tiba dapat ide dari mana ia pun membeli sebuah syal rajutan yang di pajang di etalase mall terbesar yang berada di dekat taman kota itu.


Setelah membayar tagihan untuk syal itu ia pun langsung mendekati Esy dan teman temannya sambil dalam hati tetap memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Bagaimanapun juga aku harus bersikap agresif karena ini menyangkut perasaan yang sudah semakin menyiksaku selama ini."Gumam Ray dalam hati sambil terus melangkah menuju ke arah gadis gadis itu.


"Mas Ray?"Tegur Dian sambil tersenyum.


"Tuh kan apa aku bilang namanya jodoh pasti selalu mendekat dan kemanapun kamu pergi mas Ray pasti selalu menemukan kita."Bisik Dian pada Esy.


"Ah kamu bisa aja."Jawab Esy tersipu malu sepertinya rencana gua akan berhasil.


"Non Dian...Nyonya Amanda khawatir sekali karena Non Dian pergi tanpa pamit."Ucap Ray tanpa basa basi pada Dian yang merupakan anak bosnya itu.


"Iya tapi aku gak mau pulang sekarang aku ingin bersenang senang tanpa ada bodyguard yang menjaga aku."Ucap Dian memelas.


"Tapi tetap saja kamu gak boleh seperti ini kan nanti merepotkan ibumu yang berlari kesana kemari untuk mencari anda Nona."Ucap Ray lagi.

__ADS_1


"Tapi Mas aku belum mau pulang."Jawab Dian tetapi sudah di seret oleh bodyguard bayangan yang selalu standby saat di perlukan oleh Ray.


"Sampai jumpa Esy & Icha!!"Seru Dian sambil mengikuti ke tiga orang bodyguard itu.


Sedangkan Ray sudah beranjak dari tempat berdirinya sambil memegang bungkusan itu.


"Hem... !!"Ray berdehem pada kedua gadis itu ya g masih menatap kepergian sahabat mereka.


"Esy ini buat kamu."Ucap Ray sambil memberikan paperbag berisi syal tadi.


"Ayo ambil Sy,rezeki jangan ditolak."Ucap Icha sambil tersenyum dan ia pun secepatnya menerima pemberian Ray yang sebenarnya ia berniat memberikannya untuk Esy tetapi sengaja ia mengerjai Ray sekaligus Esy untuk melihat reaksi kedua insan yang lagi pedekate itu.


"Maaf Nona Icha itu saya kasih buat Esy."Ucap Ray sambil tersenyum lebar membuat Icha hanya ber o saja.


"Hehehe aku pikir aku yang akan menerimanya karena yang bersangkutan masih belum merespon anda Mas Ray."Ucap Icha sambil tersenyum dan memukul ringan sahabatnya itu.


"Hem tapi kalau Esy gak mau menerimanya ya sudah buat Icha saja."Ucap Ray lagi sambil hendak berbalik dan melangkah pergi.


"Mau pulang ke apartemenku mau ikut?"Ray balik bertanya pada Esy yang wajahnya bersemu merah seketika.


"Kamu itu ...!!"Ucapan Esy menggantung dan ia pun menarik tangan Icha untuk pergi dari situ tetapi entah keberanian dari mana Ray langsung meraih tangan Esy dan menariknya ke dalam pelukannya.


"Kamu apa apain sih Mas.."Ucap Esy sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Ray.


"Diam sebentar Sy,biarkan Jantungku berhenti berdetak dulu... Setelah itu kalian boleh pergi."Ucap Ray sambil terus memeluk erat Esy.


Sedangkan Icha senang bukan main karena akhirnya sahabatnya yang dingin dan arogan itu pun ada yang berhasil menakhlukan hatinya.


Ray masih saja memeluknya karena jantungnya semakin berdebar debar perlahan lahan dan akhirnya jantungnya kembali normal.

__ADS_1


Dengan penuh keberanian di hadapan Icha, Ray pun langsung mengecup kening Esy dengan lembutnya dan menaruh telapak tangannya di dada Esy dan merasakan getaran yang sama seperti yang ia rasakan.


"Selama ini kamu menyiksa diri kamu sendiri Esy?"Ucap Ray tiba tiba dan ia pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis di depannya itu sambil tersenyum dan terus saja menatap wajah gadis itu yang membuat wajahnya sudah merah merona itu.


"Mas Ray bisa gak jangan dekat dekat aku seperti ini?"Ucap Esy sambil sedikit mendorong Ray agar menjauh darinya dan mereka tidak tahu apa yang terjadi tadi ternyata Icha merekam semua yang terjadi pada Ray & Esy.


"Ah so sweet banget...!!"Ucap Icha sambil tersenyum puas dan langsung mengirimkan ke ponsel Dian.


"Cha apa kamu merekam kejadian tadi?"Ucap Esy menunjukkan wajah kesalnya pada sahabatnya itu.


"Nggak aku gak merekamnya kok?"Jawab Icha sambil tersenyum penuh misteri.


"Sudahlah jangan di debatkan lagi yang penting hari ini aku sudah tahu kalau kami berdua sama sama merasakan hal yang sama yaitu kami saling jatuh cinta walaupun Esy tidak mengucapkan secara langsung perasaannya tetapi aku yakin kalau ia bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang aku sangat bahagia dengan hubungan ini walaupun belum di resmikan tetapi aku akan terus berusaha untuk menjadi bagian dari hatimu yang keras itu Esy. I love you...!!"Ucap Ray lantang.


"Mas Ray apa apain sih?Itu menurut pandangan dan pendapat Mas Ray tetapi aku belum ada niat untuk menerima Cintamu Mas Ray..."Jawab Esy lagi.


"Jangan ada penolakan Esy karena aku gak suka ditolak."Ucap Ray pada Esy lagi.


"Tapi Mas aku belum...!!"Belum selesai Esy berucap Ray sudah melabuhkan sebuah kecupan hangat di bibir gadis itu yang merupakan ciuman pertamanya.


Esy pun kaget dan membelalakan matanya sambil berusaha melepaskan ciuman itu tetapi Ray tidak mau melepaskannya karena manisnya bibir itu membuatnya semakin ingin memperdalam ciumannya itu.


Setelah di rasa cukup ia langsung melepaskan ciumannya dengan perlahan lahan dan"Plak...!!"Sebuah tamparan mendarat dengan lembut selembut telapak yang memukul itu di pipi Ray.


"Mas Ray kamu jahat sekali itu ciuman pertamaku."Ucap Esy sambil berlari meninggalkan Icha yang masih terpaku melihat kejadian tadi.


"Semoga mereka berjodoh."Gumam Icha pada dirinya sendiri.


°•○● To be continued ♡○•°●

__ADS_1


[Dps,Essy Kehi^•^14122021^°^15.05]


__ADS_2