101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 10 : Las Vegas IV


__ADS_3

Carl mengikuti bodyguard dari belakang dan tiba di toilet pria


Salah satu bodyguard mengambil sebuah kartu dari sakunya dan meletakkannya pada sebuah pintu toilet


Sebuah scanner muncul dan mulai memeriksa kartu tersebut


Lantai toilet kemudian terbuka yang menunjukan sebuah tangga menuju ke bawah


Para bodyguard menuruni tangga tersebut dan Carl serta pengawalnya mengikutinya dari belakang


Setelah menuruni beberapa anak tangga, Carl akhirnya tiba di sebuah ruangan mewah seluas 20 meter


Carl mengangguk dengan estetika ruangan ini sambil melihat sekeliling yang arsitektur unik


Carl juga melihat seorang pria paruh baya berumur 50an dengan rambut putih namun yang paling mencolok adalah pupil matanya yang terlihat seperti harimau



Carl mendekati pria paruh baya tersebut dan berhenti setelah berjarak beberapa langkah darinya


"Salam Tuan Diego" ucap Carl dengan senyum di wajahnya sambil duduk di kursi


"Salam juga Tuan Black" balas Diego


"Ingin minum apa?" tanya Diego


"Jus Jeruk" jawab Carl


"Pfftt" Diego yang mendengar jawaban Carl hampir terkejut


Anda melihat ruangan ini!


Penuh dengan segala jenis anggur!


Tapi anda meminta jus jeruk?!!


Begitulah kira-kira tatapan Diego pada Carl saat ini


"Astaga, sayangnya kami tidak memiliki jeruk, bagaimana kalau anggur? jeruk dan anggur sama-sama buah, kan?" balas Diego


"Anda salah, Tuan Diego, walau sama-sama buah tapi mereka jelas-jelas memiliki perbedaan pada nutrisi" jawab Carl


Diego yang mendengar jawaban Carl sangat kesal namun berusaha menahan amarahnya dan tersenyum


"Jadi, apa tujuan anda memanggil saya kesini?" tanya Carl


"Hoho Tuan Black, melihat dirimu bermain di kasino tadi sungguh membuatku ingin bermain bersamamu" jawab Diego


Carl yang mendengar jawaban tersebut seketika ingin memukul Diego


Semua orang di Las Vegas mengetahui bahwa pemimpin [Black Dragon] yaitu Diego memiliki fetish aneh


Diego memiliki kelainan mental yang sangat ekstrem, yaitu suka bermain permainan hidup dan mati dengan targetnya


Target yang mengetahui dirinya akan mati tentu memiliki eskpresi ketakutan saat bermain


Dan...


Diego sangat menyukai ekspresi ketakutan tersebut


'Sungguh fetish yang aneh' pikir Carl

__ADS_1


Carl pun mengangguk dan bisa melihat bahwa wajah Diego saat ini memiliki ekstasi yang berlebihan


'Pria ini.... membuatku teringat dengan salah satu protagonis di masa lalu' pikir Carl sambil mengenang masa lalu


"Yah, karena Tuan Black adalah tamuku, bagaimana kalau anda yang menentukan permainannya?" tanya Diego


"Bagaimana dengan [UNO]?? Sepertinya itu sedikit menarik" tanya Carl


"Baiklah, sesuai keinginan anda" jawab Diego


Sebastian kemudian mengeluarkan sekotak kartu [UNO] lalu meletakkannya di atas meja


Salah satu bodyguard Diego mulai mengocok kartu lalu membagikan 7 kartu pada Carl dan Diego


Carl diam-diam mengaktifkan kemampuan [Substitution] dan memodifikasi berbagai kartu agar menguntungkannya


Catatan : Selama 100 kehidupan, Carl sudah memiliki banyak skill dan bisa dibilang semua skill di dunia sudah jadi koleksinya


Diego kemudian meletakkan kartu biru 9 di meja sedangkan Carl memilih untuk NEXT (mengambil kartu tanpa meletakkan kartu di meja)


Diego kemudian meletakkan kartu kuning 9 di meja sedangkan Carl masih memilih NEXT


Diego kemudian meletakkan kartu kuning 3 di meja sedangkan Carl masih memilih NEXT


Diego sekali lagi meletakkan kartu hijau 3 di meja sedangkan Carl masih memilih NEXT


Diego mulai mengerutkan kening dengan sikap Carl tetapi masih meletakkan kartu merah 3 di meja sedangkan Carl masih memilih NEXT


Diego akhirnya meletakkan kartu kedua terakhirnya yaitu kartu biru 3 "UNO"


Carl akhirnya tersenyum dan meletakkan semua kartu-kartu miliknya perlahan-lahan


"SKIP ; SKIP ; SKIP ; SKIP ; SKIP ; SKIP ; REVERSE ; REVERSE ; REVERSE ; REVERSE ; +4 ; UNO ; +4" ucap Carl


"Ba-bagaimana bisa?!!!" gumam Diego


"Astaga Tuan Diego, nampaknya anda kalah" ucap Carl dengan nada menghina


Mendengar ucapan Carl, Diego tampak kesal dan pembuluh darah muncul di dahinya


"Jadi, permainan apa yang anda ingin mainkan selanjutnya? Aku tak ingin memenangkan permainan yang aku pilih" ucap Carl


"Grrrr, baiklah, selanjutnya Catur" balas Diego


Sebastian kemudian mengambil papan catur dari [Inventory] dan meletakkannya di atas meja


Setelah itu Carl bermain sebagai hitam, sedangkan Diego bermain sebagai putih


"Silahkan, Tuan Diego~" ucap Carl


...15 Menit Kemudian...


Diego menatap tak percaya pada papan catur..


Dirinya dikalahkan oleh Carl hanya dalam 15 menit


Dan dirinya hanya berhasil memakan 3 pawn (prajurit) milik Carl


"Astaga, Tuan Diego, sungguh permainan yang menyenangkan" ucap Carl dengan nada menyanjung


"Mari kita lanjut game selanjutnya, Tuan Black" ucap Diego dengan wajah setengah tersebut

__ADS_1


Game ketiga, Poker, kemenangan Carl


Game keempat, Blackjack, kemenangan Carl


Game kelima, Domino, kemenangan Carl


Saat ini, setelah game kelima, Diego saat ini memiliki mata kosong dan ekspresi lesu sambil menatap Carl


Carl yang melihat ekspresi Diego langsung tersenyum di benaknya sambil teringat masa lalu


'Sungguh, berapa kali pun Aku melihatnya, mata putus asa seperti itu selalu menghiburku' pikir Carl


Carl kemudian berjalan menuju Diego lalu menatapnya sambil tersenyum


"Jadi... Tuan Diego... Apa kau rela menutup kasino ini demi [Black Star Casino] milikku?" tanya Carl


Diego yang mendengar ucapan Carl membuat semangatnya kembali membara


"Tak mungkin, kasino ini adalah tulang punggung geng [White Tiger]" tolak Diego


Diego berubah menjadi harimau putih yang besar dengan panjang 2 meter dan tinggi 1,5 meter


Diego yang berada dalam bentuk harimau putih langsung menerkam Carl


Namun saat dirinya menerkam Carl, dirinya langsung melewati Carl seolah-olah Carl bukan objek fisik yang bisa disentuh


Carl yang menggunakan [Space and Time] saat itu langsung memanipulasi ruang dan membuat dirinya menjadi tak tersentuh seperti [Kamui]


Carl kemudian melompat ke udara setinggi 10 meter dan mengepalkan tinjunya


Carl berakselerasi di udara menuju Diego dengan tinju yang terkepal dan siap memukul


Saat tinju Carl mendarat di perut Diego, Diego merasa organ dalamnya meledak dan isi perutnya bisa keluar kapan saja


Triger, harimau Diego yang telah berdiam diri tiba-tiba berlari setelah melihat Diego terluka


Alexander yang sibuk menghajar para bodyguard tiba-tiba memiliki mata berbinar saat melihat Triger


"Hei, sudah diputuskan, makan malam hari ini adalah barbeque" ucap Alexander


Alexander yang awalnya berjarak 10 meter dari Triger, langsung bergerak dan sedetik kemudian langsung muncul di sebelah Triger


Alexander mengepalkan tinjunya dan memukul dagu Triger


Triger langsung terlempar ke langit-langit ruangan setelah terkena pukulan Alexander dan jatuh pingsan


Adapun Carl dan Diego, Diego dari tadi mencoba menerkam Carl tetapi selalu gagal


Carl yang mulai merasa bosan langsung melepaskan salah satu skill miliknya yaitu [Emperor Aura]


Gelombang tak kasat mata mulai menyebar ke segala arah dengan Carl sebagai pusatnya


"Sungguh aura yang mengerikan" ucap Alexander


Dan Diego yang paling dekat langsung merasa badannya seberat gunung dan kepalanya pusing seolah dipalu oleh palu yang berat


Sedetik kemudian, Diego langsung terjatuh pingsan dan [Emperor Aura] juga ikut berhenti


"[Shadow Killer]! bawa Ia ke [Colosseum]... Sosok seperti Ia pasti akan membawa banyak uang jika ditampilan di [Colosseum]" ucap Carl


Rain, ketua [Shadow Killer] langsung muncul sambil berlutut pada Carl "Baik Tuan Muda" dan menyeret tubuh harimau Diego lalu menghilang

__ADS_1


"Sebas, Ayo kembali, bawa Aku ke hotel bintang 5 milik keluarga Black di Las Vegas" perintah Carl


"Baik Tuan Muda" ucap Sebas sambil menciptakan portal


__ADS_2