
Pagi hari, matahari terbit dari Timur menyinari mansion keluarga Black
Carl akhirnya tiba di mansion setelah diserang pada malam hari
Saat ini Carl sedang duduk di ruang tamu dengan Vivian, Ayahnya (John), Ibunya (Anna), Kakek (Robert) dan Neneknya (Marry)
"Siapa yang berani menyerang anakku?!" tanya Ayah Carl, John dengan geram
"Sepertinya banyak orang sudah melupakan kekuatan keluarga Black sampai berani menyerang pewaris kami" ucap Kakek Robert dengan tenang
"Lapor! Nampaknya kelompok tentara bayaran [Shiba] dari Rusia yang menyerang Tuan Carl" lapor Sebastian
"Tentara bayaran? Serahkan tugas itu kepada Adam dan Felix untuk mengurus mereka" ucap Kakek Robert
Keluarga Black adalah keluarga penguasa dunia dari balik bayangan dan tentunya menguasai berbagai bidang penting
Meskipun Ayah Carl, John, adalah kepala keluarga sebelumnya dan diserahkan ke Carl
Setiap anggota keluarga Black juga memiliki peran masing-masing dalam keluarga
Seperti Ayah Carl dan Ibu Carl, John dan Anna, yang mengurus urusan ekonomi dunia
Paman Adam dan bibi Jeanne yang mengurus urusan militer di dunia
Paman Felix dan bibi Audrey yang mengurus tentang urusan dunia bawah
Paman Ernest dan bibi Merlin yang mengurus tentang urusan politik
Semua kekuasaan seperti itu adalah milik keluarga Black
Oleh karena itu, keluarga Black dapat berdiri kokoh selama ratusan tahun
Semua karena kekuasaan keluarga Black di bidang-bidang penting
"Baiklah Ayah, Aku akan menghubungi Adam dan Felix tentang kelompok tentara bayaran itu" ucap Ayah Carl, John
Carl kemudian pergi dari ruang tamu bersama Vivian menuju kamarnya
Karena Carl harus pergi ke pesta ulang tahun Tuan Muda keluarga [Park]
Keluarga Park adalah keluarga terkaya di Korea Selatan sekaligus terkaya ke-15 di dunia
Di kamar Carl, Vivian nampak memilih beberapa pakaian untuk Carl
Vivian kemudian membawakan baju untuk Carl yaitu kemeja lengan panjang, celana kain hitam, jas putih
Carl mengenakan pakaian itu dan mengangguk saat melihat dirinya di cermin
"Bagus" gumam Carl
Vivian juga berganti pakaian menjadi formal dress hitam dan berjalan menuju Carl
"Hei, Apakah Aku cantik?" tanya Vivian
"Ya, kau cantik" jawab Carl
"Fufufu" tawa kecil Vivian dengan matanya yang penuh nafsu
'Ugh, andai saja Ia normal, mungkin akan lebih baik' pikir Carl sambil memegang kepalanya
"Ayo pergi" ucap Carl
__ADS_1
"Ya" balas Vivian
...----------------...
Carl sedang menuju ke Korea Selatan, tepatnya Seoul dengan pesawat jet miliknya
Sebastian, Alexander, Arima dan Rain serta [Shadow Killer] juga mengikuti Carl
Awalnya Carl ingin menggunakan portal milik Sebastian
Namun, Ia harus mengikuti prosedur formalitas yang disediakan oleh Ayahnya
Setelah 10 jam perjalanan, Carl akhirnya tiba di Seoul pada siang hari
Saat tiba di Bandar Udara Internasional Incheon, Carl disambung dengan para wartawan
Namun para bodyguard milik keluarga [Park] menghalangi para wartawan dan menjemput Carl
"Selamat Siang, Tuan Black, silahkan mengikuti kami ke hotel yang disediakan" ucap salah satu bodyguard
Carl kemudian mengangguk dan memasuki mobil yang telah disediakan oleh keluarga [Park]
Adapun Sebastian dan yang lainnya, mereka menaiki mobil yang lainnya
Setelah 10 menit perjalanan, Carl dan yang lainnya akhirnya tiba di [Black Five Star Hotel]
Hotel ini adalah cabang dari hotel utama di New York milik keluarga Black
Keluarga [Park] memiliki koneksi pribadi dengan keluarga [Black] sehingga dapat menyewa hotel ini selama satu minggu
Semua tamu undangan ulang tahun Tuan Muda keluarga [Park] akan tinggal disini
Dan Carl sebagai pemilik keluarga dan pemilik hotel tentunya dapat dianggap sebagai tamu istimewa
Carl berbaring di kasur sedangkan Vivian juga ikut berbaring di sampingnya
Carl mengelus-elus rambut Vivian sedangkan Vivian hanya memeluk Carl sambil menikmati elusan Carl
"Sayang~ Apa yang akan kita lakukan nanti malam?" tanya Vivian
"Tentunya kita akan menghadiri pernikahan Tuan Muda keluarga Park" jawab Carl
"Hanya itu?" balas Vivian
"Memangnya apa yang kau inginkan selain itu?" jawab Carl
"Hehe" jawab Vivian dengan mata yang penuh nafsu sambil menatap tubuh Carl
"Hei, jaga matamu" ucap Carl sambil menutup mata Vivian
Vivian kemudian duduk diatas badan Carl dan mengaktifkan salah satu Skill milik Carl yaitu [Decay]
Baju Carl kemudian hancur menjadi debu tanpa menyalakan sehelai benang pun di tubuhnya
Vivian juga melepaskan pakaiannya dan menonaktifkan skill [Perfect Love] miliknya
Seluruh kekuatan milik Carl yang pernah dimiliki Vivian menghilang dan menyisakan tubuh gadis lugu
Carl kemudian membaringkan tubuh Vivian yang lemah ke kasur
"Anak baik" bisik Carl di telinga Vivian lalu menggigit daun telinga Vivian
__ADS_1
Vivian yang terlihat seperti gadis lugu bergetar saat daun telinganya digigit
...2 Jam Kemudian...
Carl kemudian berbaring setelah selesai bermain dengan Vivian
Sedangkan Vivian saat ini telah kelelahan dengan keringat bercampur cairan Carl di tubuhnya
Vivian yang menonaktifkan skill [Perfect Love] kehilangan kekuatannya dan menjadi gadis lugu
Carl mengangguk atas keputusan Vivian
Sensasi menggertak orang-orang lemah telah Ia lakukan selama 100 kehidupan
Dan kebiasaan itu tidak pernah hilang bahkan di kehidupan saat ini, kehidupan ke-101
Vivian yang menyadari kesukaan Carl dengan rela menonaktifkan [Perfect Love] dan membiarkan Carl menggertaknya di kasur dengan berbagai gaya selama 2 jam
Vivian yang saat ini sangat kelelahan bahkan tidak dapat menggerakkan satu jarinya
"Sayang~ sudah cukup.... Aku sangat lelah" gumam Vivian sebelum tertidur di pelukan Carl
Carl kemudian memeluk Vivian yang tertidur dan ikut menutup matanya
...----------------...
Jam 6 sore menjelang malam, Carl dibangunkan oleh ketukan Sebastian
Carl membangunkan Vivian yang masih lemas namun kembali membaik setelah mengaktifkan kembali [Perfect Love] miliknya
Namun rasa nyeri di bagian miliknya masih terasa
Carl dan Vivian bangkit dan pergi mandi lalu mengenakan pakaian yang mereka pilih di mansion
Carl dan Vivian berjalan ke arah lift yang menuju langsung ke aula perjamuan
Saat tiba, Carl melihat berbagai tokoh-tokoh penting dunia
Kedatangan Carl juga menarik perhatian semua orang
"Wohoho, lihatlah Tuan Muda Black, ups, kepala Keluarga Black yang hebat telah datang" ucap seorang pria paruh baya mendatangi Carl
"Halo Paman, lama tak bertemu" ucap Carl sambil tersenyum
Paman di depannya adalah salah satu Ayah dari sahabat-sahabat Carl (chapter 18)
"HAHAHA, lihatlah, bukankah ini Nona White? Sungguh cantik seperti yang dirumorkan"
"Fufufu terima kasih atas pujiannya" balas Vivian
Carl kemudian berjalan menuju kerumunan pemuda yang merupakan teman-temannya yang Ia temui di Bar (chapter 18)
"Carl, kita bertemu lagi, jadi bagaimana keadaan pembunuh itu? Kau menyiksanya?"
"Ya! Bagaimana keadaannya?"
"Sungguh sial, Ia jatuh ke tangan Carl"
"HAHA tentu saja Ia menderita, lagipula sejak kapan kita anak-anak kaya begitu berani disikapi seperti itu?" balas Carl
"HAHAHAHA" tawa teman-teman Carl saat mendengar ucapan Carl
__ADS_1
"TUAN MUDA PARK TELAH TIBA! SAMBUTLAH PARK JIN-CHUL"
Carl, Vivian serta teman-teman Carl mengalihkan perhatian mereka pada sosok pemuda Korea berusia 23an yang berjalan masuk dari pintu masuk perjamuan