
Carl memandang rendah Hanzo yang saat ini pingsan di depannya
Sedangkan semua pelayan di mansion Black menatap Carl sembari menunggu perintah lanjutan
"Apa yang kalian lihat? Lanjutkan tugas kalian" ucap Carl saat melihat semua pelayan menatapnya
Para pelayan sontak tertegun dan langsung membubarkan diri dengan terburu-buru
Adapun Sebastian yang masih tinggal, berjalan menuju Hanzo lalu mengangkatnya
"Apakah seperti biasa, Tuan?" tanya Sebastian
"Ya lakukan seperti biasa, jangan biarkan Ia keluar rumah sakit" ucap Carl
"Baik, Tuan" ucap Sebastian lalu memasuk portal yang Ia ciptakan
Adapun Akane saat ini menatap portal tempat Hanzo menghilang dengan tatapan yang bercampur aduk
Ada perasaan sedih, bahagia, lega, dan emosi lainnya melintas di matanya
Akane kemudian menarik nafas dalam dan menepuk pipinya "Sadarlah Akane, Ia yang membunuh keluargamu"
"Benar, Ia yang membunuh keluargamu. Jadi kau harus berterima kasih kepadaku" suara Carl terdengar di belakang Akane
Akane sontak berbalik dan menatap Carl dengan mata gemetar
"Ca-Carl" ucap Akane dengan nada terbata-bata sambil mengingat kejadian 100 kehidupan sebelumnya dan pengalaman di kasur barusan
Akane yang memikirkan hal-hal tersebut seketika semakin gemetaran
...----------------...
Keesokan harinya
Saat ini, Carl sedang duduk berhadapan dengan Kakek Robert dan Paman Felix
Tentunya, ada juga Vivian yang senantiasa memeluk tangan Carl
"Yo Kakek, kau masih hidup rupanya" ucap Carl
Gerakan Kakek Robert yang sedang meminum teh tiba-tiba berhenti sedangkan Paman Felix berusaha untuk menahan tawanya
Suhu di ruang tamu tiba-tiba meningkat dan gelas teh di tangan Kakek Robert mulai menunjukkan tanda-tanda meleleh
Paman Felix seketika terdiam dan mencoba menenangkan Kakek Robert
"Ayah.... Bersabarlah....." ucap Paman Felix dengan pelan
__ADS_1
Kakek Robert akhirnya menjadi tenang setelah dibujuk oleh Paman Felix tetapi mata Kakek Robert masih menatap Carl dengan mata berapi-api
"Suatu hari nanti, aku akan menendang wajahmu dengan kaki berapi milikku" ucap Kakek Robert sambil menatap Carl
"Terserahlah, ngomong-ngomong mengapa kalian memanggilku kesini?" tanya Carl
"Aku hanya ingin membahas mengenai kelompok dunia bawah yang menyerangmu saat di pesta ulang tahun tuan muda keluarga Park" jelas Paman Felix
"Hmmm kelompok apa? Maksudmu [Money] yang memiliki nama aneh itu?" tanya Carl
Paman Felix mengangguk ringan dan menyerahkan sebuah berkas kepada Carl
Carl kemudian melihat-lihat isi dengan cepat dan langsung menutupnya setelah beberapa detik
Carl meletakkan berkas di atas meja lalu mengangguk pada Kakek Robert dan Paman Felix
Setelah membaca file yang diberikan Paman Felix, Carl menyimpulkan bahwa organisasi [Money] adalah sebuah organisasi dunia bawah yang berdiri setahun yang lalu
Saat ini, organisasi [Money] memiliki ratusan anggota dengan berbagai kemampuan super dan memiliki kekayaan berlimpah karena menjual artefak yang dapat meniadakan kemampuan super
Dirumorkan bahwa pemimpin sekaligus pendiri organisasi ini adalah seseorang dengan kemampuan super untuk memanipulasi realitas
Karena kemampuan untuk memanipulasi realitas, kekuatan tersebut ditanamkan kepada artefak
"Jadi, apa yang ingin kau lakukan? Apakah kau memerlukan bantuan keluarga?" tanya Kakek Robert
"Tidak perlu, urusan sederhana seperti ini mudah untuk diatasi" ucap Carl lalu bangkit dari sofa dan pergi menjauh
...----------------...
Setelah berpisah dengan Kakek Robert dan Paman Felix, Carl berteleportasi ke suatu daerah kumuh di pinggiran New York
Carl berjalan menuju suatu bar dan langsung masuk ditemani Vivian
Kedatangan Carl yang tampan dengan pakaian mewah serta Vivian yang cantik menarik perhatian para gangster
Salah satu gangster yang berada dalam keadaan mabuk mendatangi Carl dan Vivian
"H-hei~ bocah, ser-serahkan uang milikmu, cepat! Da-dan serahkan ga-gadis di sebelahmu untukku" ucap gangster tersebut dengan terbata-bata karena efek mabuk
Carl mengerutkan kening dan mengibaskan tangan di depan wajahnya sebagai tanggapan "Bau alkohol yang menyengat"
Gangster yang tak sabar kemudian memegang pundak Carl dan mengerahkan kekuatan di telapak tangannya "Hei, a-apa kau tidak dengar?"
"Berisik" gumam Carl dengan kesal lalu meletakkan tangannya di perut gangster tersebut
Dalam sekejap, gangster tersebut meledak dan gumpalan daging menyebar ke segala penjuru bar
__ADS_1
Tindakan Carl menyebabkan seluruh bar jatuh dalam kesunyian dan hanya suara langkah kaki Carl yang terdengar
Setelah berjalan beberapa langkah, Carl akhirnya tiba di tempat bartender
Bartender yang melihat kedatangan Carl seketika menjadi ketakutan tetapi mencoba untuk tidak memperlihatkan rasa takutnya
Bartender kemudian memasang wajah senyum kepada Carl "Malam pelanggar terhormat, apa yang anda inginkan?"
Carl kemudian meraih sebuah koin yang emas dari ruang hampa dan meletakkannya di atas meja bartender
"Artefak yang meniadakan kemampuan super"
Bartender yang melihat koin emas langsung tersenyum pada Carl
"Baiklah, Tuan terhormat, silahkan ikut aku" ucap bartender
Bartender, Carl, dan Vivian kemudian pergi menuju belakang bar dibawah tatapan ngeri semua orang
Carl akhirnya tiba di pintu belakang bar dan melihat seseorang berdiri belasan meter dari lokasi mereka
"Silahkan ikuti sosok tersebut dan anda dapat membeli artefak yang meniadakan kemampuan super" ucap bartender
Carl mengangguk sebagai tanggapan dan berjalan menuju sosok tersebut
Saat Carl semakin dekat dengan sosok tersebut, sosok tersebut tiba-tiba melemparkan beberapa granat ke arah Carl
"Salam kenal, Tuan Black, terima kasih karena telah menggagalkan rencana kami di keluarga Park" ucap sosok tersebut
Tanpa berusaha menghindari, Carl tetap berjalan lurus dan granat meledak tepat di depan Carl
Tetapi ledakan granat sama sekali tidak memberikan kerusakan kepada Carl bahkan tidak merusak pakaiannya
Carl pun keluar dari asap dan seekor sebesar belasan meter muncul di hadapannya
Ular besar tersebut membuka mulutnya dan mencoba menggigit Carl
Saat taring tersebut menyentuh badan Carl, terdengar suara seperti pertemuan antara dua logam
"Sudah selesai?" tanya Carl
Carl kemudian menyentuh tubuh ular besar di depannya
Setelah itu, tubuh ular raksasa yang awalnya belasan meter, menyusut menjadi belasan centimeter
Tindakan Carl membuat ular tersebut terkejut tak percaya
Saat ular kecil tersebut melihat energi merah di tangan Carl, katanya melebar dan dipenuhi ketidakpercayaan
__ADS_1
"Ba-bagaimana bisa kau memiliki kemampuan yang sama dengan pemimpin" ucapnya dengan nada tak percaya
"Tolong sampaikan salamku kepada Bryan, dan sampaikan bahwa nama organisasi miliknya akan berubah menjadi [Rakyat Miskin]" ucap Carl dengan senyum di wajahnya