101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 19 : The Power I


__ADS_3

Sudah sehari semenjak Carl membunuh pembunuh yang menyerang di Bar


Saat ini, jam 12 siang, Carl sedang berlibur di kapal pesiar milik keluarga Black


Carl berjemur di kapal pesiar sambil menikmati cahaya matahari menyinari tubuhnya


Sedangkan Vivian juga ikut berjemur namun bukan menikmati cahaya matahari, melainkan menatap Carl


...(Master! Ada panggilan dari Ayah anda)...


Suara Luke bergema di pikiran Carl dan membangunkan Carl yang sedang menikmati liburan


"Sambungkan, Luke" ucap Carl


"Ya, Ayah, ada apa?"


"Aku hanya mengingatkan bahwa besok adalah ulang tahun Tuan Muda dari keluarga [Park] dan Kau selaku pewaris keluarga harus datang besok mewakili keluarga [Black]"


"Ahhh bocah Korea itu berulang tahun besok? Baiklah, Aku akan datang"


"Ok"


Panggilan pun berakhir dan Carl kembali melanjutkan berjemurnya


"Jadi besok, kita akan berkencan?" tanya Vivian


"Bukan berkencan sialan, tapi menghadiri ulang tahun" balas Carl


"Sama saja, selama Aku bersama Carl, itu akan dianggap kencan" ucap Vivian


Carl hanya bisa menghela nafas mendengar balasan Vivian


Carl kemudian berdiri dan berjalan menuju bagian dalam kapal pesiar


Carl berjalan menuju ruang makan sedangkan Vivian mengikuti Carl dari belakang


Saat tiba di ruang makan, Carl melihat Alexander dan Arima sedang memakan makanan yang disediakan oleh pelayan kapal pesiar


Alexander dan Arima yang menyadari keberadaan Carl seketika langsung berdiri "Siang, Tuan"


"Ya Halo" ucap Carl


Carl berjalan menuju meja lainnya dan Vivian juga mengikuti


Para pelayan kemudian membawakan beberapa makanan untuk Carl seperti



Chicken stock soup with egg, shredded chicken, corn, with a pinch of salt ala sup ayam


Chicken with all-purpose flour fried in cooking oil ala ayam goreng


Drink with ice flowers accompanied by melon syrup and soda ala mocktail


serta makanan lainnya yang author malas sebutkan



Carl pun menikmati makanan walaupun dirinya sekarang tidak perlu makanan untuk hidup


Vivian kemudian mengambil sepotong ayam dan menyuapinya pada Carl


"Sayang~ buka mulutmu" ucap Vivian


Carl kemudian membuka mulutnya dan Vivian menyuapi Carl


"Enak?" tanya Vivian

__ADS_1


Carl tak membalas ucapan Vivian dan Vivian hanya tersenyum "Tsundere"


Carl yang mendengar ucapan Vivian mengencangkan tangannya dan pembuluh darah menonjol di dahinya


"Fufufufu" ucap Vivian sambil menutupi senyumnya dengan tangannya


"Lihatlah Tuan Carl dan Vivian, mereka sangat mesra" ucap Alexander


"Ya, kita jomblo hanya perlu menyingkir" ucap Arima


"Ayo pergi, jangan mengganggu pasangan yang baru menikah" ucap Alexander


"Ya" ucap Arima


Carl yang mendengar itu langsung menatap Alexander dan Arima dengan mata berapi-api


Alexander dan Arima yang menyadarinya langsung tertawa dan pergi dari ruang makan


Setelah selesai makan siang, Carl pergi menuju kamarnya dengan Vivian mengikuti


Carl kemudian tiba di kamarnya dan berbaring di kasur


Vivian juga mengikuti Carl dan berbaring di sebelahnya


Vivian kemudian memeluk Carl lalu mencium bibir Carl dan tertidur


Carl yang baru saja dicium oleh Vivian terdiam dan menatap wajah Vivian


"Kurasa.... kehidupan seperti ini tidak buruk" gumam Carl sambil menatap jendela yang masih memantulkan cahaya siang hari


Carl kemudian menutup matanya dan tertidur


Sedangkan Vivian yang terlihat tertidur, membuka matanya dan tersenyum misterius


Carl tidak menyadari bahwa selama ini Vivian sudah merencanakan segalanya


Bahkan Vivian, orang tua Carl dan orang tua Vivian juga ikut dalam rencana Vivian


Pernikahannya dengan Carl juga rencanakan oleh Vivian dengan mempertemukan orang tua Carl dan orang tua Vivian


"Fufufu Carl, akhirnya Aku bisa bersama Carl selamanya" gumam Vivian sambil memeluk erat Carl dan mencium aroma badan Carl


Vivian yang berada di puncak kesenangannya akhirnya menutup matanya dan tertidur


Malam hari, Carl dan Vivian yang masih tertidur sejak siang hari terbangun karena getaran di kapal


"Apa yang terjadi?" gumam Carl sambil melihat sekeliling


"Entahlah" ucap Vivian yang masih memeluk Carl


Carl kemudian mengantikan skill-skill miliknya yaitu [Perception] yang dapat melihat sekeliling 360° dan [Vision] yang dapat melihat menembus benda apapun


Carl melihat di luar kapal pesiar, puluhan kapal militer sedang mengepung kapal pesiar milik Carl


Carl bahkan dapat melihat berbagai macam rudal, roket bahkan dapat melihat atom


Hei! Kalian ingin membunuh seseorang atau mengadakan perang?!! Bahkan sampai membawa bom atom


Saat Carl sedang fokus, pintu diketuk dan suara Sebastian terdengar


"Tuan, nampaknya kita diserang, namun anda tak perlu khawatir karena yang lainnya sudah bersiap melawan balik" suara Sebastian dari balik pintu


"Tak perlu, biarkan Aku berolahraga sebentar" ucap Carl


Carl kemudian mengambil pakaian dari [Inventory] dan mengenakannya


Yaitu kaos lengan panjang hitam, dengan celana training hitam dengan blazer hitam panjang tanpa kancing mencapai lutut Carl

__ADS_1


Pakaian ini adalah pakaian khusus milik Carl yang telah menemaninya selama 100 kehidupan


Pakaian khusus dengan serat khusus yang dapat menahan panas-dingin, tahan robek, dapat memperbaiki diri sendiri dan tentunya lembut-nyaman


Carl kemudian berjalan menuju geladak kapal dengan Vivian mengikuti dari belakang


Saat di haluan kapal, Carl melihat puluhan kapal yang sedang membombardir kapal pesiar dengan berbagai serangan


Namun semua serangan tersebut ditahan oleh Alexander dengan tangan kosong


"Carl, mari bertaruh, jika Kau bisa mengalahkan mereka dalam satu menit, Aku akan mengabulkan permintaanmu. Jika gagal, maka Kau harus mengabulkan keinginanku" ucap Vivian


"Ha? 1 menit? Sangat lama" ucap Carl


Carl kemudian mengangkat tangannya dan laut di sekitar tiba-tiba menjadi tenang


Namun sebuah tsunami setinggi ratusan meter dengan lebar puluhan kilometer tercipta


Carl mengayunkan lengannya dan sebuah angin topan dahsyat tercipta yang membuat kapal terombang-ambing dengan angin kencang


Langit pun menjadi gelap dengan petir ungu bersebaran di langit bahkan malam pun menjadi terang seperti siang hari


Carl menjentikkan jarinya dan puluhan meteor sebesar ratusan meter tercipta di langit


Air laut kemudian bergejolak dan sebuah gunung bawah laut muncul dari permukaan laut tepat di bawah puluhan kapal


Di World Meteorological Organization atau Organisasi Meteorologi Dunia


Terjadi kekacauan karena berbagai laporan anomali muncul


"Lapor! Sebuah tsunami dengan ketinggian 472 meter dan lebar 21 kilometer terbentuk di Samudera Pasifik"


"Lapor! Sebuah angin topan tingkat 6 terbentuk di Samudera Pasifik! 200 mph! 300 km/h! 175 kn! Ketinggian 50 meter!"


"Lapor! Sebuah Awan Cumolonimbus dengan diameter 10 kilometer tercipta di Samudera Pasifik"


"Lapor! Gunung bawah laut tiba-tiba muncul dan mencapai permukaan di Samudera Pasifik!"


Presiden World Meteorological Organization yang baru saja menutup telepon tidak dapat menyembunyikan gemetar ketakutannya


Namun Ia kemudian menghela nafas "Semuanya, lupakan seakan segala kejadian itu tidak pernah ada! Pelaku kejadian itu bukan sesuatu yang dapat kita singgung"


"Ba-baik"


Presiden World Meteorological Organization mengangguk kemudian menatap handphone di tangannya "Sungguh pihak yang mengerikan"


...----------------...


"Hancurkan" gumam Carl


Gunung bawah laut kemudian menghancurkan kapal-kapal


Tsunami jatuh dan menyeret orang-orang yang tersangkut di gunung


Angin topan mengumpulkan semua orang di satu titik


Petir dengan tegangan tinggi jatuh dan membombardir laut


Semua orang-orang yang menyerang Carl langsung hangus menjadi abu setelah disentil oleh petir tanpa mencemarkan laut dengan darah mereka


Bahkan bom atom yang dibawa mereka hancur berkeping-keping sebelum dapat meledak


Carl kemudian menghela nafas lalu berbalik kembali ke dalam kapal pesiar


Sedangkan gunung bawah laut kembali ke dasar laut, awan petir menghilang, angin topan dahsyat lenyap


Laut kembali tenang dengan suasana damai seolah-olah tidak pernah terjadi bencana alam

__ADS_1


__ADS_2