
Susah 3 hari semenjak kejadian keluarga Park
Saat ini Carl sedang berada di aula khusus [Black Medical Center] menemani Alvin dan Xiao Yu
"Saudara Alvin, apa kalian tau? Aku hampir saja kehilangan nyawaku di Seoul!" ucap Carl dengan wajah ketakutan
Alvin dan Xiao Yu yang mendengar ucapan Carl hanya memutar matanya
Seorang Carl takut mati?
Itu hanya omong kosong dari jaman purba
Selama 100 kehidupan, tak ada satu protagonis pun yang berani mengatakan kalimat itu
Semua protagonis tau betapa gilanya Carl
"Untungnya aku selamat, jika tidak kalian akan kehilanganku... saudara kalian yang berharga" sambung Carl
Hei!
Jaga ucapanmu!
Sejak kapan kita bersaudara!
Aku ingin membunuhmu!
Sejak kapan saudara ingin saling membunuh!
Pikir Alvin dan Xiao Yu
"Ngomong-ngomong, Aku baru mendengar berita buruk di rumah sakit ini" ucap Carl tiba-tiba
YA!
BAGUS SEKALI!
Itulah yang kami inginkan!
Kami ingin melihatmu hancur!
Pikir Alvin dan Xiao Yu dengan senang
"Aku mendengar bahwa ada Dokter bernama Rei gagal melakukan operasi dan berakhir kematian pasien.... Bahkan ini adalah kegagalan pertama rumah sakit.... untungnya berita ini tidak tersebar di masyarakat" ucap Carl
Mendengar ucapan Carl, wajah Alvin dan Xiao Yu seketika menjadi jelek
Rei?!
Rei yang itu?!
Dokter jenius?!
Protagonis tipe dokter?!
Why?!?!
Kenapa Ia bisa gagal?
Ia dokter terbaik!
Ia bisa membangkitkan orang mati
Carl bajingan!
Kau pasti ikut campur!
"Tenang saja saudara Alvin dan saudara Xiao Yu! Aku tidak akan membiarkan dokter seperti Rei merawatmu" ucap Carl
Tidak!
Biarkan Rei merawat kami!
Kami ingin sembuh!
Kami ingin membunuhmu!
"Tapi sepertinya akan aman, dokter Rei juga telah dipecat dari rumah sakit ini" sambung Carl
TIDAK!!!!
REI!!!!!
__ADS_1
Adapun Rei saat ini, dirinya sedang berada di pinggir jalan sambil mengemis uang
"Kenapa? Kenapa bisa seperti ini...." gumam Rei
Semenjak kejadian gagalnya operasi, Rei dipecat dari [Black Medical Center]
Bahkan, Ia ditolak saat melamar ke rumah sakit lain
*GRRRR
Rei memegang perutnya yang berbunyi "Ugh aku lapar"
"Hei, serahkan uang mu" ucap segerombolan preman menghampiri
"Huh?" Rei menatap tajam pada para preman
"Hah? Kenapa? Tidak suka?" ucap pemimpin para preman
Rei kemudian menendang masa depan milik pemimpin preman bahkan samar-samar terdengar suara pecah
"Ugh" ucap pemimpin preman sambil memegang masa depannya
"Apa yang kalian lihat? Serang dia" teriak pemimpin preman
"Heh? Biarpun aku tidak makan berhari-hari namun aku tetap kuat" ucap Rei dengan sombong
Setelah 5 menit, Rei berhasil mengalahkan para preman
Namun yang tidak disangka Rei, polisi datang lalu menghampiri Rei dan para preman
"Hei! Apa ini?!"
"Pak! Tangkap Ia, kami diserang olehnya secara mendadak" ucap pemimpin preman sambil menunjuk Rei
"HAH?" ucap Rei dengan kesal
"Apakah itu benar?" tanya polisi
"Tentu saja tidak" bantah Rei
"Tunggu Sir, Aku punya bukti bahwa Ia yang salah"
Rei yang melihat pria muda tersebut seketika terkejut "Ca-Carl?!"
Carl kemudian menyerahkan handphonenya yang memperlihatkan sebuah video
Video tersebut memperlihatkan Rei yang menendang masa depan pemimpin preman
Polisi yang melihat video ini sontak menatap Rei
"Nak, apa kau membenci pria?" tanya polisi pada Tei
"TENTU SAJA TIDAK! Dan terlebih lagi, video itu palsu" balas Rei
"Tangkap" ucap polisi
Polisi lainnya sontak memborgol Rei dan membawanya masuk ke dalam mobil polisi
"Terima kasih atas kerja sama anda, Tuan Carl" ucap polisi dengan senyum di wajahnya
"Tak apa, lagipula aku juga suka membantu menegakkan keadilan" balas Carl
...KEESOKAN HARINYA...
Rei akhirnya bebas dari kantor polisi dengan jaminan bahwa Ia tidak akan mengulangi kejadiannya
Untungnya pekerjaannya sebelumnya sebagai dokter membuat para polisi sedikit percaya padanya
"JANDUAJIAKDHAAJ" gerutu Rei saat mengingat kejadian kemarin
Melihat Rei, para pejalan kaki mengira Rei gila dan berusaha menghindarinya
Rei kemudian duduk di pinggir jalan untuk kembali mengemis
Sampai malam, Rei berhasil mendapatkan $60 dimana Ia mendapatkannya karena wajahnya yang tampan
Saat malam hari, para preman yang kemarin Rei temui, bertemu dengan Rei sekali lagi
"Hoo? Bukankah ini bocah yang kemarin? Hei serahkan uangmu sebelum ku panggil polisi lagi" ucap pemimpin preman
Rei yang mendengarnya menjadi kesal terutama setelah mengingat kejadian kemarin
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau takut? Bocah cengeng~" goda pemimpin preman
Rei yang tidak menahan amarahnya langsung menghajar para preman sekali lagi
Dan sekali lagi, para polisi muncul dan merupakan polisi yang sama dengan kemarin
Karena waktu di malam hari, para polisi tidak dapat melihat jelas wajah pelaku dan korban
"Hei hei? Berhenti! Apa yang terjadi" ucap polisi sambil melerai
Rei yang melihat para polisi datang merasa sedikit familiar dengan kejadian ini
"Maaf pak polisi, namun aku dapat menjelaskan kejadian ini"
Polisi kemudian berbalik dan melihat pemuda yang sama dengan kemarin, Carl
"Ahh Tuan Carl, kita bertemu lagi" salam polisi tersebut
"Yaa, kita bertemu lagi" ucap Carl dengan senyum sambil menyerahkan handphone
Video menunjukkan Rei menyerang para preman dan polisi kemudian menatap Rei
"Hei! Kau bocah yang kemarin kan?!! Ckckck baru pagi hari keluar penjara, malam hari kau ingin masuk lagi?" ucap polisi dengan kesal
"Ta-tapi" ucap Rei namun berhenti saat menyadari bahwa dirinya tak dapat melawan
"Hei cepat masuk ke mobil sebelum aku yang menyeretmu" ucap polisi
Rei mengangguk dan memasuki mobil polisi dengan patuh
Polisi kemudian pergi membawa Rei menuju kantor polisi
Adapun Carl, Ia menyerahkan sejumlah uang kepada para preman
"Ini hasil kerjamu untuk kemarin dan hari ini" ucap Carl
"Baik, terima kasih, Tuan Carl" balas pemimpin preman
...7 Hari Kemudian...
Rei akhirnya keluar dari penjara dan saat ini wajahnya penuh dengan ekspresi yang meragukan hidup
Rei kemudian duduk di pinggir jalan
Rei duduk di pinggir jalan hingga malam hari, Ia tak menyadari bahwa Ia mendapat $200 hari ini karena wajah tampannya penuh ekspresi lesu yang menarik rasa kasihan pejalan kaki
"Hei lihat, siapa yang kita temui?"
Rei mengangkat kepalanya dan melihat para preman yang sama lagi
Rei yang melihat ini seketika ketakutan dan berlari ke tengah jalan
Rei tak menyadari bahwa ada sebuah truk di jalan
Akhirnya Rei ditabrak oleh truk dan terpental puluhan meter
Carl yang melihat dari jauh seketika merasa simpati dengan Rei
"Padahal Aku hanya ingin melakukannya 5 kali, tapi tak disangka hanya bisa 3 kali" gumam Carl
"Tak perlu sedih, bagaimana kalau melakukannya denganku nanti malam" bisik Vivian di telinga Carl
"Ummm baiklah" balas Carl
Sedangkan Rei saat ini telah dibawa oleh Ambulance ke [Black Medical Center]
Saat terbangun dari sadarnya, Rei menyadari bahwa tubuhnya dibalut dengan perban dan penuh rasa sakit
Rei berusaha keras membalikkan kepalanya dan melihat 2 sosok yang familiar
Alvin?
Xiao Yu?
Apa yang terjadi?
Apa yang kalian lakukan disini?
Adapun Alvin dan Xiao Yu, mereka menatap Rei dengan simpati di mata mereka
Sungguh kasihan, Rei juga menjadi korban Carl
__ADS_1