
Sehari berlalu semenjak Rei masuk rumah sakit
Saat ini, Carl sedang tertidur pulas di kasur bersama Vivian di sisinya tanpa busana
Vivian yang terlihat tertidur membuka matanya dan menatap sekeliling
Saat ini, wajahnya tampak lelah karena semalaman bermain dengan Carl sambil menonaktifkan [Perfect Love]
Menyadari gerakan di sekitarnya, Carl akhirnya ikut terbangun
Vivian yang menyadari Carl terbangun kemudian memeluk Carl
...----------------...
Di ruang tamu, Carl sedang berhadapan dengan Kakek dan Neneknya
"Carl, sepertinya kau mengalami masalah besar di Seoul" ucap Kakek Carl, Robert
"Yah begitulah" balas Carl sambil mengelus-elus rambut Vivian
"Apa kau memerlukan bantuan keluarga Black? Aku dapat menjatuhkan atom di kota Seoul" ucap Robert
Vivian yang mendengar ucapan Robert seketika memiliki mata berbinar
"Lupakan, sungguh orang tua yang aneh" bantah Carl
Carl kemudian menepuk kepala Vivian untuk menenangkan Vivian yang pikirannya sudah membara tentang nuklir
"Baiklah, padahal Aku ingin sedikit menghancurkan sesuatu" ucap Robert
"Lupakan tentang itu, Aku ingin membahas sedikit tentang dunia bawah..
Sepertinya ada tangan hitam yang mencoba untuk mengacaukan keseimbangan dunia" ucap Carl
"Huh? Ada yang seperti itu? Lupakan... Aku tak peduli, Aku hanya ingin menikmati masa tuaku" ucap Robert tak peduli
"Pak Tua sialan ini" gumam Carl dengan kesal
"HAHAHA anak muda, semangatlah, Aku tau kau pasti bisa menyelesaikannya" ucap Robert
Kakek Robert dan Nenek Marry kemudian pergi meninggalkan ruang tamu
Carl menghela nafas sedangkan Vivian bersandar di dada Carl
"Sayang~ dibandingkan hal sepele seperti itu, Aku punya hal menarik yang ingin kuberi tahu" bisik Vivian
"Apa itu?" tanya Carl
"Bagaimana kalau kau mencari pasangan yang lain?
Aku pernah bermimpi menjadi ratu dunia dan kau menjadi rajanya
Seorang raja sepertimu sudah memiliki bawahan seperti Sebastian dan yang lainnya
Tapi aku belum, jadi bagaimana kalau Kau mencari pasangan lain dan mereka akan menjadi selir tapi mereka akan menjadi bawahanku" bisik Vivian
Vivian memberi tahu Carl dengan 50% kebenaran dan 50% kebohongan
Impiannya untuk menjadi ratu dunia merupakan kebenaran, lagi pula menjadi putri dari keluarga terkaya nomor 2 di dunia membuatnya memiliki harga diri yang tinggi
Kebohongannya adalah selir....
Vivian yang menyukai Carl tentu saja ingin berhubungan dengan Carl setiap hari
Namun menghadapi Carl yang sangat kuat sedangkan dirinya perlu menonaktifkan [Perfect Love]
Bahkan dirinya yang masokis tidak tahan berhadapan dengan Carl yang sangat kuat
Oleh karena itu, Ia memerlukan bantuan untuk membantunya di kasur menghadapi Carl
"Hoh? Kau memikirkan hal seperti itu?" tanya Carl dengan bingung
Vivian mengangguk dengan senyum di wajahnya
"Terserah saja, namun bagaimana Aku harus mencari pasangan?" pikir Carl dengan bingung
"Tak perlu khawatir, urusan seperti itu biarkan Aku yang mengaturnya" balas Vivian
__ADS_1
"Yah, baiklah" balas Carl
Vivian kemudian menghilang sedangkan Carl duduk termenung di ruang tamu
"Wanita seperti Vivian ingin menjadi ratu dunia? Apakah Aku perlu membangun kerajaan?" gumam Carl
...(Lupakan tentang itu Master! Sangat aneh membangun Istana di era modern seperti ini)...
"Ya, kau benar Luke" balas Carl
...----------------...
Di kantor [Dev Group]
Violet saat ini masih memikirkan tentang pertemuannya dengan Carl di [Black Medical Center]
'Harusnya Ia melupakanku, kan?' pikir Violet
"Violet, kan?"
Sebuah suara membangunkan Violet dari pikirannya
Violet menatap seorang wanita yang sedang duduk di sofa
Sosok wanita cantik
Rambut putih salju
Pupil mata dengan 2 warna berbeda
Aura yang penuh kebanggaan
Violet seketika menyadari sosok di depannya
"Anda.... wanita Carl" ucap Violet
"Hmmm ternyata aku cukup populer yah" gumam Vivian
"A-apa yang kau inginkan?" tanya Violet dengan terbata-bata
Ucapan Vivian seperti petir di telinga Violet
Violet terdiam seketika
"Ba-bagaimana?" tanya Violet dengan tak percaya
"Apa kau pikir wanita yang bisa bersama seorang [Carl Black] bisa menjadi wanita normal?" tanya Vivian dengan senyum di wajahnya
Violet yang mendengar ucapan Vivian tanpa sadar setuju di hatinya
"Jadi... Apa kau disini untuk membunuhku?" tanya Violet dengan hati-hati dan ketakutan
"Untuk sementara tidak, tapi akan berubah tergantung bagaimana Kau membalas tawaranku" balas Vivian
Violet dengan wajah bingung menatap Vivian "A-apa tawaranmu?"
"Jadilah selir Carl, maka kau tidak akan mati" jawab Vivian
Violet terdiam ketika mendengar ucapan Vivian
Menjadi selir Carl?
Apakah itu sama saja dengan mendekatkan diri dengan kematian?
Violet ingin berkata tidak namun saat melihat wajah senyum dingin Vivian dan api hitam di tangannya
Violet menelan kata-katanya
"A-aku setuju" jawab Violet
Wajah Vivian menjadi ceria dan api hitam di tangannya menghilang setelah mendengar jawaban Violet
"Baiklah, keputusan pintar" ucap Vivian
Vivian kemudian menjentikkan jarinya dan Violet mulai merasa pusing lalu jatuh pingsan
"Tak peduli apakah Ia bisa bertahan di kasur dengan Carl atau tidak, asal Ia bisa membantuku mengurasi keganasan Carl.... Aku rasa itu cukup" gumam Vivian
__ADS_1
Vivian kemudian mengangkat Violet dan berteleportasi bersamanya
...----------------...
Di [Blue Diamond Casino]
Grace Ava, sedang menikmati ketenangan hidupnya
Grace berusaha menenangkan dirinya untuk berpikir menghindari resiko terbunuh oleh Carl
Grace menatap ke luar jendela sambil melihat-lihat langit biru di Las Vegas
"Grace Ava?"
Suara yang bergema di kamar Grace membuat Grace berbalik
Grace melihat seorang wanita cantik yang tak akan pernah Ia lupakan semenjak melihatnya di TV
"Wanita Carl?" gumam Grace
"Ya, kau benar sekali" jawab Vivian sambil meletakkan Violet yang pingsan di sofa
'Violet?!' pikir Grace
Grace yang kembali dari masa lalu tentu saja mengenali Violet
Lagipula Ia dan Violet adalah orang-orang yang dibunuh oleh Carl
"A-apa yang kau inginkan?" tanya Grace dengan gemetar
"Jika aku mengatakan ingin memberimu tawaran yang menarik, menurutmu bagaimana?" ucap Vivian
Grace yang mendengarnya terdiam untuk sementara waktu
"Apa tawaranmu?" tanya Grace
"Sederhana, aku hanya ingin kau menjadi selir Carl" ucap Vivian
"Violet itu.... seharusnya Ia menerimanya, kan?" tanya Grace
"Ya benar" jawab Vivian
"Bagaimana jika aku meno-"
Sebuah bola api melintas di sebelah Grace yang sedang berbicara
"Kau tidak ingin kejadian di kehidupan sebelumnya terjadi lagi kan?" ucap Vivian
Mata Grace melebar saat mendengar tanggapan Vivian "Bagaimana kau tahu?"
"Orang-orang di sekitar Carl... tidak ada yang normal" jawab Vivian
"Baiklah, Aku setuju" ucap Grace dengan pasrah
"Anak yang pintar" respon Vivian lalu menjentikkan jarinya
Grace seketika merasa pusing dan jatuh pingsan
Vivian kemudian mengangkat Violet dan Grace lalu berteleportasi kembali ke mansion keluarga Black
...----------------...
Carl yang sedang bersantai di ruang tamu
Melihat Vivian kembali dengan 2 orang
"Mereka?" tanya Carl
"Yaaa mereka yang akan menjadi selir nantinya" jawab Vivian dengan senyum di wajahnya
Carl kemudian melihat 2 orang yang dibawah Vivian tiba-tiba terkejut
"Violet? Grace?"
"Bukankah pilihanku bagus? Kau bahkan bisa menyombongkan diri di depan Alvin dan Xiao Yu nantinya" ucap Vivian sambil duduk di sebelah Carl
Carl mengelus-elus rambut Vivian dan tersenyum "Sungguh cerdas"
__ADS_1