101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 27 : Indonesia I


__ADS_3

Carl akhirnya telah tiba di mansion keluarga Black


Carl langsung berjalan menuju ruang tamu bersama Paman Adam


Namun, Carl merasa aneh karena Vivian tak datang kepadanya


Tetapi Carl mengabaikannya dan lanjut berjalan ke ruang tamu


Saat tiba di ruang tamu, Carl melihat Kakek Robert sedang duduk sambil menikmati teh kualitas tinggi


"Yo Pak Tua, masih hidup?" tanya Carl dengan santai


Kakek Robert yang sedang menikmati teh dengan dengan tenang langsung terkejut dan tersedak saat mendengar suara Carl


Kakek Robert kemudian menatap Carl "Dasar bocah sialan"


Sedangkan Paman Adam hanya duduk di ruang tamu dengan santai dan mengabaikan tindakan Carl


"Ayah, kami telah membersihkan kelompok tentara bayaran [Shiba] dan menyisakan pemimpin mereka" lapor Paman Adam


"Ya baguslah" Kakek Robert mengangguk


"Jadi, apa aku bisa liburan?" tanya Carl


"Ya, pergilah liburan, biarkan keluarga ini menjadi sedikit tenang tanpa kehadiranmu" balas Kakek Robert


"Baiklah" ucap Carl lalu pergi menuju kamarnya


"Ngomong-ngomong Carl, bagaimana dengan [Black Group]???" tanya Kakek Robert


"Hoh? Aku sudah lama tak mengurusnya, namun Vivian yang mengaturnya untukku" ucap Carl dengan santai


Mendengar ucapan Carl, gelas teh di tangan Kakek Robert hancur berkeping-keping saking kesalnya Ia "Cucu sialan! Beraninya kau menyuruh menantu keluargaku bekerja?!"


"Hei tak apa kan, lagipula Vivian juga dengan senang hati melakukannya" ucap Carl lalu berteleportasi


Sedetik kemudian, sebuah api hitam muncul di tempat Carl


"Ayah tenanglah, jangan menggunakan skill milikmu disini, bisa saja itu membakar mansion ini" ucap Paman Adam menenangkan Kakek Robert


"Dasar cucu sialan" gumam Kakek Robert dengan kesal


Adapun Carl, dirinya saat ini berteleportasi di kamarnya


Saat tiba di kamarnya, Ia melihat Vivian, Violet, Grace dan Lily serta satu wanita yang terikat


Vivian yang melihat Carl langsung berlari ke arahnya dan memeluk Carl


Carl kemudian membalas memeluk Vivian lalu mengelus-elus rambutnya


Carl menatap pada sosok yang diikat dengan tali "Alina?"


"Hehe, Ia kebetulan kutemukan di padang rumput" ucap Vivian sambil tersenyum pada Carl


"Ya anak pintar" ucap Carl sambil mencubit hidung Vivian

__ADS_1


Vivian kemudian memegang hidungnya yang memerah sambil menatap Carl dengan kesal


Sedangkan Carl berjalan menuju Alina dan tersenyum padanya


"Halo Alina, sepertinya sudah lama tak bertemu" ucap Carl


Violet, Grace dan Lily yang melihat senyum Carl seketika merasa simpati pada Alina


Namun di lubuk hati terdalam, mereka sedikit senang karena ada yang dapat membantu menangani Carl di kasur


Alina yang melihat Carl tersenyum seketika merasa ketakutan dan semakin ketakutan saat ketika mengingat bisikan Vivian sebelumnya


'Jadi tangani Carl di kasur bersama aku dan yang lainnya. Tentunya kau mengenal Violet, Grace dan Lily kan?


Bantu mereka menangani Carl di kasur karena monster seperti Carl tak cukup ditangani oleh satu atau dua wanita saja


Dibutuhkan puluhan bahkan ratusan wanita untuk menangani Carl di kasur oleh karena itu kau perlu membantu kami


Berusahalah bertahan karena milik Carl sangat besar, lebih besar dari siapapun di dunia ini, jadi berusahalah bertahan hidup'


Kira-kira seperti itu bisikan Vivian yang Alina ingat sebelumnya


Melihat Carl melemparnya ke kasur membuat Alina semakin cemas


Bahkan Violet, Grace dan Lily membantu Carl melepaskan ikatan dan pakaian Alina dari tubuhnya


Saat Carl melepas pakaiannya, Alina dapat melihat milik Carl yang sangat besar


Saking besarnya membuat Alina berpikir 'Apakah itu bisa muat?'


Namun Carl tak menunggu Alina berpikir dan langsung menggertak Alina di kasur


Selama 2 jam ini, Alina telah merasakan milik Carl terus-menerus di dalam tubuhnya


Bahkan selama 2 jam ini, Carl bahkan belum keluar sama sekali yang membuat Alina menjadi semakin yakin ucapan Vivian yang mengatakan bahwa Carl adalah monster


Sedangkan Vivian dan yang lainnya menatap Alina yang telah kelelahan karena digertak oleh Carl namun hanya bisa menatap Alina dengan simpati


...Keesokan Harinya...


Alina terbangun dari tidurnya dan kelelahan serta rasa sakit ekstrem menimpanya namun dibalik rasa kelelahan itu ada sedikit rasa nikmat setelah digertak oleh Carl


Alina juga melihat Vivian dan wanita lainnya masih tertidur kelelahan


Sedangkan Carl saat ini tidak berada di kasur


Gerakan Alina menyebabkan wanita lainnya terbangun


Vivian kemudian meregangkan badannya yang memperlihatkan tubuhnya yang mempesona terutama gunung miliknya yang berukuran K-Cup


Sedangkan Alina memandang miliknya yang besar berukuran G-Cup namun kalah besar dengan Vivian


Namun Alina tersadar setelah mendengar suara Vivian "Pagi Alina, jadi bagaimana rasanya pertama kali?"


"Tak ada perubahan sedikitpun" ucap Alina dengan datar namun suara yang gelisah

__ADS_1


"Hehe tak perlu berbohong, milik Carl sangat membuat kecanduan meskipun hanya dalam sekali pandang apalagi sekali mencoba. Lihatlah Violet dan yang lainnya, mereka telah kecanduan dengan milik Carl" ucap Vivian dengan santai


...----------------...


Adapun Carl saat ini, Ia sedang berlibur ke Indonesia apalagi setelah mendengar bahwa salah satu protagonis di Indonesia melakukan gerakan aneh


Saat ini Carl sedang berada di Jakarta dan berjalan-jalan


Keberadaan Carl yang tampan terutama seorang bule menarik perhatian penduduk setempat


Namun Carl saat ini sedang fokus dengan protagonis yang katanya berada di Jakarta, Indonesia


Protagonis ini cukup spesial, berbeda dari protagonis lainnya karena Ia adalah nelayan dengan sebuah kemampuan super [Fish Radar] yang dapat melacak ikan terdekat


Kemampuan super itu sangat cocok dengan Indonesia karena Indonesia memiliki banyak perairan yang kaya akan ikan


Saat ini, Carl memandang seorang pria yang tak jauh darinya yang sedang membeli alat pancing


Protagonis di depannya bernama Rizky dan Sebastian mengatakan bahwa Rizky yang awalnya seorang pekerja kantoran tiba-tiba resign dan membeli sebuah kapal nelayan



Adapun Rizky saat ini, Ia sedang mengamati pancingan yang cocok untuknya sambil tenggelam dalam pikirannya


Seminggu yang lalu, Ia mendapatkan ingatan masa lalunya dalam 100 kehidupan


Ia selalu mengingat betapa kejamnya Carl membunuhnya dan semuanya selalu berkaitan dengan profesinya


Ia terbunuh karena ikan beracun menggigitnya, tenggelam di laut, ombak dashyat, bahkan tsunami tercipta tiba-tiba dan membunuhnya


Namun Rizky yang kekurangan uang akhirnya mengambil pilihan dan memilih untuk tetap menjadi nelayan


Saat Carl sedang fokus mengamati Rizky dari kejauhan, seorang wanita menghampiri Carl


Carl memandang wanita tersebut, lebih cantik dari wanita biasa karena make-up dan yang mengagumkan hanya ukuran gunungnya yang F-Cup meskipun kalah dari Vivian yang K-Cup


Wanita tersebut memandang pakaian Carl yang terkesan sangat mewah dan terkagum 'Hehe wajah tampan dan kaya, aku sungguh beruntung'


"Hai tampan, ingin bertukar nomor telepon?" ucap wanita tersebut


...(Lapor Master! Wanita tersebut bernama ***** (gw gak mau pencemaran nama baik terutama gw di Indonesia)! Telah berhubungan dengan 25 pria dan saat ini mengidap HIV)...


Suara Luke terdengar di benak Carl yang membuat Carl semakin jijik dengan wanita di depannya namun Carl tetap memaksakan senyum kepadanya


Melihat Carl tersenyum padanya, wanita itu mengira rencananya sukses


Wanita tersebut kemudian memegang paha Carl sambil menyentuh dagu Carl dengan telunjuknya


...(Lapor Master! Keberadaan Vivian terdeteksi di dekat sini dengan niat membunuh yang kuat)...


Sebelum menunggu wanita tersebut bersikap berlebih, Carl memegang tangan wanita tersebut yang mencoba menyentuh wajahnya "Apakah kau bisa berhenti?"


"Bagaimana jika Aku tidak mau?" tanya wanita itu dengan sikap centil


Sikap ini membuat Carl semakin ingin membunuh wanita di depannya namun Carl menahannya

__ADS_1


"Akan kuberikan 10 juta jika kau bisa tidur dengan pria disana" ucap Carl sambil menunjuk Rizky di kejauhan


"Pria itu? Baiklah akan kulakukan" ucap wanita tersebut dengan heran


__ADS_2