
Setelah mengatakan pesan yang ingin disampaikan, Carl menjentikkan jarinya dan ular kecil yang ada di depannya menghilang seketika
Carl kemudian berbalik dan melihat Vivian telah selesai berurusan dengan bartender
"Jadi? Apa yang akan kita lakukan? Menghancurkan semua yang berhubungan dengan [Money]?" tanya Vivian dengan mata membara untuk melihat darah
Mendengar ucapan Vivian, Carl sontak meremas lembut wajah Vivian "Hentikan sikap psikopatmu, gadis" ucap Carl
Carl berbalik menatap bar di sebelahnya yang sudah sepi pengunjung karena tindakan Carl sebelumnya yang membunuh pengunjung
Carl membentuk sebuah kobaran api yang sangat panas di tangannya lalu melemparkannya ke arah bar
Api dengan cepat menyebar ketika menyentuh permukaan dinding bar
Dalam sekejap, api mengubah bar menjadi tumpukan arang
Kemudian, Carl dan Vivian menghilang dari lokasi sekitar bar
...----------------...
Di sebuah gudang terbengkalai di pinggiran kota New York
"BAJINGAN BERANINYA IA"
Suara penuh amarah seorang pria menggema di gudang terbengkalai
Seorang pria muda memukul meja di depannya sambil menatap seekor ular kecil yang sedang gemetar
"Carl.... akan kubunuh Ia dengan tanganku" ucap pria tersebut dengan aura merah muncul di sekitarnya
"Sa-sabarlah bos" ucap ular kecil tersebut
"Diamlah" ucap pria tersebut sambil menatap tajam ular kecil itu
Pria tersebut mengarahkan tangan kanannya ke arah ular kecil tersebut
Dari telapak tangan kanan pria tersebut, aura merah muncul dan mengalir ke arah ular kecil
Ular kecil yang diselimuti energi merah mulai membesar menjadi ular besar sebesar belasan meter
"Cepat keluar sebelum kau berubah menjadi ular kecil lagi" ucap pria muda tersebut
Ular besar itu kemudian berubah kembali menjadi manusia dan langsung keluar dari gudang terbengkalai
"Fufufu nampaknya kau sedikit frustasi, Brian" suara seorang wanita terdengar dan menggema di gudang
"Diamlah Alice, aku tak ingin mendengar hinaanmu sekarang" ucap pria yang dipanggil Brian
Kemudian dari sudut ruangan, gumpalan darah perlahan muncul dan perlahan-lahan bergabung menjadi sosok seorang wanita berusia 20an
Wanita itu mendatangi Brian dan darah mengalir keluar dari tangannya dan membentuk pedang dari darah "[Blood Sword]
Alice menebas Brian dengan [Blood Sword] namun Brian hanya mengulurkan tangannya
__ADS_1
Kemudian aura merah menyelimuti [Blood Sword] dan membuat [Blood Sword] berhenti di udara
"Menyerahlah Alice, aku tau kau ingin membunuhku. Tetapi [Blood Manipulation] tidak akan pernah bisa mengalahkan [Reality Manipulation]" ucap Brian
"Tch" kesal Alice lalu menghilang menjadi jejak darah di udara
Di kejauhan, Alice muncul kembali dengan ribuan jarum terbuat dari darah yang melayang di udara "[Thousand Blood Scream]"
Ribuan jarum kemudian mengarah ke arah Brian dengan kecepatan suara
Tetapi dari Brian, muncul aura merah yang menyelimuti jarum-jarum darah
Setelah diselimuti aura merah, jarum darah kemudian menghilang tanpa jejak
"Berhentilah Alice, meskipun kau ingin membunuhku untuk Carl... Tetapi yang bisa membunuhku bukanlah dirimu" ucap Brian
"Diamlah Brian, aku tak peduli hal itu, aku hanya ingin membunuhmu" ucap Alice
"Alice.... dalam 100 kehidupan, kita selalu bermusuhan, aku tak pernah kalah darimu... Alasan kau bisa membunuhku di kehidupan-kehidupan sebelumnya hanya karena Carl membantumu" ucap Brian dengan ekspresi menghina
"Diamlah, berhenti menjelekkan sosok Carl! Carl adalah sosok sempurna" ucap Alice dengan wajah mesum
"Heh lihatlah wajahmu itu, sepertinya kau memikirkan Carl lagi" ucap Brian melihat wajah Alice
Alice kemudian kembali ke kenyataan dan menatap Brian dengan kesal "Tch, cepat atau lambat, kau akan mati"
"Dasar wanita gila, jika bukan karena Carl, aku akan membunuhnya dari dahulu" ucap Brian dengan kesal
"[Undead] kemarilah" gumam Brian
"Jatuhkan bom nuklir kepada Carl" ucap Brian
"Baik, Master" ucap [Undead] lalu menghilang
Brian menatap jejak [Undead] menghilang lalu bergumam "Semoga mereka tidak gagal"
[Undead] adalah 10 orang yang memiliki kemampuan keabadian karena Brian menggunakan [Reality Manipulation] pada mereka
Karena itu, 10 orang tersebut memiliki keabadian dan tidak akan mati sampai Brian terbunuh
Tetapi karena kemampuannya, Brian hanya mampu mengendalikan [Reality Manipulation] sebesar 10%
...----------------...
Di sisi lain, Carl dan Vivian telah tiba di mansion keluarga Black
Saat tiba, Carl menuju ruang tamu sedangkan Vivian menuju ke kamar
Di ruang tamu, Carl bertemu dengan sepupu laki-lakinya, Abel, anak dari Paman Adam dan Bibi Jeanne
Carl melihat Abel yang saat ini masih berkuliah, memiliki wajah sedih dengan beberapa botol anggur mahal tergeletak di sebelahnya
"Hei Abel, apa yang terjadi? Kenapa kau sangat sedih?" tanya Carl sambil duduk di sebelah Abel
__ADS_1
"Tak ada, hanya wanita yang kusukai menolak lamaranku untuk ke-100 kalinya" ucap Abel dengan nada rendah
Carl yang mendengar ucapan Abel seketika terdiam dan menatap Abel dengan mata aneh
Anda anak muda bisa dibilang tampan, kaya, dan memiliki keunggulan dibandingkan anak muda lainnya, tentunya kecuali Carl
Anda bisa mendapat banyak wanita jika menyebutkan latar belakang dan uang jajanmu sehari
Tetapi masih mencintai wanita yang sudah menolakmu 100x?!!
Carl tak dapat berkata-kata mengenai kondisi Abel saat ini
"Abel... mengapa tidak mencari wanita lain? Jika kau memberitahu bahwa kau memiliki darah [Black] di nadimu maka banyak wanita akan mendatangimu" ucap Carl
Abel yang mendengar ucapan Carl langsung tercerahkan dan menatap Carl dengan matanya yang dipenuhi bintang
"Saran yang bagus, Kak Carl! Kau sungguh jenius" seru Abel dengan semangat
Abel kemudian membuka ponselnya dan memasang sebuah Story di Inst*gr*m berjudul
...[Open Jodoh, Kriteria wanita cantik 18-21 Tahun! Hubungi 08*********! Abel Black, Keluarga Black]...
Carl yang melihat tindakan Abel hanya bisa menepuk kepalanya
Sedetik kemudian, ekspresi Carl dan Abel menjadi dingin
Karena...
Mereka melihat 10 pesawat melintas di atas mansion Black dan menjatuhkan puluhan nuklir di atas mansion
Carl berbalik dan melihat Abel sudah menghilang dari tempatnya
Menggunakan [Perception], Carl melihat Abel sudah berada di atas mansion
Carl kemudian berteleportasi di samping Abel
Carl melihat Abel saat ini berada dalam kondisi tertidur tetapi masih dapat bergerak seperti biasa
Abel yang berada dalam kondisi tertidur mengulurkan kedua tangannya
Dari kedua tangannya, aura hitam pekat muncul dan menyelimuti langit sehingga membuat daerah mansion menjadi gelap karena sinar matahari tidak dapat menembus kegelapan
"[Dark Manipulation]" gumam Abel
Saat bom nuklir menyentuh kegelapan, bom nuklir diserap oleh kegelapan dan menghilang tanpa jejak
Setelah itu, kegelapan perlahan memudar dan cahaya matahari kembali menyinari mansion keluarga Black
Sesudah itu, Abel kembali membuka matanya dan menatap sekitarnya dengan bingung
Abel kemudian menatap ke bawah dan melihat dirinya berada di langit
Seketika Abel terjatuh dari langit "AAAAA" dan teriakannya menyebar sangat jauh
__ADS_1
Carl kemudian meraih kerah Abel dan mencegah Abel terjatuh
Abel melihat Carl dan memeluk paha Carl dengan wajah sedih "Kak Carl! Selamatkan aku!!!!"