101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 33 : [Money] II


__ADS_3

Setelah mengatakan pesan yang ingin disampaikan, Carl menjentikkan jarinya dan ular kecil yang ada di depannya menghilang seketika


Carl kemudian berbalik dan melihat Vivian telah selesai berurusan dengan bartender


"Jadi? Apa yang akan kita lakukan? Menghancurkan semua yang berhubungan dengan [Money]?" tanya Vivian dengan mata membara untuk melihat darah


Mendengar ucapan Vivian, Carl sontak meremas lembut wajah Vivian "Hentikan sikap psikopatmu, gadis" ucap Carl


Carl berbalik menatap bar di sebelahnya yang sudah sepi pengunjung karena tindakan Carl sebelumnya yang membunuh pengunjung


Carl membentuk sebuah kobaran api yang sangat panas di tangannya lalu melemparkannya ke arah bar


Api dengan cepat menyebar ketika menyentuh permukaan dinding bar


Dalam sekejap, api mengubah bar menjadi tumpukan arang


Kemudian, Carl dan Vivian menghilang dari lokasi sekitar bar


...----------------...


Di sebuah gudang terbengkalai di pinggiran kota New York


"BAJINGAN BERANINYA IA"


Suara penuh amarah seorang pria menggema di gudang terbengkalai


Seorang pria muda memukul meja di depannya sambil menatap seekor ular kecil yang sedang gemetar


"Carl.... akan kubunuh Ia dengan tanganku" ucap pria tersebut dengan aura merah muncul di sekitarnya


"Sa-sabarlah bos" ucap ular kecil tersebut


"Diamlah" ucap pria tersebut sambil menatap tajam ular kecil itu


Pria tersebut mengarahkan tangan kanannya ke arah ular kecil tersebut


Dari telapak tangan kanan pria tersebut, aura merah muncul dan mengalir ke arah ular kecil


Ular kecil yang diselimuti energi merah mulai membesar menjadi ular besar sebesar belasan meter


"Cepat keluar sebelum kau berubah menjadi ular kecil lagi" ucap pria muda tersebut


Ular besar itu kemudian berubah kembali menjadi manusia dan langsung keluar dari gudang terbengkalai


"Fufufu nampaknya kau sedikit frustasi, Brian" suara seorang wanita terdengar dan menggema di gudang


"Diamlah Alice, aku tak ingin mendengar hinaanmu sekarang" ucap pria yang dipanggil Brian


Kemudian dari sudut ruangan, gumpalan darah perlahan muncul dan perlahan-lahan bergabung menjadi sosok seorang wanita berusia 20an


Wanita itu mendatangi Brian dan darah mengalir keluar dari tangannya dan membentuk pedang dari darah "[Blood Sword]


Alice menebas Brian dengan [Blood Sword] namun Brian hanya mengulurkan tangannya

__ADS_1


Kemudian aura merah menyelimuti [Blood Sword] dan membuat [Blood Sword] berhenti di udara


"Menyerahlah Alice, aku tau kau ingin membunuhku. Tetapi [Blood Manipulation] tidak akan pernah bisa mengalahkan [Reality Manipulation]" ucap Brian


"Tch" kesal Alice lalu menghilang menjadi jejak darah di udara


Di kejauhan, Alice muncul kembali dengan ribuan jarum terbuat dari darah yang melayang di udara "[Thousand Blood Scream]"


Ribuan jarum kemudian mengarah ke arah Brian dengan kecepatan suara


Tetapi dari Brian, muncul aura merah yang menyelimuti jarum-jarum darah


Setelah diselimuti aura merah, jarum darah kemudian menghilang tanpa jejak


"Berhentilah Alice, meskipun kau ingin membunuhku untuk Carl... Tetapi yang bisa membunuhku bukanlah dirimu" ucap Brian


"Diamlah Brian, aku tak peduli hal itu, aku hanya ingin membunuhmu" ucap Alice


"Alice.... dalam 100 kehidupan, kita selalu bermusuhan, aku tak pernah kalah darimu... Alasan kau bisa membunuhku di kehidupan-kehidupan sebelumnya hanya karena Carl membantumu" ucap Brian dengan ekspresi menghina


"Diamlah, berhenti menjelekkan sosok Carl! Carl adalah sosok sempurna" ucap Alice dengan wajah mesum


"Heh lihatlah wajahmu itu, sepertinya kau memikirkan Carl lagi" ucap Brian melihat wajah Alice


Alice kemudian kembali ke kenyataan dan menatap Brian dengan kesal "Tch, cepat atau lambat, kau akan mati"


"Dasar wanita gila, jika bukan karena Carl, aku akan membunuhnya dari dahulu" ucap Brian dengan kesal


"[Undead] kemarilah" gumam Brian


"Jatuhkan bom nuklir kepada Carl" ucap Brian


"Baik, Master" ucap [Undead] lalu menghilang


Brian menatap jejak [Undead] menghilang lalu bergumam "Semoga mereka tidak gagal"


[Undead] adalah 10 orang yang memiliki kemampuan keabadian karena Brian menggunakan [Reality Manipulation] pada mereka


Karena itu, 10 orang tersebut memiliki keabadian dan tidak akan mati sampai Brian terbunuh


Tetapi karena kemampuannya, Brian hanya mampu mengendalikan [Reality Manipulation] sebesar 10%


...----------------...


Di sisi lain, Carl dan Vivian telah tiba di mansion keluarga Black


Saat tiba, Carl menuju ruang tamu sedangkan Vivian menuju ke kamar


Di ruang tamu, Carl bertemu dengan sepupu laki-lakinya, Abel, anak dari Paman Adam dan Bibi Jeanne


Carl melihat Abel yang saat ini masih berkuliah, memiliki wajah sedih dengan beberapa botol anggur mahal tergeletak di sebelahnya


"Hei Abel, apa yang terjadi? Kenapa kau sangat sedih?" tanya Carl sambil duduk di sebelah Abel

__ADS_1


"Tak ada, hanya wanita yang kusukai menolak lamaranku untuk ke-100 kalinya" ucap Abel dengan nada rendah


Carl yang mendengar ucapan Abel seketika terdiam dan menatap Abel dengan mata aneh


Anda anak muda bisa dibilang tampan, kaya, dan memiliki keunggulan dibandingkan anak muda lainnya, tentunya kecuali Carl


Anda bisa mendapat banyak wanita jika menyebutkan latar belakang dan uang jajanmu sehari


Tetapi masih mencintai wanita yang sudah menolakmu 100x?!!


Carl tak dapat berkata-kata mengenai kondisi Abel saat ini


"Abel... mengapa tidak mencari wanita lain? Jika kau memberitahu bahwa kau memiliki darah [Black] di nadimu maka banyak wanita akan mendatangimu" ucap Carl


Abel yang mendengar ucapan Carl langsung tercerahkan dan menatap Carl dengan matanya yang dipenuhi bintang


"Saran yang bagus, Kak Carl! Kau sungguh jenius" seru Abel dengan semangat


Abel kemudian membuka ponselnya dan memasang sebuah Story di Inst*gr*m berjudul


...[Open Jodoh, Kriteria wanita cantik 18-21 Tahun! Hubungi 08*********! Abel Black, Keluarga Black]...


Carl yang melihat tindakan Abel hanya bisa menepuk kepalanya


Sedetik kemudian, ekspresi Carl dan Abel menjadi dingin


Karena...


Mereka melihat 10 pesawat melintas di atas mansion Black dan menjatuhkan puluhan nuklir di atas mansion


Carl berbalik dan melihat Abel sudah menghilang dari tempatnya


Menggunakan [Perception], Carl melihat Abel sudah berada di atas mansion


Carl kemudian berteleportasi di samping Abel


Carl melihat Abel saat ini berada dalam kondisi tertidur tetapi masih dapat bergerak seperti biasa


Abel yang berada dalam kondisi tertidur mengulurkan kedua tangannya


Dari kedua tangannya, aura hitam pekat muncul dan menyelimuti langit sehingga membuat daerah mansion menjadi gelap karena sinar matahari tidak dapat menembus kegelapan


"[Dark Manipulation]" gumam Abel


Saat bom nuklir menyentuh kegelapan, bom nuklir diserap oleh kegelapan dan menghilang tanpa jejak


Setelah itu, kegelapan perlahan memudar dan cahaya matahari kembali menyinari mansion keluarga Black


Sesudah itu, Abel kembali membuka matanya dan menatap sekitarnya dengan bingung


Abel kemudian menatap ke bawah dan melihat dirinya berada di langit


Seketika Abel terjatuh dari langit "AAAAA" dan teriakannya menyebar sangat jauh

__ADS_1


Carl kemudian meraih kerah Abel dan mencegah Abel terjatuh


Abel melihat Carl dan memeluk paha Carl dengan wajah sedih "Kak Carl! Selamatkan aku!!!!"


__ADS_2