101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 17 : The Secret Smile I


__ADS_3

Carl kemudian menghampiri Alvin dan Xiao Yu lalu tersenyum pada mereka berdua


"Halo kawan-kawan" ucap Carl


Sedangkan Vivian di sebelah Carl menatap keduanya dengan mata penuh niat membunuh


Vivian yang mendapat ingatan 100 kehidupan Xiao Yu tentu memahami tindakan mereka berdua selama 100 kehidupan


"Sayang~ Apa aku bisa membunuh mereka?" tanya Vivian dengan polos


Alvin dan Xiao Yu yang mendengar ucapan Vivian seketika berkeringat


"Hentikan tindakan psikopatmu dan diam disana" ucap Carl sambil menekan wajah Vivian


"Baiklah" ucap Vivian dengan tersenyum sambil memeluk Carl


Alvin dan Xiao Yu saling memandang dan saling mengerti satu sama lain melalui sorot mata


Wanita itu gila kan?


Ya, Ia gila


Wanita di sisi Carl tidak ada yang normal


Betul sekali


Carl kemudian duduk di sebelah Alvin dan menatapnya


"Brother Alvin, tak lama lagi Kau akan sembuh, jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Carl


Tentu saja membunuhmu, Bajingan!


Begitulah ekspresi dan sorot mata Alvin saat ini


Carl kemudian berbalik ke Xiao Yu dan menatap Xiao Yu yang tertutup kain kasa di sekujur tubuhnya


"Tuan Xiao Yu, Aku menemukanmu di depan kamar hotel kami, jadi Aku membawamu ke rumah sakit secepatnya, jadi tenanglah dan pastikan untuk sembuh secepatnya" ucap Carl


Carl! Akan kubunuh kau! Pastikan jaga lehermu sebelum aku memenggalmu!


Ucap Xiao Yu melalui sorot matanya yang tajam


"Oh yah, perkenalkan ini bawahanku Alexander dan Arima, kalian pasti belum bertemu satu sama lain jadi usahakan akrab yah" ucap Carl sembari memperkenalkan Alexander dan Arima pada Alvin dan Xiao Yu


Alvin dan Xiao Yu gemetar melihat Alexander dan Arima yang berada di sisi Carl


Lagipula dalam 100 kehidupan, kekuatan dan kesetiaan kedua orang tersebut sangat kuat pada Xiao Yu


"Perkenalkan, Aku Vivian, istri Xiao Yu" ucap Vivian memotong


Alvin dan Xiao Yu terkejut ketika mendengar itu dan menatap Carl


Pria kejam sepertimu masih bisa jatuh cinta


Merasakan tatapan kedua orang tersebut, Carl tersenyum dan mengalihkan topik

__ADS_1


"Brother Alvin dan Xiao Yu, Aku pergi dulu, bye bye" ucap Carl


"Lapor Tuan, salah seorang dari list nama yang anda berikan ada di rumah sakit ini"


"Hoo? Siapa Ia?" tanya Carl


"Rei Carzon yang bekerja sebagai dokter saat ini" ucap Sebastian


"Woah Rei? Dokter palsu itu?" ucap Carl


Rei Carzon, juga seorang protagonis di 100 kehidupan



Rei Carzon adakah seorang dokter yang terkenal di kehidupan pertama karena dapat membangkitkan orang mati


Pada kehidupan ke-2 sampai ke-100, Carl selalu mengganggu praktik Rei sehingga menyebabkan banyak pasien meninggal


Akibatnya, Rei selalu kehilangan pekerjaannya dan berakhir dibunuh oleh Carl


Saat ini, Carl bahkan dapat melihat Rei yang berada di kejauhan


Rei yang berada di antara kerumunan juga melihat Carl dan dendam membara di matanya


Carl kemudian menatap Arima dan Arima mengangguk mengerti atas tatapan Carl


Arima mengaktifkan [Illusion] yang membuat Carl serta yang lainnya tidak terlihat oleh orang-orang di sekitar


...Rei POV...


Sudah beberapa hari semenjak aku melamar pekerjaan di rumah sakit ini


Karena kejadian itu tidak pernah terjadi di 100 kehidupan sebelumnya


Akhirnya aku mempercepat rencanaku dan mendaftar di rumah sakit milik [Black Group]


Aku melihat Carl berjalan keluar dari sebuah aula yang sangat besar


Dokter-dokter mengatakan bahwa aula tersebut awalnya digunakan sebagai tempat penampungan apabila rumah sakit kelebihan pasien


Namun beberapa hari yang lalu, Aula tersebut dikosongkan dan semua pekerja dilarang masuk


Setelah melihat Carl keluar dari aula tersebut, aku berniat untuk memasuki aula tersebut untuk mencari tahu apa yang ada di dalamnya


Saat ini, Aku menatap Carl dari jauh namun Aku terkejut saat tidak merasakan keberadaan Carl lagi


"Dokter Rei, ada pasien yang menunggu anda untuk operasi jantung di ruang operasi #003" ucap seorang perawat yang menghampiri Rei


'Sadarlah Rei, jangan lakukan hal mencurigakan yang merusak rencanamu' pikirku


"Baiklah, Ayo pergi" ucapku


...End POV...


Saat Rei pergi menuju ruang operasi, Carl dan yang lainnya mengikuti Rei dari belakang

__ADS_1


Saat tiba di ruang operasi, Carl melihat Rei melakukan persiapan untuk melaksanakan operasi


"Luke, laporkan"


...(Lapor! Pasien adalah seorang pengusaha yang menjual furniture dengan beberapa cabang di New York dan Washington)...


Carl mengangguk atas laporan Luke dan menatap Sebastian


"Setelah kematian pasien ini, sembunyikan berita kematiannya dari publik agar reputasi rumah sakit tidak jatuh, namun sebarkan berita ini ke para dokter dan perawat disini" ucap Carl


"Baik Tuan" ucap Sebastian


Setelah siap, Rei kemudian melakukan operasi dengan menyuntikkan anestesi pertama kali dan mulai memotong dada pasien lalu mengangkat jantung pasien yang sudah mengalami gagal jantung


Vivian yang melihat operasi ini sangat bersemangat terutama saat melihat darah


"Ugh" gumam Carl saat melihat Vivian


Carl kemudian berjalan mendekati pasien lalu mengalirkan listrik di telunjuknya


Carl menempelkan telunjuknya di kepala pasien tersebut lalu menyetrumnya


Listrik membuat otak pasien berdenyut dan langsung tersadar meskipun efek anestesi masih aktif


Rei yang melihat pasien tersadar langsung terkejut sedangkan perawat di ruang operasi mematung


"CEPAT! SIAPKAN ANESTESI LAGI!" teriak Rei


Perawat kemudian menyerahkan anestesi kepada Rei


Rei kemudian menyuntikkan anestesi sekali lagi lalu memantau kondisi pasien


Setelah beberapa detik, pasien mulai terdiam namun berada dalam kondisi yang aneh


"La-lapor dokter, sepertinya pasien sudah meninggal" ucap perawat dengan gemetar


"Hah?" Rei tak percaya dengan laporan perawat dan menyeka keringat di dahinya


Di sisi lain, Vivian menatap pasien lalu ke Carl


"Wow sayang~ Kau sungguh hebat! Kau bisa merekayasa kematian dengan sempurna! Pertama-tama membangunkan pasien sehingga pasien terkejut sekaligus kesulitan bernafas dengan jantung yang tiada, ditambah dengan overdosis anestesi membuat pasien mati seketika" ucap Vivian


Carl yang mendengar ucapan Vivian sedikit merinding saat mengetahui kalimat-kalimat seperti itu keluar dari wanita psikopat


"Lupakan, mari kita keluar dari ruangan ini, Aku sungguh malas mencium bau darah disini" ucap Carl


"Ummu" balas Vivian sambil mengikuti


Carl kemudian berjalan keluar dari rumah sakit dan bertemu dengan Violet (chapter 2) di depan rumah sakit


Violet yang bertemu dengan Carl seketika gemetar ketakutan sambil mengingat dirinya mati berkali-kali di tangan Carl selama 100 kehidupan


"Ahh halo" ucap Carl


"Ha-halo" balas Violet

__ADS_1


Saat membalas salam Carl, Violet merasakan seseorang menatapnya dan berbalik ke arah wanita di sebelah Carl


Wanita di sebelah Carl, Vivian, menatap Violet dengan tatapan misterius


__ADS_2