101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 26 : Road To Russia II


__ADS_3

Carl memandang pangkalan milik kelompok tentara bayaran [Shiba] di depannya


Memandang pangkalan ini membuat Carl teringat dengan masa-masa di kehidupan sebelumnya saat Ia mencoba memburu Gelya Alexei


Saat itu Carl langsung pergi ke Rusia untuk mencari Gelya


Carl akhirnya bertemu dengan Gelya yang sedang sibuk berperang dengan Ukraina


Carl yang bosan dan tidak bertemu protagonis lain selain Gelya akhirnya ikut menyamar menjadi tentara Ukraina dan memburu semua tentara bayaran yang disewa Rusia terutama kelompok tentara bayaran [Shiba]


Saat itu Ia bahkan disebut [Mercenary Hunter] yang cukup membuat Carl terkesan


Akhirnya tentara bayaran [Shiba] lama-kelamaan kehilangan anggota dalam jumlah banyak


Saat Carl sedang bermain-main dengan Gelya, Ia mendengar info bahwa terdapat seorang protagonis lagi


Carl yang telah malas bermain-main dengan Gelya langsung memusnahkan Gelya beserta kelompoknya dan pergi bermain dengan mainan baru lagi


Carl mengaktifkan skill pemusnahan skala besar pada pangkalan kelompok tentara bayaran [Shiba]


Carl kemudian tersadar dari pikirannya dan kembali terbawa ke masa sekarang


Carl memandang Paman Adam di sebelahnya "Kau yang ingin menghancurkan markas mereka atau aku?"


"Terserah, tapi untuk pemusnahan seperti ini sepertinya kau yang paling cocok kan?" ucap Paman Adam


Carl mengangguk atas tanggapan Paman Adam lalu mengaktifkan [Stealth]


Carl yang berada dalam kondisi tak terlihat, berjalan mendekat pangkalan [Shiba] dan menempelkan tangannya pada dinding pangkalan


"[Decay]" gumam Carl


Dengan telapak tangan Carl sebagai pusatnya, kekuatan asing menyebar dari dinding pangkalan


Seluruh dinding pangkalan hancur menjadi debu termasuk tentara-tentara bayaran yang ada di dalam pangkalan


Setelah beberapa detik, seluruh gedung hancur menjadi debu tanpa menyisakan jejak sedikitpun


Bahkan orang-orang mungkin tak menyadari bahwa ditempat ini adalah pangkalan tentara bayaran [Shiba]


Carl kemudian menonaktifkan [Stealth] miliknya dan berjalan mendekati Paman Adam serta yang lainnya


Saat tiba, Carl melihat Paman Adam menatap kosong pada pangkalan [Shiba] telah hancur menjadi ketiadaan


"Sungguh monster" gumam Paman Adam


"Bukankah keluarga [Black] telah menjadi monster sejak awal" jawab Carl


"Terserahlah" balas Paman Adam


"Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Carl


"Kita akan pergi ke perang Rusia VS Ukraina" balas Paman Adam

__ADS_1


"Mengapa?" tanya Carl sekali lagi


"Tim inti [Shiba] sedang di medan perang melawan Ukraina" balas Paman Adam


"Hei itu ide bagus, Sebastian infokan kepada tentara Rusia untuk segera mundur. Lagi pula Rusia adalah negara boneka keluarga Black" ucap Carl


Negara Boneka : Negara merdeka namun berada di bawah pemerintahan lain


"Baik, Tuan" ucap Sebastian


Carl, Paman Adam dan yang lainnya berjalan menuju perbatasan Rusia-Ukraina yang dijadikan medan perang sambil menunggu tentara Rusia mundur


Setelah perjalanan santai 30 menit, Carl dan yang lainnya akhirnya tiba di medan perang berupa Padang rumput yang ditutupi salju


Setelah tiba, medan perang yang terkenal ribut dengan tembakan, ledakan bom dan lainnya sekarang menjadi sangat sunyi


Namun dengan skill [Radar] milik Carl, Carl dapat melihat banyak tentara bayaran sewaan Rusia ataupun tentara Ukraina sedang bersembunyi di hamparan salju


Carl akhirnya mengaktifkan skill Paman Adam yaitu [Manipulation]


Carl menyentuh tanah di bawahnya dan sebuah retakan besar tercipta


Semua tentara bayaran Rusia maupun tentara Ukraina terjatuh ke retakan tersebut menuju bagian dakam Bumi tanpa diketahui kondisi selanjutnya


Carl kemudian mengendalikan tanah dan retakan besar tersebut kembali merapat tanpa menyisakan celah


Carl mengendalikan salju agar tersebar secara merata untuk menutup jejak


Akhirnya padang rumput bersalju kembali normal tanpa menyisakan jejak


"Sepertinya wanita itu bisa lolos karena kembali ke masa lalu" gumam Carl sebelum memasuki portal


Sedangkan Gelya saat ini tiba-tiba merasakan firasat buruk apalagi setelah melihat Walkie Talkie miliknya tiba-tiba kehilangan sambungan dengan pihak lain di seberang


"Tes tes tes, Laporkan kondisi" ucap Gelya pada Walkie Talkie


Namun tidak ada tanggapan setelah beberapa saat yang membuat Gelya semakin khawatir


"Lapor! Ketua! Saat ini kondisi.... sangat buruk" suara wanita terdengar dari Walkie Talkie


"Alina? Alina, apa itu kau? Apa yang terjadi?" teriak Gelya pada Walkie Talkie namun tak ada tanggapan setelahnya


...----------------...


Di sisi lain, seorang wanita datang ke medan perang dengan sepeda motor setelah Carl pergi beberapa saat lalu


Wanita itu memiliki rambut coklat dengan wajah cantik dan tubuh indah



Wanita itu memandang padang rumput bersalju yang masih terlihat seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya


"Sungguh monster" gumam wanita tersebut

__ADS_1


"Alina? Alina, apa itu kau? Apa yang terjadi?" sebuah suara terdengar dari Walkie Talkie di tangan wanita tersebut


Wanita tersebut yang dipanggil Alina membuang Walkie Talkie di tangannya ke tanah lalu menginjaknya


Lalu wanita tersebut menaiki sepeda motornya untuk bergegas menjauh dari padang rumput bersalju


Alina, wanita ini adalah Heroine dari kisah Gelya yang mendapat ingatan kehidupan sebelumnya


Alina mendapat ingatan tersebut satu jam sebelum Carl mendatangi Rusia


Alina seketika merasa krisis setelah mendengar kelompok tentara bayaran [Shiba] baru saja menyerang Carl di kapal pesiar


Alina yang mengetahui kepribadian Carl yang pendendam dengan sigap meninggalkan pangkalan kelompok tentara bayaran [Shiba]


Apalagi trauma dibunuh Carl dalam 100 kehidupan sudah cukup mengalahkan persahabatan yang dipupuk di kelompok tentara bayaran di 1 kehidupan


Sebuah suara indah terdengar dari belakang Alina saat Alina menaiki sepeda motornya untuk menjauh dari padang rumput


"Ara~ apa kau ingin pergi sekarang?"


Alina sontak berbalik ke belakang sambil memegang pistol yang terselip di pahanya


Alina memandang sosok wanita cantik dengan rambut putih dan 2 pupil berbeda warna di depannya


"Fufufu perkenalkan Aku, Vivian White, ups maaf, Vivian Black" ucap Vivian sambil menutup senyumnya


Mendengar kata BLACK membuat Alina seketika terkejut dan matanya terbelalak


Vivian mencoba mengucapkan sesuatu namun Alina tak memberinya kesempatan


Alina mengangkat pistolnya dan menembak ke arah Vivian


Namun peluru yang ditembakkan Alina terhenti di udara saat peluru hanya berjarak beberapa cm dari Vivian


"Maaf, jangan menyela" ucap Vivian sambil melambaikan tangannya


Setelah itu, pistol di tangan Alina lenyap menjadi debu dan kaki Vivian kehilangan tenaganya


Alina seketika terjatuh berlutut dengan ekspresi terkejut dan ketakutan di wajahnya


"Jadi tujuanku menemuiku untuk memaksamu melakukan sesuatu. Kuingatkan sekali lagi, ini bukan permintaan tapi paksaan" ucap Vivian


"Apa yang harus kulakukan" tanya Alina sambil menatap Vivian dengan panik, ketakutan, penasaran di matanya


Vivian kemudian berbisik pada Alina sedangkan wajah Alina memerah saat mendengar bisikan Vivian


"Hah? Melakukannya dengan Carl? Untuk membantumu mengurangi rasa lelah?" tanya Alina


Vivian mengangguk sedangkan Alina menggelengkan kepala "Mustahil mustahil"


"Sayangnya itu bukan tawaran tapi itu paksaan" ucap Vivian dengan senyum ramah di wajahnya dan sebuah portal tercipta di sebelahnya


Setelah itu, Alina merasa Ia tak dapat mengendalikan tubuhnya

__ADS_1


Tubuh Alina tanpa keinginan Alina mulai berjalan menuju portal


__ADS_2