
...Bandara Internasional John F. Kennedy di New York...
Gelya saat ini sedang berjalan di bandara dengan wajah lesu
"Kenapa" gumam Gelya
Setelah koneksinya dengan tentara bayaran [Shiba] terpuruk, Gelya bergegas menuju Rusia
Saat tiba, yang Gelya dapati hanyalah hamparan salju luas tanpa menyisakan sebuah mayat pun
Gelya yang sedang hanyut dalam pikirannya, tak sengaja menabrak seorang pria
"Hei, apa kau buta?!"
Gelya yang masih terpengaruh dengan kejadian di Rusia menjadi marah ketika mendengar ocehan di telinganya
Gelya memukul pria tersebut tepat di wajah dengan seluruh kekuatannya
Pria tersebut seketika terlempar beberapa meter dan menabrak dinding kaca tak jauh dari Gelya
Akibatnya, pria tersebut memecahkan dinding kaca dan terkapar tak sadarkan diri tanpa diketahui apakah Ia masih hidup atau tidak
Aksi Gelya membuat kerumunan terkejut dan seketika menjadi gempar
Gelya yang tersadar akan kesalahannya langsung berlari menjauh dari bandara
Gelya berlari sejauh mungkin hingga ke tengah jalan dan tak menyadari sebuah truk sedang menuju ke arahnya
Akhirnya Gelya tertabrak truk dan terhempas puluhan meter
Gelya sontak mengaktifkan skill miliknya dan menguatkan dirinya beberapa kali lipat
Untungnya, caranya berhasil dan Gelya hanya mengalami patah tulang di beberapa bagian
Gelya kemudian bangkit dan berlari menjauh sambil menghindari orang-orang yang ingin membantunya
Gelya akhirnya tiba di sebuah taman lalu duduk di bangku taman sambil meredakan rasa sakitnya
"Carl... keluarga [Black]... pasti mereka yang melakukannya karena [Shiba] pernah menyerang mereka" ucap Gelya
Gelya akhirnya beristirahat beberapa menit untuk meredakan nyeri di bagian tubuhnya yang mengalami patah tulang lalu melanjutkan perjalanannya
Setelah beberapa jam berjalan, Gelya akhirnya tiba di depan [Black Group]
Gelya mencoba memasuki namun ditahan oleh Security
Gelya yang sudah hanyut dalam dendam langsung menyerang Security
Dengan emosi memuncak, Gelya dapat mengalahkan Security dalam satu gerakan
Kedatangan Gelya secara rusuh membuat keributan dalam perusahaan
Carl yang sedang bersantai di kantor setelah berlibur di Indonesia tiba-tiba membuka matanya
"Hmmm Gelya?" gumam Carl
"Sayang~ Apa aku perlu mengurusnya?" tanya Vivian sambil memijat Carl
__ADS_1
"Tak perlu, cukup perintahkan Alina yang mengurusnya... Aku penasaran bagaimana Heroine mengurus protagonisnya" ucap Carl
"Baiklah" ucap Vivian dengan senyum di wajahnya
...----------------...
Gelya yang sedang teredam amarah menaiki tangga satu per satu menuju kantor milik Carl
"Carl semoga saja kau tidak berada di kantormu, jika tidak hidupmu akan selesai saat ini" gumam Gelya sambil menaiki tangga menuju lantai 25 dari 100 lantai
"Selesai? Jangan bercanda Gelya" suara terdengar membuat Gelya mengangkat kepalanya
"Alina? Apa yang kau lakukan disini? Apa yang terjadi pada [Shiba]?" tanya Gelya dengan terkejut saat melihat Alina, rekannya di kelompok tentara bayaran [Shiba]
"Lupakanlah tentang aku, Gelya. Sekarang aku sudah menjadi milik Carl" ucap Alina sambil menodongkan pistol ke arah Gelya
"HAHAHAHA" tawa Gelya sambil memegangi kepalanya
"Sungguh Carl itu tak pernah berubah, hanya membawa malapetaka kepadaku" ucap Gelya
*DOOR
Sebuah peluru ditembakkan oleh Alina namun Gelya berhasil menghindarinya dengan mudah
"Cukup Gelya, semua usahamu sia-sia, menyerahlah" ucap Alina lalu menembakkan beberapa peluru lagi
Gelya menghindari semua peluru tersebut dan meraih sebuah pisau yang terselip di pahanya
Gelya mengaktifkan skillnya dan memperkuat dirinya puluhan kali
Gelya lalu melompat ke arah Alina dan menyerangnya dengan niat membunuh
"Bagaimana bisa?" gumam Gelya dengan terkejut karena seingatnya Alina bukanlah seseorang dengan kemampuan super
"Itulah kekuatan mutlak keluarga [Black] dan aku juga mendapat beberapa skill selama ini" jelas Alina
Gelya kemudian bangkit lalu bergegas menyerang Alina "Tak ada yang namanya kemampuan mutlak, setiap kemampuan pasti ada kelemahannya"
"Untukku memang akan ada kelemahan, tetapi untuk Carl sudah berbeda, Ia adalah perwujudan kekuatan mutlak yang tidak akan pernah kalah" jelas Alina lalu menembak paha Gelya
Gelya yang terkena peluru Alina tetap bergegas menuju Alina mengabaikan rasa sakit di pahanya
Gelya melempar pisau di tangannya menuju Alina namun pisau tersebut hanya bisa menembus Alina
Alina yang melihat kesempatan langsung membidik Gelya
Namun Gelya menendang pistol di tangan Alina lalu membuang sebuah bom asap
Bom asap meledak dan membentuk asap yang sangat tebal
Tetapi Alina dapat melihat dengan jelas dalam asap berkat salah satu skill yang diberikan oleh Vivian kepada selir-selir Carl
Alina melihat Gelya berlari menjauh dan mengumpulkan sebuah laser merah di tangannya
Alina menembakkan laser tersebut dan berhasil mengenai kaki Gelya yang satunya
Tak sampai disitu, Alina menembakkan belasan laser lagi ke arah kaki Gelya hingga Gelya benar-benar lumpuh
__ADS_1
Alina kemudian berjalan mendekati Gelya dan meraih kerah Gelya
Alina menyeret Gelya ke lift dan menuju ke kantor Carl di lantai 100
Saat tiba di lantai 100, Alina menelusuri terowongan yang terbuat dari emas sambil menyeret Gelya
"Tunggu saja, akan aku kalahkan Carl yang kau anggap tak terkalahkan" ucap Gelya menghina
"Coba saja jika kau bisa" balas Alina
Alina akhirnya tiba di ujung terowongan emas dan membuka pintu ruangan Carl
Saat tiba, Gelya melihat Carl sedang duduk di kursi kantor yang sangat mewah dengan beberapa wanita di belakangnya
"Yoo binatang, lama tak bertemu" hina Gelya dengan senyum di wajahnya yang penuh darah
"Yaa lama tak bertemu, manusia purba Rusia" balas Carl
Carl kemudian bangkit dari kursi dan berjalan menuju Gelya
Carl kemudian berjongkok di depan Gelya dan tersenyum padanya "Bagaimana rasanya balas dendam dariku? Apa kau menyukainya?"
"Heh sungguh aku menyukainya hingga aku ingin menghancurkan wajahmu itu" balas Gelya
"Cobalah jika kau bisa" ucap Carl
Gelya yang dari tadi diam mengaktifkan skill [Boost] dan memperkuat dirinya hingga ke batas maksimal sebanyak 2000x
Gelya melompat ke belakang dan kakinya yang lumpuh langsung terasa penuh kekuatan walaupun dibasuh oleh darah
Gelya bergerak sangat cepat bahkan sampai meninggal afterimage
Namun Carl mengangkat tangan kanannya dengan sederhana dan berhasil menahan tendangan Gelya
Carl kemudian mengepalkan tinjunya dan sebuah gelembung putih terbentuk di tangannya
"[Earthquake]" gumam Carl lalu memukul perut Gelya
Namun pukulan Carl tak mengenai Gelya melainkan gelembung putih yang menyentuh Gelya
Dampak pukulan ringan Carl yang terlihat sederhana dapat membuat Gelya memuntahkan darah dalam jumlah banyak dan membuatnya merasa organ dalamnya terluka parah
'Sial rasanya organku bergetar hingga ingin pecah' pikir Gelya
"Untungnya kau mengaktifkan [Boost] 1500x, jika tidak kau akan langsung hancur menjadi gumpalan daging menghadapi pukulan yang setara gempa 9 Magnitudo" ucap Carl
Carl kemudian menendang wajah Gelya yang membuat Gelya terhempas dan tertanam di dinding
Gelya mencoba bangkit namun rasa sakit membuat Gelya kehilangan kemampuan bergerak
Carl berteleportasi di depan Gelya lalu memukul perutnya sekali lagi
Akhirnya Gelya tak sanggup menahan rasa sakit dan jatuh pingsan
Melihat Gelya yang pingsan, Carl menghubungi Sebastian dengan [Telepati]
"Sebas, datang dan lakukan pekerjaan seperti biasa"
__ADS_1
Sebas akhirnya muncul melalui sebuah portal lalu mengangkut Gelya yang sedang pingsan
"Saya permisi, Tuan" ucap Sebastian