101 Lives Of Modern Villain

101 Lives Of Modern Villain
Chapter 29 : Poor Gelya


__ADS_3

...Bandara Internasional John F. Kennedy di New York...


Gelya saat ini sedang berjalan di bandara dengan wajah lesu


"Kenapa" gumam Gelya


Setelah koneksinya dengan tentara bayaran [Shiba] terpuruk, Gelya bergegas menuju Rusia


Saat tiba, yang Gelya dapati hanyalah hamparan salju luas tanpa menyisakan sebuah mayat pun


Gelya yang sedang hanyut dalam pikirannya, tak sengaja menabrak seorang pria


"Hei, apa kau buta?!"


Gelya yang masih terpengaruh dengan kejadian di Rusia menjadi marah ketika mendengar ocehan di telinganya


Gelya memukul pria tersebut tepat di wajah dengan seluruh kekuatannya


Pria tersebut seketika terlempar beberapa meter dan menabrak dinding kaca tak jauh dari Gelya


Akibatnya, pria tersebut memecahkan dinding kaca dan terkapar tak sadarkan diri tanpa diketahui apakah Ia masih hidup atau tidak


Aksi Gelya membuat kerumunan terkejut dan seketika menjadi gempar


Gelya yang tersadar akan kesalahannya langsung berlari menjauh dari bandara


Gelya berlari sejauh mungkin hingga ke tengah jalan dan tak menyadari sebuah truk sedang menuju ke arahnya


Akhirnya Gelya tertabrak truk dan terhempas puluhan meter


Gelya sontak mengaktifkan skill miliknya dan menguatkan dirinya beberapa kali lipat


Untungnya, caranya berhasil dan Gelya hanya mengalami patah tulang di beberapa bagian


Gelya kemudian bangkit dan berlari menjauh sambil menghindari orang-orang yang ingin membantunya


Gelya akhirnya tiba di sebuah taman lalu duduk di bangku taman sambil meredakan rasa sakitnya


"Carl... keluarga [Black]... pasti mereka yang melakukannya karena [Shiba] pernah menyerang mereka" ucap Gelya


Gelya akhirnya beristirahat beberapa menit untuk meredakan nyeri di bagian tubuhnya yang mengalami patah tulang lalu melanjutkan perjalanannya


Setelah beberapa jam berjalan, Gelya akhirnya tiba di depan [Black Group]


Gelya mencoba memasuki namun ditahan oleh Security


Gelya yang sudah hanyut dalam dendam langsung menyerang Security


Dengan emosi memuncak, Gelya dapat mengalahkan Security dalam satu gerakan


Kedatangan Gelya secara rusuh membuat keributan dalam perusahaan


Carl yang sedang bersantai di kantor setelah berlibur di Indonesia tiba-tiba membuka matanya


"Hmmm Gelya?" gumam Carl


"Sayang~ Apa aku perlu mengurusnya?" tanya Vivian sambil memijat Carl

__ADS_1


"Tak perlu, cukup perintahkan Alina yang mengurusnya... Aku penasaran bagaimana Heroine mengurus protagonisnya" ucap Carl


"Baiklah" ucap Vivian dengan senyum di wajahnya


...----------------...


Gelya yang sedang teredam amarah menaiki tangga satu per satu menuju kantor milik Carl


"Carl semoga saja kau tidak berada di kantormu, jika tidak hidupmu akan selesai saat ini" gumam Gelya sambil menaiki tangga menuju lantai 25 dari 100 lantai


"Selesai? Jangan bercanda Gelya" suara terdengar membuat Gelya mengangkat kepalanya


"Alina? Apa yang kau lakukan disini? Apa yang terjadi pada [Shiba]?" tanya Gelya dengan terkejut saat melihat Alina, rekannya di kelompok tentara bayaran [Shiba]


"Lupakanlah tentang aku, Gelya. Sekarang aku sudah menjadi milik Carl" ucap Alina sambil menodongkan pistol ke arah Gelya


"HAHAHAHA" tawa Gelya sambil memegangi kepalanya


"Sungguh Carl itu tak pernah berubah, hanya membawa malapetaka kepadaku" ucap Gelya


*DOOR


Sebuah peluru ditembakkan oleh Alina namun Gelya berhasil menghindarinya dengan mudah


"Cukup Gelya, semua usahamu sia-sia, menyerahlah" ucap Alina lalu menembakkan beberapa peluru lagi


Gelya menghindari semua peluru tersebut dan meraih sebuah pisau yang terselip di pahanya


Gelya mengaktifkan skillnya dan memperkuat dirinya puluhan kali


Gelya lalu melompat ke arah Alina dan menyerangnya dengan niat membunuh


"Bagaimana bisa?" gumam Gelya dengan terkejut karena seingatnya Alina bukanlah seseorang dengan kemampuan super


"Itulah kekuatan mutlak keluarga [Black] dan aku juga mendapat beberapa skill selama ini" jelas Alina


Gelya kemudian bangkit lalu bergegas menyerang Alina "Tak ada yang namanya kemampuan mutlak, setiap kemampuan pasti ada kelemahannya"


"Untukku memang akan ada kelemahan, tetapi untuk Carl sudah berbeda, Ia adalah perwujudan kekuatan mutlak yang tidak akan pernah kalah" jelas Alina lalu menembak paha Gelya


Gelya yang terkena peluru Alina tetap bergegas menuju Alina mengabaikan rasa sakit di pahanya


Gelya melempar pisau di tangannya menuju Alina namun pisau tersebut hanya bisa menembus Alina


Alina yang melihat kesempatan langsung membidik Gelya


Namun Gelya menendang pistol di tangan Alina lalu membuang sebuah bom asap


Bom asap meledak dan membentuk asap yang sangat tebal


Tetapi Alina dapat melihat dengan jelas dalam asap berkat salah satu skill yang diberikan oleh Vivian kepada selir-selir Carl


Alina melihat Gelya berlari menjauh dan mengumpulkan sebuah laser merah di tangannya


Alina menembakkan laser tersebut dan berhasil mengenai kaki Gelya yang satunya


Tak sampai disitu, Alina menembakkan belasan laser lagi ke arah kaki Gelya hingga Gelya benar-benar lumpuh

__ADS_1


Alina kemudian berjalan mendekati Gelya dan meraih kerah Gelya


Alina menyeret Gelya ke lift dan menuju ke kantor Carl di lantai 100


Saat tiba di lantai 100, Alina menelusuri terowongan yang terbuat dari emas sambil menyeret Gelya


"Tunggu saja, akan aku kalahkan Carl yang kau anggap tak terkalahkan" ucap Gelya menghina


"Coba saja jika kau bisa" balas Alina


Alina akhirnya tiba di ujung terowongan emas dan membuka pintu ruangan Carl


Saat tiba, Gelya melihat Carl sedang duduk di kursi kantor yang sangat mewah dengan beberapa wanita di belakangnya


"Yoo binatang, lama tak bertemu" hina Gelya dengan senyum di wajahnya yang penuh darah


"Yaa lama tak bertemu, manusia purba Rusia" balas Carl


Carl kemudian bangkit dari kursi dan berjalan menuju Gelya


Carl kemudian berjongkok di depan Gelya dan tersenyum padanya "Bagaimana rasanya balas dendam dariku? Apa kau menyukainya?"


"Heh sungguh aku menyukainya hingga aku ingin menghancurkan wajahmu itu" balas Gelya


"Cobalah jika kau bisa" ucap Carl


Gelya yang dari tadi diam mengaktifkan skill [Boost] dan memperkuat dirinya hingga ke batas maksimal sebanyak 2000x


Gelya melompat ke belakang dan kakinya yang lumpuh langsung terasa penuh kekuatan walaupun dibasuh oleh darah


Gelya bergerak sangat cepat bahkan sampai meninggal afterimage


Namun Carl mengangkat tangan kanannya dengan sederhana dan berhasil menahan tendangan Gelya


Carl kemudian mengepalkan tinjunya dan sebuah gelembung putih terbentuk di tangannya


"[Earthquake]" gumam Carl lalu memukul perut Gelya


Namun pukulan Carl tak mengenai Gelya melainkan gelembung putih yang menyentuh Gelya


Dampak pukulan ringan Carl yang terlihat sederhana dapat membuat Gelya memuntahkan darah dalam jumlah banyak dan membuatnya merasa organ dalamnya terluka parah


'Sial rasanya organku bergetar hingga ingin pecah' pikir Gelya


"Untungnya kau mengaktifkan [Boost] 1500x, jika tidak kau akan langsung hancur menjadi gumpalan daging menghadapi pukulan yang setara gempa 9 Magnitudo" ucap Carl


Carl kemudian menendang wajah Gelya yang membuat Gelya terhempas dan tertanam di dinding


Gelya mencoba bangkit namun rasa sakit membuat Gelya kehilangan kemampuan bergerak


Carl berteleportasi di depan Gelya lalu memukul perutnya sekali lagi


Akhirnya Gelya tak sanggup menahan rasa sakit dan jatuh pingsan


Melihat Gelya yang pingsan, Carl menghubungi Sebastian dengan [Telepati]


"Sebas, datang dan lakukan pekerjaan seperti biasa"

__ADS_1


Sebas akhirnya muncul melalui sebuah portal lalu mengangkut Gelya yang sedang pingsan


"Saya permisi, Tuan" ucap Sebastian


__ADS_2