
"Dasar bangke emang. Ya udah ayo lah!" seru Riko.
Arza kemudian memanggil Tifani yang sedang bersama Mira di kamar.
"Fani, ikut solat nggak ? Sekalian jamaah. Sama si boncel ajak sekalian." terdengar suara Arza dari pintu kamar yang kemudian disusul dengan wajah tampannya. "Nah loh. Baru bangun kan lu. Pas ada Fani bawa makanan aja lu baru bangun." lanjutnya ketika melihat Mira masih menguap dan berusaha membuka matanya.
"Brisik lu." jawab Mira sembari menguap lagi.
"Eh iya, Za. Gua belum solat." seru Fani sambil menepuk dahi nya. "Lhah lu Mir, solat nggak ?" tanya Tifani kemudian dan menoleh pada Mira yang masih kesulitan membuka matanya.
"Ya udah ayo." ajak Arza
"Gua nggak solat. Hari ini dapat jatah. Perut gue sakit makanya dari tadi males bangun." ucap Mira yang kini sudah sadar dari kantuknya.
"Oh ya udah deh. Lo siapin piring aja kalau gitu. Cuci muka dulu tapi. Iler lu tuh sampe kemata." ucap Tifani pada Mira yang membuat Arza menahan tawa.
"Lo bawa apaan si Fan ?" tanya nya penasaran.
"Udah bangun aja dulu cepet. Ntar selesai solat kita langsung makan. Kasian yang lain udah nungguin Arza sama gue." Tifani beranjak mengajak Arza keluar.
"Iya udah deh." Mira juga beranjak dari tidurnya dan segera mencuci mukanya.
"Eh, Fan, enak ya jadi cewek ada masa gituan. Bisa nggak solat deh." celetuk Arza yang membuat Fani bengong.
"Lu mikir enaknya aja si. Lu nggak mikir pas sakit perutnya, ribetnya pas bocor, gonta ganti pembalut, cuci pembalut, nahan bau amis, ah masih banyak lagi dah." jawaban Tifani yang membuat Arza bengong.
"Segitunya ya." Arza kini makin penasaran. Dia memang tidak pernah ingin tau urusan orang lain. Namun nyatanya masa haid pada cewek membuatnya penasaran yang berkepanjangan dan akhirnya baru berani bertanya pada Tifani.
"Ya iya lah. Kalo mikir enaknya emang ada si. Soalnya gue juga pernah denger ada yang bilang pas cewek haid kan dia nggak ngelakuin ibadah wajib nah tapi dia tetep dapet pahala sama kayak pas dia nggak haid. Setahu gue kek gitu deh kalo nggak salah si." jawab Tifani panjang lebar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Emm kayak gitu ya." seru Arza dan seketika itu pula rasa penasaran nya lumayan berkurang.
"Ya gitu. Eh iya anak anak udah bangun semua kan?"
"Udah, Fan. Udah di Mushola paling nungguin kita. Ya udah cepetan wudhu gua ke Mushola duluan." kata Arza pada Tifani.
__ADS_1
"Oke deh. Bawain mukena gue di atas kulkas ya." teriak Tifani ketika Arza mulai berjalan ke Mushola.
"Iya bu. Berisik banget. Wkwkwk."
Mereka menunaikan ibadah sholat ashar berjamaah.
"Eh boncel lu tadi nggak solat kan. Dosa lu." celetuk Varo dari kejauhan yang kemudian menghampiri Mira.
"Brisik amat sih lu jadi cowok. Sejam aja diem bisa nggak lu." jawaban Mira yang ketus membuat Varo makin suka menggodanya.
"Idih boncel marah. Ntar tambah boncel lu marah marah terus." Varo masih enggan berhenti menggoda Mira yang mood nya sedang tidak baik.
"Ihh. Diem nggak lu." Mira melempar sendok kepada Varo dan malangnya sendok itu ditangkap Arza.
"Udah pada diem napa. Mau makan aja brisik kalean." tegur Arza pada pasangan tom and jerry itu.
"Tuh si boncel galak amat. Biasanya juga galak si tapi hari ini bener bener nyeremin dah Za." adu Varo pada Arza.
"Lhah lu nya aja yang gangguin dia. Udah tau dia dapet jatah, malah lu ganggu. Sama aja kan lu bangunin singa tidur." ucapan Arza membuat seluruh temannya terkekeh.
"Oh ternyata boncel lagi dapet jatah. Wkwkwk." nada bicara Varo yang mengejek semakin membuat Mira geram.
"Ihhh jijiq." mereka mumutar bola mata malas.
"Riko mana ?" tanya Mira.
"Wihh lu sukak ya ama Riko." celetuk Varo lagi yang membuat Mira hilang kesabaran.
"Bisa nggak sih lho diem makan aja." Kini suara Mira meninggi namun teman temannya malah menahan tawa.
"Ya kalo makan mana bisa diem. Kan kalo diem mulut nya rapet lhah kalo makan kan harus mangap. Wkwk." kini Varo benar benar membuat Mira murka. Mira mendekati Varo yang masih asik tertawa dengan bakso dimulutnya dan dengan sigap pukulan dan jambakan datang bertubi tubi ke kepala dan badan Varo.
Plak dak duk plak.Krettt..
"****** loh." teriakan Mira puas.
__ADS_1
"Eh eh itu pisahin Za. Lu yang deket." kini Tifani ikut bicara ketika tom and jerry mulai benar benar rusuh.
Arza mencoba memisahkan mereka dengan menarik Mira dan melepaskan cengkraman tangannya di rambut Varo. Mata Varo mulai berair namun dengan sekuat tenaga ia mencoba menahannya agar tidak malu.
"Udah Varo sana lo duduk sama Gerald!" perintah Arza yang masih memegangi Mira.
"Dasar cewek tarzan." Varo membawa mangkoknya dan berlari ke arah Gerald.
"Makanya jangan ganggu singa tidur." ucap Gerald yang masih menikmati baksonya.
"Dia aja yang sensitif. Galak banget jadi cewek." jawab Varo sambil melirik Mira yang masih ngos ngosan setelah menjambaknya tadi.
"Udah makan yang tenang." Tifani mulai meredamkan suasana.
"Lu juga jadi cewek galak bener. Yang kalem napa." gumam Arza pada Mira.
"Dianya aja yang rese. Udah lepasin gue mau makan bakso." ucap Mira sambil berontak.
"Nggak ah ntar lu ngamuk lagi boncel."
"Enggak bakalan, Za. Kalau si kutet nggak bikin masalah lagi."
"Jangan galak galak. Ntar nggak ada yang mau kawin ama lu baru tau rasa." ancam Arza.
"Ya gue kawin ama si kutet lah. Atau nggak ama lu aja." Mira masih menjawab dengan nada ngegas dan melepas kan tangan Arza di pinggangnya. Seketika itu teman temannya bengong hingga membuat Varo menganga dan baksonya keluar dari mulutnya. Dia bergidik ngeri jika harus punya istri seperti Mira.
Riko tiba tiba datang dengan jalan khasnya yang dibuat buat agar terlihat keren. Tapi tanpa dibuat buat Riko juga sudah terkenal memang keren.
"Ada apa gengs. Apa gue ketinggalan hot news atau malah pertunjukan?" celetuk nya dengan ekspresi watados.
"Udah buruan makan. Keburu dingin bakso lo." perintah Tifani pada teman sok coll nya itu.
"Wahh bakso. I like it." Riko berlari menghampiri baksonya seperti anak kecil mendapatkan permen.
"Udah buru makan. Jangan ada yang berantem lagi." perintah Tifani.
__ADS_1
Mereka makan bersama dengan tenang dan sedikit candaan untuk menenangkan pikiran mereka masing masing.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh kak♥️ jangan lupa dukung aku dengan cara like dan comen juga share cerita aku ya agar aku lebih semangat lagi. Terimakasih.