
Tok..tok..tok.."Non Tifani, bangun non. Udah adzan Subuh. Nanti kelewat sholat Subuhnya loh. Non ?" suara Bi Icu terus terdengar memanggil nama Tifani yang masih terlelap tidur.
Sembari mengucek matanya dan memaksa tubuhnya untuk bangun, Tifani sesegera mungkin menjawab panggilan dari Bi Icu "Iya bi, aku udah bangun." suara Tifani masih berat dan mulutnya menguap.
"Cepat bangun dan mandi ya non, bibi turun dulu mau buat sarapan untuk orang rumah. Jangan tidur lagi. Langsung mandi terus sholat." Bi Icu memerintah Tifani seakan Tifani ini bukanlah majikannya. Namun Tifani tak pernah mempermasalahkan hal itu. Toh memang hanya Bi Icu yang perduli dengan dia.
"Iya bi, ini Tifani udah mau mandi kok."(padahal mah masih diatas kasur loh ya)
******
Tifani memang anak yang suka keluyuran dan berkumpul dengan gengnya. Tidak heran jika dia sering di bicarakan oleh orang orang diluar sana. Namun tak ada yang tahu jika Tifani adalah anak dari Pak Tommy, orang terkaya di Pulau Jawa. Karena memang Pak Tommy tidak pernah membahas privasi hidupnya. Tania dan Kak Eral juga tidak pernah mengumbar diri bahwa mereka adalah anak Pak Tommy. Hanya saja Tania sedikit kesal karena harus menyembunyikan diri dari publik.
__ADS_1
Namun tak disangka, penampilan Tifani yang layaknya anak geng berandalan itu, dia tetap menjalankan ibadah sholat 5 waktu tanpa bolong. Dia juga sering mengajak teman teman geng nya untuk sholat bersama disebuah masjid atau musholla yang dekat dengan tempat mereka sedang berkumpul. Tak heran jika teman teman geng Tifani selalu segan dengan dia, baik itu teman cewek ataupun cowok.
Di rumah Pak Tommy Denatta
"Bi, tolong nanti sampaikan ke anak anak kalau hari ini saya pulang telat. Saya harus ngurus perpindahan saham dan proyek perusahaan, jadi kemungkinan tengah malam saya baru bisa pulang."
Bi Icu yang sedang menyapu kemudian dengan cepat menjawab perintah dari majikannya itu "Baik Tuan, nanti saya sampaikan ke Non Tania dan Non Tifani."
Pak Tommy menganggukkan kepala dan segera keluar dari rumah untuk berangkat ke kantornya.
"Oh iya bi, nanti Bibi masak terserah aja, tanya sama Tifani atau Tania saja. Saya ngikut mereka." Kak Eral menjawab pertanyaan Bi Icu dengan ramah dan senyum di wajahnya. Tak heran semua orang yang mengenal Kak Eral akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
"Iya sudah den kalau begitu. Saya tak lanjut bersih" dulu." pamit Bi Icu pada majikan mudanya itu.
"Iya bi, saya juga berangkat dulu. Assalamualaikum warahmatullah."
"Wa'alaikumsalam waroh matulloh, Den."
******
"Bi, nanti masak udang goreng sama tumis cumi aja ya. Aku pengen makan cumi." terdengar suara Tania baru keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Bi Icu.
"Oh iya non.." seketika Bi Icu terdiam karena ingat jika Tifani alergi dengan cumi cumi dan tidak suka dengan udang, "tapi non..non Tifani kan alergi sama cumi cumi jadi dia nggak bisa makan kalau lauknya cumi cumi."
__ADS_1
"Kan masih ada udang, bi. Kalau dia nggak mau ya udahlah biarin." ketus Tania
"Non Tifani juga nggak suka udang loh non, jadi..." belum sempat Bi Icu menyelesaikan pembicaraan, Tania sudah pergi meninggalkan dapur dan Bi Icu dengan kebingungannya. "Tak buatin tumis kangkung aja apa ya, daripada nanti non Tifani nggak makan. Ya sudah lah buat tumis kangkung aja." gumam Bi Icu seraya mengatur pikirannya.