3600 detik bersama Ayah

3600 detik bersama Ayah
BAB 5


__ADS_3

Malamnya Tifani pulang dari base campnya. Malam ini dia tidak pulang larut karena besok ada jam kuliah pagi. Dia termasuk mahasiswi yang berprestasi di Universitas nya, karena itu para dosen sangat menyukai Tifani. Tak terkecuali adalah Pak Rehan. Dosen psikologi yang menjadi idaman para mahasiswi kampus. Selain wajahnya yang tampan dan menawan, Pak Rehan juga dosen yang ramah. Mungkin karena masih muda jadi punya niatan buat cari pendamping mahasiswi sekalian kali ya..


Pak Rehan salut dengan Tifani. Seorang wanita yang keliatan berandalan ternyata memiliki sisi mulianya. Tak sengaja ketika Pak Rehan melihat Tifani melaksanakan sholat Dhuha di Masjid kampus. Seketika itu juga Pak Rehan menaruh rasa kepada Tifani. Entah rasa kagum atau rasa suka, Pak Rehan sendiri tidak bisa menanyakan pada hatinya.


Di rumah keluarga Denatta


"Dek, kamu ada kuliah pagi?" tanya Kak Eral yang sudah berada di meja makan duluan sebelum Tifani.


Tifani duduk dan mengambil dua potong roti juga susu yang sudah dibuatkan Bi Icu untuknya. Sembari melahap rotinya ia menjawab pertanyaan dari kakaknya itu.


"Iya kak, emang kenapa?" dengan mulut yang penuh roti hingga suaranya nyaris tak terdengar jelas.


"Ya elah dek, di telen dulu napa. Mulut kecil aja bisa makan segitu banyaknya apalagi kalau mulut besar." Kak Eral tertawa sambil melahap roti yang sedari tadi dipegangnya.


Muka Tifani cemberut namun juga manja ketika berhadapan dengan Eral. Tak heran jika Eral sangat protektif terhadap adiknya satu ini. Dia tau Tifani anak yang ceria namun itu semua hanya kedok didepan orang orang. Nyatanya Tifani sering menangis hingga terkadang tidak tidur semalaman karena menangis.


"Iya udah, kenapa si kak?" Tifani bertanya kepada Kak Eral ketika mulutnya sudah kosong.


"Kakak nitip ya. Bakso nya mang Ugi. Yang didepan toko perabotan." kini Eral mulai merayu adiknya itu.

__ADS_1


"Yah kak, itu mah jauh. Kalau Tifani dari arah kampus ya nggak cocok lah kak. Sama aja muter muter komplek dong."


"Udah lah dek, Kakak minta tolong. Kakak pengen makan baksonya mang Ugi. Mau ya mau ya.." rayuan Eral tak pernah membuat Tifani menolak. Yang akhirnya Tifani menyetujuinya.


"Iya udah deh. Uang nya mana? Sekalian ama ongkos kirim ye. Hehehe" Tifani terkekeh.


"Ya elah, elu. Sama kakaknya sendiri kek gitu amat. Nih." sembari memberikan uang 100.000an 5 lembar. "Inget, baksonya nggak pake kol, mie kecil, sama..." belum selesai Kak Eral bicara, Tifani sudah memotong ucapan nya.


"Iya iya udah tau. Eh iya ni duit banyak banget kak. Ini mah kelebihan kak."


" Udah pake aja. Buat jajan sama temen temen mu sekalian. Nanti kalau mau ke base camp pulang dulu nganterin baksonya kakak loh ya." pesan Eral pada adiknya seperti seorang ibu yang menceramahi anaknya.


"Iya iya emak. Bawel banget kakak ku yang 1 ini. Ya udah Fani berangkat dulu ya kak." pamit Tifani pada kakaknya.


Tiba tiba Tifani kembali ke dalam rumah lagi.


"Eh ngapain balik? Libur kampusnya?"


"Enggak kak. Assalamualaikum kak Eral." seperti biasa, Tifani bersalaman dan mencium pipi Eral.

__ADS_1


"Iya wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarakatuh."


Tak lama suara bising motor Tifani terdengar dari dalam rumah.


"Tuh anak. Kebiasaan deh. Bangunin orang tidur pasti." kak Eral hanya menggeleng kan kepalanya. "Bi, tolong ini beresin ya, saya juga mau langsung berangkat kerja."


"Iya den. Oh iya den, Non Rania ndak kuliah kok belum bangun?" tanya Bi Icu pada juragan mudanya itu.


"Kuliah bi, mungkin nanti agak siangan. Jadi nanti kalau udah jam 11 an bangunin aja ya bi."perintah kak Eral pada Bi Icu.


"Iya den, siyap."


"Oh iya bi, nanti buatin sarapan untuk Ayah ya, soalnya Ayah nggak kerja hari ini. Jadi dia pasti sarapan di rumah." tambah Eral.


"Iya den, nasi semur seperti biasanya to?"


"Iya bi, makasih ya bi. Aku berangkat dulu. Assalamualaikum."


"Iya den, Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarakatuh."

__ADS_1


Pagi itu termasuk pagi yang diharapkan Tifani. Tanpa keributan dengan Ayahnya ataupun dengan Rania, kakaknya.


Hai kak. Suka nggak sama ceritaku? komen dibawah ya.. terimakasih 🤗🤗


__ADS_2