
Seperti biasa, setelah makan mereka membersihkan makanannya. Mira dan Tifani yang mencuci piring. Setelah selesai mencuci piring, Mira dan Tifani bergabung kembali dengan teman temannya di ruang santai.
"Eh, Fan. Kuliah lo gimana ?" tanya Mira.
"Emm baik baik aja si. Tumben lu nanyain kuliah gue." Tifani balik bertanya pada Mira.
"Hehe nggak ada si. Cuman mau tau kabar dosen ganteng lo tuh." jawab Mira sambil terkekeh.
"Yaelah elu. Gue kira mau bantuin ngerjain tugas gue." ucap Tifani sembari memutar bola mata malas.
"Yahh Fani, kayak nggak tau gue aja. Kita kan udah bareng bareng terus dari smp."
"Hmm iya juga si. Oh ya gue pamit dulu ya, soalnya mau ngerjain tugas tambahan."
"Oh. oke Fan. Ati ati deh ya." ucap teman temannya.
"Oke. bye.." Tifani pergi meninggalkan base camp nya.
********
Malamnya di rumah keluarga Denatta.
__ADS_1
Pak Tommy, Kak Eral, Tania dan Tifani, semuanya ada dimeja makan. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka. Hanya bunyi garpu dan sendok makan yang bersentuhan. Suasana nya dingin bak di kutub Utara (padahal mah belum pernah ke sana, xixixi).
"Tifani, gimana kuliah kamu?" tiba tiba sebuah suara terdengar tak jauh dari tempat duduk nya, ya suara sang Ayah. Tifani sangat terkejut. Dia tidak tahu harus senang atau bersikap dingin seperti biasanya.
"Emm, baik baik aja kok yah." jawab Tifani sambil menahan rasa dihatinya yang sekarang tak karuan. Bahkan kaki nya terasa sangat dingin.
"Ayah nggak mau nanya kuliah Tania gimana?" potong Tania ditengah perbincangan karena merasa cemburu.
"Iya iya. Gimana kuliah kamu, Tania?" tanya sang Ayah dengan bosan namun tak dilihatkan pada anaknya.
"Emm aku akhir akhir ini lagi sebel banget yah. Masak sih cowok yang dulu nembak aku eh sekarang malah jadian sama temen ku. Kan aku jadi bete." celoteh Tania tanpa henti dan membuat Kak Eral angkat bicara.
"Kami kuliah mau cari ilmu apa cari pacar sih Tan? Belum cukup pacar kamu ganti 5 kali pas SMA? Kan Kakak udah bilang, kuliah kamu harus fokus dengan bidang study ini. Jangan sampai kakak denger kamu pacaran lagi." nasihat dari Kak Eral.
"Sudah. Sudah. Kalian ini setiap makan tidak pernah membuat Ayah tenang." tegur Pak Tommy
"Maaf Yah" jawaban Tania dan Kak Eral.
Malam itu menjadi malam paling bahagia bagi Tifani. Dia merasakan kehangatan dari tutur kata Ayahnya dan juga sedikit perhatian.
Esoknya di Kantor Kak Eral
__ADS_1
"Pak Veraldi, ini surat kelanjutan dan persetujuan proyek bersama perusahaan Accurate Sporting Goods Industry." ucap sang sekretaris sembari menyodorkan sebuah dokumen.
"Oh baik. Terimakasih. Oh iya Elma, kamu masih ada kerjaan?" tanya Pak Veraldi tiba tiba.
"Emm masih ada 1 kerjaan pak. Mengoreksi dan meneliti hasil meeting kita 3 hari lalu."
"Oke. Segera selesaikan dan bantu saya mengurusi proyek kita selanjutnya bersama perusahaan Accurate Sporting Goods Industry. Kamu bisa?" tanya Pak Veraldi kembali.
"Em anu, tentu p..pak, saya bisa. Kalau begitu saya permisi untuk segera menyelesaikan pekerjaan saya pak." jawabnya gugup. Sembari keluar dan menutup kembali pintu rapat rapat, Elma keluar dengan keadaan girang. Dia bahkan menepuk nepuk wajahnya, membuktikan bahwa ini bukan mimpi.
"Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini. Jadi berkasi ayo kita kerjasama dan jangan membuat ku ditunggu oleh Pak Veraldi. Hehe" gumam nya sendiri.
Siapa yang bisa menolak ajakan Pak Veraldi. Selama sehari penuh bisa melihat wajah tampan dan hangatnya secara dekat dan empat mata saja. Sekalipun dia sekretaris nya, Elma juga jarang dimintai bantuan oleh Pak Veraldi. Maka hal ini menjadi momen langka bagi dunia. Pak Veraldi atau Kak Eral ini memang tipe orang yang tak ingin menyusahkan orang lain. Selagi dia bisa untuk apa harus menyusahkan orang lain. Itulah motto kerjanya. Sungguh lelaki idaman yang sempurna.
"Baik, Accurate Sporting Goods Industry mari mulai bekerja sama. Aku tidak pernah menyangka hal yang aku impikan dan idam idamkan sekarang benar benar terjadi. Emm terima Ya Allah." gumam Pak Veraldi didalam ruanganya sembari memandangi berkas bertuliskan nama perusahaan milik Varo, keluarga Ringgoandi. "Sungguh beruntung nya diriku." Pak Veraldi kembali bergumam dan sekarang memeluk berkas tersebut. Tanpa disadari, Elma, sang sekretaris sudah berada di dalam ruangan dekat pintu masuk. Dia heran melihat tingkah bosnya yang ternyata selain memiliki sifat bijaksana dan hangat dia juga orang yang lucu.
Setelah sadar ada yang memperhatikan, Oak Veraldi kembali memperbaiki posisi nya dan bersikap seperti sebelumnya.
"Oh, Elma. pekerjaan mu sudah selesai?" tanya Pak Veraldi sembari menahan rasa malunya tadi.
"Eh s..sudah Pak." jawaban Elma masih gugup.
__ADS_1
"Baiklah. Sekarang mari berkerja kembali." Ajak Pak Veraldi kepada sekretaris nya itu
Mereka mengoreksi dan meneliti secara detail mengenai kerja sama perusahaan nya dengan perusahaan keluarga Ringgoandi.