A Psycopath Loves You

A Psycopath Loves You
10. Keuntungan besar


__ADS_3

Sepeninggalan Shakira. Divya tersenyum lebar melihat lelaki berwajah tampan sedang turun dari mobil Lamborghini berwarna putih pemberian calon ayah mertua nya. Ya… lelaki itu adalah Valda sendiri.


"Ayo naik…" ucap Valda mempersilahkan.


Divya segera masuk ke dalam mobil itu dan diikuti oleh Valda. Mobil menjauh dari halaman kampus, melenggang di jalan beraspal dengan leluasa.


Tak jauh dari sana. Arkha memperhatikan mereka berdua dengan wajah datarnya. Ia ingat kalau gadis centil itu temannya Shakira, dan pemuda itu yang bersama Shakira pagi itu. Lalu, apa hubungan mereka berdua? Jika bukan namanya Arkha, ia sudah bertanya. Tetapi, namanya adalah Arkha seorang pemuda dingin yang tidak mengurusi urusan orang lain, karna urusan nya sendiri pun belum selesai ia urus, bahkan ia tidak sempat mengurus masa depannya nanti, karna terlalu sibuk memikirkan strategi.


Saat ini Arkha sedang mengisi bensin di pom bensin seberang kampus itu. Matanya tak lepas dari kedua pemuda pemudi itu hingga tak terlihat lagi. Sementara Sheza, ia pergi ada yang diurusnya soal perpindahannya.


Setelah selesai mengisi bensin. Arkha segera melaju ke tempat ia tuju.


***


Branson keluar dari sebuah bangunan tinggi untuk mengumpulkan data informasi tentang indentitas anak yang ia cari itu. Laki laki berumur tiga puluhan itu segera masuk kedalam mobil dengan membawa beberapa kertas di tangannya, wajahnya terlihat sangar dingin dan datar. Terlihat sangar di mata orang lain.


"Ada ada saja anak itu" gerutunya seraya menyalakan mesin mobil, dan mobil itu segera bergerak di jalanan, lalu menghilang bersama pengendara mobil lainnya.


Sesampainya di suatu tempat. Mobil itu berhenti, dan masuk ke dalam bangunan itu. Disambut dengan dua penjaga berjas hitam serta kaca mata hitam senada dengan pakaiannya. Tak ada senyum di wajah Branson, ia kesal karena hari harinya yang berharga harus mengumpulkan informasi tentang anak tengik itu, yang sekarang ia tahu tinggal di sebuah Apartemen mewah dengan penjagaan yang ketat.


"Dia tinggal di Apartemen Noan. Wow, apartemen cukup elegan dengan sistem penjagaan yang ketat" ucap Myron, teman Branson yang tengah duduk di kursi bundar saat Branson memberikan kertas informasi itu.


"Korek lagi informasi anak itu, Myron! Aku sudah mendapatkan nama anak itu dan dimana ia tinggal! Aku tidak ingin hari ku yang berharga dibuang sia sia!" Ucap Branson masih kesal.


Myron hanya terkekeh menanggapinya. "Baiklah baiklah… serahkan saja padaku" ucapnya, kemudian mengambil gelas yang sudah berisi minuman.


***


Sekarang Herdy telah sepenuhnya disalahkan mengkorupsi dana perusahaan untuk proyek pembangunan. Padahal, ia tidak melakukan apa apa. Baru ia tinggalkan beberapa menit menemani Arkha saat itu, telah menjadi seperti ini. Herdy ingin sekali meminta bantuan pada Arkha, siapa tahu kalau lelaki muda itu bisa membantunya untuk menyelesaikan semua ini. Tetapi, ia tidak ada nomor handphone pemuda itu.

__ADS_1


"Mungkin aku harus mencarinya. Siapa tahu ia ada di sekitaran sini" gumamnya sendiri seraya mengambil jas di hanger.


Herdy segera keluar dari kantornya yang sebentar lagi akan ia tinggalkan karna kemungkinan besar ia akan di pecat bos Angkarya.


Ketika di depan pintu ia di kejutkan dengan kedatangan seorang cowok wanita muda dengan polesan make up secukupnya membuat wajahnya terlihat natural.


"Sea..?"


Wanita muda itu tersenyum masam. Ia segera mendorong tubuh Herdy agar masuk kedalam kantornya itu. Tanpa di suruh, ia mengunci pintu itu. Dan kembali menatap Herdy yang sedang kebingungan.


"Sea... ada apa Sea? Kau kenapa?" Tanyanya penuh kebingungan.


"Kamu tadi mau kemana?" Tanya balik Sea.


"Sea sudah kubilang jangan pernah membalik pertanyaanku! Aku tidak suka!" Bentak Herdy.


"Ini bukan saatnya mengomel tentang etika mu!" Sea menggerutu sebal.


"Aku tidak butuh jawaban itu. Oke oke… aku tidak akan membuang waktumu lagi" ucap Sea ketika melihat wajah Herdy berubah masam karna ia berbicara terlalu bertele-tele.


"Proyek pembangunan itu di batalkan!" Sambungnya membuat Herdy melotot tak percaya.


"Bukankah katanya proyek itu mengahasilkan banyak keuntungan? Kenapa Bos Angkarya membatalkannya?" Tanya Herdy kebingungan.


"Masalah itu aku tidak tahu menahu?" Jawab Sea. Sesekali ia menoleh ke arah pintu kalau kalau ada seseorang di balik pintu itu sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Padahal bangunannya sudah setengah jadi" gumam Herdy lirih.


"Tapi yang jelas proyek itu dibatalkan karena masalah uang yang kau hilangkan itu…"

__ADS_1


"Aku tidak mengambilnya! Apa kau percaya pada pembicaraan orang orang itu bahwa aku korupsi uang?! Aku bahkan tidak pernah mengambil sedikitpun uang dari sana. Jika kau percaya pada omong kosong orang orang itu terserah mu…."


"Herdy! Jangan memotong pembicaraan ku! Aku belum selesai" sungut Sea, Herdy selalu memotong pembicaraan nya. Itu membuat nya kesal.


"Terus ada lagi yang ingin kau katakan?"


"Ya. Maaf, aku bukannya menyalahanmu mengorupsi uang itu, aku hanya bilang uang hilang itu adalah masalah pembatalannya. Proyek itu memang banyak keuntungannya, tapi sudah di batalkan" ucap Sea agak kecewa. Ia menghela nafas berat.


Herdy juga menghela nafas berat. "Ini keuntungan besar jika ada yang membeli proyek itu" gumamnya. Dan diangguki Sea.


"Sea. Apa kau ingin berlama lama lagi disini? Kalau aku sih ingin keluar" ucap Herdy menaikan satu alisnya.


"Eh…" wania itu baru sadar jika mereka ada di satu ruangan yang tertutup. Segera saja ia membuka pintu dan pamit pergi dengan pipi merah karna malu.


Sementara Herdy. Ia hanya geleng-geleng kepala sendiri, kemudian ia juga beranjak pergi ingin menemui Arkha. Ia sangat yakin kalau anak itu bisa membeli proyek itu dan menyelamatkan nya dari pemecatan terhadapnya.


Di waktu yang bersamaan. Kini, motor yang dikendarai oleh Arkha telah sampai di Lion Bar. Tempatnya agak jauh dari perkotaan, letaknya mengarah ke selatan kota Crassover, sementara perkotaan ada di bagian timur dan barat. Arah ke selatan ini mengarah ke kota Minic tempat ia berasal. Dan Lion Bar ini, tempat biasa Arkha berkumpul bersama teman-teman se-geng nya, geng the lion king. Karna Lion bar miliknya dari hasil jerih payahnya


"Hay bro! Akhirnya kau sampai juga, lama tak berjumpa" sambut temannya saat ia sudah memasuki ruangan khusus untuk mereka berkumpul. Sementara teman satunya hanya meneguk minuman yang telah tersedia di meja itu.


Arkha hanya membalas sapaan itu dengan senyum miring seperti biasa, dan sepaerti biasa juga ia menarik kursi bundar dan mendudukinya.


Di ruangan yang telah dikhususkan untuk mereka itu hanya ada tiga orang pemuda tampan. Yang satu bernama Passa dan yang sedang minum itu bernama Wren, dan yang ketiga Arkha sendiri.


"Siapa yang ditunggu?" Tanya Wren seraya meletakkan cangkir minumnya, kemudian beralih mengambil botol dan menuangkannya kedalam cangkir kosong. "Minum dulu bro" Wren menyodorkan cangkir itu kepada Arkha.


"Siapa?" Arkha ikut bertanya karena ia juga penasaran siapa yang ingin bergabung di geng the lion king bersamanya.


"Pada penasaran kan? Makanya tunggu dulu" kekeh Passa membuat kedua cowok itu saling menautkan alisnya penasaran.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak seperti like, komen dan vote ya**!!


__ADS_2