A Psycopath Loves You

A Psycopath Loves You
11. Perjodohan apanya!!


__ADS_3

Ahh… Akhirnya Shakira bisa melepaskan diri dari Valda. Untung ia pulang cepat dan di jemput sopir pribadi nya, kalau tidak bisa, mungkin ia belum berada di kamar ini. Shakira bangkit dari ranjangnya, lalu berjalan menuju cermin. Pantulan tubuhnya dicermin itu sangat sempurna, wajahnya cantik tubuhnya ideal dengan rambut panjang sebahu dan poni berbelah di bagian kanan kiri setelinganya. Maka dari itu ia tidak grogi lagi saat bertemu seseorang.


"Aku sempurna, dan kau hanya gadis tomboy" Shakira berbicara sendiri dengan pantulan tubuhnya di cermin. "Cih, kau tidak bisa mengambilnya dariku. Tapi… Arkha sangat peduli padamu" ucapnya lirih. "Gadis tomboy ituu!" Geram nya lagi bermonolog di depan cermin besar sebesar lemari kayu.


Membayangkan wajah gadis tadi, ia menjadi iri dengan nya. Arkha perhatian kepadanya sampai sampai dia sendiri membiarkan lengannya terbakar panas mataharintadi karna dia hanya memakai baju kaos putih. Shakira juga ingin diperlakukan manis seperti itu sesekali.


"Apa hubunganmu dengan Arkha, gadis tomboi?"


Tok… tok… terdengar suara ketukan pintu kamarnya. Dengan segera Shakira membukanya dan memasang wajah datar.


"Maaf menggangu nona" ucap maid Wanita yang telah mengetuk pintu tadi.


"Tidak apa. Ya… walaupun aku baru saja terlelap" kata Shakira mengerjai pelayannya itu.


"Oh tidak. Maaf nona, maaf sekali lagi sudah membangunkan tidur nona" ucap maid itu gugup sampai ia beberapa kali menunduk meminta maaf membuat Shakira mengulum senyum.


"Ya tidak apa, itu wajar saja"


Ucapan nona mudanya itu membuat sang pelayan merasa bersalah, dan dengan refleks ia menundukkan kepalanya beberapa kali meminta maaf kepada Shakira, si Nona mudanya.


"Maafkan aku Nina, maafkan aku" ucapnya berulang ulang.


Shakira hanya bisa terkekeh geli telah berhasil mengerjai pelayannya itu. Sekarang mood nya sudah kembali dan itu dikarenakan pelayan itu. "Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Shakira tetap berwajah datar.


Pelayan itu pun mendongakkan kepalanya menatap Shakira. "Nyonya besar menyuruh nona ke halaman belakang nona" terang Maid itu.


"Nanti aku ke sana" ucap Shakira, lalu ia segera menutup kembali pintu itu.


Kembali lagi ia memandangi tubuh nya di pantulan cermin itu, melihat tubuh dan wajah sempurna yang dimilikinya. "Baiklah aku terlalu sempurna" gumamnya sambil tersenyum manis. Dan segera turun kebawah menemui ibunya.


Di halaman belakang. Seorang wanita yang masih terlihat muda namun sudah berumur, sedang berdiri di bawah pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Ia terus mengamati buah itu, sampai putri tunggalnya menemuinya.


"Mami, apa yang Mami lakukan disini?" Tanya Shakira heran, pasalnya wanita itu tidak pernah menyuruhnya ke halaman belakang.


"Dan ngapain Mami manggil Shakira?" Tanya Shakira lagi karna Wanita berumur itu tidak juga membalas pertanyaan nya tadi, bahkan untuk melihatnya sekilas pun tidak.

__ADS_1


"Mami!!" Teriak Shakira kesal.


Akhirnya Wanita itu pun menoleh ke arahnya. "Iya Sha. Ngak usah teriak teriak segala" sungut Mami Deva.


Kemudian, Maminya mengajak Shakira duduk di kursi taman dekat dengan bunga yang sedang bermekaran dan bermacam jenis warna. Ibunya sangat suka menanam bunga dan itu bisa dilihat di halaman belakang dengan banyaknya bunga tang tumbuh.


Shakira duduk di sebelah Maminya, sementara Maminya tak melepaskan genggamannya pada kedua tangan putri tunggalnya.


"Sha. Putri Mami yang cantik. Jangan marah ya?" Kata Maminya membuat Shakira kebingungan, apalagi melihat mimik wajah serius ibunya.


"Emang ada apa Mih, kok serius gitu? Shakira ngak bakal marah kalau Mami bicara baik baik tidak usah berbelit-belit, Mih" jawab Shakira, ada rada gugup juga Shakira melihat perubahan wajah Maminya.


"Kalau Mami Papi menjodohkanmu, kamu tidak marah kan, Sha?"


Ahh… pasti tentang Valda. Rasanya Shakira ingin muak mendengarnya, entah yang keberapa kali Mami Papinya membicarakan soal perjodohannya dengan Valda dan seperti biasa Shakira selalu menolaknya mentah-mentah.


"Jangan bilang tidak, Sha! Karna ini demi kebaikanmu!" Ucap Mami Deva bersuara tinggi sebelum Shakira mengeluarkan suara, karna Maminya sudah tahu apa jawaban putri tunggaknya itu.


Bagi orang tuanya kebaikan, tapi bagi anaknya itu kesalahan yang pernah dilakukannya. Shakira belum siap berumah tangga dengan cowok itu, ia belum siap menerimanya.


"Katamu kamu bisa memilih, lalu sampai sekarang kamu tidak punya pacar Shakira! Mami takut kalau kamu tidak bisa memilih yang benar. Valda itu cowok baik sayang. Dia sopan santun orangnya, dia pasti cocok sama kamu dan dia juga pintar dalam berbisnis. Apa kekurangan Valda sayang?" Ucap Maminya mengelus rambut hitam anaknya.


Shakira menepis tangan ibunya dengan kasar, barukali ini ia bersifat sekadar itu pada ibunya. Bahkan ibunya juga sempat terkejut dengan perubahan anaknya.


"Mami salah besar! Aku sudah dewasa dan aku pasti bisa memilih suami yang baik Mih. Mami pasti tidak percaya kalau aku sudah punya kekasih yang jauh lebih sempurna daripada Valda" jelas Shakira. Entah dapat darimana ide itu muncul, Shakira sangat bersyukur bisa menolaknya lagi dengan alasan yang sangat jitu.


"Kekasih? Lebih sempurna? Mana? Kamu bahkan tidak pernah membawanya kerumah"


"Iya Mih, jauh lebih sempurna dari Valda" Sengaja Shakira menekankan suara pada setiap kata-kata yang diucapkan nya.


"Siapa?" Tanya Maminya mulai tertarik untuk mengetahui lagi.


"Arkha"


Hanya nama itu yang terlintas dipikiran nya sekarang. Maklumlah, Shakira adalah gadis yang sangat jarang bergaul dengan laki laki selain Valda. Dan itu juga gara gara Divya teman satu satunya yang mengenalkannya dengan cowok itu. Dan karena itu juga Papi dan Maminya menyukai kedekatan mereka sampai mereka membuat perjodohan itu.

__ADS_1


Terdengar helaan napas panjang Maminya. Entah sekarang ini Maminya percaya atau tidak Shakira tidak peduli. Yang penting ia sudah menolak perjodohan itu lagi.


"Nanti kapan kapan suruh dia bertamu ke rumah, sempurnaan mana dia dan Valda" Maminya segera beranjak berdiri dan meninggalkan Shakira di bangku taman itu sendirian.


"Mami tidak boleh berbuat seenaknya" gumam Shakira lirih.


Shakira terus memperhatikan punggung wanita berumur itu hingga tak terlihat lagi. Kemudian ia menghela napas panjang, kenapa selalu Valda yang mereka inginkan, tidak adakah yang lain selain cowok mesum dan menjijikan itu?


Arkha…


dia seorang cowok penyelamatan ku.


Tanpa dia... mungkin aku tidak bisa duduk disini dan bertengkar disini bersama ibuku...


Mungkin tidak bisa, dialah orang pertama yang membuatku tidak bisa tidur...


Dan dia orang pertama membuatku betah memperhatikan setiap inci wajahnya


Karna itu ia laki laki yang paling sempurna dimataku...


Kalaupun bagi ayah dan ibu dia tidak pantas untukku, tapi aku tetap mengatakan bahwa dia sangat pantas untukku…


Melebihi kata pantas yang ku ucapkan…


Mungkin aku sudah jatuh hati padanya


Dan itu terbukti dari kecemburuan ku...


Walaupun dia miskin ataupun kaya aku tetap bangga dengan nya dan tetap dia lelaki sempurna ku...


gumamnya seraya memejamkan matanya merasakan hembusan angin menerpa wajahnya secara lembut. Dan membelai anak anak rambutnya sehingga mengacak-acak rambut panjang itu.


Matanya terbuka menatap langit langit diatas, senyum masam terukir di wajahnya. "Bahkan aku tidak punya nomor handphone nya" gumamnya lirih.


Baru sadar hari sudah mulai menggelap, segera saja ia bangkit dari duduk dan kembali ke kamarnya. Malam ini ia ada janji dengan Divya jadinya mulai sekarang ia bersiap siap dulu.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA!!


__ADS_2