A Psycopath Loves You

A Psycopath Loves You
09. Gadis tomboy


__ADS_3

Di sebuah restoran yang cukup besar dan paling populer, restoran tempat Shakira makan siang sekarang dan tempat favorit nya. Di sebelahnya ada seorang laki laki tampan yang sedang tersenyum memperhatikan gadis itu. Ya… siapa lagi kalau bukan Valda, orang yang di pilih papinya Shakira untuk putri tunggalnya, meski perjodohan itu di tolak Shakira tetap saja ia tidak bisa berkutik.


"Makan yang banyak manis… kok cemberut sih mukanya?" Ucap Valda manis.


"Eee.. aku udah kenyang nih… setelah ini kita balik ke kampus ya.. soalnya aku ada kelas siang hari ini, kamu ngak ada ya?" Tanya Shakira.


"Ada kok. Cuman aku bisa aja bolos, tapi hanya untuk kamu" gombal Valda yang hanya dibalas Shakira dengan mencebikan bibir nya.


"Ihh… gemes deh kek gitu. Jangan buat aku ngak tahan donk… ini di resto lho? Ciumm nihh,"


Shakira langsung melotot dan mencubit lengan Valda, sehingga lelaki itu mengaduh. Shakira segera bangkit berdiri lalu membenarkan tas selempang bermerek nya dan langsung pergi. Sementara Valda, ia segera menyusul Shakira keluar.


Shakira berjalan tergesa-gesa, ia sangat tidak suka dengan Valda, cowok itu terlalu mesum. Kenapa Papinya mau menjodohkannya dengan orang mesum itu? Seharusnya putri muda keluarga Angkarya tidak di jodohkan dengan orang mesum seperti Valda.


Shakira tidak memperhatikan jalannya, ia terus melangkah dengan tergesa-gesa dan sesekali tersenggol orang yang juga berpas-passan dengannya. Saat ini Shakira sudah keluar dari restoran tersebut, ia sedang melangkah cepat di jalan trotoar itu untuk mencari taksi ataupun bis asal bisa sampai di kampus. Sementara Valda, ia sibuk mencari keberadaan Shakira yang tak kunjung ia temui. Apa perkataan nya tadi salah? Valda juga tidak tahu. Ia harus mencari gadis itu, jika tidak maka tuan Angkarya akan memarahi nya dan membatalkan perjodohan itu.


Brakk… Shakira menabrak seseorang tidak sengaja, sehingga minuman yang orang bawa itu tumpah, tapi bukan ke pakaian Shakira melainkan ke pakaian yang ia tabrak tadi.


"Yahh… bajuku.." rengek nya.


Shakira menatapnya, ia sedikit bingung dengan orang yang tabrak. Suaranya mirip perempuan tetapi potongan rambut nya seperti pria. " Ohhh… maafkan aku. Aku sangat tergesa-gesa. Maafkan aku"


" Tapi, bagaimana dengan bajuku? Apa kau juga bisa meminta maaf dengan bajuku ini? Aku bisa saja memaafkan mu tetapi bagaimana dengan pakaian ku ini? Dan bagaimana dengan minumanku yang tumpah ini apakah ia juga bisa memaafkan mu? Padahal itu pemberian Arkha..."


Shakira mengerut keningnya. Kata kata gadis mirip pria itu tidak masuk kedalam otaknya, tetapi saat gadis itu menyebut Arkha ia langsung menoleh kearahnya. Sebab jika masalah mengganti rugi pakainya dan juga minuman itu Shakira bisa saja membelinya yang baru.


"Arkha…?" Shakira mengulangi kata kata perempuan itu. Dan segera di jawab gadis itu dengan anggukan kecil penuh arti bagi Shakira. Entah kenapa ia merasa kalau Arkha yang disebut orang ini adalah Arkha sang penyelamatnya malam itu


Arkha menghampiri dua gadis itu, lalu melepas jaket parcanya dan segera memasangkannya pada Sheza, sebab gadis itu hanya memakai kaos tipis berlengan panjang yang menyebabkan tali bra-nya nampak kelihatan akibat minuman tumpah tersebut. Kini, yang tersisa hanya baju santai berwarna hitam di badannya.


Sontak membuat kedua gadis itu terkejut dengan kedatangan Arkha. Apalagi Sheza, ia tidak menyangka sahabatnya itu masih perhatian padanya. Dan ia juga baru menyadari bahwa tali bra-nya nampak kelihatan yang di sebabkan tumpahan minuman tadi, pantas saja orang orang yang berlalu lalang kadang kadang melirik ke arahnya.


Sementara Shakira, ia tidak menyangka jika yang di maksud gadis tomboy itu benar benar Arkha sang penyelamat nya. Dan Shakira juga tidak menyangka bahwa Arkha seperhatian itu pada gadis tomboy ini. Hal itu membuat dadanya terasa sakit, entah kenapa ia merasa sakit melihat itu.


"Lain kali hati hati jalannya Shakira…" ucap Arkha memperingati kecerobohan gadis itu.


Shakira mengangguk kaku dan tersenyum kecut menanggapi perkataan Arka. "Kamu kenapa ada disini? Dan siapa dia?" Shakira bertanya, karna inilah yang ingin Shakira pertanyakan sejak tadi.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu" ucap Arkha dingin, dan segera membawa Sheza pergi.


Shakira menjadi kesal sendiri melihat keakraban keduanya. Mungkin ia cemburu. Sehingga ia melupakan niat ia buru buru tadi.


"Ternyata kau disini, Sha? Aku mencarimu kemana mana ternyata kamu disini" ucap Valda dari belakang Shakira. Ia juga menyaksikan kejadian tadi diam diam dibelakang, dan ia sangat senang kalau cowok itu sudah punya pasangan yang serasi, walau ia marasa jijik dengan keakraban mereka.


Shakira semakin kesal jadinya, apalagi ditambah senyuman manis dari Valda. Ia kembali berjalan tergesa-gesa dengan hentakan kaki. Membuat Valda bingung, segitu marahkah ia?


" Kamu marah?"


"Tidak!"


Sementara Arkha dan Sheza, mereka masuk ke dalam sebuah toko baju yang letaknya tak terlalu jauh dari kejadian tadi.


"Ngak usah, Ar. Kita pulang aja yuk.. nanti juga aku ganti pas sampai di rumah" ajak Sheza berniat untuk menolak tawaran Arkha yang akan membelikan nya baju.


Arkha melirik Sheza sebentar, lalu memilih baju yang pas untuk gadis itu. Walaupun Sheza merengek tetap saja Arkha membelikannya.


"Terimakasih sudah menampungku selama ini. Itu tidak seberapa dengan apa yang kau berikan padaku" ucap Arkha. Saat ini mereka sedang berjalan di trotoar seraya menjinting tas belanja.


"Ayolah Arkha.. jangan ungkit lagi masa lalu itu. Aku menganggapmu sebagai keluarga" ucap Sheza. "Oh ya? Siapa gadis tadi? Temanmu kah?" Tanyanya ketika mengingat Shakira tadi.


"Tidak siapa siapa" jawab Arkha datar.


"Lalu, kenapa dia mengenalimu? Kan kamu baru ke kota ini Arkha, masa dia langsung kenal, tanpa perkenalan" celutuk Sheza kesal.


"Aku pernah menolongnya malam itu…" jawab Arkha.


"Menolongnya? Apa yang sudah dialami perempuan ceroboh itu? Apakah kau juga menolongnya dengan cara kau tadi menolong ku? Kau sungguh baik dengan semua orang" kesal Sheza memotong pembicaraan Arkha.


Arkha jadi pusing sendiri menanggapi pertanyaan yang tidak ada habisnya keluar dari mulut gadis itu. "Tidak! Dia hanya ditangkap geng rubah hitam"


"Dan kau menolongnya? Apakah kamu tahu, Ar. Geng rubah hitam tidak bisa dilawan dengan sembarangan. Dan kau menyelamatkan gadis ceroboh itu dari geng rubah hitam? Astaga…"


"Dia membutuhkanku" jawab Arkha sekenanya.


"Arkha!" Teriak Sheza kesal.

__ADS_1


***


Setelah pulang sekolah. Shakira langsung saja pergi dari kelasnya, ia tidak mau diantar Valda. Divya yang melihat itu segera saja menyusul Shakira keluar.


"Sha! Tumben banget kamu buru buru?"


Shakira menoleh tanpa menghentikan langkah kaki nya. "Aku ada jadwal sore ini" jawab Shakira tersenyum.


"Memang mau ngapain? Kamu ada jadwal kemana? Padahal aku mau ngajak kamu ke club' malam ini" ucap Divya cemberut refleks membuat Shakira menghentikan langkahnya.


"Ya ampun, Div. Kamu setiap malam ke club'malam itu? Gak baik lho, Div. Kalau kamu mau ngajak aku, mending kita ke cafe aja minum minum, gimana? Kamu mau ngak?" Shakira langsung menceramahi temannya itu.


"Yah… aku maunya sih ke club'. Tapi ngak pa-pa kok, pasti kamu kan yang traktir?''


Shakira mengangguk sebagai jawaban, membuat Divya meringis. Mereka berjalan beriringan. "Oh ya, tapi ngak bisa sore ini, ya. Soalnya kan sudahku bilang tadi aku ada jadwal sore ini. Jadi ngak pa-pa kan kalau malam aja?"


"Ya elah… ngak pa-pa kok"


Sekarang mereka sampai di parkiran.


"Mana jemputan kamu, Sha?" Tanya Divya menoleh ke kanan ke kiri.


"Mungkin sebentar lagi datang" jawab Shakira seraya mengambil handphone nya di Tote bag.


"Apa kamu tadi diantar, Sha? Lalu saat jam siang tadi kamu kemana?" Sambungnya menoleh.


" Iya aku diantar Pak Egi sopir pribadi aku. Oh, biasa aku jalan jalan bentar" jawab Shakira berbohong. Mana mungkin ia bilang kalau ia berangkat bersama Valda tadi siang ke restoran andai itu bukan perintah dari papinya mungkin Shakira sudah menolaknya apalagi ia harus mengorbankan waktunya belajar di perpustakaan. Nanti Divya akan salah paham padanya. Soalnya, Shakira tahu kalau Divya suka sama Valda dari lirikan matanya.


Divya mengangkat alisnya. Ia tahu Shakira berbohong padanya, karna pagi tadi ia melihat sendiri kalau Shakira berangkat bersama Valda. Tapi, Divya bukannya marah melainkan ia senang kalau Shakira semakin dekat dengan Valda, maka rencana mereka akan berhasil dengan mulus.


"Ohhh… gitu" kata Divya meangguo angguk mengikuti alur Shakira.


"Aku duluan, Div. Bye…"


Shakira langsung menaiki mobil yang dikemudikan oleh Pak Egi, sopir pribadinya yang sempat ia telpon sebelum pulang sekolah tadi.


...jangan lupa tinggalkan jejak seperti like komen dan Vote yaa......

__ADS_1


__ADS_2