
Branson mengendarai mobilnya dengan cepat mencari keberadaan bocah tengik itu di malam gelap seperti ini. Bocah tengik itu siapa lagi kalau buka Arkha yang menghancurkan rencana mereka yang ingin membawa gadis itu ke hadapan tuan bertopeng mereka.
"Cari dia sampai dapat! Aku tidak mau lagi kita di marahi tua bertopeng!" Ucapnya di telpon.
"Ada sesuatu yang janggal, Bran. Nanti akan ku jelaskan. Aku di bar biasa" ucap seseorang di sebrang telpon.
Branson menggeram. Tugas yang satu aja belum selesai dan kini karna kehadiran Arkha tugasnya bertamah lagi. Sungguh rumit.
Mobil hitam itu menepi di salah satu bangunan yang agak terpencil. Wlauoun tempat yang jauh dari kata keramaian tempat ini masih sangat banyak pengunjung yang berdatangan.
"Apa yang ingin kau katakan? Hal janggal apa yang kamu temukan? Seputar bocah tengik itu atau keluarga Angkarya?" Branson langsung saja mencecar dengan berbagai pertanyaan saat duduk di salah satu kursi bermodel klasik itu.
Temannya itu meneguk minuman di dalam cangkir nya itu. " Sabar sebentar" ucapnya seraya menuangkan alkohol ke dalam cangkir kecil untuk temannya itu.
Branson langsung menyambar minuman itu saat selesai temannya itu menuangkan. Lalu, ia menghentakkan cangkir itu dengan keras setelah menghabiskan minumannya.
" Jangan bertele-tele aku tidak punya banyak waktu!" Bentaknya tak sabaran.
" Sabar dulu lah…" sahut lelaki itu. Ia mengambil selembar kertas dari dalam tas nya dan meletakan di atas meja itu. " Aku menemukan sesuatu yang aneh. Beberapa saat yang lalu, aku memeriksa di sebuah apartemen yang baru di sewa seseorang. Dan aku meminta datanya. Orang itu baru siang tadi menyewa salah satu rumah itu, dan yang anehnya datanya tidak ada identitas nya..."
"Kenapa begitu?" Potong Branson, ia mengerutkan keningnya.
"Aku juga tidak tahu" jawabnya mengangkat bahunya. " Tapi kemungkinan identitas nya itu telah disembunyikan seseorang" lelaki itu menduga duga.
Branson menuang minuman lagi ke dalam cangkirnya. Lalu, meneguknya hingga habis tak tersisa. Semakin rumit, bocah itu ternyata orang yang tersembunyi, bahkan ia tidak pernah menduga jika ia harus menyelidiki bocah itu.
***
Di sebuah kamar yang cukup luas dan terlihat mewah dengan hiasan hiasan di mana mana, sehingga ruangan itu terlihat indah dan sedap di pandang mata. Terlihat di dalam kamar itu gadis cantik yang sedang duduk di sofa sambil mengamati ikan ikan hias di dalam akuarium yang sedang berenang dengan gembiranya. Bahkan hujan di luar ia tidak menghiraukan nya saking fokusnya pada pengamatan nya.
"Dia sangat tampan" gumamnya tersenyum, jari jari panjang dan antik miliknya menjatuhkan sesuatu ke dalam akuarium itu, sehingga para ikan ikan itu mengerubuti dan memakannya.
Ia terkekeh pelan. Rupanya pikirannya melayang jauh, dan ternyata ia tidak mengamati ikan ikan itu tetapi sedang melamun memikirkan ketampanan cowok itu. Wajahnya masih saja terbayang oleh gadis itu, sehingga membuat gadis itu tidak bisa tidur padahal sudah larut malam.
Duarrr…. Suara guntur memekikan telinga, membuat gadis itu terbangun dari lamunannya. Ia juga baru sadar kalau di luar hujan deras beserta petir yang menyambar nyambar.
__ADS_1
Ya… gadis itu Shakira Alizia Angkarya, seorang gadis cantik Putri tunggal dari keluarga Angkarya. Beberapa saat yang lalu ia melamun kan seorang lelaki tampan yang pernah ia temui bahkan membuatnya seperti sekarang. Itu hanyalah Arkha sang penyelamatnya malam itu, super hero yang tampan bahkan dingin, namun berhati baik.
"Arkha… " gumamnya sembari menyibakkan tirai kaca, ia kemudian memperhatikan guyuran air yang berjatuhan dari langit itu. "Apa kau disana? Aku merindukan mu" ucapnya bermonolog seraya mengulurkan tangannya menyentuh guyuran air hujan.
Di jalan raya, Arkha masih menjalankan motornya membelah genangan air. Matanya awas menatap jalanan. Tiba-tiba senyumnya terbit di wajah tampannya, entah kenapa ia merasakan ada seseorang yang memanggil namanya dengan nada kerinduan berat.
Plakk… ia memukul pipinya. "Astaga… apa yang kupikirkan? Anehh…" gumamnya segera menutup tirai itu lagi dan berjalan keluar kamar.
Rupanya Papi sama Maminya belum tidur, ia menghampiri mereka yang tengah menonton televisi dengan ketegangan masing masing. Shakira jadi heran, ia pun menghampiri mereka dan duduk di sofa sebelah Maminya.
"Malam Pa ma" sapa Shakira.
"Eh.. Shakira anak Papi, belum tidur ya?" Tanya Papi Wardy, ayah Shakira dengan lembut.
"Belum Pih. Sha gak bisa tidur" jawab Shakira manja. Ia mengambil kue coklat kering di atas meja kaca itu.
"Sha. Liat deh.." Mami Deva, ibu Shakira sambil menunjuk telivisi yang tengah menayangkan berita.
"Ada apa Mi?" Tanya Shakira tidak memahami.
"Baru baru ini ada pembunuhan tragis, Sha. Kemarin malam ada yang terbunuh seorang bapak bapak. Dan sekarang seorang perempuan karyawan toko mobil dan motor itu. Kamu tahu kan Sha? Pelayan yang melayani kita kemarin bersama Valda itu" ucap Maminya menjelaskan.
Papi Wardy kenal dengan bapak bapak yang terbunuh itu. Karna bapak itu yang baru masuk ke divisi manajer di perusahaan nya, tetapi sungguh malang nasib orang itu baru juga mendapat kesenangan malah terbunuh dengan tak wajar.
"Iya juga sih, Pi" Mami Deva membenarkan, ia mengangguk anggukan kepalanya pelan.
"Ingat Sha! Kamu tidak boleh keluar malam malam lagi. Mami khawatir nanti, apalagi dengan kejadian itu, Mami tambah khawatir syank. Oh ya… kemarin malam kenapa kamu terlambat pulang?" Tambah Mami bertanya.
"Eee…" Shakira bingung harus menjawab apa. Kemarin malam itu ia di ajak Divya, temannya itu pergi ke supermarket membeli cemilan, tetapi Divya pulang duluan karena di telpon seseorang. Jadinya Shakira pulang sendiri, selagi ia mencari taksi, ia memainkan ponselnya, tau taunya ada seseorang yang membekap mulutnya dan membawanya ke markas mereka tersebut.
Jika mengingat kejadian itu, Shakira senyum senyum sendiri. Saat itu ia memang ketakutan dan merutuki nasibnya yang keluar malam malam tanpa bodyguard nya, tetapi Shakira juga bersyukur dengan adanya kejadian itu ia bisa bertemu seorang penyelamat yang tampan seperti Arkha.
Sengaja Shakira tidak menceritakan kejadian itu karena Shakira tidak ingin membuat Maminya khawatir. Apalagi jika Papinya, pasti Papinya akan memperketat pengawasan nya dan keamanan untuk dirinya. Shakira tidak mau seperti itu, ia bisa sendiri, ia bukan anak kecil lagi yang minta perjagaan.
"Shakira!" Seru Mami Deva yang tidak mendapati jawaban dari anak tunggalnya itu.
__ADS_1
Sontak lamunan nya seketika buyar, ingin sekali Shakira memukul pipinya itu, di waktu seperti ini sempat sempatnya ia melamunkan seorang Arkha.
"Eh, iya Mih.."
"Lagi mikirin Valda ya sayang…?" Ledek Papinya.
"Itss... bukan lah Pih.." kilah Shakira.
"Terus…?"
"Shakira, jawab pertanyaan Mami dulu" ucap Maminya mayun.
"I-iya Mih.. jadi gini kan Mih.. Sha pergi jalan jalan sama Divya terus bertamu kerumahnya Divya, biasalah Mih… kalau sudah sama temen itu jadi nggak ingat waktu, jadi pulang kemalaman deh Mih" jawab Shakira berbohong.
Maminya tersenyum menatap anak tunggalnya itu, "gitu donk. Kira Mami kamu kenapa napa. Oh ya kata salah satu pelayan kmu pulang diantar sama cowok kan" selidik Mami.
Shakira diam sebentar. Kemarin malam memang ia diantar kan Arkha, tetapi ia tidak mungkin cerita sama mami nya soal Arkha.
"Valda ya sayang…?" Sahut Papi.
Shakira dan Valda memang di jodohkan Papi Wardy karena menurut Papinya, Valda itu cocok buat anak tunggalnya itu, dan juga Valda anak yang pintar, itu kesempatan emas bagi Papinya untuk menyerahkan perusahaan nya itu untuk menantunya nanti, Papinya tidak ingin menyerahkan perusahaan nya itu ke anak gadisnya, karena ia tidak ingin membuat anak gadisnya repot repot mengurusi perusahaan nya, ia hanya boleh menikmatinya saja. Jadinya, Papinya memilih Valda, dan lagian Valda teman dekat Shakira serta anak teman dekatnya juga.
"Ngak kok Pih.. teman Shakira itu, bukan Valda" kilah Shakira.
"Kenapa kamu ngak sama pak Egi, Sha? Kan dia sopir pribadi kamu sekaligus bodyguard kamu. Kalau kamu ada apa apa gimana, Sha? Kamu ini sudah disiapkan sopir pribadi malah naik taksi" tanya Papi Wardy
"Maaf Pih… tapi Shakira hnya tidak ingin saja Pih, kan Shakira sama Divya" sanggah Shakira beralasan.
"Kan biar teman kamu itu tau siapa kamu" sahut Mami Deva seraya menyuapkan satu kue kering coklat ke mulutnya dengan anggun.
Papi menyeruput kopinya sebelum berbicara, "Jadi ceritanya pak Egi ngak berguna nih, kalau gitu Papi pecat aja dia"
"Jangan Pih… gimana ya?"
Shakira bingung sendiri menjelaskannya, ia menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak seperti like, komen, dan vote ya.
See you all...