A Psycopath Loves You

A Psycopath Loves You
05. Tempat tinggal yang berbeda


__ADS_3

Click… Arkha membuka pintu masuk kamar yang ia tempati. Setelah pulang dari restoran tadi Arkha segera mencari apartemen yang akan ia tinggal untuk sementara waktu. Tak membutuhkan waktu yang lama ia mencari apartemen yang cocok dengan nya, akhir nya ia dapat dan sekarang ia sudah berada di dalam kamar yang sangat mewah. Meski sebenarnya bukan ia yang mencarinya, tetapi Passa.


Arkha merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk. Tak terasa ia sudah terlelap dengan kenyamanan yang ia rasa, tidak seperti di rumah tua yang kotor itu, Arkha tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Sementara di kantor, Herdy sedang duduk di kursi komputer sambil mengotak-atik komputer di depannya. Beberapa kali sudah ia memijat kepala nya, pusing. Tiba-tiba seorang mengetuk pintu kantor Herdy.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" suruh Herdy tanpa mengalihkan perhatian dari komputer.


Click.. seorang gadis masuk dengan membawakan berkas di kedalam ruangan itu.


"Ini" ia menyerahkan berkas berkas itu ke Herdy.


"Kau boleh pergi!" Suruh Herdy.


"Emm... apa kau tidak mau kubuatkan kopi?" Tawar Sea.


"Sea, kubilang pergi ya pergi!" Herdy membentaknya, Sea hanya tersenyum tipis dan segera beranjak pergi.


"Maaf," ucap Herdy lirih saat gadis itu berada di ambang pintu. "Aku sudah minum tadi jadi aku sedang tidak membutuhkannya" sambungnya menjelaskan.


Sea membalikan badannya menatap Herdy yang sedang menatapnya, lalu ia tersenyum kecil setelah nya barulah ia melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu. Sifat laki-laki itu selalu saja seperti itu, lucu tapi menyebalkan.


Herdy kembali fokus pada komputer nya dan mengotak atik komputer di depannya. "Emm… Kenapa banyak sekali ruginya?" kata Herdy bingung, padahal baru beberapa jam ia tinggalkan sudah banyak sekali susut.


Ia mengacak rambut nya, kesal. Lalu, ia keluar dari ruangannya berniat untuk mengambil cemilan di bawah. Tetapi baru saja keluar dari ruangannya, Sea dengan tergesa-gesa menghampirinya.


"Boss bilang kita akan rapat sebentar lagi" kata Sea memberitahukan.


Herdy menghela napas panjang, sudah ia duga pasti boss akan mengadakan rapat, "baik, terimakasih" jawab Herdy.

__ADS_1


***


Sekarang Arkha sudah merasa segar setelah mandi tadi, dan ia juga memakai pakaian yang baru ia beli tadi. Stelan baju kaos polos dan jaket parka selutut. Arkha bergegas mengambil motornya di parkiran bawah apartemen, lalu segera menjalankannya di jalan raya.


Sementara di sekolah. Shakira sedang memasukan buku-bukunya kedalam tas totebag nya. Kemudian barulah ia menghampiri Divya yang sudah menunggunya.


"Yuk pulang!" ajak Shakira.


Mereka berdua pun berjalan berbarengan sampai di halaman kampus, Shakira masuk ke dalam mobilnya tetapi ada yang tidak beres dengan mobilnya itu. Shakira pun mengecek keadaan mobilnya, benar saja ban mobilnya kempes padahal siang tadi tidak apa apa.


"Kenapa Sha?" Tanya Divya heran.


"Ini ban mobil aku Div, bannya kempes gimana ya? Aduhh.. ada ada aja" ucap Shakira memberitahukan.


"Gimana donk Sha," Divya ikut bingung. "Telpon orang rumah kamu saja Sha, biar dia bisa menjemput" usul Divya.


Shakira tidak langsung menjawab, ia bimbang antara menelpon atau tidak. Pagi tadi ia disuruh Maminya diantar pak sopir pribadinya, tapi ia tidak mau dan sekarang ia mau minta jemput, dimana letak wajahnya ketika bertemu Maminya nanti.


"Aku jalan aja deh, siapa tau ada taksi" sambungnya.


"Shakira, Aku duluan ya. Bye" Divya buru buru pergi meninggalkan Shakira.


Shakira pun melangkahkan kakinya dengan gontai, tetapi baru di depan gerbang belakang ia dikejutkan seseorang yang meneriaki nya.


"Shakira! Sha! Tunggu sebentar!"


Shakira menoleh ke arah cowok yang berlari itu. "Valda?" Tanya Shakira heran.


Cowok itu ialah Valda, cowok yang dijodohkan ayahnya, sekaligus teman cowoknya satu satunya. Maklumlah, Shakira tidak terlalu berminat mencari teman apalagi lawan jenis, jadi ia hanya punya satu teman cowok.


Valda memang tampan dan sedikit seksi karna pakaiannya yang biasanya berkerah terbuka membuat para mahasiswi di kampus itu tergila-gila padanya. Dia pria ramah dan baik tak heran banyak yang menyukainya, dan karna keramahannya itulah membuat ayah Shakira menjodohkannya.

__ADS_1


Apalagi Ayahnya seorang direktur utama di kampus tersebut. Dia cowok tampan pewaris keluarga Zeondra, pemilik kampus Baleon tempat Shakira kuliah, keluarga Zoendra lah yang paling banyak menyumbang harta untuk membangun universitas tersebut. Jadinya tak heran kalau Valda orang yang disegani di kampus tersebut, dan ia juga memiliki ruangan khusus untuk ia mengelola keuangan kampus tersebut.


"Kamu jalan aja, kenapa dengan mobilmu?" Tanya Valda yang sempat melirik mobil Shakira tadi sebelum memanggilnya.


"Emm.. bannya kempes, Val. Jadinya aku jalan kaki aja dehh.." jawab Shakira.


"Kamu ikut aku aja, bentar ya aku ambil mobil dulu" Valda ingin berlari lagi tapi ia di cegat Shakira.


"Gak usah. Lagian nanti aku dijemput kok" jawan Shakira berbohong.


"Emm.. masa sih?" Valda tidak percaya, ia mengerutkan keningnya.


Shakira mengangguk pasti seraya Menyunggingkan senyum manis.


Brumm.. brumm… tiba tiba sebuah motor keren melintas di depan mereka, kemudian tanpa aba-aba motor itu berhenti tak jauh dari Shakira berdiri.


"Ayo naik" ucap Arkha menoleh kebelakang, memberi isyarat kepada Shakira bahwa ia duduk di belakangnya.


Shakira terkejut dengan kedatangan Arkha yang tiba tiba itu. Dengan ters nyum kaku, ia menaiki motor besar Arkha. Dan Arkha menjalankan motornya di jalan beraspal mulus itu. Sedangkan di depan pagar. Cowok yang bernama Valda itu pun mengepalkan tangannya marah, kemudian ia mengambil mobilnya dan menjalankan mobil itu ke suatu tempat.


"Kenapa kamu jemput aku, Ar?" Tanya Shakira di dalam perjalanan.


"Hanya lewat" jawab singkat Arkha.


Shakira menjadi cemberut mendengar jawaban dari Arkha. Seharusnya ia tidak usah bertanya tadi jika akhirnya ia menjadi malu sendiri sudah berpikiran sampai kesana. Jika di pikirkan lagi, tidak mungkin seorang cowok dingin seperti Arkha menjemputnya, apalagi baru kemarin malam mereka bertemu.


"Sudah sampai" ucap Arkha memberitahukan.


Lamunan Shakira seketika buyar, ia pun segera turun. "Terimakasih. Mampir dulu, Ar sebentar" kata Shakira.


"Tidak perlu" ucap Arkha kemudian melakukan motornya lagi di jalan itu, hingga sampailah ia di sebuah rumah tak terurus lagi. Ya, rumah itulah yang ingin didatangi Arkha karena tas belanja yang diberikan gadis itu ketinggalan didalam rumah itu.

__ADS_1


Setelah mengambil tas belanja itu. Arkha segera pulang ke apartemen nya. Di tengah perjalanan pulang, Arkha merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Benar saja, setelah Arkha melirik kaca spion motornya disana tertangkap sebuah mobil putih yang terus mengikutinya. Arkha menarik bibirnya ke atas, tersenyum miring. Ada buruannya lagi, maka akan menyenangkan baginya. Sebelum itu, Arkha bermain main dulu dengan mangsanya. Arkha melajukan motornya di jalan sepi itu, sedangkan mobil putih di belakangnya juga melajukan mobilnya takut ketinggalan Arkha dibelakang. Maka dari itu Arkha pun memperlambat laju motornya dan sama mobil putih itu pun memperlambat laju mobilnya.


__ADS_2