
Malam semakin larut. Di sebuah bar yang masih ramai dikunjungi oleh orang orang. Terlihat seorang cowok tampan yang sedang menyeret seorang gadis cantik dengan rambut pendek keluar dari bar itu.
"Arkha… aku mau minum lagi" rengeknya.
Cowok itu berhenti di halaman bar tersebut. "Tidak boleh!" Ucapnya.
Sheza si gadis berambut pendek itu. Ia terus merengek minta tambah minum lagi, dan gadis ini juga yang tadi di sebutkan Passa. Arkha kira siapa yang ingin masuk kedalam geng the lion king mereka, tahu tahunya gadis ini.
"Jangan marah, Ar. Aku hanya ingin ikut geng kalian saja, suerrr sumpah. Dan aku tidak akan membuat kerusuhan kok" janjinya.
Arkha menatapnya tajam. Ada tidak tega juga kalau ia memarahi sahabatnya sendiri. Ia harus bersikap biasa saja. Arkha menatap mata gadis itu dan menepuk pundaknya "Aku tidak ingin kau kenapa Napa, Sheza! Ini terlalu bahaya" Ini yang keberapa kali Arkha mengingatkan ke gadis itu.
"Iya aku tahu, tapi jika aku berdiam diri itu terlalu membosankan" kesal Sheza. Apa yang dilakukan nya pasti tidak di bolehkan Arkha.
Passa datang menghampiri mereka. Ia harus meleraikan mereka karna ini juga kesalahan nya yang main nerima saja.
"Sheza, kau pasti mabuk? Aku antar" tawar Passa.
"Emm… tidak usah… aku… mau diantar…" tidak sempat menyelesaikan perkataannya ia sudah ambruk duluan ke dalam pelukan Arkha.
Malam ini Sheza terlalu banyak minum dikarenakan terlalu bahagia di terima Passa ke geng the lion king sampai sampai ia tidak bisa mengontrol lagi.
Arkha menahan tubuh lunglai Sheza, lalu menoleh kearah Passa meminta pertolongannya. Untung saja Passa mengerti maksud mimik wajah Arkha. Dengan cekatan ia mengambil mobilnya di parkiran, lalu membukakan pintu untuk membuat gadis yang selalu membuat susah.
"Antar dia ke apartemen ku! Aku akan menyusulnya" ucap Arkha dan digangguin Passa. Kemudian mobil itu melaju di jalan tersebut.
Arkha menghela nafas, dan segera ke parkiran untuk mengambil motornya. Tetapi manik matanya sempat melihat seorang gadis yang begitu familiar, gadis itu sedang kebingungan dan sesekali menengok mobilnya di belakang yang teronggok.
Karna penasaran Arkha pun menghampiri gadis itu sebelum mengambil motornya. Gadis itu berdiri tak jauh dari bar, setelah jaraknya dekat barulah Arkha sadar kalau gadis itu ialah gadis yang ia tolongi beberapa hari yang lalu.
Melihat kedatangan sang penyelamat, Shakira tersenyum lebar. Ia tadi sempat berdoa semoga ia ditolong sang penyelamat lagi dan itu terkabul.
"Arkha? Kau disini?" Tanyanya basa basi.
Arkha tak langsung menjawab, ia hanya melirik mobil sedan di belakang gadis itu.
__ADS_1
"Ohhh… mobilnya mogok dan aku mencari bantuan, Ar" jawab Shakira mengerti maksud lirikan Arkha.
Shakira sedikit kesal dengan cowok super dingin ini, sampai detik ini pun ia tidak berbicara yang ada hanya memandangi mobilnya saja. Kesal ia hanya dicuekin. Shakira berpikir apa mungkin cowok ini mempunyai kekurangan di pendengaran nya? Dan kesal juga gara gara mobil ini ia tidak jadi makan malam bersama Divya di restoran ternama di kota Crassover. Dan parahnya lagi handphondnya betrainya lowbat akibat dimainkannya tadi, sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda kehidupannya, mobil ini selalu membuatnya sial.
Melihat gadis itu seperti kedinginan, dengan segera ia melepas mantel berwarna maroon nya lalu memakaikan nya untuk Shakira. Dan hal itu membuat Shakira terkejut tetapi tetap diam saat di pakaikan Arkha.
"Terimakasih" ucapnya tersenyum senang menutupi rona pipinya yang mulai memerah.
"Malam selalu dingin pakailah pakaian agak tebal"
Perkataan Arkha sungguh membuat Shakira senang, walaupun perhatian kecil dari Arkha mampu membuat semangatnya kembali. Tetapi, perkataan Arkha tadi juga menusuknya karna ia memakai baju rajut pas ditubuhnya dan rok hitam pendek kentat. Jika ditambah dengan mantel Arkha, gadis itu semakin sempurna.
Arkha bingung harus berbuat apa pada gadis itu, ini kali pertamanya berduaan dengan seorang gadis selain sahabatnya, Sheza. Tiba tiba Arkha menarik lengan gadis itu dan membawanya keparkiran, setelahnya ia mengambil motor besarnya.
"Arkha…?"
"Tidak ada jalan lain, kau harus naik ini" kata Arkha bersuara kikuk.
Shakira mengangguk setuju. Ia juga tidak tahu nanti akan seperti apa ia duduk di belakang Arkha, motor besar dan ia pakai rok kentat. Andai ia tahu akan seperti ini ia pasti pakai celana biar nyaman duduk di belakang.
Pelukannya sangat erat, bukan berarti Shakira takut jatuh tapi ia sangat nyaman memeluk Arkha dari belakang dan itu menimbulkan kehangatan tubuhnya. Arkha segera menjalankan motornya, seperti biasa ia selalu cepat melajukan motornya. Hal itu membuat Shakira bertambah mengeratkan pelukannya.
"Kau memang lelaki sempurna, Ar" gumamnya.
"Apa?" Tanya Arkha yang mendengar gumaman Shakira.
"Oh tidak ada tidak ada" ucap Shakira refleks melepaskan pegangannya dari perut Arkha, seperti biasanya yang ia lakukan jika mengatakan tidak pasti dengan tamgan tangannya mengatakan tidak.
Hal itu menyebabkan ia hampir terjungkal kebelakang jika sedikit lambat ia kembali memeluk Arkha.
"Arkha… takutt.." rengek Shakira dengan napas ngos ngosan, hampir saja ia terjatuh dan terlempar jauh.
"Ahh… kau terlalu ceroboh"
"Maaf…"
__ADS_1
Arkha menoleh kesamping melirik gadis itu. Rasanya Arkha ingin mengacak rambutnya gemas. Dia selalu berbuat ceroboh yang membahayakan diri sendiri.
Setelah sampai di depan gerbang rumah Shakira, Arkha segera menepi dan berhenti disana. Setelahnya Shakira turun sambil terhuyung hunyung, dan tidak bisa melepaskan helm tersebut. Terpaksalah Arkha yang melepaskannya, namun ternyata kasa helm itu terkait anting Shakira sehingga ia mengasuh kesakitan.
Arkha mencoba melepaskannya, namun karna gadis itu selalu mengasuh membuat Arkha kesal dan ingin menarik paksa anting sialan itu, mau tidak mau ia harus menggigit kain kasa helmnya supaya anting berharga itu bisa lepas. Itu pengorbanan yang diberikan Arkha, membolongi helmnya.
Saat Arkha wajah Arkha mendekat, sontak membuat Shakira terkejut dan menjadi gugup. Apalagi wajah Arkha sangat dekat dengan bibirnya sehingga ia bisa merasakan aroma khas cowok itu.
"Apa yang kau lakukan, Arkha? Apa sudah selesai?" Tanya Shakira pelan didekat telinga Arkha, membuat Arkha berhenti menggigit kasa yang hampir putus.
Arkha berhenti. Entah kenapa saat gadis itu berbisik di telinganya ia merasakan sensasi yang berbeda.
"Selesai"
Tanpa diduga ternyata helm itu lepas dari anting Shakira. Arkha segera meletakkan helm itu di dalam jok motor nya. Dan kembali menatap Shakira.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Arkha sedikit khawatir, sebab gadis itu dari tadi hanya diam mematung.
"Oh, aku tidak apa-apa. Terimakasih banyak, Ar" kemudian senyum manis gadis itu terbit dari wajahnya membuat Arkha tidak mengedipkan matanya.
"Tapi.. rasanya telingaku agak sakit mungkin gara gara aku tarik paksa helm tadi, tapi tidak apa-apa kok" lanjutnya.
"Itu… aku tidak sengaja tergigit" sela Arkha sambil menyentuh telinga Shakira yang memerah. "Besok juga sembuh" ucapnya.
"Ahh… benarkah? Kalau begitu aku masuk dulu, apa kau mau mampir sebentar minum kopi?" Tawar Shakira, Arkha hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Sampai jumpa lagi, Ar"
Arkha melajukan motornya kembali, ia ingin cepat cepat sampai ke apartemennya dan menemui Sheza untuk memastikan keadaanya.
Sementara Shakira masuk. Sambil berjalan ia tersenyum senyum sendiri mengingat perlakukan manis Arkha kepadanya, dan itu sesuai apa yang ia inginkan tadi. Rona merah di wajahnya masih terampil sempurna menghiasi wajah cantiknya.
Ia masih ingat saat Arkha tidak sengaja tergigit telinganya, rasanya lembut menyentuh kulitnya.
Baru ingat kalau mantel Arkha masih terpasang ditubuhnya, Shakira segera menengok kebelakang mencari Arkha siapa tahu cowok itu masih ada disana, namun cowok itu sudah tidak da lagi ditempat. Huh, Shakira hanya bisa menghela napas dan segeraasyk kedalam rumahnya.
__ADS_1