A Psycopath Loves You

A Psycopath Loves You
04. Aku suka keunikan


__ADS_3

Arkha berhenti di pinggir jalan menunggu Herdy datang, tak lama Herdy pun datang dan menghampirinya.


"Aku akan mentraktirku makan" kata Arkha datar menoleh sedikit.


"Baiklah. Kita ke restoran ternama di kota crossover" sahut Herdy bangga, ia akan membawa Arkha ke restoran terbaik di kota ini.


Sesampainya di restoran ternama kota crossover, restoran yang sangat besar dengan gedung yang menjulang. Mereka berdua memarkirkan motor mereka di salah satu parkiran, setelahnya mereka masuk kedalam restoran itu.


"Di lantai satu hanya ada makanan tak terlalu mewah, dan biasanya pelayanannya tidak sebaik di lantai atas, kamu mau yang dimana?" Herdy menjelaskan sembari duduk di kursi bagian kiri.


"Tidak apa aku suka keunikan" sahut Arkha tersenyum miring.


Beberapa saat kemudian pelayan laki laki datang menghampiri meja mereka. Lalu, melempar buku menu makanan dengan kasar.


"Cepat pilih makanan yang akan kalian pesan. Aku tidak banyak waktu" katanya ketus.


Arkha mengambil buku menu itu lalu, memesan beberapa minuman dan makanan secukupnya untuk mereka.


"Cih… dasar rendahan!" gumam pelayan berdecit, setelahnya ia langsung pergi mengambilkan makanan yang Arkha pesan tadi.


"Sudah ku katakan pelayanan nya tidak sebaik di atas. Kau harus sabar" Herdy berucap menenangkan Arkha.


Arkha menghela nafas kasar, "ya. Aku suka keunikan" sekali lagi Arkha mengatakan itu untuk menahan amarahnya yang meluap-luap.


Herdy tau sekarang ini Arkha sangat marah karna itu ia hanya berdiam saja tanpa banyak suara. Tetapi ketika ia melirik Arkha, ada sesuatu kilatan di matanya.


"Ada apa ini dia sangat mirip tetapi itu tidak mungkin"


Huhf... Arkha kembali membuang napas kasar seraya mengetuk ngetukan jari telunjuknya di atas meja seiring detik berdetak.


Pelayan lelaki tadi datang kembali dengan membawakan nampan besar berisi pesanan Arkha. Tanpa sebuah kata-kata pelayan lelaki itu pergi setelah meletakan beberapa makanan tersebut.


"Silahkan dinikmati, tak perlu sungkan, anggap saja ini tanda terima kasihku" Ucap Arkha pada Herdy. Herdy hanya terkekeh pelan dan mulai menikmati makanan yang Arkha pesan.

__ADS_1


***


Di sebuah kampus besar tepatnya di ruangan dengan banyaknya buku yang tertata rapi di lemari rak. Di perpustakaan itu terlihat dua mahasiswi cantik dengan baju berwarna sama, kedua gadis itu sedang membolak-balikkan buku di tangannya. Dari raut wajah keduanya tidak ada sama sekali berminat membaca buku tersebut, bahkan mereka hanya membuka lembar demi lembar halaman buku tersebut. Salah satu gadis itu bernama Shakira Alizia Angkarya dan temannya Divya Aurelia.


"Sha, makan yuk aku laper nih..." ajak Divya memasang tampang memelas.


"Yuk, aku juga laper nih" kata Shakira menerima tawaran Divya. Wajahnya langsung berseri-seri dan ia langsung menutup bukunya lalu meletakkannya ke samping.


"Tapi kamu yang bayar yaa... habisnya aku gak punya uang nih, hehe " ucap Divya memelas.


"Oke lah lagian kan biasanya aku juga yang bayar" Shakira mencibir, sementara Divya hanya mengerucutkan bibirnya.


"Iya iya, padahal kan aku cuma bercanda"


"Yuk, kita ke restoran bentar lagi jam masuk siang" Shakira bangkit berdiri dan diikuti sahabatnya itu.


Mereka berdua pun pergi menggunakan mobil pribadi Shakira. Sesampainya di restoran terkenal di kota crossover, mereka pun turun dari mobil. Mata Shakira berbinar ketika melihat seorang cowok yang sangat ia kenali yaitu penyelamatnya malam itu juga berada di parkiran atas.


Arkha menoleh ke sumber suara, sebenarnya ia bermaksud pulang dan mencari tempat tinggal yang layak untuk ia tempati. Sedangkan Herdy, ia sudah pulang duluan karna ada sesuatu terjadi di kantornya.


Arkha menyunggingkan senyum walau hanya senyum miring, kedua gadis itu menghampiri nya.


"Kamu mau kemana? Apa kamu sudah makan? Jika tidak mari makan bersama" Tanya Shakira pada Arkha berbasa-basi.


"Tidak perlu" jawab Arkha singkat.


"Hay tampan namamu siapa? Aku Divya Aurelia, kamu bisa memanggilku Divya, tampan" ucap Divya menggoda di sebelah Shakira.


Shakira mendengus kesal mendengar kata kata Divya yang sangat menggoda itu. Bisa bisanya dia bicara di depannya seperti itu. Shakira menyenggol lengan Divya, tapi tidak dihiraukan Divya.


Arkha tidak menanggapi perkataan gadis kecentilan itu, ia hanya diam tanpa ekspresi, hanya ekspresi datar di wajahnya seperti aspal.


"Emm… kalau begitu tidak apa. Div, jadi nggak kita makan siang?" Tanya Shakira menyenggol lengan Divya yang kedua kalinya

__ADS_1


"Ajak cowok tampan itu sekalian" bisik Divya dan dibalas pelototan Shakira.


Karena tidak ada yang dibahas lagi, meski sebenarnya tidak ada yang penting juga meladeni kedua wanita itu. Arkha mengeluarkan motor besarnya dan mengendarainya.


Shakira bertambah kagum dengan karisma yang dimiliki Arkha, apalagi Arkha memakai motor itu bertambah sudah kharisma miliknya. Sedangkan Divya yang di sebelahnya menjadi melongo tak percaya melihat motor sekeren dan semahal itu, setahunya motor itu hanya dijual kepada orang yang teratas saja maksudnya orang yang paling kaya.


"Sha, aku gak salah liat kan itu motor besar terbaru yang jumlahnya terbatas dan katamu harganya sangat mahal kan? Wahhh… Keren sekali dia memilikinya " Tanya Divya mencubit pipinya sendiri, siapa tahu ini hanya mimpi.


"I-iya itu motor kemarin yang ingin dibeli Valda" jawab Shakira juga ragu ragu dengan penglihatannya.


"Wuahh.. keren banget. Sudah tampan, keren kaya lagi. Keren sumpah. Ngomong ngomong siapa sih namanya Sha?"


"Arkha. Setahuku sih namanya Arkha, kalau nama panjangnya aku tidak tahu. Udah yuk kita masuk kedalam"


Mereka berdua pun masuk kedalam restoran mewah itu, mereka naik ke lantai paling atas restoran tersebut. Kebiasaan keluarga Angkarya tidak pernah berada paling bawah mereka lebih suka berada di paling atas.


Setelahnya mereka duduk di kursi yang paling nyaman untuk mereka berdua. Tak berapa lama seorang pelayan wanita mendekati mereka dengan senyum seramah mungkin.


"Nona-nona cantik mau pesan apa?" Tanyanya kepada dua gadis cantik itu sembari memberikan daftar menu masakan.


Pelayanan yang sangat berbeda dari lantai bawah dimana Arkha dan Herdy tempati tadi, memang sangat berbeda dari kalangan atas dan bawah.


Setelah memesan beberapa makan, pelayan tadi pun segera pergi mengambilkan pesanan Shakira tadi. Tak butuh banyak waktu pelayan tadi kembali datang dengan membawakan nampan besar berisi makan dan minuman yang Shakira pesan tadi. Setelah meletakkan semua makanan itu, pelayan tadi pamit undur diri dan melayani pelanggan yang lainnya.


"Wuahh.. Sha, gak nyangka deh kamu pesan sesuai selera aku banget" puji Divya seraya menyempitkan sumpit ke salah satu makanan.


"Kan kamu teman aku makanya aku tahu selera kamu" ujar Shakira membalas.


Divya menyunggingkan senyum. "Nanti kapan kapan ajak aku kesini lagi ya, Shakira sahabatku" ucap Divya.


Shakira tidak terlalu menanggapi perkataan Divya tadi. Mereka pun memakan makanannya tanpa ada yang berbicara lagi.


......Jangan lupa like dan komen kalau bisa vote biar menambah semangat up nya ya. satu like dari kalian sangat berharga.......

__ADS_1


__ADS_2