Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 13


__ADS_3

Tok tok tok tok


"Ji Hwon!... Ji Hwon!..." Ibu Ji-Hwon berteriak dari luar kamar Ji-Hwon sambil menggedor pintu kamar Ji-Hwon dengan kencang.


Ji-Hwon membuka pintu kamarnya dengan tawa yang masih belum reda, apalagi saat melihat keluarganya yang sampai datang kekamarnya untuk melihat apa yang terjadi, karena mendengar teriakan Hyo-Rin tadi.


"Kenapa kau tertawa dari tadi hah?!" Tanya ibu Ji-Hwon dengan sedikit membentak.


"Apa yang coba kau lakukan pada cucuku ini Ji-Hwon?!" Tanya nenek Ji-Hwon kepada Ji-Hwon sambil memukul kencang punggung pria itu, membuat dia memekik kesakitan.


"Akhh" pekik Ji-Hwon kesakitan.


"Aku hanya ingin mengajak Hyo-Rin kekamarku untuk melihat bintang dibalkon menggunakan teropong, tapi Hyo-Rin sepertinya mengharapkan hal lain" jelas Ji-Hwon sedikit kesal karena mendapat pukulan dari neneknya, namun terdengar seperti ejekan ditelinga Hyo-Rin.


Mendengar penjelasan Ji-Hwon, ibunya bukannya membela, namun dia justru menambah memukul pundak Ji-Hwon dengan lebih keras.


"Lagi pula, mengapa kau sangat suka menggoda Hyo-Rin secara terus menerus?!" Kata ibu Ji-Hwon membela Hyo-Rin, membuat Ji-Hwon tambah kesal karena ibunya sama sekali tidak membelanya.


"Sudahlah bu, nek. Kita tinggalkan saja mereka berdua. Kalau anak ini masih mengganggu Hyo-Rin, aku sendiri yang akan memberi dia pelajaran" kata kakak Ji-Hwon yang diangguki oleh ibu dan nenek Ji-Hwon.


"Kami tinggal dulu ya nak, kalo Ji-Hwon masih mengganggumu panggil saja kami" kata ibu Ji-Hwon pada Hyo-Rin. Setelah itu mereka kembali kekamar mereka masing-masing.


Hyo-Rin merasa kesal karena tingkah bodohnya sendiri. Dia kemudian beranjak ingin pergi dari kamar Ji-Hwon, namun Ji-Hwon mengejarnya dan menahan tangannya.

__ADS_1


"Pfft... Maaf, maafkan aku tadi"  kata Ji-Hwon mencoba menahan tawanya.


Hyo-Rin merasa kesal karena melihat Ji-Hwon yang tidak bersungguh-sungguh meminta maaf. Pria itu bahkan masih terus menertawakannya. Hyo Rin akhirnya tidak menjawab perkataan pria itu dan berjalan lagi menuju kamarnya, namun kembali ditahan oleh pria itu.


"Baiklah, baiklah. Kali ini aku serius. Maafkan aku karena sudah mengerjaimu tadi" ucap Ji-Hwon dengan bersungguh-sungguh kali ini, namun masih tidak direspon oleh Hyo-Rin.


"Lagi pula ini bukan sepenuhnya salahku. Tadi aku hanya ingin mengganti pakaian, kau saja yang terlalu berpikiran aneh tentangku. Namun bukannya membelaku, mereka justru malah memukuliku. Apa kau tahu seberapa sakitnya pukulan mereka? Biar kutunjukkan" sambung Ji-Hwon lalu membelakangi Hyo-Rin sambil mengangkat bajunya agar Hyo-Rin dapat melihat bekas pukulan tadi.


Hyo-Rin kembali melotot melihat Ji-Hwon yang akan membuka pakaiannya lagi. Hyo-Rin mencoba menghentikan aktifitas Ji-Hwon yang akan membuka bajunya, sehingga tanpa sadar dia memukul punggung pria itu dengan kencang.


"AKHHH" Kali ini Ji-Hwon yang berteriak  karena pukulan Hyo-Rin yang sangat kencang.


Orangtua Ji-Hwon yang mendengar teriakan Ji-Hwon hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh sendiri.


Hyo-Rin juga terkejut karena teriakkan dari Ji-Hwon. Dia segera melihat punggung Ji-Hwon yang memerah akibat pukulannya tadi. Dengan cepat Hyo-Rin mengusap-usap punggung Ji Hwon.


"Maaf maaf. Aku benar-benar tidak sengaja" Hyo-Rin berkata dengan nada penuh penyesalan sambil terus mengusap-usap punggung Ji-Hwon yang masih terus meringis kesakitan.


"Apa masih sangat sakit?" Tanya Hyo-Rin dengan khawatir kepada Ji-Hwon.


"Tidak, jika kau mengusap-usapnya sedikit lebih lama" kata Ji-Hwon sambil tersenyum kearah Hyo-Rin.


Beberapa menit kemudian Hyo-Rin masih terus mengusap-usap dengan lembut punggung Ji-Hwon. Tiba-tiba pandangannya teralih pada teropong yang ada dibalkon kamar Ji-Hwon yang sangat luas. Hyo-Rin segera berjalan kearah teropong itu.

__ADS_1


"Wahhh... Pemandangannya terlihat sangat indah bila dilihat dari kamarmu" Hyo-Rin bergumam kagum sambil terus memandang keatas langit.


"Mau lihat yang lebih indah lagi?" Tanya Ji-Hwon sambil mengatur posisi teropong itu agar pas untuk melihat bintang.


"Ayo cepat kesini dan lihat dari teropong ini" kata Ji-Hwon mengajak Hyo-Rin agar bisa melihat langit dan bintang lewat teropong.


Hyo-Rin berjalan menghampiri Ji-Hwon. Begitu dia sampai dia langsung memposisikan sebelah matanya agar dapat melihat lewat teropong.


"Wowww... Karena tidak pernah mencobanya, aku tudak tahu kalau melihat langit menggunakan teropong bisa seindah ini" kata Hyo-Rin sambil berdecak kagum.


Ji-Hwon membiarkan Hyo-Rin yang masih terus memandang kagum kearah langit. Memberikan waktu Hyo-Rin sedikit lebih lama menikmati pemandangan itu.


Ji-Hwon tiba-tiba saja berdiri dibelakang Hyo-Rin dan memasangkan sebuah kalung  yang sangat berkilau dileher Hyo-Rin.


Hyo-Rin yang menyadari perlakuan Ji-Hwon, segera membalikkan badannya kearah Ji-Hwon dan menatap pria itu dengan ekspresi terkejut.


"Karena kau tidak pernah mencobanya, kau tidak akan tahu bahwa melihat bintang itu ternyata sangat indah sampai kau benar-benar mencobanya sendiri. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita. Kau tidak akan tahu, apa hubungan kita akan berakhir dengan indah atau tidak, jika kau tidak mencobanya secara langsung" Ji-Hwon berkata dengan serius sambil menatap lekat mata Hyo-Rin, membuat wanita itu terdiam.


"Kim Hyo Rin, maukah kau benar-benar mencoba untuk membangun hubungan yang serius denganku?" Ji-Hwon bertanya dengan nada tegasnya namun masih terdengar lembut.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku tidak akan memaksamu. Apapun keputusanmu, aku akan tetap menghargainya. Jika kamu bersedia, aku ingin saat besok kau bertemu denganku, kau memakai  kalung itu, dan aku akan menganggap bahwa kau bersedia membangun hubungan denganku, dan kita akan segera melaksanakan acara pernikahan. Sebaliknya, jika kau melepas kalung itu saat bertemu denganku besok, itu artinya kau menolak untuk membangun hubungan bersama denganku. Kau bisa memikirkannya dulu, dan apapun keputusanmu besok, aku akan tetap menerimanya" kata Ji-Hwon berkata dengan sungguh-sungguh. Dia menghela nafasnya saat Hyo-Rin tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Kembalilah kekamarmu dan istirahatlah" Ji-Hwon berkata lagi lalu mengantarkan Hyo-Rin kekamar wanita itu.

__ADS_1


"Selamat malam Kim Hyo Rin" Ji-Hwon berucap setelah itu menutup pintu kamar Hyo-Rin.


__ADS_2