Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 8


__ADS_3

Hyo Rin kemudian membalikkan badannya dan hendak meninggalkan Ji-Hwon. Namun sebelum sempat Hyo-Rin berjalan, Ji-Hwon dengan segera meraih tangan Hyo-Rin dan menariknya kebelakang sehingga kini punggung Hyo-Rin menempel tepat pada dada bidang Hi-Hwon.


Hyo-Rin masih terdiam karena posisi keduanya sekarang, Ji-Hwon yang melihat itu terkekeh pelan dan mengacak gemas rambut Hyo-Rin.


Setelah itu, Ji-Hwon berjalan lebih dahulu meninggalkan Hyo-Rin.


"Istirahatlah, dan jangan terlalu banyak berpikir" ucap Ji-Hwon yang sudah berjalan mninggalkan Hyo-Rin sambil satu tangannya dimasukkan kesaku celana dan satunya lagi diangkat keatas melambai pada Hyo-Rin tanpa menatap kearah gadis itu.


Hyo-Rin segera tersadar dari lamunannya, dan dia juga baru menyadari bahwa kini badannya yang hampir membeku karena kedinginan sudah tertutup oleh jaket Ji-Hwon yang entah sejak kapan dipakaikan padanya.


Keesokan Harinya...


Tok, tok, tok..


Ketukkan pintu dari luar kamarnya membuat Hyo-Rin bangun dari tidurnya dan berjalan untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya tadi.


“mau sarapan bersama?“ tanya Ji Hwon saat Hyo-Rin sudah membuka pintunya.


"Sebentar aku ganti pakaian dulu" setelah mengucapkan itu, Hyo-Rin kembali menutup pintu kamarnya untuk mengganti pakaian.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Hyo-Rin langsung menghampiri Ji-Hwon yang sudah menunggu didepan pintu. Mereka berjalan bersama untuk pergi mencari tempat makan yang enak di sekitar sana.


Saat mereka sedang berjalan, pandangan Ji-Hwon teralih pada seorang pedagang yang menjual beberapa topi. Ji-Hwon ingin membeli topi itu karena memang hari ini matahari bersinar begitu terik. Dia segera berlari ketempat penjual topi itu dan meninggalkan Hyo-Rin yang masih terus berjalan. Hyo-Rin yang menyadari Ji-Hwon yang sudah tidak ada disampingnya menoleh kearah belakang, dan menemukan Ji-Hwon yang sedang berdiri didepan penjual topi disana.


“Hyo Rin..?? Kau mau membeli topi ini? Teriak Ji Hwon yang berada sedikit jauh dari jarak Hyo Rin berdiri.


“Hyo Rin..?? Lihat ada kaca mata juga di sini." Ji-Hwon berteriak lagi saat dia sudah berpindah ke tempat stand kacamata.


“Hyo Rin..?? Ada yang menjual gelang-gelang buatan juga di sini. Apa kau mau?" Lagi dan lagi Ji-Hwon memanggil nama Hyo-Rin.


Sambil berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, Ji Hwon terus saja memanggil nama Hyo Rin. Mendengar Ji Hwon yang terus-terusan memanngil namananya,  membuat Hyo Rin kemudian menghampiri Ji Hwon dan langsung menarik tangan pria itu agar duduk di salah satu tempat makan yang berjualan disitu.

__ADS_1



“Mengapa kau terus menanggil namaku sedari tadi?” Hyo-Rin bertanya pada Ji-Hwon dengan nada yang sedikit kesal.


“Karena kau tidak pernah memanggil namaku meskipun hanya sekali.” Ji-Hwon menjawab dengan gumaman kecil, sambil berdiri pergi untuk memesan makanan.


Hyo-Rin terdiam mendengar jawaban Ji-Hwon yang tersirat akan kekesalan juga mungkin sedikit kekecewaan. Dia sendiri bingung bagaimana harus bersikap pada pria itu.



Tak selang lama, Ji-Hwon datang sambil membawa makanan pesanan mereka. Ji Hwon meletakkan makanan itu dimeja depan Hyo-Rin. Mereka pun makan bersama dalam diam, tanpa ada yang membuka suara satu sama lain.



Setelah menghabiskan sarapan mereka, keduanya memutuskan untuk berjalan kembali ke arah villa tempat mereka menginap. Sampai saat ini belum ada yang berani membuka percakapan.


Hyo-Rin merasa bersalah melihat ekspresi kesal yang ditunjukkan oleh Ji-Hwon. Wanita itu sadar sejak pertemuannya dengan Ji-Hwon, dia tidak pernah mengambil inisiatif untuk memulai percakapan dengan Ji-Hwon terlebih dahulu, dia juga tidak pernah memanggil nama pria itu selama ini. Selalu saja Ji-Hwon yang menyapa ataupun memulai percakapan dengannya. Dan kali ini, Hyo-Rin memutuskan akan berbicara dengan Ji-Hwon lebih dulu.


“apakah kau mau jalan-jalan sebentar ke pantai?” tanya Hyo Rin sambil sedikit gemetaran.


“Ah, mungkin tidak sekarang” sahut Ji Hwon biasa sambil berjalan lebih dulu meninggalkan Hyo-Rin.


Hyo-Rin dengan cepat menahan tangan Ji-Hwon yang akan pergi lebih dulu. Hyo-Rin mencengkram dengan kuat sebelah tangan Ji-Hwon dengan kedua tangannya. Dia menutup matanya kuat untuk menetralkan gugupnya.


“Temani aku sebentar” Hyo-Rin berucap dengan cepat sambil menundukkan kepalanya.


Tanpa membalas perkataan Hyo Rin, Ji-Hwon kemudian berbalik dan berjalan menuju pantai lebih dulu meninggalkan Hyo Rin yang tepat menyusulnya dari belakang.


Hyo-Rin masih setia mengekor dibelakang Ji-Hwon yang sudah berjalan tanpa mengucapkan apapun padanya. Keduanya masih sama-sama terdiam. Hyo-Rin kemudian menghentikkan langkahnya karena sudah merasa risih dengan keadaan mereka berdua saat ini.


“HEI! CHOI JI HWON..!!” Hyo-Rin akhirnya berteriak.

__ADS_1


Ji-Hwon langsung menghentikan langkahnya mendengar teriakkan Hyo-Rin. Sempat tertegun sejenak karena untuk pertama kalinya, akhirnya Hyo-Rin mau menyebut namanya.


“maukah kau berkenalan denganku lagi..? Aku ingin memulai semuanya denganmu di awali dengan perkenalan kita yang lebih baik,  kali ini tanpa aku harus mabuk-mabukan dulu" Hyo-Rin berucap sepelan mungkin karena merasa sangat malu saat ini.


“A-aku hanya ingin mengingat perkenalan kita dalam keadaan yang sadar, agar aku tidak merasa canggung untuk menyapamu lebih dulu.” cicit Hyo-Rin sambil menundukan kepalanya.


Ji Hwon langsung menoleh ke belakang,  melihat Hyo Rin yang sedang tertunduk malu. Hyo-Rin yang menyadari Ji-Hwon sedang menoleh padanya, perlahan mengangkat kepalanya dan menatap kearah Ji-Hwon sambil tersenyum manis kearah pria itu. Ji-Hwon berjalan dengan perlahan menghampiri Hyo-Rin yang masih memasang senyum manisnya.



Hyo-Rin dengan pelan mengulurkan tangannya kearah Ji-Hwon, begitu pria itu berdiri tepat didepannya.


“Hai.. Aku Kim Hyo Rin”." Sapa Hyo Rin sambil memperkenalkan dirinya.


"Maukah kau berkenalan dengan ku?" Lanjut Hyo Rin masih setia mengulurkan tangannya.


Ji-Hwon yang melihat itu langsung mengembangkan senyumnya, dengan segera dia membalas uluran tangan Hyo-Rin.


“Aku Choi Ji Hwon. Senang bisa mengenalmu." balas Ji-Hwon.


Setelah itu mereka melepaskan jabatan tangannya, dan kembali berjalan berdampingan, masih dengan senyuman yang tak luntur dari wajah keduanya. Tembok es yang biasanya berada diantara keduanya seolah mencair setelah kejadian tadi.


Ji-Hwon ingin memanfaakan momen langkah ini dengan Hyo-Rin sebaik mungkin, namun dia baru ingat kalau dia harus menyampaikan sesuatu pada Hyo-Rin. Ji-Hwon sebenarnya tidak ingin merusak momen yang ada dengan mengatakan ini pada Hyo-Rin, tapi dia tahu kalau dia harus segera mendiskusikan hal ini dengan Hyo-Rin.


“Besok lusa, sepertinya aku sudah harus kembali ke Korea.” ucap Ji-Hwon tiba-tiba.


Mendengar hal itu langkah Hyo Rin langsung terhenti. Hyo-Rin mencoba untuk bersikap biasa tapi sepertinya dia tidak pandai menyembunyikan perasaanya yang baru kembali tertatah semenjak kehadiran Ji-Hwon disisinya.


Tak mampu menyampaikan pendapatnya, Hyo Rin memilih diam dan hanya tersenyum sambil


menganggukan kepalanya ke arah Ji Hwon.

__ADS_1


Ji-Hwon tahu bahwa Hyo-Rin merasa sedih mendengar pernyataannya tadi, dia juga sebenarnya tak rela jika harus meninggalkan Hyo-Rin sendri disini sementara kondisi saat ini masih terus memanas. Terlebih lagi Ji-Hwon merasa seperti ada sesuatu berharga yang hilang dari hidupnya saat membayangkan tak akan bertemu dengan Hyo-Rin lagi.


__ADS_2