
Keluarganya tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada waktu itu, karena semuanya terasa seakan mendadak. Namun satu hal yang dapat mereka pastikan, Hyo Rin pasti sudah menerima lamaran Ji- Hwon. Dan hal itu sudah cukup bagi mereka.
Hyo Rin berjalan mendekati kedua orang tua Ji Hwon, dan langsung di peluk oleh ayah Ji Hwon dan ibunya yang sudah meneteskan air matanya.
"Terima kasih nak" tambah neneknya yang juga gantian memeluk Hyo Rin.
Suasana dirumah Ji-Hwon mendadak menjadi sangat heboh, karena mereka mulai sibuk membicarakan acara pernikahan Ji-Hwon nanti.
Hyo Rin yang saat itu sudah lelah bermain kejar-kejaran dengan Ye Jun dan Nari, kemudian mengambil kue yang tadi diberikannya pada Ji Hwon. Baru saja akan memakan kue itu, Ji-Hwon langsung merampas kembali kue itu.
"Hei, kue ini milikku. Kau sendiri yang memberikan kue ini tadi" kata Ji-Hwon yang sudah berhasil merebut kembali kue itu dari tangan Hyo Rin.
"Bukankah tadi kau tidak mau memakannya? Katamu tadi kan kau bukan anak kecil lagi" balas Hyo-Rin sambil tersenyum mengejek.
"Pokoknya ini milikku! Nanti aku akan menggantikannya untukmu." Kata Ji-Hwon lagi dengan kesal, membuat Hyo-Rin terbahak.
.
.
.
Waktu terus berjalan, hingga tak disadari, hari pernikahan Hyo Rin dan Ji Hwon tinggal menghitung jam saja. Dan saat ini, mereka memutuskan akan mengadakan acara makan malam terakhir sebelum Ji Hwon dan Hyo Rin akan pindah kerumah Ji Hwon besok, karena besok mereka sudah akan menikah.
Ketika Ji Hwon dan Hyo Rin memasuki ruang makan, mereka dikejutkan dengan kedatangan keluarga Hyo Rin yang saat ini sudah duduk di meja makan.
"Eommaaa.... Appaaa" Hyo Rin segera berlari memeluk ayah dan ibunya, dan juga kedua adik perempuannya. Mereka saling berpelukan sambil menangis menyalurkan kerinduan, namun berbeda dengan Ha Jun, adik laki-laki Hyo-Rin, yang masih duduk santai sambil memainkan game diponselnya bersama dengan Do Hyun adik lelakinya Ji Hwon.
Rasa haru, tangis, dan bahagia juga bisa dirasakan oleh Ji-Hwon dan keluarganya yang melihat Hyo Rin menangis bersama keluarganya. Ji Hwon kemudian berjalan menghampiri mereka dan ikut memeluk mereka, seolah dia sudah menjadi bagian dari keluarga Hyo Rin juga.
"eomma, appa.. Jangan bersedih lagi di hari yang berbahagia ini. Kali ini aku benar-benar akan menjaga Hyo Rin agar kalian semua tidak perlu cemas meninggalkannya disini bersamaku." kata Ji Hwon yang disambut pelukan dari ibu Hyo Rin.
__ADS_1
"terima kasih nak. Kami berharap kehidupan pernikahan kalian kelak akan selalu bahagia" Kata ayah Hyo Rin tulus.
"Terima kasih, kalian semua sudah membawa keluargaku kemari, sehingga mereka bisa mendampingiku dipernikahanku besok." kata Hyo Rin kepada keluarga Ji Hwon, sambil meneteskan air matanya.
Ji-Hwon yang melihat Hyo Rin yang menampilkan ekspresi sedih, mengusap pelan puncak kepala Hyo Rin.
"Dasar kau ini. Tidak bisakah kau berbahagia saja untuk malam ini" kata Ji Hwon sambil tersenyum kepada Hyo Rin.
Semua orang yang melihat apa yang dilakukan oleh Ji Hwon, juga ikut tersenyum bahagia.
***
Hari yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kini Ji Hwon sudah berdiri di depan Altar Gereja sambil menunggu mempelainya datang memasuki Altar bersamanya.
Ji Hwon tersenyum bahagia saat melihat Hyo Rin dengan balutan gaun putih yang berkilauan sedang berjalan ke arahnya sambil memegang tangan ayahnya. Mereka berhenti tepat di depan Ji Hwon. Ayah Hyo Rin melepaskan genggaman tangan Hyo Rin darinya, dan memindahkannya ke genggaman Ji Hwon.
"Pasti" balas Ji Hwon mantap.
Suasana haru meliputi semua orang yang berada di ruangan itu, saat Ji Hwon dan Hyo Rin selesai mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Kini keduanya telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Setelah pemberkatan nikah berlangsung di Gereja, mereka kemudian segera pergi ke suatu gedung tempat dilaksanakan resepsi pernikahan mereka yang hanya dihadiri oleh keluarga dekat kedua mempelai.
"Dipersilahkan kepada mempelai pria untuk mencium mempelai wanita" kata pembawa acara dipesta itu.
Ji Hwon kemudian membuka dengan perlahan tudung yang dipakai Hyo Rin. Ji Hwon mencium kening Hyo Rin cukup lama. Hanya di kening, karena dia masih canggung untuk melakukan yang lebih.
Setelah mencium Hyo Rin, semua yang berada diruangan itu dengan kompak bertepuk tangan, dan ada beberapa yang bersiul menggoda kepada kedua mempelai itu.
Keesokan harinya, setelah mereka bangun dari tidurnya, Ji Hwon dan Hyo Rin mulai bersiap-siap untuk pindah ke rumah pribadi milik Ji Hwon.
__ADS_1
"Kami pamit pergi dulu" kata Ji Hwon dan Hyo Rin, kepada seluruh keluarga mereka.
"Iya, sering-seringlah berkunjung kemari" kata ibu Ji Hwon.
"Pasti eomma" jawab Hyo Rin yang kini sudah merubah panggilannya kepada ibu Ji Hwon.
Mereka semua mengantar Ji Hwon dan Hyo Rin sampai ke depan gerbang. Mereka merasa sangat senang, karena akhirnya Ji Hwon sudah memiliki keluarga sendiri. Walaupun jauh didalam lubuk hati mereka, mereka merasa sedih karena sudah terbiasa dengan keberadaan Hyo Rin disini.
Semua keluarga saling bergantian memeluk Hyo Rin dan Ji Hwon. Namun berbeda dengan Nari dan Ye Jun yang sedari tadi hanya diam sambil memasang muka kesal, karena tidak setuju Hyo Rin yang akan meninggalkan mereka.
"Uncle Piggy jahat! Kenapa uncle ingin membawa Imo pergi?!. Pokoknya kami harus ikut dengan kalian" kata kedua anak itu dengan memasang ekspresi galak.
"hahahaha, uncle tidak akan membawa imo pergi kok, uncle hanya pinjam sebentar imo nya yah nanti imo juga bisa main-main ke sini untuk menemani Nari dan Ye Jun" ungkap Ji Hwon berusaha memberi pengertian kepada kedua ponakannya itu. Yang disambut tawa keluarga mereka melihat kejadian itu.
Namun ketika Ji Hwon dan Hyo Rin akan segera masuk ke dalam mobil, sontak saja tangisan Nari, dan Ye Jun pecah, tangis mereka begitu kencang sampai tidak bisa dikendalikan.
"Ji Hwon, bisakah kita membawa Ye Jun dan Nari untuk ikut bersama kita? Aku tidak tega melihat mereka yang menangis seperti itu" kata Hyo Rin meminta ijin.
"HAH?! OH MY GOD" Ji Hwon memekik terkejut. Sambil memegang kepalanya Ji Hwon kemudian memberi kode kepada kakaknya agar secepatnya mengatasi hal itu.
Kakak Ji Hwon segera menangkap kode yang diberikan sang adik, yang sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk berdua dengan Sang isteri.
"Ye Jun, Nari. Sudah jangan menangis lagi. Jika kalian masih menangis, eomma tidak akan mengijinkan Imo datang ke sini lagi" kata kakak Ji Hwon setengah mengancam.
Ye Jun dan Nari segera menghentikan tangisannya mendengar ancaman dari ibu mereka. kakak Ji Hwon kemudian mengedipkan sebelah matanya kearah Ji Hwon seolah mengatakan, "Misi Selesai."
Ji hwon kemudian balas mengedipkan matanya dan Mengangkat jempolnya dibelakang punggung Hyo Rin.
"mau bagaimana lagi, sepertinya Nunna tidak mengijinkan mereka untuk kita bawa kali ini." Ucap Ji Hwon sambil memasang ekspresi pura-pura sedih padahal dalam hatinya bersorak kegirangan.
"Ya sudah, setidaknya mereka sudah berhenti menangis" kata Hyo Rin.
__ADS_1