
"Tidak bisakah kau ikut denganku ke Korea? Karena sudah terlanjur seperti ini bagaimana kalau kita SAH kan saja hubungan kita seperti berita yang beredar?" Ji-Hwon tiba-tiba saja berkata pada Hyo-Rin, membuat wanita itu langsung terkejut, namun tak mengatakan apa-apa.
"T-Tentu saja aku tidak mengatakan bahwa kita harus menjalani kehidupan pernikahan kita seperti orang-orang pada umumnya."
Lanjut Ji Hwo sedikit terbatah-batah saat menyampaikan maksudnya kepada Hyo Rin.
Ji-Hwon menarik nafasnya kemudian kembali menghembuskannya sambil berusaha menenangkan deberan kencang dijantungnya, agar dia bisa menjelaskan dengan baik kepada Hyo-Rin. Setelah merasa sedikit tenang, Ji-Hwon lalu memegang pundak Hyo-Rin lalu menatap serius kearah Hyo-Rin, membuat wanita itu menegang karena perlakuan Ji-Hwon.
"Hyo Rin dengarkan aku baik-baik. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Begitu juga dengan perkataanku waktu itu kepadamu. Aku benar-benar ingin serius saat aku mengatakan ingin mengenalmu lebih jauh. Apalagi semenjak awal pertemuan kita, aku menjadi semakin penasaran dan aku ingin kita bersama untuk waktu yang lama agar kita bisa lebih saling mengenal" kata Ji-Hwon sambil menatap serius kearah Hyo-Rin.
"Seperti yang aku katakan, Aku ingin menikah denganmu ketika kita sudah benar-benar saling mengenal satu sama lain. Namun saat ini kita sudah kehabisan waktu jika masih harus saling mengenal terlebih dahulu, karena aku harus segera kembali ke Korea. Dan mungkin ketika aku pergi, kita tidak akan bisa bertemu untuk waktu yang lama, dan kau tau bukan kalau aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini. Aku terlalu takut jika kau sendiri" kata Ji-Hwon lagi.
Ji-Hwon mengacak rambutnya frustasi saat menyadari bahwa perkataannya sedari tadi berbelit-belit. Dia pun mencoba untuk kembali menjelaskan pada Hyo-Rin mengenai apa yang dia inginkan saat ini.
"Yang ingin aku katakan adalah, bagaimana kalau kita menikah saja saat ini. Aku tidak akan memaksamu untuk benar-benar menjalani kehidupan pernikahan sesungguhnya denganku. Hanya saja kita perlu mengesahkan hubungan kita, agar kau bisa ikut bersama dengan ku kembali ke Korea. Aku berjanji dalam pernikahan kita nanti, aku tidak akan menuntut apa-apa kepadamu. Kita hanya akan belajar untuk saling mengenal satu sama lain. Dan hanya akan benar-benar memulai hidup sebagai sepasang suami istri jika kita berdua sudah benar-benar yakin dan siap." Lanjut Ji-Hwon.
Hyo-Rin menatap Ji-Hwon dengan pandangan yang sulit diartikan. Jujur saat ini dia masih belum bisa berpikir jernih karena rasa terkejutnya belum benar-benar hilang. Bagaimana tidak terkejut, seorang CHOI JI HWON, aktor yang sangat digemarinya, bahkan bukan hanya dirinya melainkan oleh hampir seluruh dunia, kini mengajaknya menikah. Catat baik-baik MENIKAH!.
"Tapi aku tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan hal ini. Aku tidak ingin saat kita menikah nanti kita hanya akan memberi luka satu sama lain." Hyo-Rin berucap setelah terdiam beberapa saat.
"Aku tahu, seperti yang aku katakan tadi, aku tidak akan menuntut lebih pada mu. Kita hanya akan memulai pernikahan kita dengan belajar saling mengenal satu sama lain." kata Ji Hwon berusaha menepis pikiran negatif yang ada pada otak Hyo-Rin.
"Tapi ada begitu banyak hal yang tidak kamu ketahui tentangku, dan aku tidak ingin menutupi apapun saat kita sudah menikah nanti." Ucap Hyo-Rin lagi.
"Aku takut... Aku takut semua yang berhubungan denganku nanti akan mempengaruhi kehidupan dan karir mu kelak." lanjut Hyo-Rin dengan pelan karena tak bisa menutupi rasa takutnya.
"Aku mengerti, kau bisa menceritakan semua tentang dirimu saat ini, sebelum kita ke Korea. Dan soal ketakutanmu tadi, aku janji tidak akan pernah merasa terbebani dengan apa yang akan terjadi nanti saat kita sudah menikah. Aku berjanji akan menerima apapun itu, sekalipun karirku harus menurun." kata Ji-Hwon pada Hyo-Rin.
Hyo-Rin menatap tepat kearah mata Ji-Hwon, mencoba mencari kebohongan dimata pria itu, namun hasilnya nihil. Yang terpancar dimata Ji-Hwon hanyalah kejujuran dan juga ketulusan.
__ADS_1
Perlahan-lahan Hyo Rin berusaha menceritakannya satu per satu kepada Ji Hwon soal hubungannya dengan Hyun Jin yang berakhir karena ia tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya dan keluarganya. Dia mengatakan itu pada Ji-Hwon karena dia takut ketika nanti dia benar-benar menikah dengan Ji Hwon, tuntutan yang sama juga akan di berikan kepadanya. Baik dari Ji Hwon sendiri maupun dari keluarga pria itu.
Mendengar hal itu, nampaknya tidak membuat Ji-Hwon terkejut sama sekali, karena kedua orang tua Hyo Rin sempat memberi tahunya soal kondisi Hyo Rin. Ji hwon berusaha kembali menenangkan Hyo Rin
"Kau tidak perlu khawatir soal itu Hyo-Rin, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu hanya karena hal ini. Kita sama-sama akan memulai dari awal secara pelan-pelan, aku tidak akan memaksakan mu memberi lebih padaku." Kata Ji-Hwon mencoba menghilangkan rasa takut dalam diri Hyo-Rin.
Hyo Rin terdiam sejenak, lalu dia kembali bertanya, kali ini soal keluarga Ji-Hwon.
"bagaimana dengan keluargamu? Aku juga tidak mau menyembunyikannya dari mereka."kata Hyo-Rin.
Mendengar hal itu Ji Hwon berusaha menahan tawanya.
"kalau soal mereka, kau tak usah terlalu memikirkannya. Yang mereka cari itu bukan cucu, tetapi pendamping anaknya saja. Patung pun kalo bisa kunikahi, pasti akan diizinkan oleh mereka. Yang terpenting adalah anaknya tidak melajang seumur hidup." Kata Ji-Hwon sambil tertawa mengingat keluarganya.
Namun hal itu sama sekali tidak membuat Hyo-Rin merasa tenang. Dia berpikir mungkin Ji-Hwon bercanda saat menjelaskan mengenai keluarganya. Ji-Hwon yang mengetahui itu, akhirnya kembali berkata.
"Yah sudah aku akan menelepon mereka sekarang, biar kamu tenang." kata Ji-Hwon sambil mengambil ponsek yang ada di sakunya.
Setelah mengambil ponselnya, Ji-Hwon pun mencoba menghubungi keluarganya yang ada di Korea. Ji-Hwon menelepon ibunya sambil memasang loudspeaker agar Hyo-Rin bisa mendengarkan percakapan antara Ji-Hwon dan ibunya.
"JANGAN BERANI PULANG SEBELUM KAMU MEMBAWA PEREMPUAN ITU BERSAMA DENGAN MU KE SINI..!!" Ibu, ayah, nenek, dan kakak Ji-Hwon kompak meneriakkan kata-kata itu pada Ji-Hwon, lalu mematikan teleponnya sepihak.
Ji Hwon melihat kearah Hyo Rin, lalu kembali menyeringai kearah ponselnya, seakan-akan berkata, 'lihat sendiri kan mereka seperti apa kalau berbicara soal pasanganku'
Hyo-Rin lalu tertawa karena mendengar perkataan keluarga Ji-Hwon tadi, Ji-Hwon pun ikut tertawa karena hal itu.
"Ayo, saat ini kita harus berangkat ke Bali dan bertemu dengan keluarga mu. Aku akan berbicara langsung dengan mereka. Kita tidak memiliki banyak waktu lagi, karena besoknya kita harus segera berangkat ke Korea." Ajak Ji-Hwon pada Hyo-Rin.
Mendengar hal itu Hyo Rin menjadi kembali khawatir. Dia bingung harus menjelaskan seperti apa ke keluarganya, dia tidak ingin hal ini membuat keluarganya khawatir. Sadar akan kecemasan Hyo Rin, Ji Hwon mengusap-usap kepalanya
"Sudah jangan khawatir, kamu cukup percaya saja kepadaku. Aku akan melakukan yang terbaik agar kamu bisa ikut denganku besok" kata Ji-Hwon dengan lembut.
__ADS_1
Ji-Hwon dan Hyo-Rin pun segera kembali kevilla yang mereka sewa untuk merapikan pakaiannya, dan setelah itu terbang ke bali menggunakan jet pribadi milik Ji-Hwon.
Beberapa jam kemudian pesawat yang ditumpangi oleh Ji-Hwon dan Hyo-Rin berhasil mendarat dengan aman di Bali. Dengan segera mereka bergegas pergi ke rumah orang tua Hyo Rin.
Ayah dan ibu Hyo-Rin yang melihat kedatangan Hyo-Rin dan Ji Hwon merasa sangat terkejut. Kedua orang tua Hyo Rin sangat khawatir akan kedatangan mereka yang begitu tiba-tiba.
Kini Ji-Hwon, Hyo-Rin, beserta ayah dan ibunya sudah duduk manis diruang tamu menunggu penjelasan dari kedua orang itu perihal kedatangan mereka yang tiba-tiba.
"Sebenarnya kenapa kalian bisa tiba-tiba disini?" Tanya ayah Hyo-Rin membuka pembicaraan.
Ji-Hwon memegang tangan Hyo-Rin yang sudah bergetar gugup. Ji-Hwon sebenarnya sama gugupnya dengan Hyo-Rin, namun dia berusaha untuk mengendalikannya. Ji-Hwon menarik nafas sejenak untuk menghilangkan kegugupannya.
"Begini Mr.Kim, sebenarnya tujuan saya datang kesini, ingin meminta restu kepada anda dan istri anda untuk menikahi putri kalian. Karena saya harus segera berangkat ke Korea besok, saya rasa kalau saya harus secepatnya meresmikan hubungan saya dengan putri kalian. Saya juga tidak bisa meninggalkan Hyo-Rin sendiri di Indonesia, itulah sebabnya saya juga ingin membawa Hyo-Rin untuk ikut dengan saya ke Korea" kata Ji-Hwon mencoba menjelaskan maksud kedatangannya.
Mendengar hal itu keluarga Hyo Rin tentu saja merasa sangat kaget sekali. Mereka kemudian bertanya kepada Hyo Rin mengenai pendapatnya.
"Semua keputusan berada ditangan Hyo-Rin. Apapun keputusannya saya dan istri saya akan mengizinkan. Bagaimana nak?" Tanya ayah Hyo-Rin kepada putri tertuanya ini.
"Sejujurnya Hyo-Rin juga merasa belum siap, tapi semua ini terjadi begitu saja, jadi Hyo-Rin memutuskan untuk menyetujui ajakkan Ji-Hwon" jawab Hyo-Rin.
Kedua orang tua Hyo Rin pun sebernarnya senang akan tindakan Ji Hwon yang berani dan bertanggung jawab. Mereka juga melihat Ji Hwon sepertinya adalah orang yang baik untuk anak mereka. Namun mereka tetap saja masih takut kalau anaknya mungkin akan terluka lagi oleh suatu hubungan pernikahan . tapi saat mendengar jawaban dari Hyo-Rin tadi, mereka akhirnya menyetujui lamaran Ji-Hwon. Mereka hanya bisa berharap anaknya akan bisa bahagia dengan pernikahannya kali ini.
"Baiklah nak, jika itu sudah menjadi keputusanmu, kami akan mengizinkanmu untuk menikah dengan Ji-Hwon." Kata ayahnya sambil mengusap kepala Hyo-Rin.
"Dan untukmu Ji-Hwon, saya harap kau bisa menghargai putri saya dan menjaga putri saya ini dengan baik. Jangan pernah membuat dia sedih atau bahkan menangis." Pesan ayah Hyo-Rin.
"Pasti. Saya tidak akan membiarkan air mata menetes dari mata Hyo-Rin kecuali air mata kebahagian" kata Ji-Hwon dengan tegas, membuat ayah Hyo-Rin tersenyum.
Ibu Hyo-Rin lantas langsung memeluk putrinya ini dengan erat sambil menangis dipelukkan Hyo-Rin, begitu juga dengan Hyo-Rin yang ikut menangis. Ayah Hyo-Rin yang melihat itu tersenyum sambil berusaha menahan air mata yang juga akan menetes dari matanya.
Ji-Hwon merasa senang karena orang tua Hyo-Rin sudah mengizinkan dia untuk menikahi Hyo-Rin. Dia pun lalu memegang tangan kedua orangtua Hyo-Rin.
__ADS_1
"Terimakasih Mr.Kim dan Mrs.Kim. saya berjanji akan selalu menjaga putri kalian" ucap Ji-Hwon tulus yang dibalas anggukan oleh kedua orangtua Hyo-Rin.
Setelah itu, Hyo-Rin dan Ji-Hwon disuruh beristirahat karena mereka besok harus berangkat ke Korea pagi-pagi sekali.