Accidental Of Love

Accidental Of Love
Flower


__ADS_3

Flashback...


Beberapa waktu terakhir ini Ji Hwon menjadi sering mengikuti berita-berita yang ada di internet terkait dengan Hyo Rin. Wanita yang bahkan sama sekali mengacuhkan dirinya setelah membuat dunia gempar dengan video yang dikirimnya.


Dan karena sikap Hyo Rin yang mengacuhkannya Ji Hwon menjadi merasa sedikit kecewa dan juga penasaran, karena sebelumnya tidak pernah ada orang yang mengabaikan dirinya. Hanya Hyo Rin lah satu-satunya orang yang berani melakukan hal seperti ini pada seorang Choi Ji Hwon.


Alih-alih mendapatkan informasi yang dia inginkan di internet, Ji Hwon justru menemukan fakta bahwa semenjak kejadian itu, kehidpan Hyo Rin menjadi lebih berantakan.



Komentar-komentar pedas yang ditulis oleh penggemarnya untuk Hyo-Rin membuat Ji-Hwon merasa bertanggung jawab. Ji-Hwon merasa bahwa semua yang terjadi pada Hyo-Rin adalah karena ulahnya yang membalas komentar yang diposting oleh Hyo-Rin. Jika saja Ji-Hwon tidak melakukan itu, pasti saat ini kehidupan Hyo-Rin tidak akan menjadi seperti ini. Sempat terlintas dibenak Ji-Hwon, bahwa mungkin karena inilah Hyo-Rin jadi tidak membalas komentar Ji-Hwon.


Dan karena itulah Ji-Hwon memutuskan bahwa dia dan manajernya harus segera pergi ke Indonesia dan bertemu secara langsung dengan Hyo-Rin.


"Hyung, kita harus segera pergi ke Indonesia" ucap Ji-Hwon pada manajernya.


"Memangnya mengapa kau jadi terburu-buru?" tanya Manajer Ji-Hwon.


"Aku tidak tahan melihat komentar-komentar pedas yang ditulis penggemarku pada Hyo-Rin. Wanita itu pasti merasa sangat tertekan sekarang" kata Ji-Hwon sambil membayangkan apa yang dialami Hyo-Rin saat ini.


"Baiklah kita akan berangkat hari ini juga. Aku akan menelpon petugas untuk menyiapkan jet pribadimu" putus manajer Ji-Hwon.


Ji-Hwon mengangguk mendengar perkataan manajernya itu. Ji-Hwon menatap layar ponselnya yang menunjukkan foto Hyo-Rin.


"Sampai jumpa nanti malam... Kim Hyo Rin" gumam Ji-Hwon.



Setelah menyiapkan semua keperluan keberangkatannya, Ji-Hwon dan manajernya langsung menaiki jet pribadi miliknya untuk terbang ke Indonesia.


Begitu mereka sampai, Ji-Hwon langsung menyewa sebuah mobil, dan dengan bantuan GPS, Ji-Hwon dan manajernya berangkat ketempat tinggal Hyo-Rin.


Saat akan sampai dirumah Hyo-Rin, Ji-Hwon menghentikan mobilnya, karena melihat banyak orang yang berkumpul didepan sebuah supermarket. Ji-Hwon memicingkan matanya untuk melihat siapa orang yang tengah dikelilingi oleh banyak orang itu. Dan ternyata orang itu adalah Kim Hyo Rin. Wanita yang terus mengusik pikirannya akhir-akhir ini.

__ADS_1


Awalnya Ji-Hwon hanya mengamati apa yang akan orang-orang itu lakukan pada Hyo-Rin. Dia tidak ingin menemui Hyo-Rin secara langsung didepan banyak orang seperti ini. Karena Ji-Hwon tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang nantinya mungkin akan membuat Hyo-Rin semakin tersiksa oleh penggemar pria itu.


Ji Hwon awalnya tidak ingin membuat kedatangannya ke Indonesia secara tiba-tiba menjadi heboh lagi di publik karena dia tidak ingin kehidupan Hyo Rin terganggu lagi karena tindakannya yang gegabah.


Namun semakin lama Ji-Hwon hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan dari dalam mobil, justru membuat Ji-Hwon semakin tak tahan. Disana dia melihat orang-orang itu sedang melempari Hyo-Rin dengan telur, bebatuan kecil, tepung, dan masih banyak lagi. Ji-Hwon juga melihat ekspresi sakit dan tersiksa dari wajah Hyo-Rin.



Tak bisa lagi menunggu, Ji-Hwon akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan menghampiri Hyo-Rin.


"Hei! Choi Ji Hwon! Kau mau kemana?! Tetaplah disini" ucap manajer Ji-Hwon terkejut karena melihat Ji-Hwon yang akan keluar dari dalam mobil.


Mengabaikan kata-kata manajernya, Ji-Hwon tetap berjalan menghampir Hyo-Rin. Begitu dia sampai, Ji-Hwon langsung menerobos kerumunan itu, dan langsung memeluk Hyo-Rin untuk melindungi wanita itu dari serangan orang-orang.


Orang-orang yang mengelilingi Hyo-Rin sangat terkejut begitu melihat Ji-Hwon yang berada disini dan melindungi Hyo-Rin. Namun bukannya membuat mereka tenang, hal ini justru semakin membuat mereka semua emosi, karena melihat keseriusan Ji-Hwon pada Hyo-Rin.


Ji-Hwon yang merasakan tubuh Hyo-Rin semakin melemah sontak semakin mengeratkan pelukannya pada Hyo-Rin. Dan benar saja beberapa detik setelah itu Hyo-Rin jatuh pingsan. Ji-Hwon yang menyadari itu, langsung menggendong tubuh Hyo-Rin (ala bridal style), lalu menerobos orang-orang yang ada untuk membawa Hyo-Rin kerumah sakit. Untung saja saat ini sudah ada polisi dan petugas keamanan yang datang, sehingga memudahkan Ji-Hwon untuk melewati orang-orang yang mengelilinginya tadi.


Ibarat kesialan yang mendatangkan berkat, saat ini siapa yang menyangka bahwa dalam kondisi Hyo Rin seperti sekarang ada yang menemaninya melewati kesusahan yang selalu datang silih berganti. Selama ini Hyo-Rin selalu di “paksa” berjuang sendiri dalam melewati setiap masalah yang datang dalam hidupnya.


Sedari tadi Ji Hwon tidak pernah meninggalkan Hyo Rin sendiri di kamar rumah sakit. Karena Ji-Hwon takut apabila dia meninggalkan Hyo-Rin sendiri, para penggemarnya beserta reporter-reporter yang sedang menunggu di depan Rumah sakit akan datang menemui Hyo Rin lagi.


Bahkan kini di depan ruang rawat Hyo Rin pun, Ji Hwon sudah menempatkan beberapa pengawal terbaiknya untuk membantu menjaga mereka di depan pintu kamar. Karena Ji-Hwon tahu betul bahwa masih banyak orang yang berlalu lalang di depan kamar tempat Hyo-Rin dirawat sambil mengintai-ngintai ingin melihat keadaan Hyo-Rin juga dirinya.


Sambil menunggu Hyo Rin sadar dari pingsannya, Ji Hwon menelepon agensi nya untuk memberi kabar tentang keadaannya saat ini. Namun ketika Ji-Hwon sedang menelepon, Hyo Rin tiba-tiba bergerak dan mengerjapkan matanya secara perlahan. Hyo-Rin merasakan rasa yang teramat sakit di sekujur tubuhnya karena serangan-serangan dari para penggemar Ji-Hwon yang melemparinya dengan batu, Hyo Rin berusaha bangun sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


Melihat hal itu Ji Hwon langsung mengakhiri panggilannya dengan agensinya dan segera bergegas berlari ke arah Hyo Rin dan mencoba membantu Hyo Rin yang berusaha bangun untuk duduk.


Hyo rin yang merasakan ada orang yang membantunya menundukan badan dan kepalanya ke arah Ji Hwon namun tanpa menatap wajah Ji-Hwon. lalu Hyo-Rin pun mengucapkan terima kasih atas bantuan Ji Hwon.


Kali ini dia berusaha berdiri untuk ke kamar mandi dan Ji Hwon pun lalu membantunya untuk berjalan. Namun sepertinya hal itu tidak membuat Hyo Rin nyaman, sehingga dia mencoba untuk melepaskan tangan Ji Hwon yang mencoba untuk menopangnya.


"Aku tidak apa-apa.” kata Hyo-Rin.

__ADS_1


Dan Hyo-Rin pun mencoba untuk berjalan sendiri kearah kamar mandi dengan langkah yang tertatih-tatih. Ji-Hwon pun hanya membiarkan saja karena itu yang membuat Hyo Rin nyaman.


Setelah berada tepat di depan pintu kamar mandi Hyo Rin seakan tersentak dan mulai melihat sekelilingnya. Mungkin tadi Hyo-Rin masih dibawah pengaruh obat-obatan sehingga dia baru menyadari bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit sekarang.


Dengan perlahan Hyo-Rin menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang membantunya tadi. Hyo-Rin memicingkan matanya untuk melihat dan mengingat wajah pria didepannya ini.


Ji-Hwon bingung melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Hyo-Rin. Ji-Hwon memiringkan kepalanya kesamping mencoba mengetahui apa yang terjadi pada wanita didepannya ini. Pandangan mereka tiba-tiba saja bertemu. Mereka berdua sama-sama terdiam sambil terus menatap secara lekat.


Setelah beberapa saat mata Hyo-Rin membulat ketika menyadari siapa pria itu.


"CHOI- CHOI JI HWON?!" Teriak Hyo-Rin.


Hyo-Rin mengucek matanya sendiri seraya menggelengkan kepalanya dengan kuat. Mencoba meyakinkan dirinya bahwa pria yang berdiri didepannya saat ini bukan Choi Ji Hwon.


"Tidak. Tidak mungkin ini Choi Ji Hwon. Kau pasti berhalusinasi karena masalahmu akhir-akhir ini. Sadarlah Kim Hyo Rin!" Ucap Hyo Rin dalam hatinya.


Ji-Hwon yang melihat Hyo-Rin melakukan itu sontak saja menutup mulutnya sendiri sambil menahan tawanya yang ingin meledak sekarang. Menurutnya ekspresi yang ditunjukkan Hyo-Rin saat ini begitu menggemaskan.


Hyo-Rin kemudian kembali membuka matanya dan berusaha untuk mengenali lagi wajah pria itu. Namun berapa kalipun dilihat, wajah pria itu tetap sama persis dengan aktor yang sangat digemarinya itu.


"Iya aku Choi Ji Hwon. Jika itu yang kau pikirkan sedari tadi" ucap Ji-Hwon pada Hyo-Rin.


Hyo-Rin mengerjapkan matanya beberapa kali, tubuhnya tiba-tiba saja kembali lemas setelah mengetahui bahwa pria itu benar-benar Choi Ji Hwon. Hyo-Rin berpegangan pada tembok disampingnya untuk menopang beban tubuhnya saat ini.


Ji-Hwon yang melihat itu sontak saja berjalan kearah Hyo-Rin dan memegang tubuh Hyo-Rin.


"Kau tak apa?" Tanya Ji Hwon khawatir.


Ketika Hyo-Rin mencoba untuk menyeimbangkan kembali tubuhnya, pandangannya kembali bertemu. Mereka terdiam beberapa saat. Mereka tidak menyadari bahwa jantung mereka berdua sama-sama berdetak tidak beraturan.


"Hai... Kim Hyo Rin" Ji-Hwon berucap dengan kaku.


namun mendengar sapaan Ji Hwon justru membuat Hyo Rin mendorongnya dan segera bergegas kembali ke ranjangnya 😁

__ADS_1


Melihat tingkah Hyo Rin yang seperti itu membuat Ji Hwon tersenyum kecil. Ia pun bingung bagaimana memulai pembicaraan dengan Hyo Rin.


__ADS_2