Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 20


__ADS_3

Beberapa saat Ji Hwon berusaha untuk tidur, namun ternyata sepertinya JI Hwon yang lebih gelisah. Ia kemudian keluar ke kamarnya dan pergi ke perpustakaannya sebentar untuk membaca agar pikirannya menjadi tenang. Dua jam ia memaksa untuk membaca buku, namun tak kunjung juah sedikit pun ia mengerti dari buku yang ia baca. Akhirnya ia memutuskan untuk segera naik ke kamarnya dan kembali tidur.



Sesampai ia ke kamar, ia melihat Hyo Rin yang sudah berkeringat dingin dan terus mengigau tidak jelas dalam mimpinya. Sepertinya ia sedang merintih kesakitan. Ji Hwon kemudian langsung meraih tangan Hyo Rin, ia memegang erat tangan gadis itu, dan menaruh satu tangannya di jidat Hyo Rin, seraya memeriksa kondisi tubuh Hyo Rin. Ia merasa tubuh Hyo Rin begitu panas sekali.


Segera Ji Hwon ingin membawa Hyo Rin ke rumah sakit, namun sepertinya gadis itu berusaha mencegahnya agar tidak di bawa ke mana-mana.


"Tubuhmu sangat panas Hyo Rin. Ayo kita ke rumah sakit sekarang" ucap Ji Hwon panik, namun tangannya terus di tahan oleh Hyo Rin.


“baiklah Hyo Rin, aku tidak akan membawa mu ke mana-mana. Tapi kamu harus segera diobati.” ucap Ji Hwon. "Sebentar aku ke bawah", sambil ingin melepas tangannya dari genggaman Hyo Rin.


Baru saja Ji Hwon akan beranjak ke bawah untuk mengambil kompresan, Hyo Rin kembali menahan tangannya membuat Ji Hwon menghentikan langkahnya.


“Jangan tinggalkan aku lagi” gumam Hyo Rin sambil menangis kecil dalam ngigauannya.


Ji Hwon yang hendak pergi ke bawah untuk mengambil air kompresan, akhirnya mengurungkan niatnya sebentar. Ia kemudian memegang tangan Hyo Rin dan mengusap-usap tangan wanita itu, agar Hyo Rin bisa kembali tenang dan tertidur.


Beberapa saat kemudian Hyo Rin akhirnya kembali tertidur. Ji Hwon dengan perlahan berdiri, dan segera turun ke bawah untuk mengambil kompresan Hyo Rin. Ji Hwon mengambilnya dengan cepat karena tidak ingin meninggalkan Hyo Rin lama-lama.


Malam itu, Ji Hwon dengan setia menemani isterinya itu melewati masa-masa kelamnya lagi. Ia mengompres Hyo Rin berulang kali, dan terus mengukur suhu Hyo Rin sampai normal, kemudian ia tertidur di samping lantai tempat tidur Hyo Rin dan tak pernah melepaskan tangan Hyo Rin sedikitpun dari genggamannya.



***


Pagi harinya, Hyo Rin terbangun, dan melihat Ji Hwon yang sedang tertidur dilantai. Hyo Rin menarik tangannya yang sedang digenggam oleh Ji Hwon, sehingga pria itu terbangun.



"Kau sudah bangun? Bagaimana kondisimu?" Tanya Ji Hwon sambil membantu Hyo Rin bersandar di ranjang.

__ADS_1


"A-apa kau tidak tidur semalaman?" Bukannya menjawab, Hyo Rin balas bertanya dengan nada lemahnya, dia khawatir karena Ji Hwon yang tidur di lantai samping tempat tidurnya itu.


Ji Hwon hanya diam. Dia kemudian keluar dari kamar dan turun ke bawah. Hyo Rin yang melihat itu, ikut turun, dia ingin membuat sarapan untuk Ji Hwon. Saat Hyo Rin turun, dia melihat Ji Hwon yang ternyata sudah menyiapkan sarapannya.


"Kau sarapanlah dulu" kata Ji Hwon, saat Hyo Rin berada di depannya.


"Aku belum lapar. Perutku masih berasa tidak enak" balas Hyo Rin.


"Ayolah, kau harus mengisi perutmu walau sedikit. Kalau kau tidak makan, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang" ancam Ji Hwon.


Mendengar ancaman Ji Hwon, Hyo Rin akhirnya memakan makanan itu dengan susah payah. Melihat itu, Ji Hwon langsung mengambil alih sendok yang dipegang Hyo Rin, dan menyuapi wanita itu.


"Maafkan aku, karena kondisiku sekarang, kau harus menjagaku sampai tidak tidur semalaman" kata Hyo Rin menyesal.


"Jangan terlalu sering memikirkan kondisi orang lain, Hyo Rin. Kau juga harus memikirkan dirimu sendiri. Aku tidak ingin kau sakit seperti ini lagi" kata Ji Hwon dengan ekspresi serius, Hyo Rin hanya menundukkan kepalanya.


"Sekarang kau istirahatlah. Biar aku yang membersihkan ini semua" kata Ji Hwon, saat sudah selesai menyuapi Hyo Rin.


Hyo Rin mengangguk patuh, dan kemudian kembali ke kamarnya. Ji Hwon yang sudah selesai membersihkan bekas makanan mereka, langsung bergegas ke atas untuk melihat kondisi Hyo Rin lagi.



"Hyung, tolong kau batalkan seluruh jadwalku hari ini. Aku benar-benar tidak ingin diganggu saat ini. Jadi tolong suruh juga agar tidak ada yang menghubungiku hari ini" ucap Ji Hwon pada manajernya, lalu memutuskan panggilannya sepihak.


Ji Hwon kemudian menghampiri Hyo Rin, yang sepertinya masih belum menyadari kedatangannya dari tadi.


"Apa kau ada kegiatan hari ini?" Tanya Ji Hwon saat dia sudah berada disamping Hyo Rin, membuat Hyo Rin  tersentak kaget.


"Hmm tidak ada. Aku juga belum mulai menulis kembali hari ini. Kalaupun dipaksakan menulis, hasilnya pasti tidak akan bagus." Jawab Hyo Rin.


"Baguslah kalau begitu. Bagaimana kalau kita jalan-jalan hari ini?" Ajak Ji Hwon.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin jalan-jalan. Aku hanya ingin di rumah saja seharian ini. Lagipula, bukankah hari ini jadwalmu penuh?" Kata Hyo Rin, membuat Ji Hwon gelagapan.


"A-aaku? Tidak juga. Tadi Hyung mengatakan kalau semua jadwalku hari ini ditunda" jawab Ji Hwon gugup.


"Tadinya aku ingin mengajakmu jalan-jalan, karena Ye Jun dan Nari mengajakku untuk menemani mereka bermain. Tapi kalau kau tak bisa, aku bisa pergi sendiri" Sambung Ji Hwon, kali ini memanfaatkan nama kedua keponakannya.


"Ye Jun dan Nari? Aku akan ikut kalau begitu. Sebentar aku siap-siap dulu" kata Hyo Rin berubah antusias.


Dengan cepat, Hyo Rin mengambil pakaian di lemari, dan berjalan memasuki kamar mandi untuk bersiap-siap pergi.


"Ternyata diwaktu-waktu seperti ini, nama mereka bisa berguna juga ya" gumam Ji Hwon sambil tersenyum, namun disisi lain juga khawatir, karena takut kedua keponakannya itu, akan memonopoli istrinya.


Setelah selesai bersiap-siap, keduanya menaiki mobil, untuk menjemput Ye Jun dan Nari di rumah keluarga besar Ji Hwon. Kedatangan mereka, membuat sebagian anggota keluarga terkejut.


"Ji Hwon? Hyo Rin? Ada apa kalian datang kesini nak?" Tanya ibu Ji Hwon terkejut.


"Kami ingin menjemput Ye Jun dan Nari, eomma" jawab Ji Hwon.


"Wah, tumben sekali kau mau mengajak mereka jalan-jalan. Bukannya kau selalu melarang mereka, karena mengganggumu?" Tanya neneknya penasaran


"Ahh halmeonni, tadi itu Nunna menyuruhku untuk menjemput mereka berdua karena katanya tidak ada yang menjaga kedua anak itu" ucap Ji Hwon, sambil mengedipkan sebelah matanya pada kakaknya seolah memberi kode.


"Ya ya ya, memang aku yang MENYURUHMU datang pagi-pagi begini kan" kata kakak Ji Hwon menekankan kata MENYURUHMU, sambil memutar bola matanya malas. Dia mengerti kode yang diberikan adiknya ini.


"Kalian dengar sendiri kan? Nunna sendiri yang menyuruhku. Sebagai adik yang berbakti, aku juga harus membantu menjaga keponakan-keponakanku itu" kata Ji Hwon dengan sedikit gugup.


Seluruh anggota keluarga Ji Hwon hanya tertawa sambil memberikan tatapan mengejek kepada Ji Hwon, karena tahu Ji Hwon yang berbohong.


"Imoo! Uncle Piggy!" Teriak Nari dan Ye Jun dari dalam, dan langsung memeluk mereka berdua.


"Kalian mau ikut jalan-jalan dengan uncle kan?" Ajak Ji Hwon yang diangguki dengan antusias oleh kedua anak itu.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu kami pamit dulu, eomma, eonnie, halmeonni, appa." Pamit Hyo Rin, sambil menggandeng tangan Ye Jun dan Nari.


"Iya hati-hati di jalan" balas keluarga Ji Hwon sambil melambaikan tangannya pada mereka, yang sudah menaiki mobilnya.


__ADS_2