Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 14


__ADS_3

Pagi harinya, seluruh keluarga Ji-Hwon sudah berkumpul diruang makan untuk sarapan bersama. Hyo-Rin juga membantu untuk menyiapkan sarapan. Namun saat dia melihat Ji-Hwon yang menuruni tangga, Hyo-Rin dengan cepat duduk disalah satu kursi dekat meja makan. Ji Hwon yang baru sampai diruang makan langsung mengambil tempat duduk depan Hyo-Rin.


Hyo-Rin berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa saat disamping Ji-Hwon, tidak seperti pria itu yang kini sama sekali tidak berani menatap kearah Hyo-Rin, karena takut melihat apa jawaban Hyo-Rin.


Dengan perlahan, Ji-Hwon menolehkan kepalanya kearah Hyo-Rin untuk melihat apa wanita itu memakai kalung pemberiannya atau tidak. Seketika hatinya seperti ditiban batu yang sangat berat saat mendapati Hyo-Rin tidak memakai kalung pemberiannya.


Walaupun Ji-Hwon sudah berkata akan menerima apapun jawaban yang diberikan Hyo-Rin, tetap saja dia tidak bisa menghilangkan rasa sakit dihatinya. Ji-Hwon merasa apa yang terjadi saat ini tidak sesuai dengan apa yang diimpikannya.


Ji-Hwon berusaha menyembunyikan raut kecewanya agar Hyo-Rin tidak merasa terbebani karena dirinya.


Dengan cepat Ji-Hwon menghabiskan sarapannya agar dia bisa segera meninggalkan ruangan ini.


Namun Ji Hwon tetap berusaha untuk menegur Hyo Rin, "Aku sudah selesai, aku naik duluan ya" kata Ji-Hwon setelah itu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kekamarnya.


Keluarganya menatap aneh kearahnya, karena tidak biasanya Ji-Hwon bersikap seperti ini. Sedangkan Hyo-Rin hanya menatap nanar punggung Ji-Hwon yang perlahan mulai menjauh.


Kakak Ji-Hwon sedari dulu berharap agar dia bisa memiliki adik ipar yang bisa diajak untuk berbelanja dan bersenang-senang dengannya. Maklum saja, dia adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarganya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung mengajak Hyo-Rin untuk jalan-jalan dengannya, karena kebetulan Ji-Hwon yang sudah masuk kekamarnya, sehingga memudahkan dia untuk mengajak Hyo-Rin.


"Hyo-Rin, apa kau mau ikut denganku jalan-jalan berdua? Ayolah, temani aku jalan-jalan, mumpung Ji-Hwon sedang sibuk" ajak kakak Ji-Hwon dengan bersemangat.


"Baiklah kak" kata Hyo-Rin menyetujui, membuat kakak Ji-Hwon bersorak senang.


Begitu mereka sampai di salah satu mall, kakak Ji-Hwon langsung menarik Hyo-Rin dengan bersemangat untuk mendatangi setiap toko yang ada. Hyo-Rin bahkan sampai kewalahan untuk menolak setiap barang yang dibeli oleh kakak Ji-Hwon untuknya, karena sedari tadi dia sudah dibelikan banyak barang, mulai dari keperluan penting sampai yang tidak penting.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka menyelesaikan acara belanja itu, dan memutuskan untuk segera pulang kerumah. Begitu mereka sampai, mereka sudah disambut oleh Kang Nari dan Kang Ye Jun yang saat itu sedang bermain di taman ditemani oleh seluruh seluruh keluarga Ji-Hwon. Ye Jun dan Nari segera berlari menghampiri ibu mereka dan juga Hyo Rin.

__ADS_1


"Eommaaa.... Imooo" pekik kedua anak itu sambil memeluk Hyo-Rin dan ibu mereka secara bergantian.


"Lihat, imo bawakan kur boneka salju untuk kalian" kata Hyo-Rin sambil mengangkat kue yang dibelikannya tadi untuk Ye Jun dan Nara.


"Aaa terimakasih Imoo" kata mereka sambil mengambil kue itu dengan antusias.


"kapan kau membelinya Hyo-Rin?" Tanya kakak Ji-Hwon dengan penasaran, karena dia tidak menyadari kapan Hyo-Rin membelinya.


Hyo-Rin tak menjawab pertanyaan kakak Ji-Hwon, namun hanya memberikan senyuman manis, membuat Ji-Hwon yang sedang menatapnya dari balkon kamarnya tersenyum miris.


"Bahkan disaat kau sudah menolak lamaranku pun, kau masih bisa tersenyum seperti itu" gumam Ji-Hwon sedih, sambil berjalan turun untuk menghampiri mereka.


Hyo Rin yang sedang bermain bersama Ye Jun dan Nari, menoleh saat menyadari Ji-Hwon yang sedang berjalan kearahnya. Dia kemudian memberikan kue boneka salju yang sama seperti yang diberikannya untuk Ye Jun dan Nari, kepada Ji-Hwon membuat kening pria itu berkerut bingung.


"Memangnya aku anak kecil yang harus diberikan kue seperti itu juga?" Tanya Ji-Hwon bingung.


"Imoo, ayo kita main lagi" ajak Nari dengan antusias yang diangguki oleh Hyo Rin.


Hyo-Rin bermain kejar-kejaran dengan Ye Jun dan Nari. Dia terus mengejar mereka sambil tertawa senang. Keluarga Ji-Hwon merasa bahagia melihat Hyo-Rin akrab dengan anak-anak itu. Namun berbeda dengan Ji-Hwon yang sepertinya merasa kesal dengan Hyo-Rin. Dia merasa kesal karena melihat Hyo-Rin yang bisa seceria itu saat bersama dengan para keponakannya sedangkan pada dirinya, Hyo-Rin bersikap seolah tak peduli.


Disisi lain, Hyo-Rin masih terus mengejar kedua anak itu sambil tersenyum. Dia memberhentikan langkahnya sejenak untuk sekedar mengambil nafas lalu kembali bersiap untuk mengejar mereka.


Tiba-tiba angin bertiup sedikit kencang, membuat syal yang dikenakan Hyo-Rin dilehernya terbang. Ji Hwon mengambil syal itu dan hendak berjalan mengembalikan syal itu kepada Hyo-Rin.


Dia memberhentikan langkahnya dan membulatkan matanya terkejut saat melihat sebuah benda berkilau yang terpasang dileher Hyo-Rin. Ternyata Hyo Rin memakai kalung pemberiannya semalam.

__ADS_1


"AAAAAAHHHHHHHH" Ji Hwon berteriak sangat kencang saking bahagianya.


Ji-Hwon melompat dengan girangnya, dan segera berlari menghampiri Hyo-Rin. Hyo-Rin menutup matanya dengan kedua tangannya karena takut jika pria itu akan menabraknya saking kencangnya pria itu berlari.


Keluarga Ji-Hwon begitu kaget mendengar teriakkan Ji-Hwon, dengan cepat mereka menghampiri Hyo-Rin dan Ji-Hwon. Dan benar saja, begitu mereka sampai, mereka mendapati anak itu sedang memeluk Hyo-Rin sambil berputar-putar. Hyo-Rin berusaha memeluk leher Ji Hwon karena takut akan terjatuh.


"Hei Ji-Hwon turunkan aku!" Pekik Hyo-Rin karena merasa takut.


"TURUNKAN HYO-RIN SEKARANG CHOI JI HWON!" Bentak ibu Ji-Hwon dengan kencang.


Mereka masih merasa shock sekaligus bingung melihat apa yang dilakukan oleh pria itu. Ji-Hwon yang sudah menurunkan Hyo-Rin dari gendongannya dengan segera berlari menghampiri keluarganya.


"Hyo Rin menerima lamaranku!" Teriak Ji-Hwon dengan girang dihadapan keluarganya.


kemudian ia mengejar kedua ponakannya itu, "Uncle Piggy akan segera menikah" kata Ji Hwon kepada kedua keponakannya menggunakan panggilan khusus yang diberikan oleh keponakannya itu.


Sangking masih bersemangatnya dia yang sudah mengumumkan kabar pernikahannya itu, ia kemudian kembali berlari ke arah Hyo Rin dan tidak peduli lagi pada Hyo Rin yang sedang berusaha meluruskan tubuhnya dari pusingnya. Ji Hwon kemudian kembali memeluknya erat.


Nenek Ji-Hwon yang hampir jantungan itu menghembuskan nafas lega saat tau alasan Ji-Hwon yang berteriak.


"Anak itu memang selalu membuat ulah. Untung saja ulahnya kali ini menguntungkan" kata nenek Ji-Hwon sambil mengelus dadanya sendiri.


Keluarga Ji-Hwon yang lainnya juga menghembuskan nafas lega, dan mengelus dada mereka masing-masing karena melihat Ji-Hwon yang masih kegirangan.


"HEI ANAK NAKAL SINI KAU! KAU HAMPIR SAJA MEMBUAT KAMI JANTUNGAN, TAU TIDAK?!" Kali ini giliran kakak Ji-Hwon yang berteriak sambil mengejar pria itu.

__ADS_1


Semuanya tertawa melihat aksi kejar-kejaran antara Ji-Hwon dan kakaknya, tak terkecuali Hyo-Rin yang ikut tertawa.


__ADS_2