Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 16


__ADS_3

Ji Hwon menghembuskan nafas lega saat Hyo Rin akhirnya mau untuk ke rumahnya tanpa membawa kedua keponakannya itu, tentunya setelah dia berjanji kepada Ye Jun dan Nari, kalau dia akan sering berkunjung. Ji Hwon pun membukakan pintu mobil untuk Hyo Rin, dan segera pergi ke rumah pribadi milik Ji Hwon.


Saat sampai di kediaman Ji Hwon, mereka sudah disambut oleh seorang pembantu yang sudah lama bekerja pada Ji Hwon. Ji Hwon mengenalkan pada Hyo Rin.


"Ahjumma, ini Kim Hyo Rin, istri saya. Dan Hyo Rin, kenalkan ini Ahjumma, dia yang sudah membatuku mengurus rumah ini sejak lama" kata Ji Hwon kepada mereka.


"Halo Ahjumma, saya Hyo Rin. Semoga kita bisa akrab ya" kata Hyo Rin dengan ramah.


"Ya Nyonya" balas Ahjumma.


Ji-Hwon kemudian mengangkat koper milik Hyo Rin, dan membawanya kelantai atas dan diikuti oleh Hyo Rin dibelakangnya.


"Apa kau ingin tidur sendiri dikamar? Mungkin kau butuh privacy. Atau kita bisa tidur bersama di kamarku? Jika kau mau, aku bisa tidur di sofa dan kamu di ranjang" Tanya Ji Hwon dengan canggung, wajahnya sudah memerah sekarang.


"A-aku tidak perlu hal seperti itu. Aku hanya butuh satu ruangan untuk aku jadikan ruang kerjaku. Tidak bagus jika kita tidur pisah kamar. Lagipula aku tidak ingin keluarga kita curiga jika mereka menemukan barang-barangku tidak ada di kamarmu." Jawab Hyo Rin dengan malu-malu.


"Oke, kalau begitu kita sepakat" kata Ji Hwon dengan bahagia. Dia membalikkan badannya sambil mengumamkan kata 'YES!' saking bahagianya.


"Ya sudah, kalau begitu kau bisa bersiap-siap di kamarku, eh kita. Aku ingin mengajakmu makan malam diluar" kata Ji Hwon meralat kata-katanya. Dia baru ingat bahwa sekarang kamarnya sudah bukan miliknya seutuhnya, melainkan sudah menjadi milik wanita yang saat ini menyandang gelar sebagai isterinya.


"Y-ya, baiklah" balas Hyo-Rin lalu membawa kopernya masuk ke kamar mereka.


Saat ini Hyo Rin dan Ji Hwon sudah berada di salah satu restoran yang begitu mewah. Ji Hwon sudah menyewa sebuah ruangan privat, dan menyulapnya menjadi begitu romantis, dengan suasana yang remang-remang dan sebuah lilin diatas meja makan. Ji Hwon menarik kursi untuk Hyo Rin duduk.


"Silahkan duduk Nyonya Choi. Malam ini aku akan menjamu mu dengan begitu spesial" kata Ji Hwon sambil tersenyum membuat pipi Hyo Rin memerah.


"T-terima kasih" kata Hyo Rin gugup.

__ADS_1


Mereka kemudian memakan sajian yang tersedia dalam diam, ditemani oleh suara biola yang mengalun merdu dari sudut ruangan. Setelah selesai makan, Ji Hwon tiba-tiba saja memegang tangan Hyo Rin, membuat wanita itu terkejut.


"Terima kasih Hyo Rin. Terima kasih karena kau sudah mempercayaiku, dan bersedia untuk memulai hidup baru bersama denganku. Aku janji tidak akan pernah mengingkari apa yang pernah aku katakan padamu dulu" Ji Hwon berucap dengan tulus.


Hyo Rin hanya terdiam mendengar kata-kata Ji Hwon. Di malam yang indah ini, seakan menjadi saksi awal mula cinta mereka bersemi.


Setelah itu, mereka akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Setelah sampai mereka segera membersihkan diri, mereka langsung mengambil posisi untuk tidur, Hyo Rin di ranjang, sedangkan Ji Hwon di sofa.


Keduanya sama sama gugup bahkan untuk sekedar tidur. Ini pertama kalinya bagi Ji Hwon untuk tidur bersama seorang wanita setelah ibunya. Sedangkan Hyo Rin, sekalipun Ji Hwon sudah menjadi suaminya, tetap saja dia merasa bahwa hubungan mereka belum sejauh itu.


Mereka berusaha untuk dapat tertidur, namun semuanya berakhir sia-sia. Dua jam sudah berlalu, namunĀ  yang terdengar hanya suara tubuh mereka yang berputar seolah mencari posisi paling nyaman untuk tidur. Ji Hwon yang sudah menyerah, akhirnya memutuskan untuk bangkit duduk.


"Apa kau sudah tidur?" Tanya Ji Hwon.


"Tidak, aku tidak bisa tertidur" jawab Hyo Rin.


Mereka segera turun ke bawah untuk menonton televisi. Ji Hwon juga sudah menyiapkan beberapa camilan dan minuman dimeja.


"Mau minum?" Tawar Ji Hwon sambil mengangkat sekaleng bir kepada Hyo Rin.


Hyo Rin yang mendengar tawaran Ji Hwon, hanya menundukkan kepalanya sambil menggelengkan kepalanya karena malu mengingat kejadian waktu itu.


"Ah, aku sudah lama tidak minum" kata Hyo Rin malu.


"Yah, sayang sekali, padahal kau sangat manis saat sedang mabuk" kata Ji Hwon meledek saat menyadari penyebab Hyo Rin merasa malu.


Dia mengingat kasus yang dibuat Hyo Rin saat sedang mabuk, sampai menghebohkan seluruh media. Dan karena kasus itulah dia bisa disatukan dengan Hyo Rin saat ini.

__ADS_1


"Padahal aku penasaran, ingin melihat ulah apa lagi yang akan kau buat kali ini" lanjut Ji Hwon sambil terus tertawa.


"Aku pastikan kali ini tidak akan sampai tersebar kepublik" kata Ji Hwon cepat.


"Tenang saja, aku hanya akan menikmatinya sendiri" lanjut Ji Hwon sambil menyeringai mengangkat sekaleng bir, membuat Hyo Rin menjadi kesal dan melemparnya dengan bantal yang ada disofa itu.


"Ya sudah, kalu begitu kita nonton saja." Ucap Ji Hwon saat Hyo Rin sudah berhenti melemparinya dengan bantal.


Ji Hwon mengambil remote yang terletak dimeja, dan menyalakan televisi. Mereka berdua fokus menonton, hingga sebuah adegan difilm itu menunjukkan dua orang yang sedang berciuman.


Keduanya menjadi salah tingkah, Ji Hwon dengan cepat mengganti siaran nya, namun kali ini film yang ditayangkan justru menjadi lebih panas.


Ji Hwon buru-buru mengambil bir dimeja dan meminumnya agar suasana antara dirinya dan Hyo Rin tidak semakin canggung. Namun tiba-tiba saja Ji Hwon tersedak bir yang diminumnya, membuat bir itu tumpah dibaju Ji Hwon.


Melihat hal itu, Hyo Rin segera membantu Ji Hwon membersihkan baju pria itu. Ji Hwon yang merasa sedikit terganggu dengan sentuhan Hyo Rin didadanya, kemudian mengganti siaran dengan sebelah tangannya.


Dan kali ini lebih parah, adegan yang ditayangkan saat ini, menunjukkan dua orang yang sedang melakukan adegan ranjang. Hyo Rin yang mendengar suara desahan dari televisi segera menjauhkan tubuhnya dari Ji Hwon.


Hyo Rin langsung berdiri ingin pergi, namun tangannya langsung ditarik oleh Ji Hwon, membuat Hyo Rin terjatuh kesofa dengan posisi telentang, dengan Ji Hwon yang berada tepat diatasnya. Keduanya sama sama terdiam dengan pandangan yang saling terkunci satu sama lain.


Ji Hwon perlahan semakin mendekatkan tubuhnya dengan Hyo Rin. Dia merasa tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri. Hasrat untuk mencium istrinya ini lebih kuat dibandingkan rasa canggungnya sekarang.


Ketika Hyo Rin hendak menutup matanya, suara desahan dari televisi kembali menyadarkannya. Dia dengan segera mendorong tubuh Ji Hwon dan bangkit berdiri.


"Ada apa dengan acara tv malam ini" kata Ji Hwon sambil tertawa kaku, untuk menutupi rasa canggungnya.


Hyo Rin segera berlari kekamarnya, dan diikuti oleh Ji Hwon dibelakang.

__ADS_1


"A-aku sudah mengantuk. selamat malam" Hyo Rin berucap dengan cepat, lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena masih merasa malu.


__ADS_2