Accidental Of Love

Accidental Of Love
Accidental Of Love Eps. 19


__ADS_3

Hyo Rin dan Ji Hwon kini sudah sampai dirumah mereka. Ji Hwon ingin mengajak Hyo Rin untuk makan malam, kali ini dia benar-benar tidak makan malam, agar bisa makan bersama istrinya. Karena Ji Hwon tahu, kalau istrinya ini pasti akan menunggunya untuk makan malam bersama.


"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Ji Hwon.


"Ehm, belum. Tadi aku terlalu sibuk menidurkan Ye Jun dan Nari. Sebentar akan kusiapkan makan malamnya." jawab Hyo Rin.


Ji Hwon menghampiri Hyo Rin yang sedang menyiapkan makanan. Dia mengambil alih tugas Hyo Rin, membuat Hyo Rin menatap bingung padanya.


"Biar aku saja, kau pasti sangat lelah seharian ini mengurusi Ye Jun dan Nari." Kata Ji Hwon yang seakan mengerti kebingungan Hyo Rin.


"Tidak usah, ini sudah menjadi tugasku" tolak Hyo Rin.


"Sudahlah. Malam ini, biar aku yang melayanimu, Nyonya Choi" tegas Ji Hwon sambil tersenyum.


Hyo Rin akhirnya pasrah, dan membiarkan Ji Hwon yang menyiapkan makanan. Semua makanan sudah tertata, dan mereka mulai menyantapnya.


"Apa kau mau ikut denganku pemotretan besok? Sekalian kau bisa jalan-jalan melihat Korea. Kebetulan disana ada banyak kedai makanan, jadi kita bisa makan disana sehabis pemotretan" Ajak Ji Hwon diselah-selah makannya.


"Bolehkah?" Tanya Hyo Rin.


"Tentu saja. Besok aku pemotretan siang, jadi kau tidak perlu bangun pagi-pagi besok. Jadi bagaimana?" ucap Ji Hwon.


"Ya, aku mau ikut" jawab Hyo Rin dengan bersemangat.


Tentu saja, dia tidak mungkin melewatkan kesempatan ini. Selama ini, dia hanya terkurung dirumah terus, membuatnya merasa bosan. Jadi mendengar ajakan Ji Hwon, membuat Hyo Rin sangat antusias.


***


Keesokan harinya, Ji Hwon dan Hyo Rin sudah sampai ditempat pemotretan.


"Apa kau mau melihat-lihat didalam?" Tanya Ji Hwon.


"Bolehkah?" Kata Hyo Rin.

__ADS_1


"Tentu saja boleh. Apa perlu aku meminta izin, agar istriku ini bisa melihat suaminya pemotretan?" Tanya Ji Hwon menggoda.


Mendengar itu, Hyo Rin langsung memasang wajah kesal. Dia tidak ingin orang-orang kembali heboh karena mengetahui pernikahan mereka berdua.


"Aku hanya akan mengikuti manajermu, sambil melihatmu pemotretan. Ingat, jangan bersikap agresif nanti!" Tegas Hyo Rin.


"Aku? Aku agresif katamu?" Kata Ji Hwon tak percaya mendengar ucapan Hyo Rin.


Tiba-tiba manajer Ji Hwon mendorong Ji Hwon kedepan membuat Ji Hwon terkejut dan memasang ekspresi kesal.


"Sudah, sudah. Jangan mulai lagi. Lebih baik kau cepat bersiap, agar pemotretannya cepat selesai" kata sang manajer.


"Baiklah. Dan Hyo Rin, jaga dirimu baik-baik disini" pesan Ji Hwon, lalu pergi untuk bersiap-siap.


Hyo Rin terus memperhatikan Ji Hwon yang sedang melakukan pemotretan. Dia merasa bangga melihat pria yang menjadi model itu sudah resmi menjadi suaminya. Wajah Hyo Rin mulai memerah, saat Ji Hwon mulai berpose menggoda. Dia merasa Ji Hwon sedang berpose menggoda untuknya.



"Iya, silahkan" ucap sang manajer.


Hyo Rin pun berjalan-jalan didepan gedung tempat Ji Hwon melakukan pemotretan. Dia seperti merasa nyaman dengan suasana di Korea saat ini. Hari ini Hyo Rin memakai mantel panjang, dan juga syal yang menutupi lehernya. Hyo Rin terlihat sangat cantik, apalagi suasana hatinya yang akhir-akhir ini merasa bahagia, membuat aura yang dipancarkan Hyo Rin lebih bersinar.


Saat Hyo Rin akan berbalik kembali ke gedung, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Tubuhnya kaku, sama sekali tak bisa digerakkan.



Di seberang jalan sana, sudah ada sosok yang sama sekali tidak dia sangka akan kembali ditemuinya. Seorang pria berdiri, dengan seorang wanita yang sedang merangkul mesra tangan pria itu.



Hyun Jin. Ya, itu adalah suaminya, ah lebih tepatnya mantan suaminya. Matanya terus menatap kearah pria itu, yang juga sedang menatap kearahnya. Hyo Rin sama sekali tidak menyangka akan kembi dipertemukan dengan Hyun Jin di Korea. Keduanya terus saling menatap, tanpa ada yang berniat memutuskan kontak mata.


"Hyo Rin... Hyo Rin?!" Teriak Ji Hwon yang sudah berada didalam mobil, dekat dengan tempat Hyo Rin berdiri.

__ADS_1


Hyo Rin sepertinya tidak mendengarkan panggilan Ji Hwon, karena masih terpaku pada Hyun Jin yang kini sudah berada tepat didepannya.


"Hyo Rin!" Panggil Ji Hwon lagi, yang masih tak didengar oleh Hyo Rin.


Ji Hwon menatap hal yang sedang ditatap oleh Hyo Rin. Dia melihat kearah pria yang juga menatap Hyo Rin dengan lekat, bahkan panggilan dari wanita disamping pria itu juga diabaikan. Ji Hwon sepertinya mulai mengerti, kalau pria itu adalah mantan suami Hyo Rin. Dengan cepat Ji Hwon keluar menghampiri Hyo Rin.


Dia memegang tangan Hyo Rin, dan membawa wanita itu kedalam mobil, membuat Hyo Rin tersentak kaget. Hyun Jin yang melihat Hyo Rin dibawa masuk di mobil oleh seorang pria, langsung menatap kearah mereka.


"Sayang!" panggilan dari wanita disampingnya, membuatnya tersadar.


"E-eh iya kenapa?" Tanya Hyun Jin terkejut.


"Tadi itu siapa?" Tanya wanita itu penasaran.


"Ah bukan siapa-siapa. Ayo kita masuk" Hyun Jin menggandeng wanita itu masuk kedalam gedung.


Ji Hwon yang melihat Hyo Rin masih terdiam sambil menyandarkan kepalanya di kaca mobil, akhirnya ikut diam. Dia tidak berani bertanya apa-apa pada Hyo Rin. Yang dilakukannya sekarang hanya menggenggam erat tangan Hyo Rin.


Ji Hwon merasakan tangannya diremas kuat oleh Hyo Rin. Wanita itu terus menghirup dan membuang nafasnya kencang, berharap bisa merasa sedikit tenang, namun sepertinya usahanya itu sia-sia.


Hyo Rin merasa kembali terlempar ke masa lalunya. Rasa sakit dan sesak di dadanya kembali dirasakannya. Hyo Rin kembali merasa tertekan dan tak bisa menceritakan kepada orang disekitarnya.


Sesampainya mereka dirumah, Hyo Rin seakan kembali tersadar, namun masih terus membungkam mulutnya. Dengan cepat dia menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. Hyo Rin kemudian membaringkan tubuhnya dikasur sambil menutup matanya mencoba untuk tidak menangis. Ji Hwon yang sudah menyusul Hyo Rin dikamarnya, merasa amat sedih melihat bagaimana kondisi istrinya saat ini.


"Hyo Rin, apa kau mau makan dulu? Aku akan menyiapkannya untukmu. Kau belum makan seharian ini" kata Ji Hwon khawatir, dan berharap agar Hyo Rin mau mengisi perutnya.


Namun sayangnya, pertanyaan Ji Hwon sama sekali diabaikan oleh Hyo Rin. Ji Hwon yang sudah pasrah, akhirnya hanya menutupi tubuh istrinya yang saat ini sepertinya tidak ingin diganggu.


Ji Hwon kemudian keluar dari kamarnya, memberikan waktu sendiri bagi Hyo Rin, agar wanita itu bisa menenangkan pikirannya.


Beberapa jam setelah itu, Ji Hwon kembali masuk, dan mendapati Hyo Rin yang sudah tertidur pulas. Ji Hwon menghampiri Hyo Rin dan berlutut di samping ranjang. Ji Hwon merapikan rambut Hyo Rin yang menutupi wajahnya, dia melihat bekas air mata yang sudah mengering di pipi wanita itu. Ji Hwon kemudian mengusap kepala Hyo Rin dengan lembut, merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh istrinya ini.


"Tidur yang nyenyak sayang. Aku menyayangimu" ucap Ji Hwon sambil mencium kening Hyo Rin yang masih tertidur. Setelah itu, dia beranjak kesofa, dan ikut menyusul Hyo Rin dialam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2