
Melihat bagaimana kehebohan Cana di pagi ini, dapat ditebak bahwa Cana pasti bangun kesiangan.
Susunan rutinitas untuk pagi ini seketika hancur. Tadinya Cana berniat untuk minum teh hangat sembari bersantai menikmati udara pagi dari balkon. Namun sepertinya itu semua hanyalah angan-angan Cana.
Cana merogoh tasnya mencari ponsel.
"Halo za. Maaf banget ya, gue kesiangan nih." Kata Cana yang tangan kanannya berusaha tetap fokus mengemudi.
Zadi baru saja tiba di ruangan kerjanya. "Waduh can. Kok bisa kesiangan sih?! Terus meeting Pak Agha gimana? Kan soft file-nya lo yang pegang."
"Bisa nggak gue titip soft file untuk meeting Pak Agha sama lo aja."
Zadi langsung memantau ruangan Pak Agha yang berada tak jauh dari mejanya. "Bisa aja sih can, tapi gue nggak tanggung jawab ya kalau nanti Lo sampe kena marah."
Memutus panggilan secara sepihak, Cana buru-buru mengirim soft file-nya kepada Zadi dan kembali fokus menyetir.
__ADS_1
Cana merutiki dirinya sendiri. Kenapa ia harus kesiangan di hari yang sangat penting ini? Ditambah ia yang kemarin sore lupa mengirim data untuk meeting. Padahal Cana sudah memasang empat alarm agar ia tidak kesiangan. Tapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur.
...****************...
Memakai jas hitam yang dipadu dengan kemeja putih, serta dasi yang selaras. Membuat Agha nampak gagah pagi ini. Garis wajahnya yang tegas membuatnya terlihat lebih tegas dan tampan.
Agha berjalan kearah meja salah satu karyawannya. Dengan rahang yang mengetat serta tangannya yang langsung mencengkram meja dengan kuat. Agha tampak kesal.
"CANA OCEANA! saya tunggu di ruangan saya segera!" Bentak Agha keras.
"Ghaa, Ghaa. Calm down ... Filenya udah sama gue kok. Cana tadi pagi udah telpon gue." Ucap Zadi berusaha menenangkan Agha.
"Gimana gue bisa tenang?! Baru ini gue ketemu karyawan kayak Dia!" Ucap Agha sambil memijat pelipisnya. "Lo kan tau sepenting apa meeting kita pagi ini."
Zadi mengangguk. "I know Gha. Udah jangan marah, ngeri gue liat lo begitu"
__ADS_1
"Dia anak divisi apa? Gue kayaknya nggak pernah ketemu." tanya Agha.
"Lo nggak inget Cana? dia kan yang di rekomendasiin Bu Liana dua bulan lalu." Jelas Zadi.
"Ck... nggak inget gue. Lagian kenapa bisa dia sih yang ngerjain soft file untuk meeting kali ini??!" Sewot Agha
"Yaudahlah. Lagian tugas Cana selesai kan? Dia cuma lupa ngasih aja kemarin," kata Zadi sambil merapihkan berkas-berkas yang akan dibawanya,
Agha hanya balas dengan berdehem.
"Gaha ngajak kita kumpul di cafe biasa, lusa." kata Agha yang dijawab dengan acungan jempol oleh Zadi.
Agha memang dikenal sangat disiplin. Tak jarang emosinya tidak terkontrol seperti tadi, kalau ada hal yang tidak sesuai harapannya. Hanya Zadi yang bisa menanganinya.
Sudah bukan hal asing bagi karyawannya untuk mengetahui kalau Agha adalah atasan yang cuek dan jarang berinteraksi dengan perempuan. Zadi sering mencarikan Agha pacar. Namun, Agha selalu jual mahal kalau urusan perempuan. Sampai banyak rumor yang bilang sifat Agha yang cuek ini ada alasannya, yaitu karena Agha sudah ada tunangan. Berita itu sempat menghebohkan kantor. Tapi, tidak ada klarifikasi dari Agha sampai rumornya hilang sendiri.
__ADS_1