
Setelah mengantar bunda dan adiknya ke rumah. Agha langsung izin pergi kumpul dengan teman-temannya. Agha memiliki janji untuk hang out bersama di cafe terdekat.
"Assalamualaikum ... Udah lama kita nggak ngumpul gini." Ucap Zadi yang baru tiba. "Sorry, gue telat. Baru banget nyampe nih dari Bandung."
"Waalaikumsalam." Ucap Agha dan Gaha bersamaan.
Zadi sedikit menyenggol lengan Agha, "Gimana meeting tadi? Kok dia bisa kabur?"
Agha yang merasa diajak bicara pun menoleh. "Nggak tau gue. Lo tanya aja sendiri deh."
Gaha hanya menyimak, tanpa ingin tau arah pembicaraan dua sahabatnya itu.
"Kalo Lo gimana kerjaan? Aman kan Pak dokter?" Tanya Agha sambil melahap kue surabi dihadapannya.
Gaha mengangguk. "Gue sekarang tugas di poli umum."
"Bye the way Gha, Elena udah balik? Dari kapan?" Tanya Gaha.
__ADS_1
"kemaren malem. Gue yang jemput dia di bandara." singkat Agha.
"Lo yakin mau gitu terus sama dia?" Kata Zadi tiba-tiba.
"Lo gantung dia terus." Lanjut Gaha tanpa melihat ke arah Agha.
"Gue itu sama dia sahabatan! Nggak lebih!" sewot Agha penuh penekanan.
Zadi dan Gaha tahu betul. Elena yang sangat terobsesi oleh Agha. Bahkan ia sering mengakui Agha sebagai pacar atau tunangannya dengan perempuan yang sedang mendekati Agha. Elena sangat nekat. Saat Agha sempat tunangan dengan Gea, Elena hampir menabrak Gea dengan sengaja didepan supermarket. Beruntung saat itu Gea selamat dan hanya luka ringan.
Agha dan Gaha adalah senior Zadi sewaktu kuliah. Mereka semakin dekat karena sering aktif mengikuti kegiatan kampus. Bahkan pertemanan mereka berlanjut sampai sekarang. Bagi Agha, Zadi dan Gaha adalah teman yang sudah ja anggap keluarga sendiri.
Kalau bukan karena parasnya yang tampan, bisa jadi semua suster enggan berurusan dengan Gaha yang seperti patung berjalan.
...****************...
Dikamarnya, Cana sedang terisak hebat. Ia sedang merapihkan foto-foto di album kenangan sewaktu kecil bersama ibunya. Sekarang hanya inilah yang Cana punya. Kalau boleh jujur, setiap waktu ia sangat rindu ibunya.
__ADS_1
Besok tepat delapan tahun kepergian ibu Cana. Rencananya, besok Cana ingin izin kerja untuk datang ke makam ibunya. Ia ingin menceritakan banyak hal disana. Menumpahkan segala keluh kesahnya selama tinggal di Jakarta sendirian.
"Buuu ... Cana Kangenn, Cana kesepian disini bu... Ibu Nggak mau jenguk Cana? lewat mimpi aja Bu."
Batin Cana sambil terisak menggenggam Inhealer-nya.
Sebelum tidur, Cana rutin meminum vitaminnya. Sekarang kepalanya jadi pusing karena terlalu banyak menangis. Takut kalau besok ia kebablasan. Akhirnya ia sempatkan diri untuk Chat Kayna dan Zadi agar menyampaikan izinnya besok.
📩 Message From Cana To Kayna :
Assalamualaikum Kay. Besok gue izin nggak masuk ya. Mau nemuin nyokap dulu. Thanks Kay
📩 Message from Cana to Zadi :
Assalamualaikum Za. Besok gue izin nggak masuk ya. Mau nemuin nyokap dulu. Thanks Za
Merasa ponselnya bergetar, Zadi langsung membuka notifikasi pesannya. Ternyata dari Cana.
__ADS_1
Setelah membaca, Zadi baru ingat kalau besok adalah genap delapan tahun kepergian ibu Cana.
Dulu Zadi memang tidak sedekat itu dengan Cana. Ia hanya teman SMP yang beda kelas. Tapi sekarang, ia jadi teman lintas kampus yang tidak sengaja mengikuti kegiatan bersama, dan berujung menjadi semakin dekat seperti sekarang.