
Sudah empat hari belakangan ini Agha benar-benar sibuk. Ia juga sering lembur. Agha juga jarang bertemu dengan Cana. Semenjak Agha mengantar Cana pulang waktu itu, Cana seperti menghindarinya. Agha jadi bingung. Ia pikir hubungannya dengan gadis itu akan semakin baik, tapi ternyata tidak.
"Gaha!"
"Ngapain Lo disini?" Tanya Agha menatap Gaha sengit.
"Nggak sengaja ketemu dia di jalan. Mobilnya mogok." Ucap Gaha sambil menunjuk ke arah Cana.
" Makasih banyak ya, Dok. Nanti saya ganti uang bensinnya kalo udah gajian."
Gaha tertawa kecil. "Ajak saya ngelukis aja."
Agha dengan sengaja membenturkan kakinya ke meja. Bunyi nyaring itu membuat Gaha dan Cana menengok ke arahnya.
"Pagi, Pak." Sapa Cana pada Agha.
"Saya beneran baru tahu, kalau kamu karyawan Agha." Ucap Gaha.
"Saya juga baru tau Dokter satu geng sama Zadi dan Pak Agha."
"Kayak anak SMA aja geng-gengan segala!" Agha menimpali dengan ketus.
"Saya pamit ke atas ya, Dok."
Saat Cana hendak pergi ke lift untuk naik ke ruangannya, lengan bajunya ditarik oleh Agha.
"E-eh …"
"Jam istirahat saya mau ngomong sama kamu!" Cana mengacungkan jempolnya, lalu pergi.
Tadi pagi Gaha dan Cana tidak sengaja bertemu dijalan. Mobil Cana mendadak mogok. Gaha yang merasa tak asing pun langsung mendekat, ternyata itu Cana.
"Kenapa mobilnya?"
Merasa diajak bicara, Cana mencari arah suara. "Mogok. Minta jatah jajan bulanan kayaknya dok."
__ADS_1
Gaha terkekeh geli. " Mau kerja?"
Cana mengangguk, "Iya dok, lagi pesen taxi online."
"Berangkat sama saya aja. Kantor kamu dimana?" Tanya Gaha.
Cana menunjukkan kartu karyawan yang terpasang di lehernya. "Disini."
Gaha menyipitkan matanya, " Kamu karyawannya Agha?" Cana menggangguk lagi. "Bareng saya. kita searah."
Gaha bohong. Padahal tujuannya beda jauh dengan kantor Agha.
Itulah awal mula Cana bisa berangkat dengan Gaha pagi ini. Terlihat jelas bukan? Kalau Cana memang mengacuhkan Agha pagi ini.
Agha menyikut lengan Gaha. "Kenal deket sama dia?"
"Cana?" Tanya Gaha,
"Pernah ketemu dan berangkat bareng waktu Lo launching unit baru di Bekasi." Jelas Gaha.
"Naik kereta?" Gaha mengangguk, lalu ia pamit pulang karena ia hari ini harus ke rumah sakit.
Ponsel Cana terus berdering, Nomor itu menerornya lagi. Cana yang sudah lelah pun langsung mematikan ponselnya.
"Kamu menghindari saya, ya?"
Cana menoleh. "Nggak, Pak."
Cana buru-buru putar arah. Tapi, lengan bajunya ditarik lagi.
"Saya ada salah sama kamu?" Tanya Agha lagi.
"Nggak ada, Pak. Maaf ya, saya lagi buru-buru." Cana langsung meninggalkan Agha.
Sore ini Cana akan mampir ke tempat lukis. Ia ingin membeli cat air dan kanvas baru lagi.
__ADS_1
Beberapa hari ini kantornya memang sangat sibuk, jadi ia sudah lama tidak melukis lagi.
"Pak Agha kemana? Gue mau ngasih berkas ini." Ucap Kayna.
"Tadi izin pulang lebih awal. Nggak enak badan katanya." Jawab Zadi.
Cana tidak sengaja mendengar obrolan teman-temannya itu. Ia jadi merasa bersalah karena sudah menghindarinya beberapa hari ini. Bahkan ia belum sempat berterima kasih waktu Agha mengantarnya pulang dari Bekasi. Saat itu Cana tertidur. Dan saat ia bangun, ia sudah ada di kamarnya. Cana benar-benar tidak ingat bagaimana Ia bisa berada di kamar. Karena seingatnya, ia sedang di dalam mobil.
********************
Jum'at ini Cana mengambil jatah cutinya. Pagi-pagi sekali Cana sudah bersiap untuk pergi ke blok M. Ia ingin sekali makan bubur ayam kesukaannya disana.
Saat ingin pulang, Cana mendapat telpon dari Zadi.
"Assalamualaikum, Can. Boleh minta tolong?"
"Waalaikumsalam. Kenapa? Gue kan lagi cuti."
"Justru itu. Lo bisa nggak mampir ke kantor sebentar. Terus Lo ke rumah pak Agha, ngasih berkas yang harus di tanda tangani."
"Eem.. Bisa aja, sih. Gue lagi jalan pulang dari blok M."
"Kalo udah deket kabarin. Nanti gue turun kebawah ngasih berkas ini, biar Lo bisa langsung cabut." Jelas Zadi dari seberang telepon.
Zadi sudah setengah jam menunggu Cana dibawah.
Mobil Cana pun akhirnya terlihat, Zadi langsung melambaikan tangannya.
"Can!"
Cana membunyikan klaksonnya, lalu membuka jendela mobilnya. "Harus gue banget, ya? Gue bilang apa nanti, kalau harus ke rumahnya segala."
"Lo langsung masuk aja, gue udah izin sama bundanya. Kamar Agha ada di lantai dua."
Cana pasrah. " Oke deh. Terakhir ya kayak gini."
__ADS_1
Zadi tertawa. "Iyaa ... Sorry ya. Urgent soalnya."
Cana langsung menuju ke rumah Agha. Sebenarnya ia takut, tapi apa boleh buat. Ia terlanjur menyanggupi permintaan temannya itu.