
Siang ini, Agha dan Cana benar-benar pergi untuk makan siang bersama.
"Nggak akan ada yang marah Pak, kalau saya makan sama Bapak?" Tanya Cana hati-hati.
"Siapa yang mau marah? Punya pacar aja nggak." Jawab Agha dengan santai.
Mereka memesan menu yang sama, yaitu bakmi Jawa dan es teler.
"Makannya pel__" belum selesai Agha bicara, tiba-tiba Cana tersedak.
Dengan sigap Agha mengambilkan air putih. "Minum dulu," Kata Agha.
"Makan itu pelan-pelan, Cana. Saya juga nggak akan minta punya kamu." Lanjut Agha.
"Iya, Pak." Kata Cana cengengesan.
"Kalau diluar kantor panggil saya Agha aja. Nggak usah terlalu formal."
Cana menggangguk, walaupun baginya memanggil atasannya hanya nama terdengar tidak sopan.
Saat sedang menikmati makan siangnya. Ada seorang perempuan kearah meja mereka. Memakai heels hitam serta Baju mini dress warna violet dan bando polos di kepalanya, membuat perempuan itu terlihat manis.
Perempuan itu mengusap pundak Agha pelan dari belakang. "Lagi disini juga, Gha."
"Hai, Len!" Sapa Agha pada Elena yang sedari tadi sedang memperhatikan Cana.
Seakan mengerti dengan arah pandang Elena. Agha pun bersuara lagi. "Oh ya. Ini Cana. Dan Cana, kenalin ini Elena."
"Saya Cana, Bu." Sapanya ramah.
"Boleh panggil Elen aja. Aku bolehkan gabung makan siang bareng kamu, Gha?" Tanya Elena.
__ADS_1
"Sure. Why not?"
Cana yakin pasti perempuan itu yang ada dihadapannya ini sedang berpikir negatif tentangnya. Ia tidak mau kalau sampai disebut pelakor. Walaupun tadi Agha bilang ia tidak memiliki pacar. Bisa saja kan ia bohong.
Elena mendadak mengelus tangan Agha. Ia ingin mengalihkan pandangan mata Agha yang sedari tadi tidak lepas dari Cana. Namun, Agha langsung menghempaskannya.
Melihat itu, Cana bangkit dari tempat duduknya menuju toilet. Ia jadi merasa tidak enak hati. Lalu, Elena ikut bangkit menyusul Cana.
"Cana!" panggil Elena. "Agha itu selamanya punya Gue! Lo jangan gatel sama dia!" Ujar Elena menatap tajam kearah Cana.
"Maaf, Bu. Saya nggak ada apa-apa sama Pak Agha." jelas Cana.
"Bagus deh. Cewek murahan kayak Lo paling cuma mau harta dia aja! Atau jangan-jangan sifat gatel Lo ini nurun dari ibu Lo?!"
Cana geram, ia langsung melayangkan tamparan keras pada pipi Elena.
"Gue nggak serendah itu! Gue juga bukan cewek matre!" Kata Cana yang emosinya tidak bisa ia kontrol lagi. "Dan satu lagi. Jangan sok tau soal ibu gue!'
****************
Cana berjalan ke arah meja dengan tergesa-gesa. Merebut tas yang ada di meja, lalu pergi begitu saja. Agha yang terkejut melihat itu pun hanya diam. Ia hanya memperhatikan Cana yang perlahan hilang dari pandangannya.
"Dia kenapa?" tanya Agha pada Elena yang baru saja kembali.
Elena hanya mengangkat bahunya acuh. Ia langsung menarik tangan Agha untuk segera keluar restoran dan masuk ke dalam mobil.
"Lo kenapa sih?!" Tanya Agha yang dipaksa masuk mobil.
"Aku nggak suka kamu jalan sama orang lain, Gha! Kamu kan bisa telpon aku kalau mau ditemenin makan diluar."
Agha mengernyit, "Len? Lo kenapa?! Itu bukan urusan Lo kali."
__ADS_1
Agha sangat paham dengan Elena. Namun, ayolah masa ia tidak boleh hanya sekedar makan siang dengan rekan kerjanya. Sepanjang perjalanan di mobil sangat hening, tanpa ada yang mau membuka obrolan.
****************
Dikarenakan ada visit properti baru daerah Bekasi. Setelah insiden tadi, Cana langsung menuju lokasi tersebut menyusul teman-temannya yang lain.
Saat hendak tap kartu kereta, ternyata saldonya habis. Dari belakang ada laki-laki yang langsung tap kartunya untuk Cana.
"Pegang. Saya ada satu lagi." katanya.
Cana reflek berbalik badan, "Dokter Gaha? Mau kemana, Dok?"
"Saya diundang ke acara launching properti sahabat saya di Bekasi." Jawab Gaha.
"Saya juga mau ke Bekasi. Searah dong?"
Gaha hanya menaikkan kedua alisnya.
Suasana stasiun yang sangat ramai, membuat mereka harus berdesakan masuk ke dalam kereta.
Gaha menggenggam tangan Cana erat agar tetap dalam jangkauannya. Ia menarik tangan Cana lembut, mempersilahkannya Masuk lebih dulu.
"Duduk." Ucap Gaha melirik tempat duduk yang kosong. Cana mengerti dan langsung duduk.
Melihat Gaha yang tetap berdiri dihadapannya, membuat Cana mendongak menatap Gaha.
"Dokter nggak duduk?" Tanya Cana. Gaha hanya menggeleng.
Tiba-tiba Gaha membungkukan sedikit badannya, dan kepalanya mendekat ke arah telinga Cana.
"Panggil saya Gaha aja. Kita cuma beda dua tahun." bisik Gaha yang membuat Cana melotot tak percaya.
__ADS_1
Ada apa ini? Mengapa Cana tiba-tiba jadi gugup. Beruntung Cana hari ini memakai maskernya. Jadi rona merah di wajahnya tidak dapat terlihat oleh Gaha.