AghaCana

AghaCana
Bab 9


__ADS_3

Amira dan Ghina sudah siap untuk berangkat ke tempat ngaji barunya, Yang akan diantar oleh Agha.


Saat ayahnya meninggal dua tahun lalu, Agha memang diminta untuk meneruskan perusahaan properti kecil-kecilan milik keluarganya. Agha juga selalu berusaha menjaga dua bidadarinya dengan baik, serta meluangkan waktu untuk sekedar berkumpul.


"Bun, ayo. Nanti terlambat." ajak Agha.


"Sebentar. Ghina lagi ambil tasnya di kamar." Jawab bunda, yang sedang mengamati Ghina dari pintu luar.


Hanya butuh waktu lima belas menit. Mereka pun sampai di tempat ngaji itu.


Sangat jelas terdengar dari luar bagaimana suasana disana. Suara keras dari anak-anak yang sedang menghafalkan Al-Qur'an menggema di udara.


"Permisi ... Assalamualaikum. Maaf Bu, saya mau mendaftarkan anak saya ngaji disini apa bisa? Tanya Amira kepada salah satu pengajar di masjid tersebut.


"Waalaikumsalam Bu. Boleh Bu ... Mari Bu duduk dulu," kata ibu tersebut dengan ramah.


"Nadiaa ... Tolong panggilkan teh Cana ya. Nanti minta anak yang lain hafalan masing-masing dulu." Teriak ibu tersebut kepada salah satu murid disana. Ibu tersebut adalah Bu Ani.

__ADS_1


Dari tempatnya duduk, Agha samar-samar mendengar nama yang ia kenal. Ah ... Mungkin Agha salah dengar, tidak mungkin kan ia akan bertemu dengan Cana disini?


Namun ternyata saat pemilik nama tersebut keluar, Agha terkejut ... Itu Cana!


"Bu, permisi. Saya Cana." Ucap Cana tersenyum ramah. "Yang mau daftar ngaji siapa ya, Bu?"


"ini anak saya, namanya Ghina. Masih kelas enam SD." Jawab Amira.


"Hai Ghina. Aku Cana, panggil teh Cana aja ya." kata Cana sambil melambaikan tangannya ke arah Ghina.


"Hai teh Cana. Teteh cantik." ucap Ghina yang sedari tadi meneliti Cana dari ujung kepala hingga kaki.


Sadar akan omongan Bu Amira, Cana terkejut. Seakan dunia benar-benar sempit. Kenapa harus ada atasannya disini?! Cana hanya membalasnya dengan senyuman. Pura-pura tidak kenal Agha adalah jalan ninjanya kali ini.


Agha seakan tidak sadar bahwa ia sedang memperhatikan Cana dari luar jendela. Ia melihat bagaimana hangat dan sabarnya seorang Cana kepada anak-anak tersebut. Senyum Cana yang tercetak jelas di bibirnya. Perpaduan gamis salem dan kerudung hitam menutup dada, membuat Cana terlihat sangat manis di mata Agha.


"Gha ... Liatin siapa sih, serius banget?!" Ledek Amira yang membuat Agha salah tingkah.

__ADS_1


"Apasih Bun, Agha lagi liatin Ghina!" elak Agha.


Telpon Agha berdering. Ia mendapat telpon dari Gaha, sahabatnya.


"Assalamualaikum Gha."


"waalaikumsalam" Jawab Agha


"Gue tunggu di cafe biasa ya. Jadikan kumpul?" Tanya Gaha.


"Jadi, bentar lagi gue nyusul."


Setelah itu Agha menutup telponnya. Ghina sudah selesai mengaji. Ghina sangat senang dengan tempat barunya ini. Selain temannya banyak dan asik semua. Ghina juga punya guru ngaji yang sangat menyenangkan.


"Maasyaa Allah, anak bunda kayaknya seneng ya ngaji disini." goda bunda pada Ghina.


"Seneng Bun ... Temennya seru semua, teh Cana juga baik bangettt. Nggak salah temen bunda nyuruh aku ngaji disini." Jawab Ghina sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu, saya pamit ya Bu Ani. Titip salam untuk Cana ya Bu. Assalamualaikum." pamit Amira kepada Bu Ani.


"Assalamualaikum Bu." pamit Agha pada Bu Ani dan langsung berjalan ke arah mobilnya.


__ADS_2