AghaCana

AghaCana
Bab 2


__ADS_3

Dari tempat duduknya, Cana menyipitkan matanya agar fokus memantau ruangan Pak Agha. Sedari tadi ia mencari Zadi, tapi belum ketemu. Ia hanya takut kalau Zadi lupa memberi titipannya untuk Pak Agha.


"Kay, Lo liat Zadi nggak?" Bisik Cana pada sahabatnya diseberang meja.


Merasa dipanggil, Kayna menoleh. "Tadi sih katanya ikut Pak Agha meeting, gantiin Lo."


Cana melongo kebingungan. "S-serius Lo Kay?! Emangnya gue diminta ikut meeting juga?"


Kayna hanya mengangkat bahunya, karena ia tidak tahu soal itu.


...****************...


Selesai sholat Dzuhur. Cana dan Kayna langsung bergegas ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah berisik.


Suasana kantin memang sangat ramai. Terlihat jelas bagaimana antusias karyawan menyambut jam istirahat. Cana dan Kayna sedang ikut mengantri untuk membeli mie ayam Bu Tum. Mie ayam yang paling juara di kantor ini.

__ADS_1


"Gimana Zadi? Udah ada kabar?" Tanya Kayna.


Cana langsung menoleh kearah Kayna, "Belum nih. Masih deg-degan gue Kay, ngeri dipecat nggak sihh??"


Tiba-tiba ada seseorang yang mengendap-ngendap dari arah belakang.


"Heeiii .... Ngomongin gue ya!," hentakan Zadi itu sukses membuat Cana dan Kayna terkejut.


Zadi langsung mengambil kursi untuk duduk. "Enak ya lo disini makan mie ayam! Gue dari tadi susah payah nemenin Pak Agha karna gantiin Lo. Cepet traktir gue!" keluh Zadi sambil menyilangkan tangannya di dada.


"iyeee iyeee ... Sana pesen. Ntar gue yang bayar." Zadi hendak berdiri, namun tangannya ditahan Cana, "Bye the way Za, Thank you." Ucap Cana tulus.


"Abis istirahat Lo dipanggil Pak Agha ke ruangannya." lirik Zadi pada Cana.


Cana sempat membeku ditempatnya. "Zaa? Yang bener aja lu! Gue takutttt."

__ADS_1


Zadi mengangkat dua jarinya membentuk peace. "Dua rius Cannn. Kayaknya Lo bakal dipecat deh. Ya nggak, kay?" tanya Zadi tersenyum jahil kearah Kayna.


"Hhhmm ... 99% sepertinya begitu za." jawab Kayna.


Entahlah. Cana memang tidak habis pikir dengan dua temannya ini. Bagaimana mereka bisa bercanda disaat genting seperti ini?


Jujur saja, Cana sangat takut dipecat. Sebab bagi Cana pekerjaan yang sekarang sangat membantu perekonomiannya saat ini.


Cana bangkit dari tempat duduknya, "gue cabut duluan ya. Mau ke ruangan Pak Agha dulu." Ucap Cana sambil menyeruput es teh manisnya.


Kayna mengacungkan dua jempol untuk Cana "Good luck ya Can ... Jujur gue merinding, takut Lo dibentak-bentak."


"Nggaklah ... Pak Agha baik kok, tapi sedikit gila aja kalau lagi marah." Jawab Zadi yang tidak bisa didengar oleh Cana.


Sebenarnya bukan bentakan Pak Agha yang Cana takuti. Tapi ia takut dipecat, dan kehilangan pekerjaan semata wayangnya ini.

__ADS_1


Bagi Cana untuk bisa tinggal sendirian di jakarta bukanlah hal mudah. Ia harus rela lembur sampai malam, jarang tidur, dan jadi lupa makan kalau kerjaannya sedang menumpuk.


Cana bersyukur karena selama tinggal di Jakarta, Cana selalu dikelilingi orang-orang yang sangat baik. Cana juga bersyukur sekarang ia bisa mendapatkan perkejaan yang lumayan enak, dengan gaji yang mumpuni. Untuk itu, Cana harus mati-matian mempertahankan pekerjaannya saat ini agar dapat melanjutkan hidupnya di ibukota.


__ADS_2