AghaCana

AghaCana
BAB 8


__ADS_3

Dari halte bus, Cana sedikit berlari ke arah pintu rumah sakit. Cana membiarkan buliran air hujan membasahi bajunya. Hari ini adalah jadwal Cana check up lagi. Dokternya sudah menceramahi Cana panjang lebar. Alhasil Cana langsung pamit pulang lebih awal.


Ia datang kemari memang untuk check up rutin saran dari dokter Amel. Dokter yang dulu menangani ibunya. Takut riwayat penyakit ibunya menurun padanya, jadi ia disarankan untuk check up rutin.


"Hai Cana. Gimana kabarnya hari ini? Ada keluhan?" Tanya Dokter itu.


Cana menarik kursi, lalu duduk. "Baik Dok. Dokter Amel kemana ya? Soalnya saya biasa check up sama Dokter Amel." jawab Cana kebingungan.


Seakan mengerti maksud pasiennya, Dokter itu akhirnya menjelaskan. "Dokter Amel sudah cuti melahirkan. Saya pengganti beliau." jelas dokter itu. "Nama saya Gaharu. Boleh panggil Gaha."


"Saya sudah baca riwayat kesehatan kamu dari dokter Amel. Apa masih ada keluhan sering pusing dan mimisan?" Tanya Dokter Gaha.


Menatap sekilas dokter yang ada dihadapannya, lalu Cana menggangguk. "Terkahir lusa sempet mimisan sebentar. Mungkin kecapean."


Gaha langsung menulis resep obat yang harus Cana tebus nanti. "Kalau gitu saya kasih vitamin saja ya. Jangan terlalu capek dan istirahat yang cukup. Kalau ada keluhan lain, bisa langsung hubungi saya." Kata Gaha sambil memberikan kartu namanya.


Sebelum keluar ruangan tersebut, Gaha sempat memperhatikan Cana yang bajunya basah. Melihat Cana yang terus menerus menggosokan telapak tangannya. Gaha tau kalau itu tanda bahwa Cana kedinginan. Gaha langsung berinisiatif untuk memberikan jaketnya pada Cana. Cana tidak menolak. Karena jujur, hari ini cuaca memang tidak terlalu dingin, tapi karena bajunya basah membuatnya jadi merasa kedingininan.

__ADS_1


Cana berencana akan segera mengembalikan jaket Dokter Gaha setelah ia cuci dirumah. Cana juga tidak tahu kalau dokter Amel sudah cuti. Padahal tadi siang dokter Amel masih mengirim Cana pesan panjang lebar agar mau check up.


Saat merogoh tasnya, Cana lupa kalau ada berkas Agha yang masih ada padanya, juga mobilnya yang masih ada di kantor. Tanpa berpikir panjang, Cana langsung memesan taxi online menuju kantornya.


...****************...


Setelah makan siang dengan Elena, dan mengantarnya belanja sebentar. Agha langsung ke kantor untuk kembali bekerja. Selama perjalanan dari loby ke ruangannya, Agha sama sekali tidak melihat Cana.


Tak lama kemudian. Ada yang mengetuk pintu ruangan Agha. Dengan ragu orang itu sedikit menunduk saat masuk ke ruangan Agha. "Pak, maaf ... Ini ada berkas bapak yang masih sama saya."


Familiar dengan suaranya. Agha akhirnya menatap lurus ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang ke ruangannya.


"Maaf Pak. Tadi ada urusan penting yang nggak bisa saya tinggal." Jawab Cana, sambil memainkan ujung hijabnya gugup.


Mendengar itu, Agha tersenyum remeh. "Terus menurut kamu, meeting saya tadi nggak penting?! jadi bisa ditinggal-tinggal?!" Jawab Agha yang tampak kesal.


Cana makin gugup ditempatnya, "Nggak gitu Pak. saya nggak ada maksud ninggalin bapak. Tadi juga saya kan udah izin sama bapak."

__ADS_1


"Iya izin. Tapi izinnya pas saya masih meeting! Itu namanya kabur Cana!"


Takut kalau emosinya meledak, akhirnya Agha mengusir Cana dari ruangannya. "Silahkan keluar."


Saat keluar ruangan, Cana mengelus dadanya. sabar, itulah yang Cana butuhkan saat bersama atasannya itu. Saat Cana menunggu lift terbuka, tidak sengaja ia bertemu dengan Kayna yang tengah bermain ponsel.


"Kay, mau kemana Lo?"


"Astaghfirullah ... kaget gue." Kayna benar-benar terkejut melihat Cana yang sekarang tepat dibelakangnya. "Mau ambil kopi pesanan anak-anak ke bawah. Kalo Lo? udah selesai meeting nya?"


"Udah. Gue pulang duluan tadi. Masa iya gue harus jadi nyamuk nungguin boss gue pacaran. Ogah bangettt!" Jawab Cana, yang memang tak sengaja melihat Agha dan Elena berpelukan di depan resto tempatnya meeting.


Kayna terkejut. " Maksud Lo Pak Agha punya pacar?"


"Hmm ... Kayaknya cewenya model. Soalnya gue pernah liat dia di acara stasiun televisi tentang modeling gitu." Ucap Cana yang melangkah masuk ke dalam lift bersama Kayna.


"Masih nggak nyangka gue. Gila juga tipe cewek Pak Agha."

__ADS_1


Lift pun berhenti di loby. Kayna langsung turun, sedangkan Cana lanjut ke basement untuk mengambil mobilnya.


__ADS_2