AghaCana

AghaCana
Bab 6


__ADS_3

Happy reading gaes ....🤍


Bunyi alarm yang sangat kencang, membuat Cana terbangun lebih awal. Cana langsung bangkit dari kasurnya. Ia teringat akan satu hal. Ya, Cana harus mendampingi Agha meeting pagi ini.


Beruntung pagi ini Cana bangun lebih awal. Jadi, ia dapat mempersiapkan diri dengan santai. 


Sama halnya dengan Agha, ia juga baru selesai melakukan rutinitas paginya. Agha Sedang memeriksa ponselnya, sambil berjalan ke arah ruang makan, untuk sarapan bersama bunda dan adiknya.


Tiba-tiba Agha tersedak saat minum.


"Cana? Kenapa yang nemenin gue meeting malah dia sih. Nggak waras emang si Zadi!"  Kesal Agha, setelah membaca pesan dari Zadi semalam.


"Pelan-pelan dong minumnya." Ucap bundanya.


"Iya, bun. Bun, Ghina kapan mulai ngaji ditempat baru? Udah ketemu tempatnya?" Tanya Agha.


"Udah. Rencananya sore ini mau kesana." Jawab bunda Agha.


"Nanti kalau Agha pulang Cepet. Insyaallah Agha anter ya, Bun," Kata


"Agha berangkat ya Bun. Pagi ini ada meeting. Doain ya." pamit Agha menyalami bundanya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapannya. Agha langsung buru-buru mengeluarkan mobil, dan bergegas ke kantor.


****************


Melihat kemacetan Jakarta pagi ini. Membuat Cana makin kusut. Memikirkan ia yang harus menemani Agha meeting saja, sudah membuat mood Cana berantakan.


Kenapa harus gue sih?! Gerutu Cana sejak tadi.


Saat Cana sedang menunggu lampu merah, Cana memandang ke arah luar kaca mobil dan sedikit terkejut.


Kebetulan macam apa ini? Terlihat samar-samar ada mobil Pak Agha disebelah mobilnya.


"Panjang umur banget! Baru diomongin, ehh ... Ada orangnya. Ganteng sih, tapi galak kayak ibu kost gue!" gumam Cana pelan.


"Morning beib ... Buru-buru amat sih. Mau kemana? Baru juga nyampe." Kata Kayna.


"Morning. Gue hari ini nemenin Pak Agha meeting. Zadi nggak bisa, dia izin nggak masuk hari ini." Jawab Cana.


Kayna terkesiap, "WHAT? sanggup Lo?" Lalu dijawab dengan anggukan kepala dari Cana. "Gue sih, cuma bisa bantu doa ya."


"siappp, bu boss!" Kata Cana dengan tangan yang diangkat ke jidat memberikan hormat kepada Kayna. "Gue berangkat, ya."

__ADS_1


Tawa ringan keluar dari mulut Kayna melihat tingkah Cana tadi. "Byeee ... ada-ada aja Lo."


****************


Agha sedang sibuk membaca ulang berkas untuk meeting pagi ini. Sebenarnya ia harus mengakui, bahwa kerja seorang Cana memang sangat rapi dan tidak terduga. Mulai dari Cana yang tiba-tiba menyelipkan email pada Agha, soal calon partner bisnisnya yang dapat membawa kemerosotan dalam perusahaannya. Agha heran, mengapa Cana bisa seyakin itu, kalau partnernya kemarin akan membawa kemerosotan dalam perusahaannya.


Tapi, bagi Agha itu menjadi nilai plus untuk Cana. Itu pula yang membuat Agha tidak jadi memencetnya.


"Permisi, Pak." Cana sudah berdiri didepan pintu ruangan Agha.


"Masuk." Jawab Agha


Cana menghampiri meja Agha. "Kita mau berangkat jam berapa ya, Pak?"


"Jam delapan. Berkas sudah siap semua, kan?"


"Sudah, Pak." Jawab Cana.


"Ingat! Saya paling nggak suka orang yang kerjanya lambat, dan tidak disiplin." Tegas Agha.


"......."

__ADS_1


Cana tidak menjawab. Ia jadi makin kesal dengan atasannya. Apakah ia seburuk itu di mata Agha?


_____________________________


__ADS_2