
Bab 12
Kelas mengaji pun selesai. Anak-anak berhamburan keluar masjid dengan tergesa-gesa. Setelah semua murid pulang. Cana sibuk merapihkan alat tulis dan meja-meja TPA. Semua mata seketika tertuju pada Cana. Agha, Zadi, dan Kayna yang sangat peka pun langsung membantunya.
"E-ehh kok kalian disini? Ada apa? Tumben banget." Kata Cana, yang tidak sengaja arah pandangnya bertemu dengan mata Agha.
Kayna langsung memeluk Cana. "Kangennnn ..." Kayna enggan melepas pelukannya. "Sepi nggak ada Lo tau!"
"Nih gue bawa bunga kesukaan Lo!" Kata Zadi sembari menyodorkan bunga itu ke Cana.
Dengan sumringah, Cana langsung memeluk bunga itu. Ia langsung merasa seperti memeluk ibunya. Setiap kali memeluk bunga, Cana selalu mengingat ibunya. Ibu Cana pecinta bunga. Bahkan dulu halaman belakang rumahnya disulap menjadi taman bunga oleh ibunya.
"Makasih ya." Kata Cana menatap mereka bertiga bergantian.
Cana menatap Agha aneh. Kenapa pak Agha melihat Cana dengan tatapan seperti itu. Apa ada yang salah dengan pakaiannya? Atau wajahnya terlihat jelek tanpa make up? Kata Cana dalam hati.
Zadi menepuk pundak Agha, "Gha, nggak balik? Adek Lo nunggu tuh di mobil."
Agha menoleh kearah Zadi. "Gue balik duluan ya. Bye!"
Agha langsung menjalankan mobilnya meninggalkan kawasan tersebut. Sedangkan Zadi dan Kayna, mereka ingin mampir sebentar ke kostan Cana.
Bangunan tingkat dua dengan lima belas kamar ini menjadi pilihan Cana untuk tinggal. Kosan yang tidak terlalu mewah namun nyaman, menjadikan Cana betah dirumah. Cana tinggal di lantai dua, kamar nomor delapan.
__ADS_1
Cana mempersilahkan teman-temannya itu masuk. "Maaf ya, gue nggak punya cemilan apa-apa."
Mereka duduk di atas sofa navy panjang berukuran sedang. "Santai aja. Kita kesini nggak mau minta makan kok!" Ucap Zadi bercanda.
Kayna mendelik tajam "Yeeuuu ... Itumah Lo kaliii. SMP dasar! SUDAH MAKAN PULANG!" Jawabb Kayna berapi-api.
Kost-an Cana memang tidak terlalu besar. Didalamnya juga hanya berisi barang-barang pokok. Dimeja rias terlihat beberapa album foto yang berserakan. Disamping album tersebut ada tiga inhealer yang berbeda-beda, membuat Zadi dan Kayna yakin, pasti Cana habis menangis semalaman. Cana memang mengidap asma akut sejak kecil, ia tidak bisa hidup tanpa inhealer-nya.
"Nih..." Kayna menyodorkan sesuatu pada Cana, "Tadi gue pesen ketan susu kesukaan Lo." Kata Kayna yang disambut binar bahagia dari Cana.
"Dimakan ya Can. Kita nggak suka liat Lo begini. Dan jangan sakit gue nggak suka." Lanjut Zadi menatap Cana sendu.
Cana mengalihkan pandanganya, ia tidak ingin menangis lagi. "Siappp! Pasti gue makan. Apasi yang engga buat makanan gratisan." Jawab Cana yang sedang berusaha menahan air matanya.
Cana tidak menyangka bahwa masih ada yang peduli dengannya. Baginya, mempunyai teman yang baik padanya sudah termasuk harta Karun yang harus ia jaga, karena memang sulit didapatkan.
Di kamarnya. Saat Agha sedang melihat berkas-berkas kerjanya, ia mendadak tidak fokus. Agha sedang kepikiran soal Cana. Agha yakin tadi ia melihat wajah Cana yang pucat dan juga matanya yang sembab. Apa Cana sedang ada masalah? Atau Cana sedang sakit? Dua pertanyaan itu terus berputar di kepala Agha. Setelah mempertimbangkan cara untuk mengetahuinya. Agha memutuskan untuk mengirim pesan kepada Cana.
^^^A**gha** :^^^
^^^Are you okay?^^^
Cana yang sudah bersiap untuk tidur langsung bangun mendengar notifikasi ponselnya.
__ADS_1
Cana :
I'm fine Pak. Ada apa?
^^^Agha :^^^
^^^Nothing. ^^^
^^^Saya cuma mau minta maaf karena tempo hari emosi saya nggak kekontrol. Kamu hari ini mogok kerja, karena kemarin kena omel saya?^^^
Cana :
Engga pak, tenang aja. saya udah sering dimarahin sama ibu kost-an yang jauh lebih galak dari bapak kok
Next time I'll do my best untuk kerja ya pak 🤝
^^^Agha :^^^
^^^Besok makan siang sama saya bisa? Itung-itung permintaan maaf saya.^^^
Ditempat tidurnya Cana memeluk gulingnya erat. Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba atasannya ini baik padanya. Tidak ingin hilang kesempatan makan enak. Dengan secepat kilat Cana membalas tawaran itu.
Cana :
__ADS_1
Oke deal!... Maaf banget pak. Saya nggak mau nolak kalo urusan makanan gratis.
Agha tersenyum geli dengan tingkah Cana. Jujur, tadinya ia hanya ingin menghibur Cana. Tapi, mengingat hanya Cana yang belum dapat traktiran makan siang darinya. Akhirnya Agha mengajak Cana makan siang bersama besok.