AghaCana

AghaCana
Bab 11


__ADS_3

Suasana kantor sekarang sangat ricuh. Sorak gembira para karyawan sangat jelas terdengar. Jarang-jarang Seorang Agha Abqari mengadakan hal seperti ini. Agha yang tiba-tiba memberikan info, bahwa ia akan mentraktir semua karyawannya untuk makan siang gratis di resto yang sudah di booking semalam.


Syukuran kecil-kecilan ini diadakan mendadak, atas usulan Zadi dan Gaha. Agha baru saja mendapatkan kerjasama besar dengan perusahaan lain. Perusahaan yang sudah Agha incar dari beberapa bulan terakhir ini. Ia harap perusahaan ini akan terus berjalan dengan atau tanpa dirinya nanti.


"Gha! Ngelamun aja. Ayo kita berangkat." Ajak Zadi penuh semangat. 


"Ayo. Pak Hasim aja yang nyetir. Biar ikut makan juga." Jawab Agha.


Letak restoran itu memang tidak jauh. Sengaja ia pilih tempat makan yang dekat, agar karyawannya tidak kerepotan. 


"Hai Za. siang Pak Agha." Sapa Kayna pada keduanya. "Udah dapet pesen dari Cana kan?" Bisik Kayna ke telinga Zadi. "Nanti pulang kerja ke kost-annya yuk!" Ajak Kayna.


Zadi mengangguk. "Bareng gue aja nanti, beli bunga dulu kesukaan dia." Ucap Zadi pelan.


Ada hal yang sedikit mengganggu pikiran Agha. Tapi ... Kenapa ia tiba-tiba kepikiran karyawannya itu?! Agha penasaran kenapa Kayna jalan sendirian tanpa Cana. Bahkan Agha baru menyadari sedari tadi, kalau ia sama sekali tidak bertemu dengan Cana hari ini.

__ADS_1


Kemana dia? Nggak mungkin kan gadis itu marah dan mogok kerja karena kemarin kena marah Agha? Ah, sial. Kenapa kepala Agha sekarang penuh dengan Cana. 


Sepanjang perjalanan Agha berusaha mengalihkan pikirannya yang sudah penuh dengan tema teki konyol tadi. 


...****************...


Zadi dan Kayna sedang menentukan bunga yang akan mereka beli untuk Cana. Rencananya mereka akan mampir sebentar menemui Cana. Kali ini bunga yang  mereka beli adalah bunga mawar putih. Cana sangat suka bunga. Bahkan Cana baru-baru ini ingin sekali membuka toko bunga kecil-kecilan. 


Setelah selesai memilih bunga. Zadi dan Kayna langsung bergegas menuju kost-an cana. 


"Woi, pelan-pelan! Dikira hutan kali ya." Ucap Zadi sembari mengawasi kanan dan kiri.


"Teh Cana nya lagi ngajar di TPA, kak." Kata anak kecil yang tiba-tiba muncul dibelakang Zadi.


Kayna tersenyum mengusap pelan kepala anak itu. "Oh gitu. Makasih ya." 

__ADS_1


Zadi dan Kayna berjalan ke arah masjid, tempat TPA itu berada. Itu Cana! Ia memang sedang mengajar sore ini. Tapi, ada wajah yang tidak asing bagi Kayna. 


Untuk apa Pak Agha ada disini? Batin Kayna 


"GHA! Lo disini juga? Ngapain?" Tanya Zadi.


"Kalian sendiri ngapain disini?" Bukannya menjawab, Agha malah ikut bertanya.


"Mau mampir ke kost-an Cana Pak." Jawab Kayna.


"Gue lagi nganter adek ngaji disini." Jelas Agha. "Nyokap gue yang minta."


"Ohh ... Ghina ngaji disini." Jawab Zadi yang memang kenal dengan keluarga Agha.


Padahal tadi Agha yang merengek. Ia memaksa ingin mengantar adiknya ngaji. Tapi, Agha hanya ingin berdua dengan adiknya. Agha tidak ingin bundanya ikut. Ia tidak mau jadi bahan ejekan bundanya di rumah, kalau sampai ia ketahuan memperhatikan Cana dari luar jendela seperti kemarin.

__ADS_1


Agha hanya ingin tahu. Apa alasan Cana tidak masuk kerja hari ini? Ia juga takut gadis itu sakit. pasalnya kemarin, ia sempat mengamati baju Cana yang basah. Namun, tertutupi oleh jaketnya yang kebesaran. 


__ADS_2