Aku (Bukan) Hanya Pajangan

Aku (Bukan) Hanya Pajangan
The Day


__ADS_3

Suasana pagi ini di mansion keluarga Wijaya sangat berbeda dari biasanya. Malam nanti, akan ada acara besar-besaran yang akan di adakan oleh keluarga Wijaya.


Sangat ramai. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan dan mengecek kembali, apakah sudah tidak ada masalah lagi.


Saat ini, mereka terbagi menjadi dua kubu. Wanita dan pria.


Para pria berkumpul di rumah utama. Para wanita di rumah kedua, tempat tinggal Arum dan Irfan.


Kecuali para maid dan karyawan, mereka semua sedang bekerja keras untuk kesempurnaan acara nanti.


Semua gaun dan jas yang di gunakan dari butik keluarga Wijaya. Tentu saja, gaun dan jas yang sangat elegan dan mewah. Tak kalah dengan produk luar negeri.


Saat ini di tempat para wanita, mereka sedang heboh dengan kesibukan masing-masing. Padahal, yang punya acara Arum. Ia santai saja dengan ini semua. Tapi yang heboh malah yang lainnya.


(Mau heran tapi cewek mahh gitu🤭)


Arum akan mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Sedangkan para wanita lainnya berwarna biru.


Arum, mama Leni, mama Gita, Ica dan Fira. Hanya mereka berlima, tapi rusuhnya sudah seperti satu kampung.


Para MUA cukup senang juga dengan mereka. Suasana pun tak terlalu tegang, jadi lebih rileks.


Meski acara akan berlangsung malam harinya, tapi mereka sudah bersiap sedari pagi. Tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun itu.


Undangan pun telah di bagikan dua hari yang lalu. Tamu undangan kebanyakan adalah rekan kerja papa Sul juga Irfan. Mama Gita tak lupa mengundang teman-teman nya juga.


Teman Irfan yang lainnya, sudah Hans yang mengundang secara langsung. Tentu saja, mereka yang sudah bersahabat sejak lama akan memiliki teman yang sama.


Para kerabat dekat pun sudah semua. Termasuk Nadia, sepupu Irfan. Ia pulang sehari setelah kejadian di restoran hari itu. Entah apalagi yang akan di rencanakan olehnya.


Saat ini situasi di rumah utama, lebih heboh lagi daripada tempat para wanita berkumpul.


Hans dan pak Toni sedang mengecek kesempurnaan semuanya. Rio yang juga ikut disana mengatakan sesuatu pada Hans.


Mereka sedang membicarakan masalah yang cukup serius dan penting. Sepertinya, Rio merencanakan sesuatu untuk acara nantinya.


Setelahnya Rio menghubungi beberapa rekan kerjanya di Tentara. Ia mengajak mereka untuk menghadiri acara sekaligus untuk berjaga bila saja terjadi hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


Semua persiapan pun telah selesai. Tinggal menunggu waktu untuk acara berlangsung.


Mereka semua beristirahat kembali untuk memulihkan tenaga.


Malam yang di tunggu pun tiba.


Para tamu undangan telah hadir dengan berbagai macam kemewahan yang ada di pesta malam ini.


Pesta resepsi pernikahan dari putra sekaligus pewaris keluarga Wijaya. Siapa yang akan menolak menghadiri acara orang ternama ini.


Keuntungan yang di dapat pun sangat banyak. Salah satunya, mereka bisa mencari relasi untuk mengembangkan bisnis mereka agar lebih berkembang lagi.


Detik-detik acara akan segera di mulai. Semuanya menantikan kehadiran kedua mempelai yang menjadi bintang di malam hari ini.


Dengan Hans, Rio juga Zul. Tiga pria tampan ini yang menjadi pembawa acara.


Para gadis yang ada disana sangat senang bukan main. Melihat ketiga pria tampan yang sekarang menjadi pusat perhatian.


Tak jarang ada yang berteriak memanggil mereka. Hanya untuk mengatakan kalau mereka ingin dipersunting oleh salah satu dari mereka. Gadis lainnya pun bersorak meneriaki gadis lain. Mereka saling mengejek satu sama lain.


"Dan saya Zul. Seperti yang kita ketahui. Malam ini adalah malam patah hati bagi seluruh gadis yang ada disini. Bukan begitu, para nona cantik?"


"Huuu. Benar-benar. Tapi aku ga jadi patah hati, udah ada kamu yang kembali mengisi hatiku," Jawab salah satu gadis yang ada disana.


"Huuu," Gadis lain kembali meneriaki si gadis tadi.


Keriuhan pun kembali terjadi, para orang tua hanya bisa menggelengkan kepala melihat itu semua.


Sementara para pria, mereka diam dan menyimak saja. Mungkin dalam hatinya, mereka sedang menargetkan seorang wanita yang ada disini.


(Women dan para buaya sedang beraksi😮‍💨)


"Baiklah. Saya Rio disini. Malam ini adalah malam yang sangat penting bagi kita terutama untuk kedua mempelai. Dimana acara ini adalah acara resepsi pernikahan dari putra keluarga Wijaya. Kalian pun sudah tau itu, yaa."


"Tanpa mengulur waktu lagi. Mari kita sambut, mempelai pria yang menjadi raja kita di malam hari ini." - Zul.


Muncullah Irfan dengan menggunakan jas putih yang senada dengan gaun milik Arum.

__ADS_1


Irfan berjalan perlahan, dengan diikuti oleh papa Fadel dan papa Sul di belakangnya. Mereka mengenakan jas hitam, begitu pula dengan ketiga pria tampan yang menjadi host malam ini.


"Seorang pria tampan. Putra dari keluarga Wijaya. Malam ini adalah malam yang spesial untuknya bersama sang istri tercinta." - Hans.


"Pada malam hari ini, ia akan mengatakan pada seluruh dunia. Irfan Wijaya, pria yang beruntung mendapatkan istri seperti Ningrum Wulandari." - Rio.


Sampailah Irfan di singgah sana miliknya. Kedua papa duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Ketiga pria tampan ini kembali menjadi pusat perhatian. Tapi jangan salah, mereka sudah memiliki pawang masing-masing.


"Karena sang raja sudah menduduki singgah sana miliknya. Sebentar lagi, kita akan kembali menyambut ratu yang akan bersanding bersama sang raja di atas singgah sananya." - Hans.


"Hayoo, siapa disini yang penasaran dengan sosok ratu kita malam ini? Mungkin bagi para kerabat ada yang belum tau yaa. Juga, mungkin sudah ada yang pernah melihat meskipun hanya sekilas saja." - Rio.


"Hahaha, kalian ini. Sudah, jangan berlama-lama. Lihatlah wajah penasaran dari para tamu yang ada disini. Bukan begitu, bapak, ibu, tuan dan para nona?" - Zul.


"Benar-benar. Ayo cepat. Kami ingin melihat, siapa wanita yang beruntung itu."


Kembali riuh lah para tamu undangan. Mereka sangat-sangat menantikan kehadiran mempelai wanita.


Tanpa menunggu lagi, Irfan langsung saja mempersilahkan untuk mempelai wanita memasuki aula pesta hari ini.


Masuklah sang mempelai wanita bersama ibu juga bridesmaid yang mengikuti di belakangnya. Para wanita cantik ini memancarkan aura masing-masing, terutama Arum yang menjadi ratu malam ini.


Tamu undangan menjadi hening seketika. Mereka sangat terpukau menatap wajah-wajah yang penuh pesona ini.


Arum dengan senyum manisnya, berjalan dengan anggun. Menatap mantap ke depan, ke arah dimana suaminya saat ini sedang menantikan kedatangannya.


Mereka semua melewati aula, di tengah-tengah para tamu yang hadir.


Tiba-tiba saja, ada suara yang memanggil nama Arum dari kerumunan tamu yang hadir.


"Loh! Itu kan, Arum...,"


 


Hayooo, siapa kira-kira itu yaa? Dia kenal sama Arum?? Kuyy kita pergi kek bab selanjutnya 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️

__ADS_1


__ADS_2