
Setelah puas mengambil foto, mereka lanjut lagi berkeliling karena memang tempatnya yang sangat luas jadi masih banyak yang perlu di jelajahi.
Mereka juga membeli beberapa cemilan dan minuman untuk melepaskan dahaga.
Setelah puas berkeliling taman, Irfan bertanya pada Arum apakah ingin pulang atau masih ingin jalan-jalan lagi, Arum mengatakan masih ingin lagi.
Hari sudah siang, sudah waktunya untuk melaksanakan ibadah sholat juga. Jadi Irfan memutuskan untuk sholat di Masjid Raya Bandung.
Setelah beberapa saat mereka sampai dan langsung mengikuti sholat berjamaah.
Selesai sholat Arum mengatakan bahwa Ia lapar, Irfan mengajak Arum untuk makan di warung pinggiran yang ada disana.
Setelah itu Arum mengajak Irfan untuk berkeliling lagi di alun-alun, karena kebetulan mereka sudah berada disana jadi sayang jika di lewatkan.
Padahal kan Arum tinggal di Bandung sekarang, tapi rasa penasarannya tetap harus dituntaskan secepatnya.
Irfan mengajak Arum berkeliling lagi, melewati beberapa kedai yang banyak menjual jajanan apapun itu.
Biasa lah yaa jika weekend seperti ini, banyak sekali orang yang berhamburan, pedagang pun tak mau kalah juga.
Dari kejauhan Arum seperti melihat sosok yang sangat Ia kenali, jadi Arum mengajak Irfan untuk menghampirinya.
Irfan hanya ikut saja apa yang di katakan sang istri.
"Rio!" Panggil Arum dengan ragu.
Orang yang di panggil dengan nama Rio itu pun menoleh karena merasa namanya di panggil.
"Ehh, wait, kamu Arum kan?" Terkejut sekaligus senang.
"Iyaa ini aku, Arum teman sekolahmu dulu," Jawab Arum tak kalah excited seperti Rio.
"Wahh kok kamu bisa ada disini?"
"Ceritanya panjang deh Rio."
Arum pun memperkenalkan Irfan pada Rio dan juga sebaliknya.
Setelah mengetahui bahwa Arum sudah menikah, terpancar sedikit rasa kekecewaan di wajah Rio dan Irfan menyadari itu.
__ADS_1
Irfan pun mengajak Rio untuk mengobrol santai di cafe yang ada di dekat sana.
Mereka bertiga sudah duduk manis di sebuah cafe yang cukup ramai pengunjung.
Akhirnya mereka mengobrol dan mulai menceritakan apapun itu.
Ternyata Rio sedang bertugas di Bandung, maka dari itu Ia berada disini. Ia juga cukup senang bisa bertemu dengan Arum gadis pujaan hatinya tapi hanya dia yang tahu soal itu.
Ia juga merasa sedih, ternyata Ia tak bisa mendapatkan cintanya setelah sekian lama cintanya itu di pendam sendiri.
"Ohh iya, aku bertemu Ayu saat di bandara mau kesini hari itu," Arum teringat tentang temannya yang satu itu.
"Ayu pulang kah?" Rio jadi penasaran soal Ayu.
"Iyaa, katanya dia baru pulang lagi setelah lama ga pulang."
"Owalah begitu," Rio hanya manggut-manggut tanda mengerti ucapan Arum.
Sementara Irfan hanya diam dan memainkan ponselnya tetapi telinganya tetap menyimak dan memperhatikan interaksi keduanya.
"Btw, gimana ceritanya kamu bisa ketemu sama Irfan?" Rio jadi penasaran bagaimana bisa seorang Ayu kenal dengan orang Bandung yang jauh dari jangkauannya pikirnya.
Sekarang Rio memanggil Irfan dengan langsung nama saja karena itu permintaan dari Irfan sendiri agar lebih akrab.
Dari situ, mereka berdua saling beradu argumen di kolom komentar hingga saling membalas story, dan berakhir dengan chattingan.
Lama-kelamaan mereka merasa nyaman dan akhirnya Irfan mengungkapkan perasaannya dan Arum pun menerima Irfan, karena keduanya baru pertamakali menjalin hubungan jadi akan saling mencoba memahami.
Awalnya Arum tidak mengetahui bahwa Irfan adalah anak orang terpandang di Bandung ini karena di Instagram miliknya tidak menampilkan apapun mengenai keluarganya dan hidupnya.
Hanya ada kalimat-kalimat motivasi dan kadangkala Irfan akan memposting fotonya bersama teman-temannya.
Setelah satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan akhirnya Irfan memutuskan untuk menemui Arum secara langsung dengan terbang ke Makassar.
"Anjayy, hebat kamu Fan," Rio kagum oleh sifat Irfan yang langsung to the point.
Irfan hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi Rio.
Arum lanjut mengatakan bahwa Irfan datang sendirian ke Makassar, lalu mereka juga jarang bertemu karena memang Arum tidak diperbolehkan keluar sendirian oleh orangtuanya apalagi bersama seorang pria.
Akhirnya beberapa bulan kemudian Irfan menyampaikan niat baiknya pada keluarga Arum, Ia mengatakan bahwa orang tuanya akan datang kesini untuk mempersunting Arum.
Tentu saja hal itu di setujui oleh orang tua Arum karena mereka sudah cukup puas untuk mengenal Irfan sebagai lelaki yang baik dan bertanggung jawab.
__ADS_1
Arum menceritakan semuanya dengan bangga juga kepada temannya itu, Rio turut senang wanita pujaannya bisa mendapatkan orang seperti Irfan.
Tak terasa hari sudah menjelas sore dan memasuki waktu ashar, mereka memutuskan untuk pulang karena sudah seharian berada diluar, begitupun dengan Rio yang memang keluar dari pagi.
Mereka saling berpamitan, tak lupa pula Irfan mengundang Rio kapan-kapan jika tidak sibuk bisa main kerumahnya.
Rio dengan senang hati menerima undangan dari Irfan.
Mereka pun pulang dengan arah dan tujuan masing-masing.
Setelah sampai mansion, Irfan langsung menuju ke rumahnya karena cukup kelelahan. Sampai di rumah mereka langsung mandi secara bergantian tentunya🫢
Sementara itu di rumah utama, Mama Gita yang sedang berada di balkon kamarnya melihat mobil Irfan yang baru pulang.
Ia cukup senang ternyata anaknya sekarang bisa lebih santai dan berjalan-jalan. Buktinya seharian ini Ia betah berada diluar bersama istri cantiknya.
Mama Gita menghampiri Papa Fadel yang berada di ranjang dengan memangku laptopnya. Mama Gita mengatakan apa yang baru saja di lihatnya.
Papa Fadel juga merasa bahagia bisa mendapatkan menantu seperti Arum dan Ia bangga kepada anaknya yang tidak salah pilih untuk dijadikan seorang istri.
Malam harinya, Arum dan Irfan datang ke rumah utama untuk menghabiskan akhir pekan ini.
Arum mengatakan bahwa Ia yang ingin memasak makan malam, tetapi Mama Gita tidak mengijinkan karena takut Arum kelelahan setelah keliling seharian ini.
Tetapi Arum tetap bersikeras akhirnya dengan sangat terpaksa Mama Gita harus menyetujui permintaan dari menantunya itu.
Arum mulai berkutat di dapur, Mama Gita pun turut membantu Arum tetapi kebanyakan Arum yang mengerjakan semuanya sedangkan Mama Gita tidak berkesempatan untuk ikut andil.
Arum sangat lincah memasaknya, para maid pun ikut membantu mengambilkan beberapa bahan yang di pinta oleh Arum.
Mereka juga kagum dengan kehebatan memasak dari nona muda mereka ini. Mereka semakin menyanjung Arum, tak hanya cantik namun sangat pandai dalam memasak.
Istri yang sangat di idam-idamkan oleh para pria dan menjadi menantu impian bagi para ibu-ibu.
Setelah setengah jam lamanya akhirnya makanan pun telah selesai dan sudah di sajikan di atas meja makan.
Mama Gita memanggil Papa Fadel dan Irfan yang berada di ruang keluarga untuk makan bersama.
Mereka pun menyantap makanan buatan Arum dengan sangat lahap. Tak jarang papa dan mama memuji makanan Arum yang sangat lezat tak kalah dari makanan restoran.
Setelah selesai makan mereka lanjut berbincang di ruang keluarga, tak lama mereka berbincang, karena kelelahan Irfan pun pamit pulang kepada keduanya.
Setelah mencium tangan kedua orang tuanya mereka berdua pun pulang kerumahnya.
__ADS_1