AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Tanpa Kabar


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Reisya pun kembali ke kamarnya. Reisya berniat untuk pergi ke rumah Nenek di Palembang. Reisya pun segera mempersiapkan baju yang ingin di bawanya ke rumah Nenek. Setelah selesai memasukan baju ke dalam tas Reisya pun segera keluar dan meminta izin kepada Mama dan Papa nya.


"Ma? Pa?" Panggil Reisya.


"Kamu mau kemana nak?" Tanya Mama yang terkejut melihat Reisya turun dengan membawa tas besar.


"Jadi gini Ma, Reisya mau kerumah Nenek untuk beberapa hari ke depan. Reisya mau menenangkan diri dulu disana Ma" Jelas Reisya.


"Tapi kamu gak boleh naik travel ya biar Papa dan Mama yang bakal ngantarin kamu" Tegas Papa.


Reisya pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Papa.


~7 jam kemudian.


Mereka pun kini sampai di Palembang.


"Assalamualaikum" Ucap kami berbarengan.


Tak lama terdengar suara perempuan paruh baya dari dalam rumah sembari membukakan pintu. Iya, itu adalah suara nenek Reisya.


"Waalaikumsalam" Jawab Nenek Reisya.


"Nenekkkkkkkkk...." Panggil Reisya sembari memeluk dan mencium Neneknya.


"Eca cucu kuu" Kata Nenek dengan raut wajah sangat bahagia.


"Nenek sehat?" Tanya Reisya pada Nenek.


"Alhamdulillah sehat, apa lagi kalau kamu mau menginap disini pasti Nenek bakal lebih sehat lagi" Ujar Nenek.

__ADS_1


"Yuk masuk" Ajak Nenek pada kami.


"Ika dan Fera mana Ma?" Tanya Mama sambil berjalan menuju ke dapur.


"Ada di dapur" Jawab Nenek.


Nenek tinggal di Palembang bersama Tante Ika dan Mbak Fera. Nenek tak pernah mau jika diajak tinggal di Jakarta karena menurut nenek Jakarta itu kota besar dan nenek tidak bisa beradaptasi dengan orang-orang yang ada di kota.


"Nek, boleh Eca nginap dirumah nenek untuk beberapa hari?" Tanya Reisya.


"Tentu saja sayang pintu rumah Nenek terbuka lebar untuk cucu nenek yang satu ini" Jawab Nenek.


Eza tak pernah putus asa. Eza tetap mencoba untuk menghubungi Reisya dan berharap Reisya sudah bisa melupakan kejadian di restaurand semalam.


Tapi......... Sekarang nomor Reisya benar-benar sudah tak bisa dihubungi. Reisya telah memblokir nomor Eza. Tak tunggu waktu lama Eza pun segera mendatangi rumah Reisya.


~Sesampai dirumah Reisya.


"Assalamualaikum" Ucap Eza.


Tetapi tak ada seorang pun yang menjawab salam dari nya. Eza pun terus membunyikan bel itu. Dan hasil nya nihil, tak ada seorang pun yang mendengar dan membukakan pintu.


"Reisya kemana ya?" Tanya Eza dalam hati sambil mengambil ponsel yang ada di saku bajunya.


Eza bingung mau menghubungi siapa dan akhirnya Eza berinisiatif untuk menelfon Mama Reisya.


"Nomor yang ada tuju sedang sibuk"


Ternyata Reisya pun telah memblokir nomor Eza di ponsel Mama dan Papanya. Eza bingung harus mencari Reisya kemana lagi. Dan akhirnya Eza mencoba menanyakan Reisya pada Lala sahabatnya.

__ADS_1


~Sesampai dirumah Lala.


"Assalamualaikum" Ucap Eza.


"Waalaikumsalam" Jawab Lala sambil membuka pintu rumahnya.


"La, aku mau nanya apa Reisya ada disini?" Tanya Eza.


"Reisya gak ada disini za" Jawab Lala.


"Apa Reisya ada ngabarin kamu dia mau kemana sama orang tua nya? Tanya Eza kembali.


"Dari kemarin Reisya gak ngabarin aku sama sekali Za dan dia tak merespon pesanku sama sekali" Jawab Lala.


Eza pun menceritakan apa yang telah terjadi pada hubungannya.


"Kamu sabar aja dulu Za, aku tau persis bagaimana Reisya. Dia marah gak lama kok paling lama juga semingguan dan nanti juga dia yang bakal ngabarin kamu duluan" Jelas Lala.


Mendengar penjelasan dari Lala, Eza pun mencoba bersabar untuk tidak menghubungi dan mencari Reisya untuk sementara waktu. Sampai Reisya benar-benar sudah tenang dan sudah bisa melupakan semua kejadian di restaurant itu.


Memang sangat berat bagi Eza.


Eza harus menjalani beberapa hari kedepan tanpa Reisya. Biasanya Eza dan Reisya rutin dan hampir setiap hari berjumpa. Mau itu pagi, siang, sore ataupun malam. Sesibuk apa pun Eza, Eza pasti bakal selalu berusaha untuk menjumpai Reisya kecuali memang kalau ada pekerjaan yang mendadak dan event diluar kota nah baru lah mereka tidak berjumpa. Tetapi, selesai pekerjaan itu biasanya Eza pasti secepatnya menjumpai Reisya.


Dan sekarang Eza menyibukkan dirinya dengan berolahraga, mau itu fitnes, nge-gym intinya segala sesuatu yang bisa membuat Eza tak terus menerus memikirkan Reisya. Tetapi, Eza tak henti-hentinya berdoa kepada Allah agar Reisya segera menghubungi nya dan mau berjumpa kembali dengannya.



__ADS_1



Siapa ni yang penasaran sama lanjutan ceritanya? Apa Reisya bakal maafin Eza? Atau mereka bakal mengakhiri hubungan nya? Dari pada penasaran yuk bantu vote, like dan komen semua episod novel ku dulu, biar aku tambah semangat nulis dan bisa upload setiap harinyaaa❤❤❤


__ADS_2