
Sebelum baca ayoo follow instagram author terlebih dahulu yaa ---> ivamaisyaa_
TERIMAKASIH BANYAK DAN SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA DI FOLLOW❤
Jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis serta tinggalkan vote kalian untuk novel ini❤
•
•
•
~Sesampai dirumah Eza.
Najwa, Ryan, Tante Risna, Om Faiz dan anggota keluarga Eza yang lain serta teman kantor Eza semuanya pun ikut menyambut kehadiran Eza dirumah.
"Assalamualaikum" Ucap Reisya sambil mendorong kursi roda Eza.
Mama Reisya dan Mama Eza sudah terlebih dahulu tiba dirumah. Sedangkan Papa Reisya dan Papa Eza serta teman-teman yang lain sedang membantu menurunkan barang-barang dari dalam mobil.
"Waalaikumsalam" Jawab mereka serentak.
__ADS_1
Sebelum masuk Reisya dan Eza dilakukan proses Peusijuek terlebih dahulu.
Peusijuek adalah sebuah prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang masih dipraktikan hingga saat ini. Tradisi Peusijuek ini dilakukan pada hampir semua kegiatan adat dalam kehidupan masyarakat di Aceh.
Misalnya ketika memulai sebuah usaha, menyelesaikan persengketaan, terlepas atau selesai dari musibah, menempati rumah baru, merayakan kelulusan, memberangkatkan dan menyambut kedatangan haji, kembalinya keluarga dari perantauan dan masih banyak lagi.
Dalam budaya masyarakat Aceh, tradisi Peusijuek pada dasarnya di fungsikan untuk memohon keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan dalam kehidupan.
Mama Reisya adalah asli orang Aceh yang masih melakukan prosesi adat Peusijuek dan sudah disepakati oleh semua pihak keluarga Eza.
Setelah proses Peusijuek dilakukan, Reisya dan Eza pun masuk dan duduk di tempat yang telah disediakan oleh pihak keluarga. Dilanjutkan oleh Ustadz untuk memulai doa dan memohon keselamatan untuk semua yang berada disini.
Selesai berdoa, Papa Eza pun menyampaikan sepatah dua patah kata terimakasih untuk semua yang telah menyambut Eza pulang dan untuk semua yang sudah mendoakan Eza selama menjalankan perawatan dirumah sakit.
Raut wajah Eza sangatlah bahagia, Eza sangat merindukan suasana rumahnya dan aktivitas nya yang dulu sebelum Eza mengalami kecelakaan.
"Kamu bahagia sayang?" Tanya Reisya pada Eza.
"Iya sayang, bagaimana tidak. Sangat ramai orang yang sayang dan peduli padaku" Jawab Eza dengan mata berkaca-kaca.
"Sekarang kamu fokus untuk sembuh yaa demi aku, demi keluarga kamu dan keluarga aku dan demi mereka semua yang sayang dan peduli sama kamu" Kata Reisya.
__ADS_1
"Iya sayang, makasih ya buat semua kebaikan kamu untuk aku" Ujar Eza.
Setelah selesai makan satu persatu keluarga dan teman-teman mendatangi Eza untuk memberikan semangat.
Eza terus menahan air matanya agar tak terjatuh dipipinya.
"Semangat Abang Eza, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kesabaran hambanya kok" Kata Najwa dan Ryan.
"Semangat sayang, kamu pasti bisa melewati semua ini" Kata Tante Risna.
"Semangat bro, kita tau kamu kuat" kata Dani dan teman kantor Eza lainnya.
"Terimakasih semuanya, aku sayang kalian. Dan aku janji bakal balas semua kebaikan kalian" Tutur Eza kepada semua yang ada disini.
Mereka hanya tersenyum mendengar Eza mengucapkan kata terimakasih.
Tak lama kemudian sampailah Oma Eza. Oma juga sedang sakit-sakitan (biasa sakit orang tua). Oma masuk dan lansung mendekati Eza. Oma memeluk tubuh cucunya tersebut seolah mengisyaratkan bahwa Oma sangat merindukan Eza.
"Maafin Oma Nak, Oma tak bisa menemani kamu dirumah sakit" Kata Oma pada Eza.
"Eza ngerti Oma" Jawab Eza singkat dengan air mata mulai menetes dipipi.
__ADS_1
Seketika moment haru pun terasa. Mereka semua terharu bahagia, merasa bersyukur Eza bisa selamat dari kecelakaan dan bisa melewati masa kritis.
Jodoh, rezeki dan maut adalah rahasia sang Ilahi. Jika Allah masih memberikan kita suatu kehidupan bersyukurlah, perbanyak beribadah dan berbuat kebaikan kepada orang lain. Begitu pula dengan jodoh dan rezeki semua sudah diatur oleh Allah. Jangan takut Allah tak memberikanmu jodoh, karena Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Dan jangan takut Allah tak memberikanmu rezeki atau harta, karena semut dalam tanah saja bisa hidup dan mendapatkan makanan. Begitulah nikmat Tuhan, tak ada yang tak mungkin. Kunfayakun, jika Allah sudah berkata jadi maka jadilah.